News

Dosen Fisika UNSOED Hadirkan Pendeteksi Dini Pergeseran Tanah Dari Bahan Lokal

[unsoed.ac.id, Jum, Bencana tanah longsor di wilayah Banyumas menjadi salah satu yang mesti diwaspadai.  Antisipasi sedini mungkin dapat mengurangi resiko korban karena bencana ini.  Didasari keprihatinan atas kondisi tersebut, dosen Fisika Unsoed Hartono Ssi Msi membuat alat pendeteksi pergeseran tanahberbasis variable resistor.  “Alat ini dapat mendeteksi sedini mungkin pergeseran tanah yang terjadi, sehingga diharapkan bisa jauh-jauh hari mengantisipasi bencana longsor”, ungkapnya.  Dibuat dari bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan, Hartono berharap masyarakat nantinya dapat dengan mudah menduplikasi alatnya.  Hartono menciptakan alat ini terinspirasi dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan koleganya Sugito Ssi Msi tentang kerawanan tanah longsor di Desa Karangsalam Banyumas.

Secara sederhana, alat hasil karya Hartono bekerja dengan cara ditanam di tempat tertentu yang dianggap berpotensi longsor atau daerah yang tanahnya rawan bergeser.  “Jika ada pergeseran tanah, maka tarikan pasak pada alat ini akan membuat pergeseran potensio yang akan merubah hambatan sehingga akan ada perubahan nilai tegangan keluaran, nilai tegangan keluaran ini kita kalibrasi sesuai nilai pergeseran tanahnya”, jelasnya.  “Jika nilai pergeseran tanahnya sampai pada batas rawan, maka secara otomatis sistem alat ini akan mengirimkan sms kepada pihak-pihak terkait, misalnya Kepala Desa, Tim Penanggulangan Bencana, Keamanan, tokoh masyarakat dan sebagainya”, ungkapnya.

Agar pemasangan alat ini optimal, maka harus diketahui pula karakteristik tanah tempat alat ini dipasang sebab masing-masing tanah karakternya berbeda-beda.  “Ada tanah yang bergeser 10 cm saja sudah sangat berbahaya dan mudah longsor akan tetapi ada kondisi tanah yang bergeser 40 sm masih aman”, ungkap Hartono.  Hal ini menurutnya juga sangat tergantung dari curah hujan di daerah tersebut, kelembaban, dan kecepatan peresapan air ke dalam tanah.  “Sehingga diperlukan kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu agar alat ini berfungsi optimal”, jelasnya.  Ia juga berharap suatu saat bersama dengan koleganya di Fisika Unsoed akan ada semacam BKG mini.

Untuk saat ini Hartono baru menciptakan alat untuk skala laboratorium dan sudah diuji berhasil, dalam waktu dekat ia berharap dapat menyelesaikan alat untuk skala nyata dan direncanakan akan ditanam di salah satu tempat di wilayah kecamatan somagede.  “Untuk skala laboratorium sudah jadi, tinggal kita buat untuk medan sesungguhnya, salah satunya kita rubah tempat alat ini agar lebih kokoh dan tahan air, tarikan dan pasaknya juga perlu disesuaikan bahannya”, tandasnya.  Hartono bersama Sugito dan Ipung Permadi Ssi MCs akan berusaha tetap membuat alat ini semudah mungkin agar mudah digunakan dan mudah juga diduplikasi.  “Dengan terbuat dari bahan-bahan yang mudah di dapat, saya sangat berharap alat ini bermanfaat bagi masyarakat dan siapapun dapat menduplikasinya, semoga ini menjadi sumbangsih nyata untuk masyarakat terutama di daerah rawan longsor”, pungkasnya.

Indonesian

Kategori: