Yang Berprestasi

Tri Irawan

Deskripsi Personal: 

Unsoed tak hanya berkibar namanya melalui prestasi-prestasi non akademik.  Tri Irawan, Mahasiswa Tep 2012 membuktikannya dengan langganan Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah.  Di tahun 2015 tercatat Tri memenangkan Juara 1 LKTI tingkat nasional di Bulan Maret lalu, dan Juara 2 di Bulan September lalu.   Tri Irawan meraih juara 1 saat perlombaan Bidang Studi Kimia XI (LBSK XI) yang diselenggarakan Fakultas MIPA Universitas Tanjungpura, Pontianak.  Tri Irawan satu tim dengan Intan Eka MS (Biologi 10) dan Fira Nurul Awanda (Kimia 13) berhasil membawa nama UNSOED menjadi yang terbaik dalam Lomba.  Belum lagi banyak kejuaraan dari lomba tingkat regional dan tingkat universitas yang diikutinya.  Keberhasilan Tri dalam berbagai ajang yang diikutinya mengantarkannya mendapatkan Unsoed Award di bidang penulisan ilmiah Tahun 2015.

LBSK XI sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tanjungpura.  Tema besar kegiatan pada tahun ini adalah “Hijau Hutanku, Segar Bumiku” serta tema karya tulis ilmiah pelajar “Pemanfaatan SDA Berbasis Ilmu Kimia Sebagai Solusi Mengatasi Limbah” dan karya tulis mahasiswa “Optimalisasi SDA Berbasis Ilmu Kimia Sebagai alternatif Energi Ramah Lingkungan “diharapkan dapat menjadi titik revitalisasi ide-ide kreatif pemuda bangsa di tengah permasalahan energi di Indonesia.

Acara presentasi babak final LKTI Mahasiswa Tingkat Nasional LBSK XI dilaksanakan dengan serangkaian kompetisi pelajar se-Kalimantan Barat dan seminar nasional dimulai dari tanggal 26 Februari – 1 Maret 2015 lalu di Universitas Tanjungpura, Pontianak.  TriIrawan dkk mengangkat potensi limbah cair tapioka di Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Purbalingga. Karya tulis yang berjudul: “Potensi Limbah Cair Tapioka di Pabrik Aci 55, Desa Timbang, Kecamatan Kejobong, Purbalingga sebagai Energi Elektrifikasi Limbah Cair Tapioka (ELCAT)” mampu menyisihkan semua finalis dari universitas lain dan akhirnya memperoleh juara 1.

Tri Irawan bangga dapat membawa nama UNSOED menjadi yang terbaik.  “Hasil yang tidak disangka, banyak karya yang bagus, karya-karya presentasi dari universitas lain juga menampilkan karya hasil pengabdian masyarakat di daerah masing-masing yang sedang diaplikasikan dan ada juga yang siap diaplikasikan,” jelasnya.  Menurut Tri Permasalahan energi adalah masalah yang krusial bagi seluruh dunia, disamping harga yang terus meningkat hal ini disebabkan karena biaya operasional yang cukup tinggi untuk mencari energi.  “Maka perlu solusi untuk memperoleh energi salah satunya berasal dari energi baru dan terbarukan, dan Purbalingga cukup berpotensi menghasilkan energi yang berasal dari limbah, yaitu limbah cair industri tapioka,” ungkapnya. “Program energi nasional saat ini adalah Desa Mandiri Energi (DME) dan pemenuhan energi dari energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 17% pada tahun 2025 namun pada saat ini baru mencapai 4% lebih” jelasnya.

Di ajang berikutnya, Tri Irawan berhasil merebut Juara 2 dalam lomba penulisan karya tulis ilmiah nasional di Universitas Brawijaya.  Kali ini Tri bersama tim yaitu Nabila Faradina Iskandar (Ilmu dan Teknologi Pangan 2013), dan Nurul Defriani (Teknik Pertanian 2012) berhasil mengalahkan UI di tempat ke tiga.  Karya tulis mereka berjudul "Optimasi Air Hasil Samping Tapioka menjadi Nata de Cassava sebagai Eco Industry Development di PA 55 Purbalingga".

Sebelumnya, tim bimbingan Prof. Rifda Naufalin, S. P, M.Si ini harus menyisihkan 250 peserta lain untuk bisa mendapatkan tiket untuk sampai di grand final LKTI. Final LKTI yang diselenggarakan oleh Prisma Fakultas Pertanian Brawijaya diikuti oleh 10 tim mahasiswa dan 10 tim siswa. Tim mahasiswa terdiri dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Jenderal Soedirman, dan dua tim dari Universitas Brawijaya.  "Atmosfer kompetisinya sangat terasa," jelasnya. Penentuan juara didasarkan pada penulisan karya ilmiah serta presentasi, untuk juara favorite didasarkan pada prototipe dan X-banner. “Kami berharap, kompetisi seperti ini banyak diikuti oleh teman-teman yang lain di Unsoed, buktikan, kalau Unsoed juga bisa menjadi yang terbaik!”, ungkapnya.

Menulis karya tulis bagi Tri adalah upaya untuk mengasah kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan.  "Dengan menulis karya ilmiah, kita jadi belajar dan berlatih untuk menyelesaikan berbagai persoalan dengan ilmiah," ungkapnya.  Meskipun awalnya cukup kesulitan, Tri mengungkapkan bahwa semakin sering menulis, maka ketrampilan juga akan terus terasah.  "Yang paling penting kita tetap bisa memberikan kontribusi pada bangsa dan negara," jelasnya.

Tingkat Kejuaran: