Prestasi

GBS Raih Gold Medals Tingkat Nasional

Paduan Suara Gita Buana Soedirman (GBS) mengukir prestasi membanggakan di ajang tingkat nasional.  Adalah raihan Gold Medals kategori Male Choir dan Silver Medals kategori Folklore Berhasil diraih dalam Kejuaraan Paduan Suara Sapta Gita Tingkat Nasional beberapa waktu lalu di UNNES Semarang, (25/5).  Prestasi membanggakan tersebut berhasil diraih karena kerja keras, persiapan yang cukup, dan kebersamaan.  Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Paduan Suara Gita Buana Soedirman Ratna Anisah Nuraini.  “Keberhasilan tersebut juga diraih karena dukungan para pihak yaitu Unsoed almamater kami tercinta, pembina kami Bapak Herry Suprapto dan Pak Haryanto Dwi Atmojo serta pelatih kami terkasih John Markus Pardede,” ungkapnya.

Suasana kerbersamaan dan kekeluargaan merupakan dua hal yang menjadi kunci dalam setiap latihan Gita Buana Soedirman.  “Kebersamaan dan kekeluargaan yang ada membuat suasana selalu menyenangkan dan bersemangat,” ungkapnya.  Jumlah anggota yang cukup banyak dan keakraban yang hangat membuat semua merasa nyaman saat berlatih untuk mendapat hasil yang terbaik.  “Sebelum perlombaan kami melakukan persiapan cukup lama, mulai dari penentuan official tim, berlatih selama kurang lebih empat bulan, bahkan kami menggelar acara pree compettion concert sebelum berangkat ke ajang perlombaannya,” jelasnya.  Dalam tahap persiapan ini, mereka juga terus melakukan evaluasi terhadap setiap kekurangan yang ada.

Dalam berlatih paduan suara, Ratna mengungkapkan ada golden rule yang harus ditaati.  “Golden Rule yang harus diingat dalam berlatih paduan suara adalah memulai dari pernafasan yang benar menggunakan nafas diafragma yaitu nafas ketika kita tidur, nah simulasikan itu ketika kita mengambil nafas untuk bernyanyi,” ungkapnya.  Ratna juga menyampaikan bahwa dalam bernyanyi posisi badan harus rileks dan kaki dibuka selebar bahu.  “Setelah itu bernyanyilah dengan indah dan percaya diri serta jangan lupa pelajari partitur,” lanjutnya.  Hal penting berikutnya yang perlu diingat menurut Ratna adalah fokus pada konduktor dan ikuti arahannya.  “Agar kita dapat membentuk harmonisasi nada dan lagu yang indah,” ungkapnya.  Sebab paduan suara tak sekedar memberikan hiburan, namun juga membangun suasana dalam berbagai even yang dilaksanakan.

Prestasi ini menurut Ratna perlu terus ditingkatkan dari waktu ke waktu.  “Berhasil menjadi yang terbaik di tingkat nasional adalah kebanggan tersendiri, namun hal ini juga harus ditingkatkan agar lebih baik lagi di tahun depan,” ungkapnya.  Mewakili tim paduan suara, Ratna juga berpesan kepada mahasiswa baru untuk terus berpikir produktif dan menyeimbangkan hard skill dan softskill.  “Ikutilah unit kegiatan yang diminati dan terus berkaya,” ungkapnya.