News

Meneguhkan Keberpihakan UNSOED Terhadap Pengembangan Pedesaan Berkelanjutan Melalui Workshop Penerapan Hasil Penelitian

Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas penelitian yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, kemarin (22/7) bertempat di Ruang Rapat Senat UNSOED, berlangsung acara Workshop Penerapan Hasil Penelitian  dalam Pemberdayaan Masyarakat.  Acara yang dibuka oleh Rektor UNSOED, Prof. Edy Yuwono, Ph.D ini, sejatinya merupakan bagian dari upaya lembaga dalam mengukuhkan diri sebagai world class civic university, dalam konteks bagaimana seluruh sumberdaya yang dimiliki universitas diarahkan sebesar-besarnya untuk kemanfaatan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut rektor, kegiatan ini merupakan peneguhan visi, misi dan pola ilmiah pokok UNSOED, yakni pengembangan sumberdaya pedesaan berkelanjutan. Melalui workshop, sejatinya UNSOED meneguhkan keberadaan institusinya sebagai pusat pengembangan masyarakat pedesaan, alih teknologi tepat guna dan menjadi agen perubahan yang cerdas dalam mengembangkan  sumberdaya manusia, alam, budaya, kearifan lokal dan sistem pemerintahan sebagai representasi dari pedesaan itu sendiri secara holistik. Tidak hanya itu, UNSOED menandaskan, bahwa ke depan, universitas yang berbasis pada pengembangan sumberdaya pedesaan ini akan senantiasa melibatkan kalangan usahawan, masyarakat dan pemerintah untuk bersama-sama melahirkan riset yang senantiasa mengedepankan ketersediaan kebutuhan masyarakat.

Dalam workshop ini, hadir sebagai keynote speakers, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional RI, Prof. Dr. Ir. Dody S Nandika, Direktur CSR & Umum PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, Ibrahim, dan Direktur DP2M Dikti yang diwakili oleh Desmelita, M.Sc (Kasubdit penelitian DP2M Dikti). Dalam paparan yang dipandu oleh Pembantu Rektor I UNSOED, Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi,MS,  Sekjen Kemendiknas RI mengutip filosofi Ki Hajar Dewantoro, bahwa pendidikan sejatinya  adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti, kekuatan batin, karakter dan pikiran. Beranjak dari hal tersebut, maka hakikat dari universitas adalah menghimpun, memelihara dan mentransfer nilai-nilai budaya dan pengetahuan manusia dari generasi ke generasi.   Untuk itu, menjadi seorang dosen tidaklah sekadar mengajar belaka, melainkan menjadi pembimbing dan utamanya menjadi seorang penggali ilmu pengetahuan. Namun demikian, seorang penggali ilmu pengetahuan akan lebih bermakna bila karyanya dipublikasikan, melayani masyarakat, menjadi agen perubahan, menyampaikan kebenaran. Hal ini sejalan dengan UU No. 14/2005, di mana dosen sejatinya merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan dari Direktur CSR & Umum PT Aneka Tambang, mengulas tentang peranan industri dalam pemberdayaan masyarakat melalui program corporate social responsibility, utamanya bagaimana pengalaman PT Aneka Tambang merancang kebijakan dan strategi pengelolaan CSR sejak masa eksplorasi, konstruksi dan operasi, penutupan tambang dan pasca penutupan tambang.  Desmelita, M.Sc pada kesempatan yang sama menyampaikan tentang pentingnya publikasi hasil penelitian dalam jurnal internasional maupun nasional  sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban penelitian.

Workshop ini sendiri, selain menghadirkan kedua pembicara kunci tersebut, senyatanya merupakan proses keberbagian dari para akademisi UNSOED yang telah melaksanakan proses penerapan riset  dalam kegiatan penguatan dan keberdayaan masyarakat, yakni Budi Rustomo, Ph.D (Fak. Peternakan), Dr. Rifda Naufalin (Fak. Pertanian), Prof. Agus Irianto, Dr. Nuniek Ina (Fak. Biologi), Dr. Rawuh Edy P (Fak. Ilmu Sosial & Ilmu Politik), Dr. Eng. Retno S (Fak. Sains & Teknik) dan Dr. Joko Setyono (Fak. Kedokteran & Ilmu Kesehatan). Masing-masing akademisi tersebut berbagi pengalaman tentang riset-riset yang pernah dilaksanakannya, utamanya yang telah berhasil diaplikasikan di masyarakat.*/Wisn

Bahasa Indonesia

Kategori: