News

LPPM Selenggarakan Diskusi Bersama Stijn Van Huis dari Leiden University Netherland

Perceraian merupakan suatu masalah emosional yang berbeda dari permaslahan sosial lainnya dalam masyarakat dan masing-masing orang akan memiliki pengalaman yang berbeda. Sebagaian orang akan melalui tahapan kondisi emosional yang ekstrim dan sebagian lainnya akan mampu melewati segala permaslahan tersebut. Ketika proses perceraian berakhir, keputusan telah diambil maka kehidupan akan berlanjut.

Perempuan yang bercerai menghadapi banyak perubahan dalam kehidupannya, baik masalah emosional maupun kemungkinan pemiskinan dalam hal keuanganya. Kenyataannya wanita cenderung mengalami masalah dengan keuangan ketika pernikahan berakhir. Dua puluh tujuh persen perempuan mengalami penurunan signifikan dalam standar hidupnya, dibanding laki-laki hanya 10%. Membangun kembali kondisi keuangan rumah tangga menjadi suatu tantangan besar bagi perempuan yang dulunya memutuskan untuk tetap di rumah dan mengasuh anak sementara ia bergantung pada suami mengenai keamanan keuangannya.

Setelah percerian perempuan banyak mengalami permasalahannya latar belakang ini membuat kepedulian Pusat Penelitian Gender, Anak dan Pelayanan Masyarakat LPPM Unsoed untuk mengadakan diskusi terbatas yang berjudul Acces To Justice For Women Livelihood After Divorce dengan jumlah peserta seanyak 50 orang dari berbagai elemen yaitu  tokoh, organisasi wanita dan LSM yang memberikan perhatian khusus terhadap permasalahan perempuan dan perberdayaan perempuan.

Menurut Kepala Puslit PPGAPM Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si dilaksanakan pada hari Jumat 1 Juli 2011 pukul 09.0 WIB bertempat di Ruang Workshop LPPM Unsoed dengan pembicara Stijn Van Huis seorang Peneliti dari Van Volen Hoven Institute, Leiden University, Netherland. Tujuan diadakan kegiatan ini adalah menambah wacana dan pemahaman yang lebih baik terhadap permasalahan pasca percerian dan membentuk sikap dan dukungan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh para perempuan pasca perceraian.

Dikatakan lebih lanjut oleh Dr. Tyas bahwa output dari kegiatan ini dapat meningkatkan dukungan terhadap pemberdayaan perempuan pasca perceraian dan kualitas pelayanan PPGAPM dalam perberdayaan perempuan, khususnya bagi perempuan pasca perceraian. Sedangkan outcome setelah acara ini adalah meningkatnya akses perempuan pasca perceraian terhadap keadilan dan kesejahteraan dan meningkatnya upaya-upaya pemberdayaan bagi perempuan pasca perceraian.

 

 

Bahasa Indonesia