Berita UNSOED

Kafilah MTQ Mahasiswa Nasional UNSOED Siap Berjuang di UI

[Unsoed.ac.id, Kam, 30/7/15] Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an mahasiswa Tingkat nasional UNSOED hari ini menegaskan kesiapannya untuk memberikan yang terbaik di ajang MTQ Tingkat Nasional di UI 30 Juli hingga 8 Agustus mendatang.  Dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr.V Prihanato, M.Si, kafilah UNSOED yang terdiri dari 12 Mahasiswa dan tiga pendamping mendapat motivasi di Halaman Gedung Rektorat Lantai 1 UNSOED.  Ke-dua belas orang ini merupakan para juara MTQ tingkat Universitas yang telah bersaing dengan ratusan peserta.  Kali ini mereka mendapat amanah untuk membawa nama UNSOED di ajang MTQMN XIV Tahun 2015 di Universitas Indonesia.

Ketua Tim yang juga Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas MIPA, Dadan Hermawan, M.Si.,Ph.D memiliki harapan yang cukup tinggi terhadap kafilah UNSOED.  Bersama Ulul Huda, S.PD.I.,M.Si dan Drs. Akhmad Suheli, MM, Pak Dadan memimpin tim UNSOED yang terdiri dari berbagai fakultas.  Di Cabang tilawatil Qur’an, Imam Mukhlisin dari Fakultas Pertanian dan Patima Fitri dari Fakultas Teknik akan berjuang memberikan yang terbaik.  Di Cabang Tartili Qur’an, UNSOED mempercayakan pada kemampuan Tartil Muh. Ulil Fiqi (FIB) dan Ade Rosi Siti Rosidah (FEB).  Sementara itu di bidang hafalan (Hifzhil Qur’an) Aziz Mukhsin dan Aisyah Al Mujahidah (Keduanya dari F.PIK) akan membawa nama baik UNSOED dengan kekuatan hafalan mereka.  Di bidang khaththil Qur’an atau yang sering dikenal dengan kaligrafi, UNSOED mengirimkan Liya Sintiawati (FiKES) dan Mokhammad Ikhsan (Pertanian).  Untuk cabang lomba Karya Tulis, UNSOED mempercayakan kepada Nurul Lativah dan Rokhmawati Tri (dua-duanya dari FikES).  Sedangkan untuk debat bahasa inggris kandungan dalam al-qur’an dipercayakan kepada Dendi Liya dan Irwan Sarifudin (dua-duanya dari FISIP).  Selamat Berjuang 

 

Dua Dosen UNSOED Memenangkan Hibah Penulisan Buku Ajar DIKTI Tahun 2015

[unsoed.ac.id, Kam, 30/7/15] Akademisi UNSOED kembali mendapat pengakuan nasional. Kali ini dalam bidang akademik, dua dosen UNSOED memenangkan hibah penulisan buku ajar DIKTI tahun 2015.  Adalah Agung Prabowo, S.Si,M.Si Dosen Jurusan Matematika Fakultas MIPA dan Dr. Ismoyowati dari Fakultas Peternakan yang berhasil bersaing dengan dosen dari seluruh Indonesia dan terpilih bersama 175 Dosen lainnya.  Buku ber-ISBN milik keduanya ditetapkan memenangkan hibah pada Tanggal 9 Juli 2015 lalu.

Salah satu pemenang hibah, Agung Prabowo, S.Si,M.Si mengungkapkan bahwa hibah kali menjadi lebih berarti karena buku ajarnya merupakan buku yang diterbitkan penerbit UNSOED.  “Hal ini mengindikasikan bahwa Penerbit Universitas Jenderal Soedirman mampu berdiri sejajar dengan penerbit-penerbit besar lainnya. Seleksi untuk dapat menerbitkan buku di Penerbit Universitas Jenderal Soedirman tergolong tidak mudah, perlu melewati beberapa tahap seperti review isi dari pakar pada bidangnya dan review bahasa dari pakar bahasa UNSOED,” jelasnya.

Agung Prabowo memenangkan insentif tersebut dengan mengangkat buku ajar berjudul Permulaan Matematika dalam Peradaban Bangsa-Bangsa: Kontribusi Budaya Jawa dalam Matematika, ditulis bersama dengan staf pengajar UT Jakarta, Drs. Pramono Sidi, M,Si. Buku tersebut terbit pada tahun 2013 dengan ISBN 978-979-9204-95-0 dan jumlah halaman xii + 423. Reviewer isi buku tersebut adalah Prof. Dr. H. Wahyudin, pakar sejarah matematika dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Perhatian para pakar pada Matematika Jawa terbilang sangat langka. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kajian pada bidang matematika yang telah dianggap usang, ternyata mendapat apresiasi yang tinggi dari bangsanya sendiri. Sebentuk kearifan lokal yang membuat bangsa ini pantas bangga dengan pencapaian para leluhurnya.  Salah satu motivasi penulisan buku ini adalah sebuah maksud agar buku-buku teks yang membahas Sejarah dan Filsafat Matematika memasukkan pencapaian Matematika Jawa dan Matematika Nusantara dalam bab-babnya. "Untuk itu, saat ini sedang dilakukan pengerjaan penerjemahan terhadap buku tersebut agar dapat dibaca oleh para pakar sejarah matematika di seluruh dunia. Satu perempat dari bagian buku telah selesai diterjemahkan dalam bahasa Inggris," ungkapnya.

Buku tersebut dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mengusung dua bab dan delapan bab mengisi bagian kedua. Bagian pertama membahas mengenai pencapaian matematika bangsa-bangsa beradab di seluruh dunia: Mesir Kuno, Sumeria, Babilonia, Yunani, Romawi, Maya India, Cina dan perkembangan serta pencapaian matematika di Eropa dan dunia hingga saat ini. Bagian kedua memuat delapan bab pengetahuan matematika yang telah dikembangkan dan digunakan oleh masyarakat Jawa dan Nusantara. Eksistensi matematika menjadi bukti bahwa banga-bangsa yang telah mengembangkannya adalah bangsa-bangsa yang beradab. Selamat kepada Bapak Agung Prabowo dan Ibu Ismoyowati.  (Agung P)

65 Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN Fakultas Kedokteran Ikuti Tes Kesehatan dan Psikotes

[unsoed.ac.id, Kam, 30/07/15] Sebanyak 65 orang yang terdiri dari 45 Mahasiswa Kedokteran Umum dan 20 Mahasiswa Kedokteran Gigi mengikuti psikotes dan tes kesehatan, Rabu (29/7) pukul 07.30-12.00 WIB.  Mereka yang mengikuti tahapan tes ini adalah yang diterima melalui jalur  ujian tulis SBMPTN 2015. 
Untuk Psikotes pada pukul 08.00-09.30 WIB bertempat di Aula lantai III Dekanat FK Unsoed, sedangkan untuk Tes kesehatan pukul 09.30-12.00 WIB diruang skill lab lantai III Dekanat FK Unsoed.

Psikotes ini bertujuan untuk mengetahui psikologis mahasiswa secara keseluruhan dengan memiliki data base tentang psikologis mahasiswa, akan mudah untuk melakukan bimbingan dalam menempuh akademik dikemudian hari. 
Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)

Mahasiswa HI Unsoed Kaji Amerika dan Eropa di Kemenlu

[unsoed.ac.id, 29/7/15] Setelah melalui proses pendaftaran program magang di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Seika Marlina Kesuma Dewi, mahasiswi Prodi Hubungan Internasional FISIP Unsoed angkatan 2011 mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan magang di Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Amerika dan Eropa, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri yang berlokasi di Jl. Pejambon No.6 Jakarta Pusat selama tiga bulan. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mahasiswi asal Bogor yang sering disapa Seika ini, apalagi dirinya sudah memasuki tahap penulisan tugas akhir sehingga tidak lagi menjalani perkuliahan di kelas.  “Kebetulan saya memiliki ketertarikan pada kawasan Amerika dan Eropa sehingga senang sekali mendapat tempat untuk menimba ilmu tentang hubungan Indonesia dengan berbagai negara di kawasan tersebut,” ungkapnya.  Selama magang Seika ternyata tak hanya sendiri, karena kesempatan magang ini juga dimanfaatkan oleh mahasiswa HI dari universitas lain yang berjumlah 8 orang. Semakin bersemangat karena mendapatkan teman baru dan teman diskusi yang sebidang sehingga magang menjadi lebih dari sekedar latihan kerja.

Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Amerika dan Eropa (KSI Amerop) merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa yang memiliki tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dalam hal kerja sama intrakawasan Eropa, Asia, Amerika dan kerja sama intrakawasan Amerika dan RI, Uni Eropa dan RI. Dalam menjalankan tugas, KSI AMEROP menyelenggarakan berbagai fungsi diantaranya penyiapan perumusan kebijakan dan standarisasi, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi, perundingan dalam rangka hubungan bilateral RI dalam hal kerja sama intrakawasan Eropa-Amerika.

Mahasiswa magang ditempatkan dalam empat sub direktorat (subdit), Seika di tempatkan di subdit IV. Selama magang Seika ditugaskan untuk membantu mengerjakan beberapa tugas diantaranya membuat artikel mengenai Konflik Ukraina serta membuat artikel mengenai peranan OSCE dalam konflik Rusia – Krimea - Ukraina, menganalisa isu – isu internasional yang sedang hangat diperbincangkan, membuat laporan dan mengarsip surat – surat dari KBRI maupun dari organisasi dan forum – forum internasional guna kebutuhan rapat, membuat Nota Dinas dan Memo Dinas, serta update data – data mengenai jumlah wisatawan, investasi, presentasi ekspor dan impor, produk notifikasi dari negara anggota ASEAN ke negara – negara Uni Eropa, GNP (Gross National Product) negara – negara anggota organisasi dan forum – forum internasional seperti FEALAC, ASEM, Uni Eropa dan meng-update mengenai laporan kegiatan penanaman modal di Indonesia dari berbagai negara.  “Saya juga mendapat kesempatan menghadiri seminar MIKTA, yakni sebuah forum yang beranggotakan 5 negara yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turkey, dan Australia yang membahas mengenai perekonomian serta merupakan negara yang memiliki peran dalam kawasannya, yang dihadiri oleh para duta besar dari 4 negara Meksko, Korea Selatan, Turkey, dan Australia untuk Indonesia, serta Bapak Hasan Kleib selaku Direktur Jenderal Multilateral Kemenlu serta Ibu Dewi Fortuna Anwar selaku perwakilan dari Deputi Sekertaris Wakil Presiden Bidang Politik,” jelasnya.

Seika juga berkesempatan menghadiri diskusi terbatas bersama Kasubdit mengenai implementasi kebijakan luar negeri di kawasan Amerop dalam visi dan misi pemerintahan Presiden Jokowi dengan salah satu pembicara yakni Bapak Ikrar Nusa Bhakti, serta menghadiri rapat di Sekretariat Dewan Energi Nasional (DEN) guna menghadiri pertemuan antara Kelompok Kerja Cost and Benefits Analysis partisipasi Indonesia pada Energy Charter (EC) dengan dihadiri wakil dari Sekretariat Energy Charter, yakni Mr. Steivan Defilla dan Mr. Kingsley Leung.

Seika juga mendapatkan pengalaman menghadiri rapat di Kementerian Pertanian dan Kehutanan guna membahas mengenai kerja sama dalam bidang minyak kelapa sawit serta pasar Amerika yang dihadiri pula oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika. Dalam setiap pelaksanaan tugas, Seika dibimbing oleh Bapak Candra Negara selaku Kepala Sub-Direktorat IV KSI Amerop. Bimbingan yang didapatkan sangat membantunya menjalani tugas-tugas magang sekaligus menambah pengetahuannya.

Dalam kesempatan magang di Kemlu Seika merasakan banyak sekali pengalaman berharga yang didapatkannya, sebagai mahasiswi Hubungan Internasional (HI) dirinya dapat melihat lebih luas lagi mengenai hubungan internasional dalam bentuk nyata di Kemenlu ini, serta melihat bagaimana kerja para diplomat dan staf kemenlu dalam bentuk nyata bukan sekedar mendengarkan cerita namun melihat secara langsung apa, dan bagaimana yang dilakukan oleh para diplomat dalam menjalankan tugas sebagai perwakilan negara serta berkontribusi langsung dalam pembuatan kebijakan negara. Dengan magang di Kemlu ini benar – benar memberikan wawasan tentang hubungan luar negeri sekaligus bidang kerja mahasiswa HI ketika lulus nanti.

Mahasiswa Unsoed Sukses Wujudkan KRPL Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

[unsoed.ac.id, 29/07/15] Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program pemerintah yang memiliki berbagai manfaat.  Hanya saja untuk mewujudkannya membutuhkan komitmen, pengetahuan, dan juga pendampingan.  Mahasiswa Unsoed mencoba mewujudkan mimpi warga Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas yang ingin mengembangkan pertanian dengan Kawasan Rumah Pangan Lestarai.  Tim Mahasiswa yang terdiri dari Gani Husni Mubarok, Umi Salamah, Sundhus Chafidah, Yeni jayanti, dan Izzudin Robbani menggagas Program Pembangunan Screen House sebagai tempat pembibitan tanaman sayuran dan tempat pelatihan pembuatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) berbasis pemberdayaan masyarakat.  Ketua Tim, Gani Husni Mubarok mengungkapkan bahwa di Desa Tamansari pernah ada program KRPL tapi tidak berjalan dengan baik.  “Masyarakat merasa kesulitan dalam merawat dan memelihara tanaman sayuran yang dibagikan oleh pemerintah sebab terbiasa menanam padi, kacang tanah, dan singkong disawah sehingga kurang mengerti mengenai pemeliharaan tanaman sayuran, sehingga dibutuhkan pelatihan dan pendampingan,” jelasnya.

Langkah kerja yang dilakukan dalam menjalankan program di Desa Tamansari ini yaitu membangun screen house sebagai tempat pembibitan dilahan pekarangan rumah mitra kerja; membuat lahan percontohan kawasan rumah pangan lestari dilahan kelompok masyarakat mitra; membagikan bibit tanaman sayuran kepada kelompok masyarakat mitra; membagikan alat dan bahan pemeliharaan tanaman sayuran seperti polibag, mulsa, pupuk, dan pestisida; dan pembuatan KRPL oleh kelompok masyarakat mitra dilahan masing-masing. “Sebelum itu kami mengawali dengan menjalin mitra kerja program sebagai tokoh kunci yaitu Bapak Warsito yang juga merupakan Ketua RW setempat dan seorang petani holtikultura,” ungkapnya.

Dengan melibatkan masyarakat sejak memulai Program Tanggal 20 Maret 2015 lalu, Tim mahasiswa Unsoed akhirnya berhasil membangun Screen House sebagai rumah bibit.  “Screen House sendiri pada dasrnya merupakan struktur lingkungan yang tertutup oleh bahan transparan tembus cahaya dengan memanfaatkan radiasi surya untuk pertumbuhan tanaman berfungsi untuk memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal,” ungkapnya.  Screen House ini sukses menjadi rumah bibit tanaman diantaranya tomat, bunga kubis, cabai, dan pak choi.  “Setelah benih menjadi bibit yang baik, bibit-bibit ini kami bagikan kepada masyarakat yang telah mendapat penyuluhan dan pendampingan dalam menyiapkan media tanam hingga cara bertanam yang benar,” jelasnya.  Dengan pendampingan yang optimal, sebagian besar masyarakat yang mendapat bibit berhasil panen di awal Juli 2015 lalu.  “Sebagian yang menanam Pak Choi sudah panen, dan tanaman yang lainpun tumbuh dengan baik,” jelas Gani.  Bapak Warsito, sebagai mitra dan tokoh masyarakat sekaligus salah satu orang yang punya mimpi agar Tamansari sukses kembangkan KRPL sangat bahagia dengan hasil ini.  “Kami sangat senang dapat mewujudkan ini semua, semoga dapat terus bermanfaat,” jelasnya.

Kunjungan Tim Assesor Visitasi Usulan Penyelenggaraan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan

[unsoed.ac.id, Rab, 29/7/15] Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman/Unsoed menerima kunjungan Tim Assesor Visitasi usulan penyelenggaraan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan, Rabu (29/7) di Ruang Rapat Lt 1 Fapet. Tim Assesor  terdiri dari  Prof. Dr . Adang Suwandi (ITB), Prof. Dr. Syamsul Rizal (UNSYIAH) dan  Prof. Dr. Salengke, M.Sc ( UNHAS) dan diterima oleh Dekan dan Pembantu Dekan Fak. Peternakan, Direktur Pascasarjana dan Para Dosen.
Dalam sambutannya Prof.Dr.Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr selaku Dekan Fak. Peternakan menyampaikan dalam usulan penyelenggaraan prodi Doktor ilmu peternakan ini merupakan sebagai perwujudaan visi dan misi Unsoed menjadi world class civic university yang unggul dengan pengembangan sumberdaya perdesaan yang berkelanjutan, serta penggalian dan pemanfaatan kearifan lokal yang bersumber daya pada ternak-ternak lokal tropis. 
Prof. Dr . Adang Suwandi Tim Assesor dalam pemaparannya menyampaikan proses dalam penilaian penyelenggaraan Prodi S3 di Fakultas Peternakan pada tahap yang awal melalui Proposal pengusul yang di dalamnya terdapat dua makalah yang ada pada jurnal international kemudian yang dilanjutkan dengan pengecekan cek oleh Tim Assesor.  

Ir. Satrio Widi Purbojo, Ph.D selaku tim pengusul dalam pemaparannya menyampaikan aspek kemanfaatan dan keunggulan Program Studi Doktor Ilmu Peternakan bagi institusi meliputi suasana Akademik dalam pelaksanan penelitian, Institusi yang kompetitif dalam publikasi  nasional maupun international dan kaloborasi aktif yang meliputi peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan kerjasama, selanjutnya bagi masyarakat peningkatan pendapatan, kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, membantu masyarakat dalam budidaya ternak di tingkat industri dan peternakan rakyat, peningkatan efisiensi produksi dan menjaga kearifan lokal kemudian bagi bangsa ikut serta berperan dalam pembangunan nasional dan international serta peningkatan kualitas sumber daya bangsa.
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

5 Kunci Sukses 2546 Mahasiswa KKN UNSOED Terjun ke Desa

[unsoed.ac.id, 28/07/15] Mahasiswa UNSOED kembali akan diterjunkan ke desa untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program KKN.  Sejumlah 2546 Mahasiswa dilepas oleh Rektor UNSOED, Dr.Ir. Achmad Iqbal, M.Si di Auditorium Graha Widyatama UNSOED, Senin 28 Juli 2015.  Para mahasiswa ini akan tersebar di enam Kabupaten yaitu Kabupaten Cilacap, Banyumas, Banjarnegara, Brebes, Kebumen dan Purbalingga.  Para mahasiswa telah mengikuti pembekalan baik materi isi maupun proses serta telah menempuh ujian untuk KKN Periode Juli-Agustus 2015 ini.  Selain mendapat pesan dari Rektor, para mahasiswa juga mendapat lima kunci sukses dari Ketua Yayasan DAMANDIRI Prof. Dr. Haryono Suyono, dan pengetahuan penanggulangan narkoba dari Kepala BNN Purbalingga AKBP. Edi Santoso, S.Sos.,M.Si. 

Rektor menegaskan bahwa kegiatan KKN ini merupakan salah satu bentuk tanggung jawab moral UNSOED untuk menjadi yang terdepan dan terpercaya sebagai kampus  yang lahir, tumbuh dan berkembang di wilayah perdesaan. “Atau dengan kata lain, inilah bukti bahwa sebagai institusi perguruan tinggi, kita tidak ingin menjadi menara gading, tapi memiliki kepekaan terhadap dinamika masyarakat perdesaan, yang merupakan cerminan terbesar masyarakat di negeri ini,” tegasnya.

Untuk sukses terjun dan melakukan pengabdian di Desa, Prof. Dr. Haryono Suyono memberikan lima kunci sukses bagi mahasiswa KKN Unsoed.  Pertama, para mahasiswa KKN harus percaya pada diri sendiri.  “Percayalah pada kemampuan diri sendiri, pelajarilah semua bekal yang sudah didapatkan di kampus,” ungkapnya.  Kunci sukses kedua adalah percaya pada teman sejawat.  Semua mahasiswa KKn harus saling percaya dan bahu membahu melakukan pengabdian di desa.  Tips sukses ketiga adalah percaya dan menghormati nama baik institusi.  “UNSOED adalah pelopor KKN Posdaya, maka para mahasiswa Unsoed harus menjaga nama baik almamater dan menghormatinya,” jelasnya.  Dengan nama besar Jenderal Soedirman, Mahasiswa KKN UNSOED diharapkan mampu meneladani semangat kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirmandalam mengabdi untuk bangsa dan negara.  Kunci sukses ke empat adalah para mahasiswa KKN harus percaya kepada masyarakat Desa yang didatangainya.  “Percayalah pada masyarakat desa, hargai, dan bersama-sama dengan mereka,” tegasnya.  Kunci syang terakhir sebagaimana disampaikan oleh Prof. Haryono Suyono adalah dengan kepercayaan yang penuh melaksanakan kunci sukses satu hingga empat.  “Niscaya keberadaan saudara di desa akan sangat bernilai, berharga, dan memberikan kebaikan kepada masyarakat desa,” ungkapnya.  “Kepulangan saudara akan ditangisi, diantar, dan kedatangan kembali akan dirindukan karena saudara telah memberikan manfaat di desa,” lanjutnya.

Hari ini, para mahasiswa KKN Unsoed diterima di Lokasi masing-masing oleh Bupati, Camat dan Pejabat pemerintah daerah setempat.  Selamat berjuang, selamat mengabdi.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Halal bi Halal Keluarga Besar Universitas Jenderal Soedirman

[unsoed.ac.id, Sab,24/7/15] Masih dalam suasana Idul Fitri 1436 H, Keluarga Besar Universitas Jenderal Soedirman menggelar acara Halal bi Halal Keluarga Besar Unsoed di Auditorium Graha Widyatama, Jum,at 24 Juli 2015.  Ada yang sangat berbeda dalam acara Halal bi halal kali ini.  Jika sebelumnya civitas akademika Unsoed mendatangi Rektor dan para pejabat untuk bermaaf-maafan, kali ini Rektor dan Para Pejabat di Lingkungan Unsoed yang justru berkeliling menyalami keluarga besar Unsoed yang hadir di Graha Widyatama.  Selain itu, halal b halal kali ini juga semakin lengkap dengan adanya untaian hikmah silaturahmi yang disampaikan oleh Drs. H. Bambang Sucipto, M.Pd.I yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas.

Rektor, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si dalam sambutannya mengungkapkan bahwa  Suasana idul fitri atau lebaran ditandai dengan semangat untuk mengevaluasi diri, dengan saling memberikan pintu maaf kepada sesama, di mana tidak mungkin sebagai manusia, kita terbebas dari khilaf dan alfa. “Mengapa demikian? Suka tidak suka, mau tidak mau, tidak bisa dihindari dalam interaksi, sangat mungkin ada sikap, ucapan dan perilaku kita yang disadari atau tidak, dirasakan telah menciderai perasaan orang lain. Oleh karenanya, momentum idul fitri, khususnya di negeri ini, menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas silaturahim yang muaranya adalah keikhlashan dan kebahagiaan,” jelasnya.  Rektor mengungkapkan bahwa sebagaimana mudik, maka semangat yang ada adalah merawat kebersamaan, mengokohkan ikatan serta saling memaafkan satu sama lain, sebagai satu keluarga, yakni keluarga besar UNSOED. “Semoga silaturahim halal bihalal kali ini, akan memperbaharui semangat kita untuk bersama-sama mengantarkan UNSOED ke depan menjadi  lebih baik dari hari ini dan kemarin. Dengan dilandasi rasa ikhlash, saling mengerti, memahami satu sama lain, insya Allah, kebersamaan ini akan memberikan kemanfaatan dan kemaslahatan bagi kita semua,” lanjutnya.

Menyambung silaturahmi sendiri adalah merupakan perintah agama Islam.  Bahkan orang yang memutus tali silaturahmi mendapatkan dosa dan kehilangan keberkahan.  Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Drs. H. Bambang Sucipto, M.Pd.I dalam ceramahnya.  “Maka sebagai seorang muslim yang telah menyelesaikan ibadah puasa romadhon, kita lengkapi dengan saling memaafkan diantara kita, semoga diri kita menjadi manusia yang diampuni dosa-dosanya termasuk kesalahan terhadap sesama,” ungkapnya.

Acara Halal bi halal berjalan lancar, selain seluruh jajaran pejabat di lingkungan Unsoed, hadir pula para sesepuh Unsoed diantaranya Prof.Drs. Rubijanto Misman, Prof. Dr. Kamio, Prof. Iswanto, Ir. JB Karnomo, dan para sesepuh yang lain.  Maju Terus Pantang Menyerah !

PSM Gita Buana Soedirman Unsoed Melangkah ke Kancah Internasional

[unsoed.ac.id, Jum, 24/7/15] Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman (PSM GBS)  untuk pertama kalinya akan mengkuti Kompetisi Paduan Suara Tingkat Internasional dalam kompetisi 4th Bali International Choir Festival (BICF) 2015 yang akan dilaksanakan pada 27 Juli – 2 Agustus 2015 di Pulau Bali. Tim PSM GBS yang terdiri yang 37 orang penyanyi dan dibantu oleh Official Team, dengan dipimpin oleh seorang Conductor  John Markus Pardede, akan mengikuti dua kategori yaitu : Folklore (Lagu Tradisional) dan Mixed Youth Choir.

BICF merupakan salah satu kompetisi Internasional bergengsi yang diikuti oleh paduan suara dari berbagai penjuru dunia. "Kompetisi ini merupakan tantangan baru untuk Kami, berbekal pengalaman kami yang sukses di Kancah Nasional, membuat kami semakin semangat dan yakin untuk dapat meraih kesuksesan dalam Kompetisi ini," ungkap Ketua Paduan Suara Gita Buana Soedirman. 

Paduan Suara Gita Buana Soedirman berharap doa dan dukungan semua pihak agar dapat menampilkan yang terbaik dan mengibarkan bendera Universitas Jenderal Soedirman di Kancah Internasional.

Satu kata, BISA

Maju Terus Pantang Menyerah!!!

Urai Limbah Cair Batik dengan Membran dari Kulit Nanas

[unsoed.ac.id, Kamis, 23/7/15] Limbah cair batik, salah satunya metilen biru perlu ditangani agar tidak membahayakan lingkungan. Mahasiswa Kimia Unsoed berupaya mengatasinya dengan memanfaatkan limbah kulit nanas. Tim riset mahasiswa Kimia Unsoed yang terdiri dari Tri Fitriany, Irvan Maulana Firdaus, Lely Zikri Zulhidayah, Dyah Ayu Septiarini, Oto Dwi Wibowo melakukan riset membuat membran yang disebut selulosa asetat-polistirena. Irvan Maulana salah satu anggota tim mengungkapkan bahwa riset ini dilatarbelakangi keprihatinan mereka akan bahaya metilen biru dari limbah cair batik. “Limbah cair zat warna metilen biru cukup berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan jika tidak ditanggulangi lebih lanjut. Dikarenakan limbah cair metilen biru memiliki beberapa efek, seperti iritasi saluran pencernaan jika tertelan, menimbulkan sianosis jika terhirup, dan iritasi pada kulit jika tersentuh oleh kulit”, jelasnya. Maka harus ada cara pengolahan untuk menurunkan limbah zat warna metilen biru supaya efek negatifnya bisa berkurang. “Salah satu caranya dengan memanfaatkan limbah kulit nanas yang diubah melalui fermentasi dengan bantuan bakteri Acetobacter xylinum menjadi produk Nata de pina. Nata de pina yang dihasilkan kemudian diubah menjadi Selulosa Asetat (CA) dan dikompositkan dengan polimer Polistirena untuk meningkatkan daya mekaniknya”, ungkapnya. Membran komposit selusosa asetat-polistiren ini setelah diuji terbukti mampu menurunkan efek negatif dari limbah zat warna metilen biru. Temuan mahasiswa Kimia FMIPA Unsoed ini sangat penting mengingat pengolahan limbah batik khususnya untuk home industri cukup sulit. “Dengan memanfaatkan kulit nanas dibuat membran maka biaya pengolahan limbah menjadi terjangkau dan teknologinyapun bisa diterapkan”, ungkapnya. Maju Terus Pantang Mneyerah !

Pages

Subscribe to Berita UNSOED

Newsletter

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA