Skip to main content

UNSOED Konsisten dengan 4 Pilar Kebangsaan : Pancasila, UUD 1945, NKRI & Bhinneka Tunggal Ika

Dalam rangka membekali peserta napak tilas kejuangan pahlawan, UNSOED menghadirkan Kolonel (Inf) Nono Suharsono, Komandan Resort Militer 071/Wijayakusuma sebagai pembicara tunggal dalam kuliah umum bertajuk Implementasi Bela Negara dalam Rangka Memperkuat Karakter Kebangsaan bagi Generasi Muda di Era Global pada Jum’at (23/9) di Gedung Roedhiro UNSOED. Acara yang dibuka oleh Rektor UNSOED, Prof. Edy Yuwono, Ph.D  ini, merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis Ke-48 universitas yang kerap disebut sebagai monumen hidup Panglima Besar Jenderal Soedirman.  Rektor Prof. Edy Yuwono, Ph.D dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa UNSOED akan senantiasa terdepan dalam kapasitasnya sebagai institusi pendidikan, sebagai penjaga kedaulatan Negara Kesatuan RI yang berdasarkan Pancasila & UUD 1945 di bawah naungan sesanti Bhinneka Tunggal Ika.

Danrem 071/Wijayakusuma dalam paparannya memaparkan, bahwa karakter kebangsaan merupakan persoalan mendasar bagi suatu bangsa yang hendak membangun dan menuju keadaan yang lebih maju dan berkeadaban di tengah-tengah percaturan global yang dinamis.  Dalam konteks ini, diharapkan setiap warga negara memiliki tekad, sikap dan tindakan yang teratur, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan melalui kepemilikan rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan akan Pancasila sebagai ideologi negara dan kemauan berkorban guna meniadakan seluruh ancaman yang dapat membahayakan keutuhan bangsa.  Mantan Komandan Pusat Pendidikan Infanteri TNI AD ini menambahkan, bahwa tantangan yang dihadapi saat ini khususnya di era globalisasi dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bagaimana generasi muda mampu menguasai informasi, sains dan teknologi untuk sebesar-besarnya kepentingan negara.  Dalam kesempatan ini, Danrem 071/Wijayakusuma mengapresiasi sejumlah penelitian yang telah dilakukan oleh UNSOED di bidang ketahanan pangan, di mana hal tersebut lulusan Akabri 1984 adalah wujud dari kecintaan terhadap bangsa, karena selain menghasilkan karya yang mengharumkan nama bangsa juga dapat termanfaatkan untuk kebaikan masyarakat.

Usai kuliah umum tersebut, Rektor bersama Danrem melepas prosesi napaktilas yang akan berlangsung pada 23-25 September 2011 dengan memberikan sangsaka merah putih, bendera merah putih dan replika tandu Panglima Besar Jenderal Soedirman.  Kegiatan  ini sendiri menurut ketua panitia, Ir. Satrijo Widi Purbojo, MP, Ph.D, didesain untuk menginternalisasi nilai-nilai kejuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman melalui  napaktilas dari Monumen Tempat Lahir di Rembang-Purbalingga hingga Monumen Hidup Jenderal Soedirman, yakni di Kampus UNSOED, Grendeng-Purwokerto. Dalam napaktilas, juga diselenggarakan kegiatan bedah rumah, pasar murah serta pagelaran seni wayang sebagai rasa terimakasih UNSOED kepada masyarakat di wilayah eks-Karesidenan Banyumas yang telah memberikan dukungan luar biasa, sehingga UNSOED kokoh dalam eksistensinya selama enam windu sejak tahun 1963 (Wis)