Test RSS

Kapolres Banyumas beri kuliah umum Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba di Fakultas Hukum

[unsoed.ac.id, Rab, 17/12/14] Kapolres Banyumas AKBP Murbani Budi Pitono, S.Ik, M.SI menyambangi Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman. Kedatangan Kapolres Banyumas dalam rangka untuk memberikan kuliah umum dengan tema "Penanggulangan Penyalahgunaan Narkoba di Wilayah Polres Banyumas", Rabu (17/12). Kapolres Banyumas tiba di Kampus yang beralamat di Jl. Prof. dr. H.R. Boenyamin No 708 Grendeng Purwokerto sekitar pukul 09.00 WIB.

Kapolres Banyumas disambut oleh Dekan Fakultas Hukum Unsoed Dr. Angkasa, SH, M.Hum dan Wakil Dekan I Dr. Setya Wahyudi, S.H.,M.H.. Keduanya langsung memasuki ruang Dekanat sebelum memasuki acara. Kapolres Banyumas yang datang ditemani Kasat Narkoba AKP Supariya, S.H itu sudah direncanakan akan mengisi kuliah umum di Aula Justitia 2 Fakultas Hukum unsoed. Ada 150 peserta dari mahasiswa yang hadir dalam kuliah umum ini.

Dalam Sambutannya Dekan Fakultas Hukum menyampaikan “Kami memilih topik ini dan mengundang praktisi yaitu dari pihak kepolisian agar mahasiswa dapat memperoleh ilmu dan wawasan terutama dari aspek regulasi maupun bahaya penyalahgunaan narkoba, Dekan juga berharap keluarga besar Fakultas Hukum Unsoed tidak ada yang menyalahgunakan narkoba.

Kapolres Banyumas dalam pemaparannya mengatakan bahwa kita harus menganggap masalah narkoba merupakan masalah yang darurat, tujuannya adalah kita agar serius karena masalah penyalahgunaan narkoba mempengaruhi masa depan bangsa. Kapolres menambahkan ada 3 dampak serius atas penyalahgunaan narkoba yaitu dampak untuk sosial masyarakat, dampak ekonomi dan dampak masa depan. Selama kurun waktu tahun 2104 Polres Banyumas  sudah menangkap 47 orang, 44 pengguna narkoba dan 3 Pengedar narkoba. Kasat Narkoba AKP Supariya, S.H juga menjelaskan pengguna paling banyak di Kabupaten Banyumas adalah yang mengonsumsi Sabu-sabu dan dari kalangan Swasta untuk mahasiswa ada 2 kasus. Tujuan dari sosialisasi tersebut adalah masyarakat umum terutama mahasiswa menyadari akan bahaya memakai atau mengkonsumsi Narkotika. 

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Fakultas Biologi Resmi Melepas 58 Calon Wisudawan

[unsoed.ac.id, Rab, 17/12/14] Dekan Fakultas Biologi Dra. Hj. Yulia Sistina, M.Sc. Ph.D secara resmi melepas 58 calon wisudawan pada Senin, 15 Desember lalu. Tampak hadir dalam acara tersebut seluruh pimpinan, dosen, karyawan dan perwakilan UKM. Hadir pula orang tua/wali para calon wisudawan. Kegiatan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan di kampus sebelum para lulusan akan wisuda pada hari ini.

“Pada hari ini, saya lepas 57 orang Sarjana Sains dan 1 orang Ahli Madya untuk mengikuti Wisuda Sarjana ke 115 dan Diploma Tiga ke 94 Universitas Jenderal Soedirman,” itulah cuplikan kata-kata Bu Dekan saat melepas calon wisudawan. Dalam sambutannya Bu Yulia mengatakan bahwa Fakultas Biologi telah berupaya untuk melakukan berbagai antisipasi menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)atau AEC (Asean Economics Community). “Pesaing kalian bukan hanya para lulusan perguruan tinggi domestik saja, melainkan juga lulusan semua perguruan tinggi di kawasan Asean,” kata Bu Yulia. Kurikulum yang terstruktur dan ketrampilan soft skill melatih mahasiswa untuk bisa berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dalam tim, kepemimpinan dan kewirausahaan. “ Itulah yang akan menjadi nilai tambah kalian sebagai lulusan Fakultas Biologi Unsoed, “tambah Bu Yulia.

Wakil Dekan Bidang Akademik Drs. Agus Hery Susanto,M.S selaku ketua panitia mengatakan bahwa hingga periode ini , Fakultas Biologi telah meluluskan 1.293 ahli madya dan program studi S1 meluluskan 4.510 sarjana. Peraih IPK tertinggi diperoleh Adi Supriyadi dengan IPK 3,69 dan sebanyak 30 mahasiswa terlibat dalam penelitian dosen. “Terima kasih kepada Bapak/Ibu Dosen Kepala Proyek Penelitian dari berbagai sumber dana yang telah melibatkan mahasiswanya, “kata Pak Agus.

Kualitas dan kompetensi mahasiswa telah dibangun sejak pertama kali mahasiswa menginjak kampus biru ini. Shabrina Nurkandia, S.Si salah satu perwakilan alumni merasakan benar banyak ilmu yang di dapat selama berada di kampus biru ini. “Kemampuan akademik yang ditunjang softskill menjadi modal berharga kita,agar kelak di lingkungan yang baru kita bisa bertahan dan tentunya bisa lebih unggul dibanding yang lain”,katanya. Pemenang Olimpiade Soedirman juga turut memeriahkan acara pelepasan ini dengan tarian dan nyanyian yang sangat menghibur audience.

Maju Terus Pantang Menyerah! (APR)

 

 

 

Dekan Fakultas Kedokteran Sarasehan Bersama di Jurusan Kedokteran Gigi

[unsoed.ac.id, Rab, 17/12/14] Bertempat di Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman berlangsung Sarasehan Bersama Dekan Fakultas Kedokteran, Kamis (11/12).

Dr.drg. A. Haris Budi Widodo, M.Kes., AP., S.IP., menyampaikan terimakasih kepada semua jajaran pimpinan di Fakultas Kedokteran Unsoed, dan atas terselenggaranya acara sarasehan ini, sehingga hal yang dibutuhkan di Jurusan Kedokteran Gigi diharapkan dapat tercapai.

Dekan Fakultas Kedokteran dr.H.Fitranto Arjadi, Kes., dalam sambutannya menyampaikan semua partner kita bisa maju secara bersama-sama dengan semangat dan kerja keras akan terwujud sesuai yang dicita-citakan bersama visi misi Fakultas Kedokteran.

Wakil Dekan I Fakultas Kedokteran dr.VM.Wahyu Siswandari, Sp.PK, M.Si.Med. menyampaikan pesan yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar, yudisium secara periodik setiap Jumat minggu ke 4 sehingga jadi tidak perlu menunggu banyak peserta yudisium. Wakil Dekan II dr. Yudhi Wibowo, M.P.H dan Wakil Dekan III dr. Diah Krisnansari, M.Si juga menyampaikan pesan sesuai masing-masing bidang.

Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Kedokteran Endang Istanti, S.H., M.M., dan Kepala Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Purwoko, S.H., masing-masing dalam menyampaikan sambutan diawali dengan perkenalan karena termasuk jajaran pimpinan yang masih baru di Fakultas Kedokteran.

Maju terus pantang menyerah.(L135)

 

Rektor Mewisuda 903 Orang Lulusan

[unsoed.ac.id, Sel, 16/12/14] UNSOED Kembali melepas para alumninya untuk berkarya di berbagai bidang.  Selasa, 16 Desember 2014, Rektor UNSOED Dr.Ir Achmad Iqbal, M.Si Mewisuda 903 orang Mahasiswa UNSOED pada periode wisuda kali ini mewisuda 903 orang, yang terdiri dari 60 magister, 60 dengan sebutan profesi, 767 sarjana dan 16 ahli madya, yang alhamdulillah, 72 orang diantaranya lulus dengan pujian atau cumlaude.  Dengan diwisudanya ke-903 orang tersebut, maka UNSOED hingga saat ini telah mengantarkan 75.596 lulusan.  Dalam kegiatan Wisuda ke-115 Universitas Jenderal Sodirman yang dilaksanakan di Auditorium Graha Widyatama UNSOED ini, Restu Tunjung Sari, S.TP dari Jurusan ITP Fakultas Pertanian dan Nadia Ayu Bhakti, SE dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi lulusan S1 dengan IPK tertinggi yaitu 3,81.  Sementara itu dari program Pascasarjana Shadu Satwika Wijaya S.Sos.,M.Si menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3,93. 

Disampaikan oleh Rektor, Dr.Ir Achmad Iqbal, M.Si bahwa Wisuda kali ini menjadi terasa istimewa karena saat ini UNSOED memiliki enam Fakultas Baru.  Selain itu, kita juga baru saja mengukuhkan Dua Orang Guru besar baru yaitu Prof. Drs. Bambang Agus Pramuka, Ph.D dan Prof.Dr. Rifda Naufalin, M.Si,” jelasnya.  Dari total 903 wisudawan terdiri dari 177 wisudawan Fakultas Pertanian, 58 dari Fakultas Biologi, 124 dari Fakultas Ekonomi, 53 dari Fakultas Peternakan, 56 wisudawan dari fakultas Hukum, 78 FISIP, 54 Fakultas Kedokteran, 58 wisudawan Fakultas Teknik, 30 wisudawan Fakultas Ilmu kesehatan, 70 Wisudawan Fakultas Ilmu Budaya, 35 Fakultas MIPA, dan 50 orang fakultas Perikanan dan kelautan serta 60 orang dari Pascasarjana.

Ada tiga hal yang disampaikan Rektor kepada para wisudawan. Pertama, Selalu mengasah dan meningkatkan kapasitas serta kompetensi pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki,  sehingga memiliki nilai tambah dalam dunia kerja. “Penguasaan pengetahuan dan ketrampilan menjadi penting, agar kita mampu menjadi unggul dalam kiprah di mana pun kita diperankan,” jelasnya.  Kedua, Rektor juga berpesan agar para lulusan berfikir kreatif, bersikap kritis dan bertindak inovatif dalam setiap manifestasi pengetahuan dan keterampilan kita. Pesan Rektor yang Ketiga adalah agar para wisudawan menjadi pribadi yang memiliki karakter kebangsaan.  “Berinteraksi dengan masyarakat global tidaklah menjadikan nasionalisme kita luntur,  atau rasa cinta kepada tanah air menjadi berkurang,” jelasnya.  “Jadikanlah ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa saudara adalah anak bangsa yang memiliki keunggulan,” jelasnya. 

 

Kewirausahaan Farmasi UNSOED 2014

[unsoed.ac.id, Sel, 16/12/14] Farmasi UNSOED membuat gebrakan lagi. Dalam acara yang bertajuk PHARMASHOW yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 13 Desember 2014 di Aula Lantai 3 Dekanat FK UNSOED kemarin. Acara PHARMASHOW ini merupakan acara baru yang terselenggara atas kerja sama para mahasiswa farmasi dan bertujuan untuk mengasah jiwa entrepreneur mahasiswa terutama mahasiswa farmasi. Acara yang bertajuk talk show diramaikan pula dengan adanya stand-stand bazaar yang diisi oleh mahasiswa kewirausahaan farmasi UNSOED.

Dalam acara ini, bapak Andri Mardiyana, S.Si., Apt selaku pembicara mengajak seluruh peserta yang mayoritasnya adalah mahasiswa farmasi UNSOED untuk ikut ambil bagian dalam perekonomian Indonesia. Beliau yang merupakan, pemilik franchise Apotek Griya Farma, franchise apotek terbesar sejawa barat, menjelaskan pula bahwa mahasiswa farmasi tidak hanya dapat bekerja, namun juga dapat membuka lahan pekerjaan serta mengembangkan sektor riil di masyarakat.

Dalam paparannya, beliau menegaskan bahwa untuk menjadi seorang entrepreneur, kesulitan-kesulitan dalam berbisnis seperti tidak adanya modal dan kerugian tidak perlu ditakutkan. Menurutnya hal pertama yang harus dilakukan adalah merumuskan business plan. Beliau yang juga merupakan alumni sekolah Farmasi ITB, juga menekankan bahwa yang terpenting adalah kreatifitas dan bagaimana caranya menangkap peluang yang orang lain tidak sadari. Beliau pun berharap bahwa jiwa-jiwa entrepreneur dapat terus dikembangkan pada mahasiswa farmasi.

Temu Awal Dengan KAP, Menuju Laporan Keuangan Yang Transparan dan Akuntabel

[unsoed.ac.id, Sel,16/12/14] Sebagaimana diamanatkan Undangdang-undang RI No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dan Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU) Satuan Kerja yang menerapkan PK BLU mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampiakan laporan keuangan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Universitas Jenderal Soedirman sebagai salah satu satuan kerja pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang telah menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 502/KMK.05/2009 tanggal 17 Desember 2009 tentang Penetapan Universitas Jenderal Soedirman pada Departemen Pendidikan Nasional sebagai instansi yang menerapkan Pola Keuangan Badan Layanan Umum berkewajiban menyusun laporan keuangan BLU Berbasis SAK.

Penyusunan Laporan BLU Unsoed mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No. 76/PMK.05/2008 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Keuangan BLU serta Peraturan Rektor No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Akuntansi BLU Unsoed telah disahkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 10 Tahun 2013. Laporan Keuangan berbasis SAK mencakup beberapa komponen laporan yaitu : Neraca, Laporan Aktivitas, Laporan Arus Kas dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK).

Agar Laporan Keuangan yang disusun dapat menyajikan informasi yang memenuhi prinsip-prinsip transparansi dan akuntabilitas publik sehingga terwujud tata kelola pemerintahan yang baik (good governace) khususnya dalam rangka mencapai Good University Governance, maka laporan keuangan yang sudah disusun wajib dilakukan audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, pada hari Senin 15 Desember, bertempat di ruang rapat senat, Unsoed mengadakan acara temu awal dengan KAP Tarmidzi Achmad Semarang agar proses audit dapat berjalan dengan baik dan lancar. Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim KAP dan berpesan kepada unit-unit BLU untuk selalu berkoordinasi dengan KAP, komitmen pimpinan adalah menjadi instansi yang bersih, efektif dan efisien. Disamping itu juga meminta keapda Dewan Pengawas dan Satuan Pengendali Internal (SPI) untuk senantiasa mengawal jalannya operasional Universitas.

Sementara Bapak Iwan perwakilan dari KAP Tarmidzi Achmad memberikan penjelasan tentang dokumen laporan yang perlu disiapkan oleh Unsoed diantaranya dokumen aset, data pendapatan, piutang dan pengadaan langsung di fakultas-fakultas. Rencana audit akan dilaksanakan dengan metode sampling. Maju Terus Pantang Menyerah !

Tanggap Darurat Bencana, Fakultas Teknik Bentuk Tiga Tim

[unsoed.ac.id, Sen, 15/12/14] Bencana longsor di Dusun jemblung, Desa Sampang, kecamatan Karangkobar Banjarnegara mengetuk pintu hati setiap orang.  Fakultas Teknik UNSOED langsung membentuk Satuan Tanggap Darurat Bencana yang terdiri dari tiga tim yang saling mendukung dan memiliki tugas sendiri-sendiri.  Dibawah arahan Dekan Fakultas Teknik, Nastain, ST.,MT dan koordinasi Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan hari Prasetijo, ST.,MT dibentuklah tiga tim yaitu Tim Penggalangan dan penyaluran Derma, Tim Evakuasi dan Rescue, Tim Survey Mitigasi dan Edukasi.

Kerja Tim Penggalangan dan Penyaluran Derma adalah menggalang dana baik internal maupun eksternal kampus sebagai bagian dari pendidikan empati kepada mahasiswa dan seluruh sivitas akademika.  “Tugas tim ini juga mendata kebutuhan korban dan mendistribusikan bantuan dan bekerja di bawah koordinasi BEM Teknik,” ungkap salah seorang penggagas Satuan Tugas ini, Siswandi, ST.MT.  Sementara itu Tim Evaluasi dan Rescue bertugas melakukan bantuan tenaga evakuasi dan rescue di daerah longsor utama di Dusun Jemblung.  “Secara internal tim ini dikoordinasi oleh KSMPA Titik Nol Fakultas Teknik dan berkoordinasi secara eksternal dengan instansi terkait dibawah arahan pembinanya Sugeng Wiyono, ST.,MT,” lanjutnya.  Sedangkan Tim ketiga, bertugas mensurvey daerah rawan longsor lainnya baik di sekitar tempat longsor utama saat ini maupun di luar daerah tersebut.  “Target tim ini menemukan daerah rawan lainnya untuk kemudian melakukan upaya penatalaksanaan penanggulangan bencana longsor dari pihak terkait,” jelasnya.  Upaya ini dipandang penting mengingat semua perhatian tercurah pada daerah longsor utama yang sudah terjadi, sedangkan daerah dengan potensi longsor lainnya bisa saja sedang mengintai. “Dengan upaya ini diharapkan dapat meminimalkan korban harta dan nyawa. Deteksi dini pada fenomena longsor tentu menjadi langkah penting, sehingga bila pun terjadi longsoran ditempat lain tersebut sudah bisa diantisipasi,” jelasnya.  Team ini terdiri dari mahasiswa Jurusan Teknik Geologi lintas angkatan dan organisasi. Mereka dibekali dengan poster dan pengetahuan tentang identifikasi longsor akan bergerak menyebar menyapu daerah sekitar kecamatan Karangkobar, Banjarmangu dan sekitarnya. Selain itu disebar pula di daerah Watukumpul Pemalang dan daerah sekitar Karang Jambu Karang Moncul Purbalingga, sebagaimana daerah daerah tersebut telah terindikasi adanya gejala longsor.

Poster yang dibawa mahasiswa tersebut berisikan informasi tentang gejala pertanda longsor dan penata laksanaannya meliputi apa yang harus dihindari dan apa yang harus dilakukan pada kondisi sebelum, selama dan setelah terjadinya longsoran. Poter tersebut akan disebar ditempelkan ditempat tempat umum, semisal di Masjid, di Musholah di Greja, di kantor kelurahan, dan diwarung kopi atau tempat-tempat public dimana masyarakat bisa membaca dan memahami pesan dari poster tersebut.

“Harapan dari tugas team ini adalah pertama bisa mengetahui lebih dini adanya gejala longsor sehingga dapat dilakukan langkah langkah antisipasi untuk mengurangi resiko korban harta dan jiwa,” jelasnya. Dan dapat mengedukasi, memberikan pendidikan pada masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar faham tentang bahaya longsor, serta menjadi waspada.  Maju Terus Pantang Menyerah !

HIJASU Gelar Seminar tentang Tradisi Jepang

[unsoed.ac.id, Sen, 15/12/14] Bertempat di Aula Fakultas Ilmu Budaya UNSOED (sabtu, 13/12), Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang UNSOED (Hijasu) menggelar acara seminar yang dikenal dengan Sejuk. Sejuk adalah kegiatan Hijasu yang merupakan singkatan dari Seminar Jepang UNSOED Kiye. Sejuk, kali ini mengambil tema “Jepang, menjunjung tinggi tradisi di era globalisasi.” Bertindak sebagai pembicara adalah Dekan FISIP UNSOED, Dr. Ali Rohman, M.Si., dan dosen program studi S1 Sastra Jepang UNSOED, Yusida Lusiana, M.Si., M.Pd. Ketua Program Studi S1 Sastra Jepang, Idah Hamidah, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan inisiatif mahasiswa yang bermula dari keingintahuan bagaimana Jepang mempertahankan tradisi di tengah efek globalisasi. 

Dr. Ali Rokhman, M.Si., dalam seminar ini menyampaikan materi “Sisi positif nilai tradisional terhadap modernisasi Jepang: Pelajaran Bagi Kita.” Dekan FISIP yang memperoleh gelar Doktor dari salah satu universitas di jepang tersebut menjelaskan nilai-nilai Bushido yang diterapkan oleh masyarakat Jepang. Sedangkan Yusida Lusiana, M.Si., M.Pd., memberikan materi “Jepang: Sebuah Pembelajaran Kebudayaan.” Materi tersebut mengenai bagaimana Jepang dipelajari dari perspektif cultural studies atau ilmu budaya dimana menakankan pada analitis kritis. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dengan peserta seminar.

Maju terus pantang menyerah!

Diskursus Kebangsaan di Fakultas Pertanian

[unsoed.ac.id, Sen, 15/12/14] Rasa Nasionalisme yang kokoh dan kuat perlu selalu ditumbuhkan bagi seluruh elemen bangsa terlebih lagi para pemuda.  Bekerjasama dengan DPR RI, BEM fakultas Pertanian turut peduli dengan persoalan ini dan menggelar diskursus kebangsaan dengan menghadirkan Anggota DPR RI Achmad Mustaqim, SP.,MM.  Kegiatan yang dilaksanakan di Auditorium Fakultas Pertanian, Jum’at, 15 Desember 2014 ini diawali dengan sambutan sekaligus paparan pembuka oleh Dekan Pertanian Dr. Ir. Anisur Rosyad, M.Si.  Dekan Fakultas Pertanian mengungkapkan tentang pentingnya membangun kedaulatan pangan.  “Konsep ketahanan pangan yang menitikberatkan pada ketersediaan pangan melahirkan kebijakan yang penting terpenuhinya pangan, sehingga muncul import berbagai produk pertanian, saat ini fokus kita bergeser pada kedaulatan yaitu bagaimana agar bahan makanan bisa dipenuhi oleh kita sendiri,” jelasnya.

Pada diskursus kebangsaan ini, Achmad Mustaqim menyampaikan empat pilar kebangsaan kepada para mahasiswa.  “Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika adalah penopang bangsa kita Indonesia,” jelasnya.  Ia juga mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara yang majemuk, sehingga sikap saling menghargai dalam bingkai ke empat pilar itu sangat penting.  Para mahasiswa yang memenuhi auditoriumpun antusias mengikuti kegiatan ini terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Himarestic Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Sebarkan “Virus” Kewirausahaan

[unsoed.ac.id, Sen, 15/12/14] Mahasiswa sebagai generasi muda perlu didorong dan dibangun mental jiwa kewirausahaan, agar tercipta mahasiswa yang berani berinovasi dan berkreatifitas dalam bidang apapun yang mereka tempuh. Bertempat di Gedung Rektorat Lantai I UNSOED, Minggu (14/12) Himpunan Mahasiswa Resources Aquatic (Himarestic) Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan menggelar Talkshow kewirausahaan. Kegiatan dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan, Pembina Himarestic dan para mahasiswa.

Talkshow yang mengusung tema “Membangun karakter wirausahawan muda, set up your dream high and be the young entrepreneur”, dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Dr. Ir. Isdy Sulistyo, DEA. Dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat baik sebagai sebuah upaya program studi manajemen sumber daya perairan dalam rangka mewujudkan visi&misi dari program studi tersebut, yang antara lain membentuk sikan kewirausahaan para lulusannya. membentuk jiwa kewirausahaan diperlukan waktu, upaya yang terus menerus dan openness dari seluruh mahasiswa yang ingin berwirausaha. “opennessnya adalah mau menerima apapun masukan ataupun pelajaran”, ungkap Dekan.

Hadir sebagai narasumber yaitu Edy Fajar Prasetyo (Wirausahawan muda, mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Budi (Assisten manajer bidang pengembangan usaha Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan Perikanan “Sari Ulam” Tegal) dan Ayub Meulila Abdy (Pengusaha dan Founder Pimpinan Lembaga Pengembangan Manajemen Fitrah (LPMF) serta pengarang buku “Bagaimana melobby Tuhan”).

Dalam Talkshow sesi pertama diulas tentang bagaimana membangun karakter wirausaha muda kreatif, yang dipaparkan oleh Edy Fajar Prasetyo. Disampaikan bahwa semua bisnis bisa dikatakan berawal dari masalah dan bisnis adalah salah satu solusi yang dicoba untuk mengatasi masalah tersebut sehingga mengahasilkan uang. Beliau berbagi tentang 3 jurus jitu pengusaha pemula yaitu BOTOL (Berani Optimis Tenaga Orang Lain), BOBOL (Berani Optimis Bisnis Orang Lain) dan BODOL )( Berani Optimis Duit Orang Lain). Pada sesi kedua disamapaikan materi tentang memanfaatkan pelauang menjadi uang oleh Bpk Budi dan pada sesi terakhir Bpk Ayub Meulila Abdy mengulas tentang tahap kewirausahaan yaitu secara Akademik baik formal dan informal, dan memulai Bisnis yang sesuai kegemaran, sesuai kemampuan, mengenal baik jenis usahanya, fokus, kerja keras, yakin, sabar dan tawakkal. Tahap selanjutnya yaitu government dengan mempelajari kebijakan terkait secara detil dan adakan pendekatan ‘silaturrahim’ yang baik. Serta sebagai referensi dengan membaca sejarah pengalaman orang-orang yang sukses berwirausaha.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA