Test RSS

Pemilihan Senat Universitas Wakil FISIP

[unsoed.ac.id, 28/4/15] Aula Fisip, Senin 27 April 2015 pukul 13.00 wib suasana cukup ramai berkaitan dengan penghitungan suara Pemilihan Anggota Senat Universitas perwakilan Dosen Fisip periode 2015-2019. Ketua Panitia Dr. Toto Sugito menerangkan bahwa proses pemilihan telah usai sejak pukul 12.00 wib. Setelah istirahat dilanjutkan dengan penghitungan suara. Dosen yang menggunakan hak suaranya sebanyak 75 persen, 83 orang dari total 110 orang pemilik hak suara. Pak Toto memberikan apresiasi kepada para dosen yang telah berkenan memberikan hak suaranya.

Penghitungan suara berjalan lancar bahkan terdengar riuh suara para pendukung calon anggota senat bersahut-sahutan. Apabila ‘jagonya’ disebutkan memperoleh suara, para pendukung bersorak sorai. Menurut Adhi Iman, Dosen Ilmu Politik hal ini guna meramaikan suasana saja. Yang penting, siapapun yang jadi anggota senat harus dapat membawa aspirasi warga Fisip di tingkat universitas, tuturnya. Turut sebagai saksi penghitungan adalah Waluyo Handoko, M.Sc (wakil Dekan II Fisip), Dr. Sofa Marwa (Kajur Ilmu Politik) dan Muhamad Yamin, M.Si (Kaprodi HI).

Ketua Panitia melaporkan bahwa hasil penghitungan suara menempatkan Jarot Santoso, M.Si sebagai pemilik suara terbanyak sejumlah 30 suara, kedua adalah Dr. Slamet Rosyadi memperoleh sejumlah 23 suara. Urutan ketiga diperoleh Abdul Rohman, M.Ag dengan sejumlah 18 suara dan Dr. Bekti Istiyanto memperoleh suara sebanyak 9 suara. Pak Toto menyatakan bahwa panitia akan menyerahkan daftar nama calon berdasarkan hasil pemungutan suara kepada Senat FISIP. Suara terbanyak satu dan dua akan mendapatkan pertimbangan utama. Selanjutnya dikirim kepada Rektor guna penetapan sebagai Anggota Senat Universitas. Semoga semua proses berjalan lancar tanpa halangan apapun, harap Ketua Panitia.

FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah ! 
 

Marching Band Unsoed Meriahkan Parade Banyumas Etravaganza

[unsoed.ac.id, Sel, 28/4/15] Ajang Banyumas Extravaganza 2015 yang dilaksanakan pada minggu, 19 april 2015 menjadi puncak rangkaian acara peringatan Hari Jadi Ke-433 Banyumas Tahun 2015. Acara ini merupakan pawai yang dimulai dari depan bioskop rajawali dan diakhiri di alun-alun purwokerto. Mengusung kreasi payung dan batik Banyumasan. Konsep ini diharapkan menjadi terobosan baru pariwisata Banyumas. Marching Band Bahana Putra Soedirman turut memeriahkan acara ini dengan menyumbangkan lagu “When the Saint Go Marching In” yang dimainkan mengiringi peserta pawai. Di akhir parade MBBPS memainkan lagu berjudul “ Negeriku” di depan alun-alun disaksikan oleh seluruh masyarakat banyumas yang hadir. Rangkaian acara memperingingati hari jadi Banyumas dimulai dengan kegiatan kirab pusaka pada 4-5 April. Selanjutnya, selama sepekan Dinporabudpar mengusulkan program sepekan memutar musik Calung Banyumasan.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Interview Leadership Camp MSU Thailand

[unsoed.ac.id, Sel, 28/4/15] Unsoed sebagai salah satu Universitas partner Mahasarakham University (MSU) Thailand diundang untuk mengirimkan perwakilan mahasiswanya mengikuti Leadership Camp MSU di Thailand.  Untuk memenuhi undangan tersebut, melalui International Relation Office (IRO) dilakukan seleksi para mahasiswa yang berminat untuk mengikuti even ini.  Kegiatan seleksi dengan metode interview ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 1, Senin, 27 April 2015 hingga Hari Selasa, 28 April 2015.  Meski dengan waktu pengumuman yang singkat, kegiatan ini diminati banyak mahasiswa yang tentu saja memiliki kemampuan bahasa inggris dan siap untuk berproses bersama para mahasiswa dari berbagai negara.   Tercatat tak kurang dari 37 mahasiswa mendaftar untuk mengikuti interview ini

Tim pewawancara dari IRO yaitu Dr.rer.nat Erwin R. Ardli, Dr. Condro Wibowo, dan Bu Tunjung Linggarwati, M.Si.  Banyak aspek menjadi pertimbangan dalam penilaian ini.  Selain kemampuan berbahasa inggris, hal-hal non teknis seperti kedisiplinan dan kepribadian juga menjadi pertimbangan.  Hasil dari interview ini rencananya akan diumumkan di website www.iro.unsoed.ac.id pekan depan.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Catur Ditya Ramadhany, Mapres Unsoed 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 27/4/15] Ekstrak teh hijau sebagai alternatif media penyimpanan gigi avulsi antarkan Catur Ditya Ramadhany sebagai Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015.  Gigi lepas bisa terjadi pada siapa saja.  Biasanya, kebanyakan orang langsung pasrah apabila hal ini terjadi dan berakhir dengan gigi yang menjadi ompong atau memakai gigi palsu.  Padahal gigi utuh yang terlepas bisa dipasang kembali.  Istilah medis lepasnya gigi utuh ini disebut avulsi.  Avulsi atau lepasnya  gigi dari soket alveolar akibat adanya cedera gigi semestinya masih bisa dipasang lagi dengan penanganan yang tepat.  Namun, pada kondisi tidak tersedianya klinik gigi terdekat dapat menyebabkan keterlambatan penanaman kembali gigi yang lepas tersebut.  Untuk menjaga vitalitas sel ligamen periodontal agar gigi dapat ditanam lagi maka dibutuhkan media penyimpanan.  Mahasiswa Kedokteran Gigi Unsoed, Catur Ditya Ramadhany memiliki ide solutif atas masalah penyimpanan tersebut yaitu pemanfaatan ekstrak teh hijau.  “Selama ini media penyimpan yang kita kenal adalah HBSS (Hank’s balanced salt solution) yang tidak semua orang mudah mendapatkannya,” jelasnya.  Catur menganalisis Epigallocatechin Gallate Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Sebagai Alternatif Media Penyimpanan Gigi Avulsi.  “Selain harganya terjangkau, saya kira teh hijau mudah didapat di Indonesia,” jelasnya.  Ide yang dituangkan dalam karya ilmiah ini akhirnya mengantarkan Catur menjadi Juara 1 dalam pemilihan Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015 dan akan berkompetisi di Tingkat Nasional.

Catur yang juga Juara 1 Kompetisi Riset Tingkat Nasional Tahun 2013 dan 2014 ini mengungkapkan bahwa jangka waktu standar lepasnya gigi utuh hingga tetap dapat dipasang lagi adalah sekitar dua jam, tapi idealnya 15-20 menit.  Lebih dari itu, maka gigi utuh harus disimpan dan mendapat perlakuan yang tepat.  “Dengan penggunaan teh hijau maka potensi vialibilitas sel dapat dipertahankan sebesar 97,2 % hingga 24 jam,” ungkapnya.  Hal ini berarti potensi teh hijau mengungguli HBSS yag hanya sebesar 93,3%.  “Tampaknya hal ini dikarenakan teh hijau memiliki sifat antioksidan yang kuat, antiinflamasi, antikarsinogen, antiobesitas, antibakteri, antiviral, antienzymatic effects, termogenik, dan probiotik pada manusia, hewan, maupun studi in vitro” ungkapnya.   Ekstraksi teh hijau dapat dilakukan dengan metode perkolasi.  “Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi,” ungkapnya. 

Dengan adanya alternatif ini Catur berharap gigi utuh lepas yang bisa menimpa siapapun ini dapat tetap dipasang lagi.  “Jangan membuang gigi anda jika terlepas utuh, jangan sentuh akar giginya, segera ke dokter, dan jika jaraknya jauh maka simpanlah di media penyimpanan yang paling mudah anda dapatkan salah satunya ekstrak teh hijau,” jelasnya.  Dengan demikian pengembangan EGCG ekstrak teh hijau di Indonesia dapat dilakukan melalui diversifikasi usaha produk olahan teh hijau di bidang kesehatan. “Diversifikasi ini dapat bekerja sama dengan berbagai pihak  untuk memproduksi secara mandiri ekstrak teh hijau sebagai media penyimpanan gigi avulsi yang murah dan mudah didapat,” ungkapnya.

Catur berhasil menjadi Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015 setelah mengungguli dua pesaing terdekatnya yaitu Dian Ayu Palupi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di tempat ke dua, dan Yuli Astuti dari Fakultas Pertanian di tempat ke tiga dengan selisih nilai yang sangat tipis.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Resimen Mahasiswa Batalyon 904/Kalayudha Peringati HUT ke-38

[unsoed.ac.id, Sen, 27/4/15] Resimen Mahasiswa Mahadipa Batalyon 904/Kalayudha Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, melaksanakan Apel peringatan HUT yang ke 38, Sabtu (25/4). Upacara bertempat di Lapangan halaman Kantor Pusat Administrasi UNSOED yang diikuti oleh anggota dan Alumni Menwa, perwakilan dari TNI dan Polri.

Dr. Ir. V Prihananto, M.Si (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III) selaku Pembina Apel mewakili dan membacakan sambutan Rektor Unsoed. Sejarah telah membuktikan daya tahan bangsa dalam menghadapi segala problematika dan dinamika yang dihadapi bertumpu kepada kemauan, kesediaan dan keikhlasan generasi muda untuk mengedepankan kepentingan masyarakat dan juga negara diatas kepentingan pribadi maupun golongan. Kesadaran akan bela negara adalah  menjadi sebuah kebutuhan dalam mempertahankan tegaknya, utuhnya negeri yang diproklamasikan dengan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Meletakkan ideologi Pancasila sebagai pandangan hidup dan ketaatan terhadap konstitusi UUD 1945 sebagai norma kehidupan adalah panduan sekaligus cara untuk merawat kebhinekaan demi tercapainya tujuan bersama yang kita cita-citakan. “Tentunya Unsoed merasa sangat bangga memiliki Resimen Mahasiswa yang menjadi bagian dari nyata dalam rangka mencintai negeri ini dengan menyatukan kapasitas intelektual dengan kesemaptaan raga dalam bingkai mengawal dan menjaga republik ini. Unsoed merasa terhormat memiliki Resimen Mahasiswa yang dilandasi oleh nilai-nilai kejuangan sebagai landasan dalam bersikap dan bertingkah laku. Unsoed juga merasa Bersyukur karena memiliki Resimen Mahasiswa yang jatidirinya adalah Merah Putih dan Indonesia Raya”, demikian ungkap Rektor. Rektor berharap momen ini akan semakin meningkatkan kedisiplinan dan tanggungjawab jajaran Resimen mahasiswa untuk selalu melayani negeri ini dengan kesemaptaan raga, kepekaan rasa serta ketajaman logika.

Kegiatan perayaan HUT Menwa ke 38 ini dilanjutkan dengan latihan menembak di Lapangan Tembak SPN Purwokerto dan ramah tamah dengan jajaran pimpinan Unsoed di Rektorat Lantai I Unsoed. Pada hari kedua, Minggu (26/4) diisi dengan kegiatan jalan sehat, donor darah dan perpanjangan SIM A&C yang tidak hanya diikuti oleh anggota dan Alumni Menwa saja tetapi juga warga sekitar.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Yudisium Fakultas Kedokteran

[unsoed.ac.id, Sen, 27/4/15] Bertempat di Gedung Dekanat Lantai 2 Fakultas Kedokteran Unsoed, berlangsung Acara Yudisium Strata Satu / Sarjana Kedokteran Periode Wisuda Sarjana Ke 117 Juni 2015, Jum’at, (24/4). Sebanyak 17 orang akan di Yudisium oleh Dekan fak. Kedokteran Unsoed dr. Fitranto Aryadi, M.Kes, terdiri dari 15 orang Sarjana Kedokteran Umum dan 2  orang Sarjana Kedokteran Gigi.

Predikat Kelulusan : Dengan Pujian 11 orang ( 9 orang S.Ked dan 2 org. S.KG ), Sangat Memuaskan 6 orang ( S.Ked). Jenis Kelamin : 4 orang laki laki dan 13 orang perempuan. Rata rata lama studi : 4 tahun 8 bulan, rata rata Indeks Prestasi Komulatif : 3, 66.

IPK tertinggi diraih oleh Fikrianisa Safrina, S.Ked dengan IPK 3.92. Fakultas Kedokteran telah meluluskan Sarjana Kedokteran hingga sekarang ini sebanyak 1.000 orang dan Sarjana Kedokteran Gigi sebanyak 91 orang. Untuk mencapai gelar dokter mereka harus kuliah lagi yaitu dengan mengambil pendidikan profesi selama 4 semester, UKDI ( 3 – 4 bulan ), internship ( 1 tahun ).

Maju Terus Pantang Menyerah!(eNdg)

BEM Bersama Keluarga Alumni UNSOED Sebarkan Virus Kewirausahaan

[unsoed.ac.id, Sab, 25/4/15] Badan Eksekutif Mahasiswa/BEM (Kabinet Harmoni Perubahan 2015) bekerjasama dengan Keluarga Alumni Unsoed menggelar acara Talkshow Inspiring Day For Enterpreneur: “Creat Your Way to Success”, Sabtu (25/4). Kegiatan yang bertempat di Gedung Roedhiro Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed ini menghadirkan narasumber ternama yaitu Sally Giovanny (Owner Batik Trusmi),  Jamil Azzaini (Motivator & Pendiri Akademi Trainer) dan Zaenal Abidin (Pengusaha).

Talkshow dibuka oleh Drs. Haryono (Kepala Subbagian Minat, Bakat, Penalaran, dan Informasi Kemahasiswaan) yang mewakili Wakil Rektor III. Dalam sambutannya berharap agar kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam memupuk jiwa di bidang kewirausahaan agar kelak dapat membuka lapangan kerja.  

Dihadapan para mahasiswa peserta Talkshow yang memenuhi Lantai 3 Gedung Rhoedhiro, para narasumber menyampaikan tentang kiat-kiat menjadi pengusaha dan berbagi pengalaman tentang perjalanan kewirausahaan yang dijalani oleh pembicara. Agar menjadi orang yang sukses, harus mengikuti perilaku orang yang sukses dengan Take Action, nikmati prosesnya dan nikmati hasilnya. Dipaparkan hal-hal untuk menjadi wirausahawan yang sukses yaitu harus berani bermimpi besar, perlu untuk belajar di dunia nyata karena faktor pintar saja tidak cukup, selalu mendekatkan diri kepada Sang Khaliq dan juga restu dari kedua orang tua. Keuntungan menjadi pengusaha antara lain uang bekerja untuk kita, waktu fleksibel, menciptakan lapangan kerja dan bebas berkreasi.

Para peserta talkshow juga mendapat motivasi dari Jamil Azzaini (Motivator & Pendiri Akademi Trainer) yang menyampaikan tentang bagaimana mencapai “Sukses Mulia”. Beliau mengajak peserta untuk mengidentifikasi persepsi negatif yang dapat menghambat kemajuan diri yang disebut ‘Rantai gajah’. Setelah menemukannya, peserta diajak untuk membuangnya. Rantai gajah sesungguhnya merupakan sesuatu yang ada dalam pikiran kita, yang membuat kita tidak mau berbuat lebih. Dicontohkan Rantai Gajah atau hambatan apapun yang muncul dari dalam diri, seperti pemikiran: saya ditakdirkan sebagai orang susah, saya tidak punya keberanian, saya tidak punya ketrampilan, saya tidak punya kemampuan, saya tidak punya modal, dan saya tidak punya bakat usaha. “Untuk mengubah pemikiran itu, harus menciptakan pemikiran lain yang bisa membawa Anda menuju masa depan yang lebih baik”, jelasnya.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Komunikasi UNSOED Angkat Tema Kehumasan di Kajian Kontemporer 2015

[unsoed.ac.id, Jum, 24/4/15] Bertempat di Ruang Rapat FISIP UNSOED, Jumat (24/4) berlangsung Seri Kajian Komunikasi Kontemporer (SKK) 2015. Perhelatan Jurusan Ilmu Komunikasi tersebut, diikuti oleh staf pengajar serta mahasiswa semester enam di jurusan tersebut. Tema yang diangkat adalah tentang manajemen dan teknik kehumasan, dengan narasumber Kepala Humas UGM Wijayanti, M.Sc. Dalam forum dialog tersebut, sejumlah hal akan didiskusikan, seperti aspek perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi kehumasan. Tidak hanya itu, akan diulas juga tentang bagaimana mengelola publik internal dan juga eksternal, serta pengelolaan teknis konten informasi serta relasi dengan publik dalam konteks kehumasan. 

Acara ini sendiri merupakan wujud komitmen Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED dalam meningkatkan kualitas atmosfer akademik yang mendukung terciptanya mutu pembelajaran yang lebih baik dari waktu ke waktu. Bagi para staf pengajar, forum ini menjadi kesempatan untuk memperkaya materi pembelajaran. Sedangkan bagi mahasiswa, ajang ini dapat dimanfaatkan sebagai upaya mematangkan rencana penyusunan tugas akhir dan memahami aplikasi komunikasi dari perspektif praktisi. Rencananya, acara seri kajian komunikasi akan digelar sebanyak tiga kali dalam setahun, di mana setelah penyelenggaraan kali ini, tema yang akan diangkat adalah tentang studi media dan komunikasi pembangunan.

Turut hadir dan membuka acara Dekan FISIP UNSOED, Dr. Ali Rokhman, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara. Beliau juga menggarisbawahi pentingnya penguasaan informasi saat ini. Penguasaan informasi membutuhkan upaya dan mekanisme yang sistematis. “Oleh karenanya diperlukan manajemen kehumasan yang baik untuk mengemas informasi yang akan disampaikan ke publik,” beliau menambahkan.

Banyak hal yang dipaparkan Kepala Humas UGM dalam kajian ini. Diantaranya adalah aspek perencanaan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi kehumasan. Beliau juga mengulas terkait bagaimana mengelola publik internal dan eksternal. Serta pengelolaan teknis konten informasi dana relasi dengan publik dalam konteks kehumasan.

Maju terus pantang menyerah!

Hari Bersih Fisip dan Kesetiakawanan Sosial di Hari Bumi 2015

[unsoed.ac.id, Jum, 24/4/15] Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional. Hari Bumi dicanangkan oleh seorang pengajar lingkungan hidup dan juga senator Amerika Serikat Gaylord Nelson pada tahun 1970. Pada dasarnya melestarikan lingkungan hidup tidak hanya tanggung jawab segelintir kelompok, melainkan tanggung jawab manusia bersama sebagai entitas yang hidup di atas bumi. Oleh karena itu, sebagai salah satu lingkungan hidup, masyarakat dalam civitas akademik fisip unsoed juga mempunyai tanggung jawab menjaga, merawat serta melestarikan lingkungan khususnya lingkungan di dalam kampus FISIP itu sendiri.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia tahun 2015, BEM FISIP Unsoed menyelenggarakan kegiatan kerja bakti bersih-bersih kampus. Menurut Ketua BEM Fisip Faisal Yanuar, “Tujuan dasar dari peringatan hari bumi adalah untuk merangsang kepedulian terhadap lingkungan hidup yang semakin hari semakin rusak, dan untuk meningkatkan kesadaran serta apresiasi terhadap bumi yang merupakan planet yang menjadi tempat tinggal manusia”. Kegiatan kerja bakti tersebut melibatkan UKM/HMJ, staff karyawan serta jajaran dekanat FISIP Unsoed. Tema dari kegiatan bersih-bersih kampus ini adalah hari tanpa cleaning service (no cleaning service day), sehingga berangkat dari tema tersebut, diharapkan masyarakat FISIP sadar akan kebersihan lingkungan kampus tanpa adanya bantuan petugas kebersihan atau cleaning service. “Ini menjadi bentuk kepedulian kita terhadap sesama, meringankan sedikit pekerjaan mereka’, tegasnya

Kegiatan no cleaning service day ini dilakukan sebagai bentuk kesadaran awal masyarakat FISIP Unsoed akan pentingnya menjaga serta melestarikan lingkungan kampus dari sampah-sampah yang berceceran di dalamnya. Follow up dari kegiatan ini adalah kegiatan bersih-bersih lingkungan FISIP yang akan diadakan rutin sebulan sekali, sehingga lingkungan kampus bersih dan sehat dapat terwujud nantinya.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman, M.Si., sangat mengapresiasi dan menyambut baik prakarsa BEM Fisip dalam memperingati Hari Bumi. Dekan mengajak seluruh dosen, karyawan dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Hari Bersih Fisip sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. “Berbagai kerusakan lingkungan hidup di bumi telah menyebabkan penurunan kualitas lingkungan hidup serta mengakibatkan terjadinya berbagai bencana alam seperti longsor, banjir, angin topan, kekeringan, krisis air bersih dan kebakaran hutan. Semua kerusakan lingkungan tersebut disebabkan oleh perbuatan manusia dan dampak negatifnya pun akan dirasakan oleh manusia juga”, tegasnya.

Lebih lanjut ditegaskan, “Kesadaran untuk melestarikan lingkungan hidup menjadi tanggung jawab semua pihak yang hidup di bumi ini”. Perubahan iklim di bumi sangat sulit untuk dicegah dan diantisipasi. Salah satu caranya  adalah dengan mengubah perilaku yang merusak alam menjadi perilaku yang selalu cinta dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Dekan berharap, peringatan Hari Bumi ini menjadi momentum awal untuk membangun kesadaran peduli terhadap kelestarian lingkungan di waktu yang akan datang. “Hal ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga keindahan lingkungan, kita bisa mulai dari yang kecil, dari diri kita sekarang juga”, pungkasnya

Maju Terus Pantang Menyerah !

  •  

Membincang Matematika Jawa

[unsoed.ac.id, Jum, 24/4/15] Eksistensi matematika jawa sekaligus kemajuan peradaban Nusantara yang mendahului eropa dalam bidang matematika diungkap Dosen Matematika Unsoed, Agung Prabowo, MSi. Sabtu, 11 April 2015 dalam rangkaian acara FORMAT (Forum Matematika) yang diselenggarakan oleh IKAHIMATIKA (Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika) Wilayah IV se Jawa Tengah dan DIY, Agung memaparkan hasil-hasil penelitiannya mengenai Matematika Jawa. Melalui artikelnya yang berjudul “Eksistensi Matematika Jawa Sejak Mataram Kuno Hingga NKRI: Local Genius yang Terlupakan” disampaikan sekian banyak aspek-aspek matematika yang berhasil digali, tidak hanya dari Jawa namun dari wilayah Nusantara lainnya.

Agung menguak bukti bahwa peradaban-peradaban besar dunia, termasuk peradaban Jawa dan Nusantara meninggalkan rekam jejak pengetahuan matematika yang masih dapat dilacak hingga hari ini.  “Sriwijaya mewariskan prasasti-prasasti yang memahatkan angka berupa angka tahun 604, 606 dan 608 pada kalender Saka,” jelasnya.  Bentuk angka yang digunakan disebut angka Palawa Akhir. Konversi menjadi kalender Masehi dengan menambah 78. “Tiga buah angka tahun tersebut menunjukkan bahwa Sriwijaya telah mempunyai lambang bilangan nol, menggunakan basis 10 (desimal) dan nilai tempat satuan, puluhan, ratusan,” jelasnya. Bangsa Eropa baru lima abad kemudian mempunyai kemampuan yang sama seperti penduduk Sriwijaya.  “Bukti arkeologis angka 0 dari India lebih belakangan dibanding Sriwijaya, yaitu baru muncul pada tahun 933 Samvat (876 Masehi), ditemukan pada prasasti yang terdapat di Candi Chaturbhuja, Gwalior, India,” jelasnya.

Kerajaan Mataram Kuno meninggalkan prasasti yang membuktikan kepada dunia bahwa kriptografi sudah dikuasai penduduk Mataram Kuno sejak 732 M. Sang citralekha (pemahat batu prasasti) mengguratkan kronogram “Cruti (4) Indriya (5) Rasa (6)”. “Mengapa kata cruti, indriya dan rasa masing-masing menyatakan angka 4, 5 dan 6, jawabnya dapat ditemukan pada astha guru, delapan aturan untuk menurunkan watak bilangan suatu kata,” jelasnya..

Dijelaskan lebih rinci oleh Agung bahwa dalam tradisi Jawa, kronogram tersebut dinamakan sengkala, sengkalan atau candrasengkala, lebih tepatnya sengkala lamba. “Kandungan angka pada kronogram tersebut menunjukkan angka tahun (bukan angka lainnya) dan harus dibaca pada basis bilangan 10 (bukan basis bilangan lainnya) dari arah kanan (bukan dari arah kiri seperti yang kita lakukan hari ini),” ungkapnya. Hasilnya adalah tahun 654 pada kalender Saka, atau 732 Masehi. Prinsip pembacaan sengkala dengan cara tersebut dinamakan angkanam vamato gatih. Oleh karena sengkala menyimpan rahasia untuk menyatakan tahun, maka sengkala dapat disebut ‘sandi bilangan/angka tahun’. Sampai hari ini sengkala masih terus diproduksi dengan tetap mempertahankan prinsip angkanam vamato gatih.

Menjadikan prasasti sebagai media penelitian matematika bukanlah hal yang ‘tabu’. Plimpton 322 adalah batu yang memahatkan pencapaian matematika bangsa Babilonia. Pada batu Plimpton 322 terpahat Tripel Babilonia, kasus khusus dari Tripel Pythagoras yang diajarkan di sekolah sebagai Rumus Pythagoras. “Jika selama ini prasasti hanya menjadi media bagi para sejarahwan dan arkeolog, sudah waktunya para matematikawan menjadikan prasasti sebagai media penelitiannya,” ungkapnya. Selain prasasti, banyak media lain yang dapat digunakan untuk menggali Matematika Jawa, misalnya candi seperti Candi Sukuh, kitab seperti Pararaton, serat seperti Sera Centhini, kakawin seperti Negarakertagama, wayang kulit, kalender (Saka, Jawa, Hijriyah, Masehi, Pawukon, Pranatamangsa), istana, pusara/nisan di astana, buku karya Raffles dan John Crawfurd serta sumber lainnya. “Bahkan sebuah komunitas Islam Aboge di Cikakak dengan Masjid Saka Tunggalnya dapat menjadi tema dalam penelitian matematika dengan potensi publikasi internasional,” jelasnya.

Paparan Matematika Jawa pada rangkaian acara FORMAT pada dasarnya diisi dengan pengenalan sekian banyak aspek matematika dalam budaya Jawa, serta memotivasi para mahasiswa untuk tekun belajar dan mengajak untuk terlibat dalam penelitian etnomatematika pada budayanya masing-masing. Maju Terus Pantang Menyerah !

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA