Test RSS

Dosen Unsoed Pembicara Seminar Technopreurship di AMIKOM Mataram

[unsoed.ac.id, Rab, 24/12/14] Mahasiswa harus tahan banting dan berani berpikir out of the box, demikian pesan Nurul Hidayat, M.Kom, Dosen Teknik Informatika UNSOED saat menjadi Pembicara tentang Technopreneurship di AMIKOM Mataram dihadapan lebih dari 200 orang yang terdiri dari Mahasiswa, para pejabat struktural dan pelaku UMKM.  Acara yang digelar Tanggal 17 Desember 2014 ini mengangkat tema “Menumbuhkan entrepreneurship berbasis Teknologi Informasi dlm rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) 2015”.

Mahasiswa sebagai agent of change dan calon pemimpin masa depan harus terus berjuang dan tidak bergantung pada lapangan kerja.  “Mahasiswa harus berusaha menciptakan lapangan kerja dan peluang kerja baru,” jelasnya.  Nurul juga mengungkapkan bahwa mahasiswa biasanya memiliki ide-ide yang bagus.  “Jadilah generasi tahan banting yang membuat terobosan-terobosan yang unggul dalam bidang kewirausahaan,” ungkapnya.

Nurul mengungkapkan bahwa salah satu bagian yang paling penting dalam hidup ini adalah proses.  “Perjuangan atau proses meraih sukses adalah ilmu kehidupan yang mengantarkan kita pada kebahagiaan,” jelasnya. Menurut Nurul Untuk sukses dalam technopreneurship ada 4 langkah sukses yaitu Define Outcome (Tentukan tujuan Anda dengan WEll FormED Outcome), Take Action, More Acuity (Kepekaan) and More Flexibility (Luwes).  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

 

18 CPNS UNSOED Disumpah Menjadi PNS

[unsoed.ac.id, Rab, 24/12/14] Delapan belas orang CPNS UNSOED diambil sumpahnya menjadi PNS, Rabu 24 Desember 2014 di Gedung Rektorat Lantai 1.  Delapan belas orang yang diambil sumpahnya oleh Rektor ini terdiri dari tujuhbelas orang tenaga pendidik dan satu orang tenaga kependidikan.  Dengan ditetapkannya menjadi PNS maka para pendidik dan tenaga kependidikan ini telah seratus persen memikul kewajiban sekaligus hak sebagai PNS.  Menjadi saksi dalam Sumpah PNS ini adalah kepala Biro Umum dan Keuangan, Agus Nugorho, M.M. dan Kepala Kepegawaian, Eko Nugroho, SE.  Hadir pula dalam kegiatan ini para pejabat di lingkungan UNSOED terutama para atasan langsung PNS yang disumpah.

Kepada para PNS yang disumpah, Rektor mengingatkan agar para PNS memperlihatkan kompetensi dan kualitas terbaiknya dalam memberikan pelayanan secara prima kepada negara, bangsa, dan masyarakat.  “Saat ini keberadaan PNS sedang mendapat banyak perhatian, hakikatnya itu adalah harapan dan tuntutan dari semua pihak untuk menunjukkan kapasitas dan profesionalisme sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” jelasnya.  Kepada para tenaga pendidik, Rektor juga berpesan agar menginspirasi proses belajar bagi mahasiswa, melakukan riset yang inovatif, serta mengabdikan diri kepada masyarakat melalui ide, gagasa, serta temuan yang bermanfaat.  “Kepada saudara yang ditugaskan sebagai tenaga kependidikan saya minta saudara untuk memberikan pelayanan administrasi yang terbaik dalam menunjang fungsi tri dharma perguruan tinggi,” lanjutnya.

Setelah disumpah sesuai dengan agama masing-masing, para PNS mendapat ucapan selamat dari Rektor dan seluruh pejabat yang hadir dalam kegiatan ini.  Maju Terus Pantang menyerah !

Jurusan Kedokteran Gigi Galang Malam Amal

[unsoed.ac.id, Rab, 24/12/14] Kamis 18 Desember 2014 jam 19.00 WIB sampai selesai telah sukses gelar acara penggalangan malam amal oleh Fakultas Kedokteran Jurusan Kedokteran Gigi di Hotel Horison Purwokerto. Ketua Jurusan kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unsoed Dr.drg. A. Haris Budi Widodo, M.Kes., AP., S.IP., menyambut gembira karena ini merupakan acara yang rutin dan tertib, dengan tema Destistry Perforation “Moving On”.

Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran UNSOED dr. Diah Krisnansari, M.Si dalam sambutannya menyampaikan Destistry Perforation (DP) merupakan agenda rutin tiap tahun di Jurusan Kedokteran Gigi sebagai pentas apresiasi bakat dan seni dengan tema sekarang moving on. Pimpinan sangat bangga mensupport dan sangat apresiasi karena selain pementasan seni juga bersifat amal, yaitu diberikan kepada Penyandang Cacat Indonesia.

Turut mengundang Pengurus Penyandang Cacat Indonesia Kabupaten Banyumas Suwito dalam laporannya bahwa keanggotaannya  cacat tubuh 6000, jika tunanetra sekitar ± 3000, keseluruhan sekitar ±  10.000 data yang valid. Konser amal sebagian keuntungannya akan disumbangkan ke PPCI (Para Penyandang Cacat Indonesia), demikian Ahmad Forza Fauzan Mubaraq selaku panitia dalam acara tersebut juga menyampaikan mengenai mengapa untuk menghibur acara ini mengundang group band Shela on 7 karena Animo masyarakat di Purwokerto masih tinggi untuk mendengarkan dan menyaksikan group band era tahun 1990.

Maju Terus Pantang Menyerah !!!(L135)

 

Fakultas Biologi Terima Kunjungan SMA Negeri Pager Barang 1 Tegal

[unsoed.ac.id, Rab, 24/12/14] Pada bulan Nopember lalu Fakultas Biologi telah memberikan pendampingan penelitian kultur jaringan anggrek kepada beberapa siswa SMA N Pager Barang 1 Tegal. Berawal dari pertemuan tersebut, mendorong SMA N Pager Barang 1 kembali mengunjungi Fakultas Biologi untuk yang  kedua kalinya.  Senin, 22 Desember lalu sebanyak 88 siswa dan di dampingi 4 guru mengadakan kunjungan ke Fakultas Biologi. Rombongan tersebut diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Drs. Agus Hery Susanto, MS. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat siswa dalam menggeluti bidang biologi dan ingin mengenal lebih dekat Fakultas Biologi Unsoed.

Heru, S.Pd selaku Guru Pendamping SMA N Pager Barang 1 mengungkapkan bahwa silaturahmi ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang sebelumnya, namun kali ini seluruh siswa kelas XII IPA turut serta. “Dengan kunjungan para siswa kelas XII IPA ini diharapkan bisa menggali informasi tentang Fakultas Biologi lebih details,”katanya. Selain itu dengan kegiatan ini, Pak Heru berharap akan memberikan motivasi para siswa untuk meningkatkan prestasi akademiknya agar kelak bisa diterima di Fakultas Biologi ini.

Laiknya gayung bersambut, Wakil Dekan Bidang Akademik juga merasa senang atas kunjungan ini dan berharap silaturahmi ini berkesinambungan.“Kita tidak berdiri sendiri, kita ada untuk kalian semua,”kata Pak Agus. Pak Agus berharap para siswa bisa mempersiapkan dengan baik agar bisa menjadi bagian keluarga Fakultas Biologi baik melalu jalur undangan, smbptn, nusantara maupun lokal. Selanjutnya ahli genetika ini memaparkan profil Fakultas Biologi, baik dosen pengajar,fasilitas dan sarana prasarana  dan menjelaskan tentang daya saing/ peminat  untuk bisa diterima di Fakultas Biologi ini.

Selanjutnya para siswa dibagi menjadi 3 kelompok dan secara bergantian diajak mengunjungi ke Laboratorium Fistum, Mikrobiologi dan Biologi Mokuler.  Di Laboratorium Fistum diperkenalkan tentang kultur jaringan anggrek mulai dari pembuatan media hingga proses aklimitisasi. Di Laboratorium Mikrobiologi dan Biologi Mokuler di perkenalkan beberapa peralatan canggih dan cara kerjanya masing-masing. Para siswa sangat antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mencerminkan rasa keingin tahuan yang tinggi.

Gaung Fakultas Biologi Unsoed  memang sudah terdengar dimana-mana dengan segudang prestasi baik dosen maupun mahasiswanya. Sehingga banyak orang tertarik untuk mengenal lebih dekat dan tentunya berharap bisa bergabung dengan Fakultas Biologi. Selain itu kegiatan ini juga bermanfaat  untuk mengembangkan jaringan kerjasama institusi dengan pendidikan SMA atau sederajat di sekitar Jawa Tengah.

Maju Terus Pantang Menyerah ! (APR)

 

Kaji Sinergi Kepala Daerah dan DPRD Pemkab Banjarnegara Undang Dosen Ilmu Politik FISIP

[unsoed.ac.id, Rab, 24/12/14] Salah satu persoalan mendasar dalam pembangunan demokrasi di daerah adalah mengelola relasi kekuasaan Kepala Daerah (KDH) dan DPRD. Relasi yang diharapkan tentunya adalah hubungan yang sinergis dalam mewujudkan tata pemerintahan yang baik. Keduanya bukanlah lawan ataupun pesaing sehingga mestinya bisa menjadi partner yang saling mendukung. Demikian inti pemaparan Ahmad Sabiq, SIP. MA, dosen Jurusan Ilmu politik FISIP UNSOED saat menjadi narasumber Forum Diskusi Politik yang diselenggarakan oleh Kantor Kesbangpolinmas Kabupaten Banjarnegara dengan tema “Membangun Sinergi Pemerintah dan Parlemen Yang Sehat” pada (17/12) lalu. Forum Diskusi politik ini juga diisi dengan presentasi  Ketua DPRD Banjarnegara, dan penyampaian makalah Sekda Banjarnegara.



Sayangnya lanjut Sabiq, relasi yang terjadi antara KDH dan DPRD seringkali bukan merupakan hubungan yang sehat. Tidak sedikit daerah yang mengalami konflik berkepanjangan, antara  dua lembaga tersebut. Di sisi lain, banyak pula daerah yang KDH dan DPRDnya erat berkolaborasi namun untuk tujuan korup, menggerogoti uang rakyat. Relasi yang tidak sehat ini tentu perlu diwaspadai oleh masyarakat. Pemerintahan yang dilanda konflik berkepanjangan akan menciptakan kemacetan-kemacetan politik yang menyebabkan berbagai kebijakan pembangunan sulit diwujudkan. Korupsi berjamaah yang dilakukan KDH dan DPRD akan berdampak buruk pada tak terpenuhinya hak-hak dasar warga negara dan pelayanan publik dengan semestinya.

Terkait hal ini masyarakat perlu pula bersinergi untuk mengontrol KDH dan DPRDnya. Seluruh kekuatan masyarakat sipil di daerah seperti LSM, organisasi pemuda, organisasi keagamaan, Perguruan Tinggi dan Pers harus bersatu padu untuk memastikan bahwa pemerintah dan parlemen di daerah betul-betul dapat menjadi mitra sekerja dalam menjalankan fungsinya masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Maju Terus Pantang Menyerah! (Aq)   

Fakultas Biologi UNSOED Peduli Korban Longsor Banjarnegara

[unsoed.ac.id, Rab, 24/12/14] Musibah bencana longsor maut di Dusun Jemblung Desa Sampang, Banjarnegara, Jawa Tengah telah berlangsung lebih dari sepekan. Puluhan rumah, jalan raya, ratusan hektar sawah, pabrik-pabrik bahkan rumah ibadah tak luput dari bencana tersebut. Banyak pihak bersimpati dengan musibah ini termasuk Fakultas Biologi Unsoed. Kamis, 18 Desember lalu Fakultas Biologi khususnya mahasiswa angkatan 2014 dan beberapa staf pengajar menyambangi daerah bencana tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk empati dari civitas akademika Fakultas Biologi terhadap bencana yang menimpa lingkungan sekitar.

Berbagai kebutuhan rumah tangga seperti peralatan mandi, peralatan makan, uang, baju pantas pakai, dll di berikan kepada korban bencana alam melalui Posko Induk PMI yang berada sekitar 1 km dari lokasi kejadian. “Semoga dengan kepedulian kita ini,bisa sedikit mengurangi beban dari para korban,”ujar Abbiya perwakilan mahasiswa.”Kita sebagai mahasiswa Fakultas Biologi tidak hanya dituntut untuk meningkatkan prestasi akademik, namun juga rasa empati dan simpati terhadap sesama yang membutuhkan,”tambahnya.

Jalur menuju lokasi sangatlah terjal dan beberapa titik mengalami longsor yang parah. Cuaca disana juga sangat tidak menentu, seketika terang tetapi bisa langsung hujan deras. Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat rombongan Fakultas Biologi  menuju ke lokasi bencana. Hidup kita akan lebih berarti, jika kita bisa membantu meringankan beban orang lain.

Maju Terus Pantang Menyerah! (APR/AUS-PFS)

HIMAKUA Juara Nasional Organisasi Kepemudaan Berprestasi

[unsoed.ac.id, Sel, 23/12/14] Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Fakultas Perikanan dan Kelautan UNSOED sabet Juara 1 Tingkat Nasional Organisasi kepemudaan berprestasi.  Raihan membanggakan ini menjadi kado manis bagi UNSOED untuk terus berbicara di tingkat nasional sekaligus kado bagi Jurusan perikanan dan kelautan yang baru diresmikan menjadi Fakultas beberapa waktu lalu.  Adalah Saprudin ( Budidaya Perairan 2011), Wihandoko ( Budidaya Perairan 2011),  dan Adhityo Kusuma ( Budidaya Perairan 2011) mewakili HIMAKUA ke Ajang Perlombaan Organisasi Kepemudaan Berprestasi Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga RI untuk mempresentasikan program Menginspirasi  Pemuda Indonesia, 18 Desember di Hotel Pitagiri, Jakarta Selatan.

Dari puluhan organisasi Se-Indonesia yang mengikuti lomba ini, hanya 9 Organisasi yang terpilih dari 3 kategori, yakni Kemasyarakatan, Kemahasiswaan, dan Komunitas. Walaupun HIMAKUA baru menginjak usia 4 tahun, tetapi mereka tetap optimis untuk bisa memberikan yang terbaik.

Dengan Penyampaian presentasi yang baik membuat juri terpukau dengan program budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok yang diselenggarakan oleh Himakua Unsoed yang bekerjasama dengan UPK Kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen. Himakua Unsoed meraih juara 1 Organisasi Kepemudaan Berprestasi Berbasis Mahasiswa Tingkat Nasional Tahun 2014. Sedangakan Juara 2 dan 3 diraih oleh Marching Band Udayana Bali dan FKMB (Forum Komunikasi Mahasiswa Betawi ).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himakua Unsoed dengan  Tema “Pelatihan Budidaya Ikan Lele Dengan Teknologi Bioflok”, berhasil dalam menarik minat masyarakat untuk melakukan budidaya ikan lele dengan teknologi bioflok. Latar belakang diselenggarakannya kegiatan ini yaitu merealisasikan Tri Darma Perguruan Tinggi, Peningkatan teknologi dalam bidang akuakultur, dan mengimplementasikan MDGs Program.  “Target dari kegiatan kami adalah Ibu rumah tangga dari keluarga menengah kebawah. Adapun kegiatan ini diselenggarakan di tiga Desa yaitu Desa Serut, Desa Bendungan, dan Desa Kuwaru kecamatan Kuwarasan Kabupaten Kebumen Jawa Tengah,” ungkap Saparudin salah satu anggota tim. Mereka berharap dengan diselenggarakannya kegiatan ini akan membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan pengetahuan maupun keterampilan.

Atas prestasinya ini HIMAKUA UNSOED berhak membawa Piala Sugondo Djojopusito Awards dan akan mewakili Indonesia di ajang TAYO (Ten Accomplish Youth Organization) ASEAN Tahun 2015.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Fakultas Biologi Siap Bangkitkan Potensi Budidaya Tanaman Organik Indonesia

[unsoed.ac.id, Sen, 22/12/14] Indonesia dengan potensi besar di bidang pangan nampaknya saat ini tidak dapat duduk santai. Serbuan bahan pangan berkualitas tinggi dengan harga yang relative kompetitif mulai memasuki pasar dalam negeri. Apalagi pengaruh pasar global yang kian dekat akan cukup meyulitkan produk dalam negeri untuk bersaing jika kualitas produk kita dibawah standar. Khusus bahan pangan trend pasar sudah mengarah pada penyediaan bahan pangan organik. Asia termasuk Indonesia mempunyai potensi pasar yang tingi, namun dibandingkan dengan angka produktifitas bahan pangan organik, Indonesia jauh tertinggal dari Negara-negara Asia lainnya apalagi Negara-negara amerika selatan dan oeceania. Fenomena inilah yang menjadi salah satu tantangan ilmuwan khususnya biology untuk dapat meningkatkan produktifitas bahan pangan organik.

 Hal tersebut dikupas tuntas oleh Dr. Bambang Irawan, M.Sc, seorang biology dari Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung pada Sabtu, awal Desember lalu. Dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed Doktor jebolan UGM ini mempresentasikan makalah dengan judul Pengembangan Inokulum Untuk Meningkatkan Laju Dekomposisi Bahan Organik Pada Sistem Ekologi Budidaya Organik. Diberi bandrol Kuliah Umum, kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengupdate perkembangan penelitian terkini sekaligus memberika motivasi kepada mahasiswa untuk menjadi biology yang handal.

Menurut Pak Bambang begitu sapaan beliau ciri khas bahan pangan organic adalah tidak menggunakan bahan kimia sintetik  (pupuk, pestisida, antibiotik,  bahan makanan tambahan), genetically modified organisms, irradiation, and the use of sewage sludge), Menggunakan lahan pertanian yang bebas bahan kimia selama beberapa tahun (3 tahun atau lebih). “Untuk ternak, ada persyaratan khusus pada makanannya, kandang, dan breeding” tegasnya. Ciri berikutnya adalah ada catatan lengkap tentang produksi & penjualan (audit trail), menerapkan aturan yang ketat tentang pemisahan produk produk organik dari produk yang tidak tersertifikasi dan yang terpenting adalah melaksanakan inspeksi secara rutin.

Biolog mempunyai peran penting dalam pengembangan tanaman organic ini, salah satunya adalah penyediaan inoculum yang mempunyai peran dalam meningkatkan laju dekomposisi bahan organik pada sistem ekologi budidaya organik. “Negara ini kaya akan sumber daya hayati, seharusnya kita bias berbicara banyak dalam bidang penyediaan bahan pangan organic” tandasnya. Sekarang menjadi tantangan kita sebagai biology untuk menstimulus munculnya berbagai produk budidaya tanaman organic. “Ditangan kitalah masa depan bangsa ini akan ditentukan, apakah kita puas sebagai Negara pengimpor atau berusaha untuk menjadi bangsa mandiri bahkan pengkespor bahan pangan organic ke Negara lain” imbuhnya.

Kuliah umum adalah salah satu program ungggulan Fakultas Biologi Unsoed. Rumah biology ini menghadirkan pembicara mulai dari kalangan peneliti, praktisi, alumni bahkan seorang tokoh denga kisah suksesnya. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun iklim akademis yang kondusif dan produktif. Selain itu kehadiran para tokoh ini akan memperkaya khasanah keilmuan sekaligu memperpendek gap ilmu pengetahuan dan teknologi anatara kampus dan dunia luar.

Maju Terus Pantang Menerah ! (ES)

Lokakarya Kurikulum KKNI oleh Prodi MIA FISIP menyongsong MEA 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 22/12/14] Program Studi Magister Ilmu Administrasi menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran Setara dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Selasa-Rabu, 18-19 Desember 2014 di Ruang Pertemuan MIA. Kegiatan diikuti oleh Ketua program studi MAP beserta seluruh staf pengajarnya. Kegiatan ini mendatangkan pembicara dari Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsoed, yaitu Dr.rer.nat. Imam Widhiono MZ, MS. dan Dr. Ir. Wilujeng Trisasiwi, MP.

Materi pertama bersama Dr.rer.nat. Imam Widhiono MZ, MS. memberikan gambaran tentang KKNI dan segala permasalahannya. Beliau menyampaikan bahwa seringkali diadakan lokakarya kurikulum namun banyak pembicara yang tidak mengacu pada aturan terbaru. Penggunaan KKNI merupakan aturan terbaru dalam rangka memperkuat kompetensi lulusan. Kompetensi merupakan akumulasi kemampuan seseorang dalam melakukan suatu deskripsi kerja secara terukur melalui asesmen yang terukur, mencakup aspek kemandirian dan tanggungjawab individu pada bidang kerjanya. Kompetensi ini menciptakan professionals dan skills labours terlebih memasuki persaingan kompetitif saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) digulirkan mulai tahun 2015 esok, tutur Pak Imam.

Dr. Ir. Wilujeng Trisasiwi, MP. Pemateri kedua adalah Kepala Pusat Pengembangan  Pembelajaran LP3M. Beliau memberikan penjelasan detail berkaitan dengan penyusunan kurikulum sesuai standar KKNI. Pengalaman mengisi acara yang sama di berbagai perguruan tinggi se-Indonesia menjadi contoh dalam penerapan kurikulum KKNI. Ibu Siwi menekankan bahwa kurikulum bukan sekedar sekumpulan berkas mata kuliah dengan staf pengajarnya. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan pengajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan belajar mengajar di perguruan tinggi. Jadi kurikulum menjadi inti dalam menggapai kompetensi lulusan.

Ujung akhir dari proses ini adalah gambaran profil lulusan. Ibu Siwi memaparkan bahwa melalui rancangan program dan proses pendidikan akan menciptakan peran dan fungsi yang dapat dilakukan oleh seorang lulusan MIA FISIP. Dalam proses penyusunan kurikulum, peran dan fungsi lulusan ini disebut sebagai profil lulusan MIA. Sedangkan dalam manajemen perguruan tinggi disebut sebagai akuntabilitas akademik. Beliau juga meyakinkan bahwa proses inilah yang akan menempatkan lulusan MIA unggul dalam kompetisi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah !

Sastra Inggris FIB UNSOED Gelar Kuliah Umum Linguistik

[unsoed.ac.id, Sen, 22/12/14] Untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan mengikuti perkembangan pembelajaran linguistik, Fakultas Ilmu Budaya UNSOED menyelenggarakan kegiatan terprogram berupa Kuliah Umum. Kegiatan Kuliah Umum diintegrasikan dengan mata kuliah terkait dengan mengundang para pakar atau praktisi. Bertempat di Aula Fakultas Ilmu Budaya UNSOED (19/12), Program Studi Sastra Inggris mengadakan kuliah umum. Pemateri dalam kuliah umum ini adalah Prof. Yudha Thianto, Ph.D., dari Trinity Chistian College, Illinois, USA. Beliau mengetengahkan materi Historical Linguistic Research.

Kuliah umum dibuka oleh Dekan FIB, Drs. Bambang Lelono, M.Hum. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan kuliah umum merupakan momentum yang sangat tepat untuk belajar lebih jauh kepada ahli. Dekan FIB juga menambahkan, Prof Yudha yang merupakan teman satu almamaternya adalah expert dalam bidang linguistik. “Kita harus bisa mendapakan banyak manfaat dengan belajar dari apa yang beliau sampaikan,” ujarnya.

Selama satu setengah jam kuliah umum berlanjut, Prof. Yudha banyak memberikan pencerahan dan pemahaman baru terkait penelitian linguistik. Salah satunya dengan memaparkan penelitian komparatif beliau terhadap perbedaan bahasa Melayu yang digunakan pada tahun 1611-1682.

Maju terus pantang menyerah!

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA