Skip to main content

Tim Fakultas Biologi UNSOED Sosialisasikan Biopori di Kebumen

[unsoed.ac.id, Rab, 13/02/13] Penurunan kesuburan tanah dan semakin menipisnya cadangan air tanah menjadi salah satu permasalahan besar di masyarakat. Hal ini mendorong para biolog Fakultas Biologi untuk ikut turun tangan. Terbukti pada 4 Februari lalu fakultas menggelar penyuluhan di Kecamatan Kuwarasan Kebumen. Mengambil tema teknik biopori untuk meningkatkan reasapan air, 4 orang dosen menjumpai masayarakan di beberapa desa di kecamatan tersebut untuk membagi ilmu tentang biopori dan manfaatnya bagi lingkungan. Kegiatan ini adalah wujud pengabdian para biologi ini kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan Universitas Jenderal Soedirman untuk menuju World Class Civic University.

Dipilihnya masayarakat Kecamatan Kuwarasan sebagai audian bukan tanpa alasan. Kegiatan ini adalah salah satu langkah aktif dari Fakultas Biologi untuk menindaklanjuti kunjungan kerjasama yang digelar Desember tahun lalu. Dalam identifikasi permasalahan ditemukan bahwa masyarakat sekitar ini membutuhkan sentuhan teknologi untuk meningkatkan resapan air dan cadangan air tanah. “Melihat permukaan tanah yang sudah mulai dipenuhi dengan beton dan aspal, kami coba menawarkan teknologi biopori untuk meningkatkan resapan air di daerah tersebut”, kata Drs. Uki Dwiputranto, Grd. Dip. Sc.M.Sc.

Lebih dalam beliau menjelaskan bahwa biopori dapat diwujudkan dengan membuat lubang dengan diameter 10-30 cm dengan panjang 30-100 cm yang ditutupi sampah organik yang berfungsi untuk menjebak air yang mengalir disekitarnya. Biopori dapat digunakan untuk meningkatkan cadangan air bawah tanah, menyediakan air bagi tumbuhan disekitarnya serta dapat membantu pelapukan sampah organik menjadi kompos. “Selain hal tersebut biopori juga berfungsi untuk mencegah banjir, serta meningkatkan kualitas air tanah”, tambah Pak Uki.

Pembuatan lubang resapan biopori ini merupakan teknologi tepat guna yang sederhana yang ditawarkan kepada masyarakat sebagai sumbangsih Fakultas Biologi bagi penyelamatan lingkungan hidup. Teknologi ini telah terbukti mampu meningkatkan cadangan air tanah serta meningkatkan kesuburan tanah. Selain di Desa Purwodadi dalam waktu dekat akan digelar kegiatan serupa di beberapa desa di kecamatan ini.  Hal ini dimaksudkan agar gerakan pembuatan biopori ini menjadi gerakan masal sehingga efek dari biopori segara dapat dirasakan oleh masyarakat.

Fakultas Biologi terus mendorong para staf untuk terus terjun ke masyarakat untuk melakukan berbagi ilmu dan teknologi terbaru. Melaui berbagai kegiatan pengabdian diharapkan terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga masyarakat dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapinya. Salah satunya adalah minimnya cadangan air karena resapan air yang sangat kurang. Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)