Berita UNSOED

Unsoed Intercultural Summer Camp (UIS) 2015 Siap Digelar

[unsoed.ac.id, 27/8/15] Tahun ini adalah tahun kedua bagi Unsoed menggelar Unsoed Intercultural Summer Camp (UIS).  UIS 2015 ini diselenggarakan dengan tujuan memperkenalkan atau mempromosikan Unsoed  serta Banyumas dan sekitarnya dengan segala potensi yang ada di dalamnya. Hal ini diharapkan bisa menarik minat para mahasiswa ataupun calon mahasiswa untuk memilih Unsoed sebagai tempat tujuan bagi pendidikannya maupun melakukan riset dan pertukaran budaya serta lebih jauh lagi terjalinnya kerjasama yang baik antara Unsoed dengan universitas asal mahasiswa tersebut.

UIS 2015 yang diselenggarakan oleh UPT Layanan Internasional akan diikuti oleh 18 mahasiswa dari luar negeri yang akan didampingi oleh sejumlah mahasiswa Unsoed. Mahasiswa luar negeri tersebut berasal dari sejumlah negara antara lain Malaysia, Jepang, Thailand, Tiongkok dan Burundi (Afrika).

Kegiatan yang akan berlangsung dari 1-7 September 2015 ini mengenalkan mahasiswa pada berbagai potensi Unsoed melalui Campus Tour dengan mengunjungi beberapa fakultas yang ada di Unsoed. Selanjutnya peserta akan mendapatkan pengetahuan tentang berbagai hasil riset unggulan yang dilakukan oleh beberapa dosen Unsoed seperti Budidaya Mangrove, Gula Kelapa serta Padi. Peserta pun diajak untuk melihat dan mempraktekan  secara langsung pembuatan gula kelapa dan penanaman Mangrove sebagai bagian dari upaya konservasi pantai selatan.

Peserta juga akan dikenalkan pada pembuatan berbagai kuliner khas Banyumas seperti nopia, mendoan dll serta pembuatan batik di desa Papringan. Dalam mengenal budaya lokal, peserta juga akan mempelajari gamelan di SMA Negeri 1 Purwokerto serta pembuatan wayang kulit serta pembuatan keramik. Tak lupa peserta juga menikmati wisata alam Baturraden dan melakukan berbagai aktivitas seperti flying fox dan permainan yang mengakrabkan antar peserta serta mengunjungi Sanggaluri Park di Purbalingga.

Diharapkan dengan kegiatan ini para peserta dapat mengenal lebih baik tentang Unsoed dan budaya Banyumas serta merasa senang dan nyaman.  Kegiatan akan ditutup dengan penampilan budaya tiap negara peserta UIS 2015. (tunjung-iro unsoed)

    

Magister Ilmu Administrasi UNSOED Realisasikan Program Join Degree dengan Burapha University Thailand

[unsoed.ac.id, Kam, 27/8/15] UNSOED kian menunjukkan kapasitasnya sebagai kampus yang diakui reputasinya. Salah satunya ditunjukkan dengan digelarnya program join degree antara Program Magister Ilmu Administrasi (MIA) UNSOED dengan Graduate School of Public Administration (GSPA) - Burapha University, Thailand.  "Kita memberangkatkan empat orang mahasiswa, yakni Nur Amanah, Puspita Dewi Wulandari, Aa Lestari dan Titi Rahmawati selama satu semester studi di sana, dan dibiayai oleh program beasiswa unggulan dari kemendikbud, " ungkap Dr. Slamet Rosyadi, Ketua Program Studi S2 Ilmu Administrasi FISIP UNSOED. Ditambahkannya, kegiatan ini dilatarbelakangi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kerjasama internasional antara MIA UNSOED degan GSPA,  dan diharapkan mreka  belajar lebih banyak dari perspektif yang beragam, juga dapat meningkatkan network, Tidak hanya bagi mahasiswa, bagi program studi sendiri jelas ini akan memperluas kesempatan untuk menggelar kolaborasi riset sehingga kualitas akademik dapat meningkat, yang salah satu bentuknya adalah dengan publikasi karya tesis mahasiswa di jurnal internasional yang dikelola okeh UNSOED dan Burapha University. "Agar mereka tidak merasa teralienasi, sebelum berangkat, kami mendatangkan guru les bahasa thailand , native, agar mereka punya kemampuan dasar berbahasa thailand untuk sehari-harinya, " paparnya.

Kelima mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa MIA UNSOED Angkatan 23 atau Angkatan V Program Beasiswa Unggulan Kemendikbud. Dr. Slamet menambahkan, ke depan akan diproyeksikan lima mahasiswa kembali untuk dapat ikut join degree di GSPA. Tidak hanya itu, tahun ini MIA UNSOED juga berhasil meraih kuota 23 mahasiswa program besaiswa unggulan dari kemendiknas yang sebagian besar adalah calon guru, guru dan tenaga kependidikan.

Rekrutmen PT. NESTLE.

[unsoed.ac.id, Kam,27/8/15] Bertempat di Gedung Rektorat lantai 1 UNSOED, (Kamis, 27/8) berlangsung rekrutmen pegawai oleh PT. Nestle. Rekrutmen dari salah satu perusahaan multi nasional ini ditujukan kepada khususnya alumni UNSOED untuk mengisi posisi Medical Delegate. Jumlah pendaftar yang hadir mencapai sekitar 120 peserta yang tidak hanya datang dari berbagai fakultas di UNSOED tetapi juga peserta umum. Kegiatan ini diawali oleh laporan dari Kepala Bagian Pengembangan Mahasiswa dan Alumni UNSOED, Drs. Akhmad Suheli, MM. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Krisnhoe Maya Wulandari, MM.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan pesan dan nasehat kepada para peserta untuk bersungguh-sungguh menjalankan tugasnya setelah diterima. Tak lupa beliau juga mengucapkan selamat menempuh proses rekrutmen. “Tunjukkan effort terbaik selama proses rekrutmen, semoga yang terbaik bisa diterima,” beliau menambahkan. Dalam kesempatan ini juga dilakukan pemberian cendera mata oleh PT Nestle kepada UNSOED. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi mengenai PT. Nestle yang kemudian dirangkai dengan acara rekrutmen berupa interview, focus group discussion, dan lain-lain.

Munas IDAU III Dan Seminar Ulas Interpretasi Hematologi & Urinalis di FK

[unsoed.ac.id, Kam, 27/8/15] Bertempat di Hotel Dominic Purwokerto, Sabtu (22/8) pukul 08.00-14.00 WIB, berlangsung Seminar Kupas Tuntas Interpretasi Hematologi & Urinalis dan Munas IDAU III Fakultas Kedokteran Unsoed.  Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed dr. Fitranto Arjadi, M.Kes, dalam sambutannya Dekan menyampaikan terimakasih kepada para narasumber, peserta seminar, dan alumni yang hadir. Dekan juga mengucapkan selamat bermunas yang ke III bagi IDAU, semoga bisa memberikan sumbangsih bagi perkembangan Fakultas Kedokteran Unsoed.
Maksud dan tujuan Seminar Kupas Tuntas Interpretasi Hematologi & Urinalis dan Munas IDAU III Fakultas Kedokteran Unsoed adalah untuk mengulang kembali dan memperdalam Ilmu Dasar Hematologi dan Urinalisis sekaligus meningkatkan kerja sama dalam upaya penyedian pemeriksaan laboratorium untuk menegakan diagnosis pasti.
Hadir sebagai Pembicara dalam acara tersebut  dr Minto Rahayu, Sp.KK dengan materi “Interprestasi hasil Hematologi Lengkap”. Dr. dr Wahyu Siswandari, Sp.PK, dengan materi “Pitfall Hasil Hematologi Lengkap”. Sedangkan Prof. dr Lisyani B. Suromo, SpPK (K) dengan materi “Interprestasi dan Pitfall Hasil Urinalisis Lengkap”, serta dr I Edward K.S.L.,M.M.,M.H.Kes,SpPK,M.Si.Med dengan materi “Etikolegal Profesional laboratorium”.
Acara diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Rony)
 

Puslit Pangan, Gizi, dan Kesehatan Gelar Pelatihan HACCP

[unsoed.ac.id, Kam, 27/8/15] Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup.  Selain gizi yang harus terpenuhi, keamanan pangan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam mengonsumsi makanan agar terhindar dari bahaya maupun resiko terhadap kesehatan.  Pusat Penelitian Pangan, Gizi, dan Kesehatan (Puslit PGK) LPPM Unsoed melaksanakan Pelatihan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) bekerjasama dengan DIII Poltekes Kemenkes Tasikmalaya Cirebon.  Acara yang digelar minggu lalu ini memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada peserta tentang pengolahan pangan yang baik dengan memperhatikan aspek sanitai dan kesehatan.  Tim Puslit PGK LPPM Unsoed menjadi trainer dalam pelatihan tersebut yaitu Prof.Dr. Rifda Naufalin, MP, Dr. Rumpoko, MP, dan Ir. Erminawati, Ph.D serta tim pendamping Riana Listanti, M.Sc, Frisca Citra Agustina, M.Sc, dan Nur Yanti, MP.

Ketua Puslit PGK LPPM Unsoed, Prof.Dr. Rifda Naufalin, MP mengungkapkan bahwa pelatihan ini diantaranya memberikan pemahaman kepada peserta bagaimana usaha memusnahkan mikroba serta menghindarkan pangan dari cemaran fisik dan kimiawi.  “Setelah pelatihan ini para peserta yang terdiri dari ahli gizi, lulusan prodi gizi, dan wirausahawan pengolahan makanan dapat mengaplikasikannya,” ungkapnya.  Terlebih kepada para ahli gizi diharapkan bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat. 

Selain mengikuti pelatihan di dalam ruangan, para peserta juga melakukan kunjungan ke perusahaan pengolahan pangan udang beku dan ikan PT. Sambu Cirebon untuk melihat aplikasi HACCP.  “Dengan kunjungan langsung, peserta dapat memahami lebih jelas bagaimana aplikasi HACCP,” jelasnya.

Mahasiswa Baru 2015 Ikuti Program Pengenalan Kehidupan Kampus

[unsoed.ac.id, Kam, 27/8/15] Sebanyak 4.595 mahasiswa baru 2015/2016 mengikuti Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2015 pada tanggal 27-29 Agustus 2015. Kegiatan ini dilakukan pada masing-masing Fakultas di lingkungan Unsoed.
Drs. Akhmad Suheli, MM selaku Kepala Bagian Pengembangan Mahasiswa dan Alumni menyampaikan bahwa dalam kegiatan PKKMB ini para mahasiswa baru akan diberikan materi-materi yang meliputi wawasan kebangsaan, pengenalan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tujuan kegiatan agar mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang tumbuh dari kemauan diri yang dilandasi kecintaan, keikhlasan, kerelaan bertindak demi kebaikan bangsa dan negara Indonesia”, ungkap beliau.
Kemudian dalam serangkaian acara penerimaan mahasiswa baru 2015 ini akan ditutup oleh Rektor pada hari Minggu, 30 Agustus 2015 di Gelanggang Olahraga Soesilo Soedarman dengan defile BEM Universitas, UKM Universitas dan BEM Seluruh Fakultas.  
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

AIMI Goes to Office di FK UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam, 27/8/15] Fakultas Kedokteran Unsoed mendapat kunjungan dari AIMI (Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia) Purwokerto, Selasa, (18/8). Pada kesempatan ini AIMI mensosialisasikan tentang Manajemen ASI pada ibu bekerja, Manfaat menyusui ASI bagi bayi, ibu bekerja dan perusahaan, dan Peraturan Perundang undangan terkait menyusui pada ibu bekerja.
Acara yang bertempat di lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Unsoed, dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Pengurus AIMI, ibu-ibu dari tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 50 orang. Fakultas Kedokteran Unsoed merupakan salah satu penerima AGTO gratis dari AIMI Purwokerto ini mengambil tema Menyusui Pada Ibu Bekerja. 

 
Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Kedokteran Unsoed Endang Istanti, SH, MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih pada AIMI Purwokerto yang berkenan memberikan informasi tentang pentingnya Ibu menyusui ASI pada bayinya, serta cara menyusui, cara menyimpan ASI,  waktu yang harus diberikan ASI yang disimpan  pada bayinya serta perawatan bayi, ibu bayi dan peralatan yang digunakan.  “Semoga bermanfaat bagi ibu ibu karyawati Fakultas Kedokteran Unsoed sehingga dapat menciptakan anak sehat, ibu sehat namun tetap profesional bekerja”, harap beliau. 
Maju Terus Pantang Menyerah!

UNSOED Bekali Mahasiswa Baru Melalui Program PKKM

[unsoed.ac.id, Rab, 26/8/15] Dalam rangka untuk membekali mahasiswa baru agar memiliki kompetensi yang unggul secara intelektual juga memiliki karakter seperti Jenderal Soedirman yaitu jujur, peduli, pantang menyerah, gigih, tangguh, berdaya saing dan tanggung jawab, dilaksanakan kegiatan Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM). Didasari SK Rektor UNSOED no. 12 tahun 2014 ini dilaksanakan selama dua hari pada 25-26 Agustus 2015 dimulai jam 07.00 s.d. 16.00 WIB. 
Kegiatan ini dilaksanakan di setiap Fakultas diikuti oleh  4.445 Mahasiswa baru yang terbagi menjadi 140 kelas dengan jumlah mahasiswa antara 30-35 yang dibimbingan  1 Trainer dan  1 Co Trainer di setiap kelasnya dengan rincian sebagai berikut:

No Fakultas Jumlah Mhs Jumlah Kelas
1 Pertanian 663 23
2 Biologi 222 7
3 Ekonomi Dan Bisnis 749 23
4 Peternakan 345 10
5 Hukum 419 12
6 Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik 451 12
7 Kedokteran 168 5
8 Teknik 284 10
9 Ilmu Kesehatan 437 12
10 Ilmu Budaya 326 11
11 MIPA 200 7
12 Perikanan Dan Ilmu Kelautan 181 7

    

Pimpinan Unsoed yang terdiri dari Rektor dan para Wakil Rektor sangat mendukung pelaksanaan PKKM 2015 dengan melakukan monitoring ke semua Fakultas.  Rektor Dr. Ir. Achmad Iqbal MSi sangat mengapresiasi  pelaksanaan PKKM 2015 karena melalui PKKM akan membangun karakter mahasiswa seperti Jenderal Soedirman sekaligus memberikan masukan kepada panitia agar peserta setiap kelas dapat terdiri dari lintas Fakultas agar mahasiswa UNSOED dapat mulai berkomunikasi sedini mungkin untuk saling mengenal dan menambah keakraban mahasiswa antar fakultas.  
Dengan kerja sama pimpinan Universitas, panitia, tim kesehatan yang terdiri dari dokter dan KSR UNSOED serta semua pihak PKKM 2015 dapat terlaksana dengan baik.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Hari P/Hms)

 

Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru PAUD Untuk Mencegah Kekerasan Terhadap Anak

[unsoed.ac.id, Rab, 26/8/15] Purwokerto Utara ditetapkan sebagai Percontohan Kota Layak  Anak Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan sarana dan prasarana yang sudah  dianggap memadai dibanding Kecamatan lain yang ada di Kabupaten Banyumas. Namun berdasarkan temuan di lapangan,   Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Banyumas, ternyata memprihatinkan. Data di Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Banyumas tahun 2008 menunjukkan adanya 36 kasus kekerasan seksual anak . Sedangkan pada tahun 2009  tercatat dilaporkan terjadi 57 kasus. Berdasarkan data terbaru PUSAT Pelayanan Terpadu Berbasis Gender dan Anak (PPTBGA) Kabupaten Banyumas, Jawa selama Januari 2014, diterima  22 laporan kasus kekerasan seksual terhadap anak. jumlah tersebut hampir mencapai setengah dari total jumlah kasus yang terjadi selama 2013 yang hanya 49 kasus. Kekerasan seksual yang terjadi, umumnya dalam bentuk kasus pencabulan dan pemerkosaan, tidak hanya  terjadi hanya pada anak perempuan, tapi juga terhadap anak laki-laki. Pelaku tindak kekerasan  umumnya dilakukan oleh orang-orang yang justru dekat dengan mereka, dengan didahulu ancaman jumlah kasus sebanyak ini. Kondisi ini mengakibatkan  Kabupaten Banyumas menempati peringkat 10 besar dalam hal kekerasan seksual berbasis gender se-Provinsi Jawa Tengah.

Pusat Penelitan Gender, Anak dan Pelayanan Masyarakat (PPGAPM) LPPM Unsoed melihat bahwa Guru PAUD memiliki peran strategis dalam mencegah kekerasan terhadap anak-anak. Hal ini dikarenakan Guru PAUD merupakan sahabat dan pengganti orang tua sementara ketika anak-anak bersekolah. Guru PAUD memiliki tempat yang istimewa dan dihormati oleh anak-anak PAUD sehingga tidak jarang anak-anak bersifat terbuka terhadap mereka. Namun sayangnya, selama ini Guru PAUD belum memiliki metode dan pengetahuan untuk menangani dan mencegah kekerasan terhadap anak-anak usia dini. Oleh karena itu, pada tanggal 24 Agustus 2015 bertempat di balai desa Karangwangkal, PPGAPM mengadakan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Guru PAUD untuk Mencegah Kekerasan terhadap Anak-anak. Pelatihan ini dibuka oleh Dr. Tyas Retno Wulan M.Si (Kepala PPGAPM Unsoed). Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah 35 guru PAUD se Kec. Purwokerto Utara dan HIMPAUDI Kec. Purwokerto Utara. Dalam pelatihan ini dihadirkan narasumber seorang dokter anak yang cukup dikenal di daerah Purwokerto, yaitu dr. Muhammad Mukhson, Sp.A yang memberikan pengetahuan tentang dampak klinis kekerasan seksual terhadap anak. Narasumber berikutnya adalah Dra. Tri Wuryaningsih, M.Si (Kepala Pusat Pelayanan Terpadu Penanganan Kekerasa Berbasis Gender dan Anak/PPTPKBGA) yang menerangkan tentang Hak-hak Anak dan penanganan terhadap anak bila anak mengalami kekerasan. Selanjutnya adalah Dyah Woro Dwi Lestari S. Psi, M.A (Peneliti PPGAPM/Dosen Psikologi Univ Jenderal Soedirman) yang memberikan pengetahuan tentang pendekatan Psikologis yang dilakukan terhadap anak untuk menghilangkan trauma yang dialami. Pada akhir pelatihan, peserta melakukan praktik untuk menangani anak yang mengalami kekerasan dipandu oleh Dyah Woro D.L, S.Psi, M.A. Peserta pelatihan ini sangat antusias terbukti dari banyaknya pertanyaan dan antusiasme peserta yang tetap tinggi hingga akhir pelatihan dalam mendengarkan paparan dan melakukan latihan bermain peran pada sesi praktek. 

Bagi PPGAPM, pelatihan ini merupakan wujud dari pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat yang merupakan visi PPGAPM disamping juga merupakan wujud kewajiban melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dedikasi para guru PAUD yang sangat serius mengikuti pelatihan untuk menangani kekerasan pada anak membuat PPGAPM terharu dan mengapresiasi para pahlawan tanpa tanda jasa ini.
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

Mahasiswa Unsoed Ikuti MSU Global Leadership Camp di Thailand

[unsoed.ac.id, Sel, 25/8/15] Dua Mahasiswa Unsoed ikuti MSU Global Leadership Camp di Thailand.  Global Leadership Camp ini merupakan salah satu program internasional yang diselenggarakan oleh Mahasarakham University (MSU). Adalah Rafid Arifuddin (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan) serta Vicky Aditya Lestari (Fakultas Kedokteran) yang terpilih setelah melalui seleksi di Unsoed.  Tahun 2015 ini merupakan tahun ke-3 Global Leadership Camp (GLC) diselenggarakan dan dihadiri oleh 20 Negara di dunia seperti Indonesia, Myanmar, Vietnam, Philippines, United Kingdom, United States of Amerika (USA), Czech Republic, Russia, India, Pakistan, Korea, Jepang, Kamboja, Singapura, China, Afrika Selatan, Taiwan, and Thailand.

Program ini memiliki tujuan untuk mempromosikan ASEAN dan ISAN (Thailand bagian Timur Laut-Northeast Thailand) meliputi pengetahuan umum mengenai ASEAN dan kebudayaan tradisional di ISAN. Kegiatan ini diselenggarakan selama 10 hari, dimulai pada tanggal 10 – 31 Agustus 2015. Selain itu, program ini juga dibuat untuk mencetak calon pemimpin dari seluruh dunia melalui beberapa rangkaian pelatihan kepemimpinan.

Vicky mengisahkan bahwa di hari pertama merupakan masa orientasi dan pengenalan lingkungan MSU, dimana seluruh peserta diberikan kesempatan untuk berkeliling di seluruh lingkungan kampus MSU. “Hari kedua peserta disuguhkan dengan kegiatan pengembangan kepribadian berupa games yang dimainkan oleh setiap kelompok dan dipandu oleh Student Ambassador dari Mahasarakham University,” jelasnya.

Sementara itu Hari ketiga dan keempat peserta disuguhkan oleh kegiatan berupa workshop pelatihan berjudul “Working with the brains in Mind” bersama dengan Mr. Kitjakaan Chuaychowoong dimana kegiatan berfokus dalam melatih para peserta untuk memaksimalkan kerja ketiga bagian otak melalui serangkaian tugas-tugas kreatif yang dilaksanakan secara berkelompok seperti brainstorming, konseptualisasi ide dengan menggunakan media tulis, pelatihan presentasi kreatif dengan tema-tema tertentu dan tentu saja tidak terlepas dari konsep “leadership” dimana semua peserta diminta menjadi captain di setiap tim (boat) dan harus menerima instruksi yang diberikan oleh fasilitator.  “Hari kelima peserta mendapatkan materi berupa Sejarah berdirinya ASEAN yang diberikan oleh beberapa Associate Profesor dari Fakultas Sosial dan Ilmu Politik MSU seperti Dr. Lalita Hanwong dan Assoc. Professor Dr. Thaveeslip Subwattana. Selain itu, peserta juga mendapatkan workshop mengenai Public Speaking yang diisi oleh Assoc. Prof. Dr. Wajuppa Tossa dan Dr. Prasong Saihong,” jelasnya. 

Sepanjang menjalani proses leadership camp ini Rafid dan Vicky mendapatkan banyak pengalaman berharga.  “Bertemu dengan banyak teman dari negara, budaya, karakter dan bahasa yang berbeda, membuat kami belajar tentang pentingnya memahami perbedaan dan bersatu bahu membahu mengatasi berbagai persoalan,” ungkapnya.

Halaman

Subscribe to Berita UNSOED

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA