Test RSS

Gubernur Jawa Tengah Beri Kuliah Lingkungan dan Tanam Pohon Langka di UNSOED

[unsoed.ac.id, Jum, 6/3/15] Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo hadir ke UNSOED berikan kuliah umum dan melakukan penanaman pohon langka dalam rangka mewujudkan hutan pendidikan, Kamis, 6/3.  Ganjar beserta istri, Ibu Atikoh Ganjar disambut Rektor UNSOED Dr.Ir Achmad Iqbal, M.Si, Wakil Rektor Bidang perencanaan, kerjasama dan Humas, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED beserta jajaran pimpinan UNSOED lainnya.  Kuliah umum dengan tema “Pengembangan Hutan Pendidikan di UNSOED dan Penanaman Pohon Langka Menuju Jawa Tengah Ijo Royo-Royo” diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas dan peserta dari Dinas Pertanian dan Kehutanan.  Penanaman pohon di tahun ini direncanakan sebanyak 5000 buah di UNSOED yang merupakan bantuan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.  Dalam kegiatan ini, Bupati Banyumas, Danrem 071 Wijayakusuma, Dandim 0701 Banyumas, Kapolres, dan jajaran pejabat lainnya turut serta melakukan penanaman pohon langka di lingungan UNSOED.

Ganjar mengungkapkan bahwa banyak pihak peduli dan melaksanakan program penghijauan.  “Saya turut bangga banyak Kampus peduli terhadap hutan pendidikan, namun yang luar biasa adalah program-program hutan pendidikan yang berhasil menyulap lahan marjinal menjadi hutan pendidikan,” ungkapnya.  Program Jawa Tengah Ijo Royo-royo yang dicanangkannya bukan sekedar slogan semata namun diharapkan menjadi gerakan nyata.  “Maka saya sebenarnya lebih suka jika dalam program penanaman pohon dilakukan serentak, kalau 50 pohon ya ada lima puluh orang yang menanam secara bersama-sama dan masing-masing orang bertanggung jawab terhadap tanamannya, jadi tidak sekedar simbolis,” jelasnya.

 

Kepada para mahasiswa UNSOED, ganjar memberikan motivasi agar terus melakukan inovasi dalam berbagai disiplin ilmu.  “Mahasiswa pertanian misalnya, mesti melakukan upaya intensifikasi pertanian agar Jawa Tengah bukan sekedar swasembada pangan, namun berperan juga memberikan makanan untuk provinsi yang lain,” ungkapnya.  Untuk masalah swasembada, Ganjar mengungkapkan bahwa Jawa Tengah sudah beres masalah itu, tinggal masalah meningkatkan produksi melalui intensifikasi sehingga bisa ‘memberi’ pada provinsi lain serta masalah keberlanjutan ketahanan pangan.  “Produksi pangan tinggi, namun kita perlu menyadari juga bahwa alih fungsi lahan juga sangat tinggi,” ungkapnya.

Rektor, Dr.Ir Achmad Iqbal, M.Si mengungkapkan bahwa UNSOED berkehendak untu menjadi yang terdepan dalam mengelola secara arif dan bijak lingkungan yang ada untuk sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat dengan mengedepankan kesinambungan dan keberlanjutan.  "Tentu dibutuhkan pemahaman yang komprehensif dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian alam, " ungkapnya.  Yang tidak kalah penting menurut rektor adalah mensinergikan kebijakan, program, dan kegiatan dengan melibatkan dan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam menjaga alam itu sendiri. 

Setelah memberikan kuliah umum dan memberikan kesempatan tanya jawab mahasiswa, Ganjar melakukan penanaman pohon langka yaitu Myristica Fragrans Houtt (pala) di sekitar kolam UNSOED, Rektor, Bupati, dan Direktur Drive 5 Perhutani Jateng juga melakukan penanaman di lokasi yang sama.  Seusai acara di UNSOED, Gubernur dan rombongan menuju Jatilawang untuk melakukan panen raya padi.  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

UNSOED Gelar Yudisium Program Studi D2 Pendidikan Di Luar Domisili

[unsoed.ac.id, Jum, 6/3/15] UNSOED meluluskan mahasiswa D2 Program Studi di Luar Domisili (PDD) di P4TK IPA, Bandung 26 Februari 2015.  Sejumlah 15 lulusan diwisuda menjadi Ahli Muda (A.Ma) dengan 6 orang diantaranya dinyatakan lulus dengan pujian.  Hadir dalam acara Yudisium ini Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof.Dr.Ir. Mas Yedi Sumaryadi, MS, Ketua Program Studi Vokasi Ir. Mujiono, M.S, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dra. Krisnhoe Maya Wulandari, MM., dan Kepala Bagian Akademik Kusja S.IP. Hal ini merupakan komitmen UNSOED sebagai institusi pendidikan tinggi yang terpanggil dan berkewajiban untuk memfasilitasi serta mendorong upaya memperluas akses dan pemerataan pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan insan cerdas dan terampil dalam dunia usaha dan industri melalui model pendidikan di luar domisili yang   fleksibel serta menciptakan keterampilan personal dan sosial dalam bingkai pembelajaran sepanjang hayat

 

Visitasi BAN-PT dalam Re-Akreditasi Program Studi S1 Ilmu Komunikasi

[unsoed.ac.id, Kam, 5/3/15] Komitmen untuk menjadi lembaga yang akuntabel dan bermutu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi adalah sebuah keniscayaan. Hal ini sepenuhnya diyakini oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi FISIP UNSOED dan diwujudkan dalam proses re-akreditasi yang digelar oleh BAN-PT.  “Akreditasi merupakan bentuk pertanggungjawaban dalam tata kelola, yang hasilnya tidak hanya berguna untuk program studi, melainkan juga bagi lulusan dan masyarakat, “ ungkap Ketua Program Studi, Dr. Toto Sugito.  Ditambahkannya, melalui akreditasi pula perwujudan kualitas manajemen sebagai pertanggungjawaban kepada publik itu sendiri.

Sebagai rangkaian dalam proses tersebut, maka Kamis (5/3) berlangsung visitasi oleh BAN-PT yang menerjunkan Dr. Rd. Funny Mustikasari (UNPAD) dan Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni (UGM). Acara yang berlangsung di Gedung Laboratorium Jurusan Ilmu Komunikasi, dibuka oleh Dekan FISIP UNSOED, Dr. Ali Rokhman yang didampingi oleh para wakil dekan, perwakilan ketua-ketua jurusan dan seluruh staf pengajar di jurusan yang telah berdiri sejak tahun 1998. Dalam sambutannya, dekan mengucapkan terima kasih dan apresiasinya, seraya berharap agar proses dapat berjalan dengan lancar serta mendapatkan nilai akreditasi sebagaimana yang diharapkan. Mewakili tim asesor, Dr. Rd. Funny Mustikasari mengungkapkan terima kasih atas proses penerimaan yang diberikan oleh jurusan dan fakultas. “ Kami juga sudah berkeliling melihat aset, sarana dan prasarana yang ada, sehingga didapatkan gambaran langsung apa yang tertera di borang dengan realitas yang ada di lapangan, “ tandasnya.

Usai penerimaan, kedua asesor meninjau fasilitas program studi dan laboratorium. Saat pelaksanaan, hadir pula Wakil Rektor Akademik, Prof. Dr. Masyedi Sumaryadi memberikan atensi serta dukungan dalam pelaksanaan kegiatan.  Proses dialog dan konfirmasi atas konten borang bersama pengelola program studi serta pimpinan fakultas. Selama proses, didampingi pula oleh para staf pengajar dan diikuti oleh para mahasiswa.   “Harapannya, tentu saja kita dapat mempertahankan akreditasi A yang telah ada, sehingga semakin bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat melalui para lulusan yang berkualitas, “ pungkas Dr. Toto yang juga dikenal sebagai ahli etnografi komunikasi tersebut.

Sebagai informasi, Program Studi S1 Ilmu Komunikasi selama beberapa tahun ini masuk lima besar di UNSOED  yang paling banyak diminati calon peminat, baik seleksi nasional maupun mandiri. Terakreditasi A sejak tahun 2009, program studi ini berorientasi melahirkan sarjana ilmu komunikasi yang memiliki pengetahuan, pemahaman dan keterampilan teknis di bidang jurnalisme, hubungan masyarakat, penyiaran dan periklanan yang berorientasi pada pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal. Maju Terus Pantang Menyerah !

Prof. Osada dari Teikyo University Jajaki Kerjasama dengan UNSOED

[unsoed.ac.id, 04/03/15] Satu lagi universitas mancanegara melirik UNSOED untuk bekerjasama.  Prof. Osada dari Teikyo University Jepang datang langsung ke UNSOED bertemu dengan Rektor, Dr. Ir Achmad Iqbal, M.Si untuk membicarakan kerjasama UNSOED dengan Teikyo, Rabu (04/3).  Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Humas menyambut kehadiran Prof. Osada bersama Tim IRO Dr. Condrowibowo, Dr.rer.nat Erwin R Ardli, dan Dr. Agung Praptapa dari FEB UNSOED.  Hadir pula Prof. Oda, Dosen tamu UNSOED dari JICA.  Setelah bertemu Rektor, Prof. Osada bertemu dengan Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED untuk membicarakan teknis kerja sama dengan FEB.  Prof. Osada sebelumnya memang telah berkomunikasi dengan FEB UNSOED perihal kerjasama kedua belah pihak.

Agenda Prof. Osada selama di UNSOED setelah bertemu dengan Rektor dan Prof. Osada adalah menjalani Campus Tour.  Dalam program ini Prof. Osada akan masuk ke kelas-kelas mahasiswa FEB dan memberikan perkenalan serta kuliah singkat.  Kehadiran Prof. osada memperluas jaringan UNSOED dengan Universitas Mancanegara.  Hal ini mendukung program internasionalisasi UNSOED dalam rangka menuju World Class Civic University.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Kiprah UNSOED di Sudan

[unsoed.ac.id, Sen, 2/3/15] Tindak lanjut dari implementasi Memorandum of Understanding (MoU) Universitas Jenderal Soedirman dengan PT. Poultrindo Lestari (Salim Group) yang ditandatangani pada tanggal 15 April 2014 meluas ke manca negara. Pengembangan teknologi bidang pertanian, khususnya tanaman pangan, oleh para peneliti UNSOED akan merambah ke salah satu negara di Afrika, Negera Sudan.  Kunjungan Rektor UNSOED, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si. dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, M.Sc. ke Pulau Bulan dan Pulau Bintan yang menjadi lokasi riset dan pengembangan teknologi Unsoed pada 27 September 2014 lalu telah mengukuhkan kerja sama kedua belah pihak. Program riset dan pengembangan di wilayah Kepulauan Riau, wilayah Kalimantan dan Kab. Merauke, Provinsi Papua yang telah berjalan, mengantarkan teknologi di bidang pertanian yang dikembangkan Unsoed ke Benua Afrika.  

Mendukung program government to government antara pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Sudan, dua peneliti wakil UNSOED,  Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, M.P., Ph.D. selaku Ketua Tim Peneliti Program Kerja Sama UNSOED – PT. Poultrindo Lestari (Salim Group) dan Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D., Kepala UPT Layanan Internasional UNSOED mengawali langkah program pengembangan teknologi bidang pertanian di Sudan. Sudan Mission Team Indonesia yang dikoordinasikan oleh Kedutaan Besar Sudan untuk Indonesia, terdiri dari dua pakar bidang pertanian dari UNSOED (Prof. Totok dan Dr. Suprayogi), dua pakar engineering dari PT. LAPI ITB (Dr. Hernawan Mahfudz dan Irfan Amran), dua pakar hidrologi dari kalangan praktisi (Robert dan Dadan, Salim Group), serta Ustadz Ahmad Sahal, staf ahli DPR sebagai mediator dan pemandu. Tim akan bekerja selama satu pekan untuk mempelajari peluang investasi di bidang pertanian dalam arti luas, pertambangan serta jasa yang berorientasi ekspor atas undangan Pemerintah Sudan.

Pemerintah Sudan, yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Menteri Investasi dan Wakil Menteri Pertanian, sangat menyambut baik dan sangat terbuka dengan kehadiran tim Indonesia, dan sudah ditunggu sejak tiga tahun lalu. Wakil Menteri Investasi Sudan, Dr. Ali Muhamed Musa Tawer dalam penyambutan kehadiran tim Indonesia pada tanggal 1 Maret 2015, menyebutkan bahwa Pemerintah Sudan ingin mengembangkan produktivitas pertanian untuk ekspor dengan mengundang investor. Beberapa negara yang telah mencoba mengembangkan pertanian di Sudan adalah JICA Jepang, China, Pakistan, dan Mesir. Lebih lanjut, Wakil Menteri Pertanian, Dr. Bahaudin Muhamed Khamis menyampaikan kepada Tim Indonesia bahwa investasi Indonesia nantinya akan diarahkan pada pengembangan kawasan wilayah Provinsi Kasala, dengan potensi lahan pertanian seluas 500 ribu hektar, akan tetapi baru 20% dimanfaatkan sebagai lahan produktif.

Hubungan baik Pemerintah Sudan dan Pemerintah Indonesia telah lama terjalin. Berkaitan dengan sejarah terselenggaranya Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menjadi tonggak kemerdekaannya, Negara Sudan, salah satu negara di Benua Afrika ini merasa memiliki ikatan persaudaraan yang erat dengan Indonesia. Sebelumnya, ulama Sudan Syeikh Ahmad Syurkati datang ke Indonesia dan mengembangkan organisasi dan lembaga pendidikan Al Irsyad Al Islamiyah yang berkembang hingga saat ini. Hubungan kerja sama secara khusus di bidang pertanian telah diupayakan sejak tahun 2014, Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah mencoba penanaman padi sawah dan padi gogo di negeri yang berpenduduk kurang dari 30 juta jiwa dengan makanan pokok berbahan dasar gandum ini. Produksi pertanian Sudan, yang salah satunya berpusat di Provinsi Kasala, telah mampu memenuhi kebutuhan penduduk dan beberapa tahun ini telah mampu mengekspor daging ke Timur Tengah, selain bahan tambang khususnya emas. Namun demikian, dengan potensi lahan pertanian yang luas Pemerintah Sudan berkeinginan meningkatkan ekspor produk pertanian, khususnya tanaman pangan, melalui investasi berbagai negara. Keseriusan pemerintah atas terbukanya investasi Indonesia di bidang pertanian ini telah ditunjukkan dengan dibangunnya tiga dam di Kawasan Sungai Nil untuk mendukung infrastruktur bidang pertanian.

Pengalaman Indonesia melalui kiprah tim peneliti Unsoed di bidang produksi tanaman pangan di lahan sub-optimal salah satunya telah teruji melalui program Paddy Project di Pulau Bulan, Kepulauan Riau. PT. Poultindo Lesttari (Salim Group)  yang mulai fokus mengembangkan potensi alam Indonesia di bidang pertanian sejak tahun 2010, telah bersinergi dengan Tim Peneliti Unsoed untuk mengembangkan padi di lahan mineral bauksit di Kepulauan Riau. Tim yang terdiri dari Prof. Dr. Ir. Suwarto, M.S., Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, MP., Ph.D, Dr. Ir. M.Rif’an, M.P. Agus Riyanto, M.S.P., M.Si, dan Dyah Susanti, S.P., M.P. telah mampu memproduksi padi di lahan marginal dan suhu tinggi dengan hasil melebihi target, yang belum dapat dilakukan oleh peneliti negara lain yang telah mencoba sebelumnya. Pengalaman tersebut, dan rekam jejak penelitian dan pengembangan tanaman pangan di berbagai wilayah menjadi modal pengembangan teknologi bidang tanaman pangan di Provinsi Kasala, Sudan. Kiprah Unsoed semoga terus menjadi sumbangsih Indonesia untuk dunia. Maju Terus Pantang Menyerah ! (Dyah S)

 

Diskusi UU Desa

[unsoed.ac.id, Sen, 2/3/15] Kelahiran Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa atau yang sering disebut dengan Undang-undang Desa memberikan harapan baru bagi kemandirian Desa-desa di seluruh wilayah Indonesia.  BEM UNSOED bersama Yayasan Literasi Bangsa dan Rumah Aspirasi Budiman menggelar Diskusi untuk menelaah Undang-undang ini secara akademik. Ketua Pansus UU Desa saat itu, Budiman Sudjatmiko, M.Sc.,M.Phil menjadi pembicara dalam kegiatan ini untuk menelaah maksud dari Undang-undang Desa.  Sebagai pembanding, Prof.Dr. Imam Santosa, M.Si, Pakar Sosiologi Pedesaan UNSOED memandangnya dari tinjauan sosiologis.

Disampaikan oleh Budiman bahwa Undang-undang Desa diharapkan membawa penduduk di Desa lebih sejahtera melalui 4 (empat) aspek utama, yaitu  pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan (Pasal 78 ayat 1).  Untuk menunjang Pembangunan Desa tersebut, akan ada alokasi dana cukup besar yang mengalir ke Desa. Pada Pasal 72 ayat (4) ditetapkan paling sedikit 10% dari dana transfer daerah dalam Anggaran Pedapatan dan Belanja Negara (APBN) akan mengalir ke Desa.  “Desa menjadi mendapatkan dana cash dari negara sekaligus menentukan sendiri dana tersebut mau digunakan untuk apa,” ungkapnya.  Sumber daya desa harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa.

Hal senada diungkapkan oleh Prof. Dr. Imam Santosa, M.Si bahwa undang-undang ini butuh untuk segera dilaksanakan.  “Dengan keluarnya PP 43 Tahun 2014, UU ini sudah seharusnya dilaksanakan,” jelasnya.  Mengenai kekhawatiran berbagai pihak tentang kesiapan masyarakat desa dalam menjalankannya, Prof. Imam tidak menafikkannya.  “Segala sesuatu butuh dimulai dan setelah itu akan ada perbaikan disana-sini,” ungkapnya.

Tanah Bengkok Harusnya Tetap Dikelola Desa

Menanggapi berbagai pertanyaan seputar pelaksanaan UU ini, Budiman menjawab lugas, salah satunya mengenai PP 43 yang mengatur agar bengkok menjadi milik daerah.  “UU Desa membiarkan hak-hak yang selama ini menjadi milik desa, semestinya PPnya juga demikian sehingga bengkok seharusnya tetap menjadi milik desa,” jelasnya.  Sementara itu, berkaitan dengan pengawasan dan pendamping di desa Budiman menantang para akademisi dan mahasiswa untuk terlibat dalam mewujudkan UU Desa ini menjadi kenyataan.  "Para pendamping ini bisa ditunjuk pemerintah pusat maupun pemda, tapi Desa di sisi lain juga memiliki kewenangan untuk melakukan kerjasama dengan pihak ketiga, sesuai bidang yang dibutuhkan," jelasnya.

Kegiatan diskusi desa ini berlangsung menarik dengan dihadiri berbagai elemen baik mahasiswa, akademisi, kepala desa, aktivis pemberdayaan, dan masyarakat umum.  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

 

Inisiasi Kerjasama UNSOED-Guangzhou

[unsoed.ac.id, Sen, 02/03/15] Penjajakan kerjasama internasional yang dilakukan UNSOED semakin luas.  Kali ini UNSOED kedatangan Konsul untuk bidang Sosial dan Kebudayaan, Konjen Guangzhou, Guangdong, Tiongkok Herbayu Anurlambang.  Herbayu diterima langsung oleh Rektor UNSOED, Dr. Ir Achmad Iqbal dan Wakil Rektor Bidang Perencanaan Kerjasama dan Humas, Drs. Sigit Wibowo, DN,MM untuk membahas tentang inisiasi kerjasama UNSOED dengan Universitas-universitas di Tiongkok.  Hingga hari ini UNSOED telah bekerjasama dengan 2 Universitas Tiongkok yaitu Hebei dan Yunan, inisiasi ini diharapkan akan menambah jumlah Universitas yang bekerjasama dengan UNSOED.  Hal ini sebagaimana disampaikan sekretaris IRO, Dr. Condro Wibowo.

Pada pertemuan ini, bersama Direktur IRO, Ir. Suprayogi, Ph.D dan jajarannya dipaparkan potensi dan keunggulan UNSOED.  Dosen FEB UNSOED, Icuk Rangga Bawono, S.H.,S.E., M.Si,Ak, MH juga melakukan Presentasi tentang keunggulan UNSOED di Tiongkok dan menjadi dosen tamu di beberapa Universitas di sana.  UNSOED pada kesempatan ini juga diharapkan turut membidani sister city antara Banyumas dan Guangzhou, hal ini penting bagi UNSOED dalam peranannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berada di Banyumas.

Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Sumpah Dokter Gigi Periode ke- 1

[unsoed.ac.id, Sen, 02/03/15] Program studi Pendidikan Dokter Gigi Fakultas Kedokteran UNSOED, melaksanakan Sumpah Dokter Gigi untuk Periode Ke-1, Jumat (27/2). Acara bertempat di Aula Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) UNSOED. Dalam acara Sumpah Dokter Gigi  ini diikuti oleh 2 Mahasiswa yang di angkat sumpahnya yaitu drg. Fandi Ashar (IPK 3.97) dan drg. Leni Paramita Nurmalini (IPK 3.99). Hadir Dekan Fakultas Kedokteran, Direktur RSGMP, Ketua Jurusan Program Studi Fakultas Kedokteran Gigi, Ketua Cabang Persatuan Dokter Gigi Banyumas dan para Dosen beserta orang tua Mahasiswa.

Dalam sambutan Rektor yang dibacakan Dr. Sigit Wibowo, DN, M.M selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat/WR IV menyampaikan selamat bagi peserta angkat sumpah dokter gigi berharap dapat memberikan pelayanan sebaik-baiknya melalui dengan prosedur yang berlaku serta memberikan harapan bagi yang membutuhkan dan memaksimalkan kapasitasnya. “bagi dokter gigi yang baru dengan terus berpegang pada sumpah dokter gigi yang terucap,terus meningkatkan potensi diri seperti ilmu pengetahuan yang terus berkembang secara dinamis, senantiasa mawas diri / menjaga sikap terhapat segala hal yang dihadapi,” harap WR IV.

Pada kesempatan yang sama dr. Fitranto Arjadi, M.Kes selaku Dekan Fakultas kedokteran UNSOED menyampaikan bahwa dalam pelantikan sumpah dokter ini merupakan yang pertama serta bersejarah bagi Program Studi Pendidikan Kedokteran Gigi serta perolehan tingkat IPK yang cukup tinggi (IPK 3.99). “Semoga dengan prestasi ini dapat meningkatkan kopetensi dalam profesionalitas selanjutnya untuk peserta angkat sumpah dapat memberikan contoh yang baik bagi mahasiswa yang lain dan terus meningkatkan kualitas serta pelayanan bagi masyarkat serta menjaga nama baik institusi”, ungkap dr. Fitranto”.

Maju Terus Pantang menyerah!

 

Pesta Rakyat Farmasi 2015

[unsoed.ac.id, Sen,02/3/15] Bertempat di kompleks gedung Jurusan Farmasi UNSOED (Minggu, 1/3) berlangsung Pesta Rakyat Farmasi 2015. Kegiatan yang merupakan rangkaian Dies Natalis ke-10 Jurusan Farmasi tersebut dikemas dalam tema “One Family, One Decade.” Adapun rangkaian kegiatan dalam Pesta Rakyat Farmasi 2015 ini adalah senam pagi, pengobatan gratis, donor darah, reuni akbar, tasyakuran dan temu alumni.

Acara ini dibuka oleh Ketua Jurusan Farmasi Dhadhang Wahyu Kurniawan, M.Si.,Apt. “Kegiatan Pesta Rakyat Farmasi ini melibatkan seluruh civitas akademika farmasi UNSOED,” jelasnya. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen, & karyawan serta alumni. Beliau juga berharap acara ini menjadi tonggak awal pelibatan secara konkret alumni Farmasi UNSOED dalam pengembangan jurusan ke depannya.  “Kegiatan ini dapat terwujud salah satunya juga karena konsolidasi, kerjasama, dan dukungn dari alumni,” jelasnya. Farmasi UNSOED ingin terus berkembang menjadi lebih baik seperti kampus-kampus Farmasi besar di Indonesia. Oleh karena itu Farmasi UNSOED harus melibatkan semua pihak.  Tak lupa pada kesempatan ini Pak Dhadhang juga bersyukur dengan kenaikan peringkat akreditasi Jurusan Farmasi beberapa waktu yang lalu.

Maju terus pantang menyerah!

RSGMP Gelar Talkshow Kecantikan

[unsoed.ac.id, 27/02/15] Bertempat di Aula Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) UNSOED, Jumat, (27/2) berlangsung acara talkshow yang bertema Tampil Cantik dengan Pola Makan yang Sehat. Acara yang diselenggarakan sebagai salah satu promosi RSGMP ini menghadirkan pembicara yaitu Dr. Rizal Alaydrus, CSN. Dokter lulusan Fakultas Kedokteran UNHAS ini selain bekerja sebagai Sport & Diet Consultant di RS Gading Pluit Jakarta, juga menjadi host untuk acara televisi Bunda dan Buah Hati. Acara ini juga terselenggara berkat kerjasama antara RSGMP dengan brand kosmetik terkemuka Aibu dan Pigeon. Ihsan Idol juga hadir memeriahkan acara ini

Talkshow yang dilaksanakan secara cuma-cuma ini mengundang segenap masyarakat di sekitar RSGMP dan juga civitas akademika UNSOED pada umumnya. Meskipun didominasi oleh peserta perempuan, nampak hadir juga staff dan karyawan RSGM laki-laki di deretan bangku belakang. Talkshow interaktif ini tentu saja banyak membahas tentang masalah kecantikan. Diantaranya yang menjadi bahasan utama adalah masalah kulit dan kaitannya dengan pola makan.

Maju Terus Pantang Menyerah! (Oryza Sabathino F/Foto : Oryza Sabathino F)

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA