Test RSS

Bersama LPSK, FH UNSOED Gelar Bintek Perlindungan Saksi dan Korban

[unsoed.ac.id, Kam, 28/5/15] Bertempat di Aula Gedung Justitia III Fakultas Hukum UNSOED, Rabu(27/5) Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) bersama dengan FH UNSOED menyelenggarakan “Bimbingan Teknis Tata Cara Permohonan Perlindungan Saksi dan Korban”. Bimbingan Teknis ini menghadirkan beberapa nara sumber yang terdiri dari Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Lies Sulistiani, S.H.,M.Hum, Akademisi, Dr.Angkasa, S.H.,M.Hum (Dekan Fakultas Hukum Unsoed), Praktisi Hukum Kompol Rio Tangkari, S.IK, S.H (Wakapolres Banyumas),  dan Ahmad Kuswantoro, S.H (Kasi Datun Kejaksaan Negeri Purwokerto) serta dimoderatori oleh Dr. Setya Wahyudi, S.H.M.H. Peserta seminar nasional terdiri dari LSM, Advocat, Kejaksaan, Kepolisian, Dosen dan mahasiswa.

Rektor Unsoed  Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si dalam sambutan sekaligus membuka pelaksaaan Bimbingan Teknis menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis sangat penting karena sebagai tindak lanjut adanya sekretariat bersama LPSK di Unsoed serta mensosisialisasikan kepada masyarakat  tentang penanganan perlindungan dan bantuan yang cepat dan efektif di wilayah Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan sekitarnya. " Dalam konteks inilah, kemitraan UNSOED dengan LPSK yang diwujudkan melalui Sekretariat Kerjasama menjadi penting, karena sangat mungkin masyarakat yang kebetulan dalam kapasitas sebagai saksi atau korban, membutuhkan perlindungan,  khususnya dalam bentuk pendampingan, konseling, assesmen medis dan psikologis serta penilaian potensi kerugian yang dialami korban sehingga nantinya dipergunakan dalam memberikan resitusi kepada korban tersebut, " ungkap Rektor. 

Sejak bulan September 2013 yang lalu LPSK dan Fakultas Hukum Unsoed telah meresmikan Sekretariat Bersama LPSK dan Fakultas Hukum Unsoed yang berlokasi di Gedung Justitia II Fakultas Hukum Unsoed Jl. Prof. dr. H.R. Boenyamin No 708 Grendeng Purwokerto 53122 Tlp. (0281) 638339. Bimbingan Teknis ini merupakan kerja sama lanjutan, agar sekretariat kerja sama ini dapat berjalan efektif. Dukungan masyarakat di wilayah Purwokerto dan sekitarnya sangat diperlukan, agar jangkauan sekretariat kerja sama ini dapat meluas mencakup seluruh wilayah Jawa Tengah.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Pawai ASEAN Warnai Lustrum Pertama Program Studi Hubungan Internasional UNSOED

[unsoed.ac.id, 28/5/15] Memasuki usia 5 tahun, Prodi Hubungan Internasional semakin intens melakukan terobosan kegiatan pembelajaran kreatif dengan munculnya berbagai kegiatan edutainment di berbagai mata kuliah agar perkuliahan menjadi menyenangkan sekaligus memberikan wawasan tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga masyarakat yang menyaksikan secara nyata hasil pembelajaran tersebut. Selain berbagai simulasi sidang internasional, berbagai festival kawasan juga menjadi projek  kelas bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah kawasan.

Semester ini giliran Festival Asia Tenggara digelar secara meriah selama 2 hari berturut-turut (27-28 Mei 2015) dengan menggabungkan antara kegiatan akademik dan entertainment. Kegiatan yang bertema Bond As One ini dilakukan juga untuk memeriahkan Lustrum pertama Prodi HI diawali dengan Pawai ASEAN Community berkeliling kampus Unsoed untuk mensosialisasikan sekaligus mengundang seluruh warga Unsoed untuk menyaksikan Festival Asia Tenggara. Pawai dimeriahkan dengan berbagai atribut negara anggota ASEAN, menyanyikan lagu ASEAN Way, serta membagikan pamflet dan kue-kue serta coklat berbendera negara-negara ASEAN.

Sore harinya bertempat di Aula FISIP dilakukan diskusi tentang persiapan menghadapi ASEAN Community 2015 dibuka oleh Dekan FISIP, Dr. Ali Rokhman, M.Si yang menyatakan pentingnya mahasiswa mulai aktif menyiapkan segala kemampuan untuk bersaing dalam ASEAN Community. Selain gambaran umum tentang ASEAN Community disampaikan oleh Tundjung Linggarwati, S.IP, M.Si, staf pengajar di Prodi Hubungan Internasional FISIP Unsoed.

Yang menarik dari diskusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa dari Malaysia, Nur Ifah dan Sabrina yang sedang menjalani studi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed serta mahasiswa Thailand, Iswandee-Sae dan Amin yang sedang kuliah di Universitas Muhammadiyah Purwokerto sebagai narasumber untuk menjelaskan berbagai persiapan yang dilakukan negaranya menghadapi ASEAN Community. Ada juga beberapa mahasiswa Prodi HI yang beberapa waktu lalu tinggal di beberapa negara anggota ASEAN dalam program Global Youth Ambassador Program, mengamati secara langsung persiapan ASEAN Community di negara tersebut. Mereka adalah Azizah (Vietnam), Teguh Haryadi Jumena (Philipina), Tiara Putri (Cambodia) serta Noviantika (Thailand)

Dari hasil diskusi tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa Indonesia termasuk ketinggalan dalam persiapan menghadapi ASEAN Community terutama pada hal-hal yang bersifat sosialisasi terhadap masyarakatnya. Di negara seperti Cambodia dan Thailand sudah ada kurikulum dan buku panduan tentang ASEAN yang diperuntukan bagi siswa dari tingkat dasar bahkan Taman Kanak-Kanak sehingga sejak dini mereka sudah mengenal ASEAN dan negara-negara anggota ASEAN lainnya serta mengetahui apa yang bisa dilakukannya dalam ASEAN Community.

Selanjutnya dihari berikutnya akan diadakan pagelaran 10 negara ASEAN baik dalam bentuk stand pameran, fashion show, kuliner maupun penampilan seni yang juga merupakan hasil kolaborasi mahasiswa Prodi HI Unsoed dengan mahasiswa Malaysia dan Thailand yang ada di Purwokerto. Tak lupa ada juga sesi khusus untuk keprihatinan dan penggalangan dana bagi para pengungsi Rohingya. ASEAN.....Bond As One, Viva HI Unsoed.

Mengenal Banyumas Lewat Permainan Monopoli

[unsoed.ac.id, Rabu,27/5/15] Tak terbayangkan sebelumnya, mengenal Banyumas dan pariwisatanya bisa dilakukan dengan cara yang sangat menyenangkan dan mudah.  Adalah tim dari Hubungan Internasional Unsoed melakukan PKM berbasis riset menghasilkan salah satunya Permainan Monopoli Banyumas.  Permainan ini memudahkan siswa SMK N 3 Purwokerto untuk memahami Banyumas yang kelak akan mereka promosikan.  Semakin dekatnya Masyarakat ekonomi Asean (MEA) membuat semua pihak harus segera bersiap.  Tak terkecuali Banyumas dengan potensi wisatanya harus siap menyambutnya.  Salah satu hal penting yang harus dilakukan adalah mengenalkan pariwisata dan eksotisme Banyumas kepada publik.  Tunjung Linggarwati, M.Si, Reni Miryanti, M.Si, dan Sri Wijayanti, M.Si bersama tim mahasiswa HI merancang permainan ini sebagai salah satu rangkaian mengenalkan Banyumas.  Setelah itu Tunjung dan tim juga akan mengajarkan paket pemandu wisata dengan bahasa inggris.  Siswa SMK N 3 sangat antusias dengan program ini, terbukti pada saat Launching, pada Tanggal 26 Mei 2015 para siswa sangat bersemangat ingin segera memainkannya.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas menyambut baik upaya ini.  “Saya turut bangga dengan PKM berbasis riset ini karena akan memudahkan kita mengenal Banyumas untuk mengenalkannya ke luar negeri,” ungkapnya.  Hal senada diungkapkan Kabid Pariwisata Kabupaten Banyumas Jatmiko yang mendukung penuh upaya tim Unsoed ini.  “Kita tidak mungkin memperkenalkan Banyumas jika kita tidak mengetahui tentang Banyumas itu sendiri, Monopoli ini adalah terobosan yang sangat cerdas untuk memahami pariwisata Banyumas,” ungkapnya.

Kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mengenai pariwisata di Banyumas.  “Kami juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan dalam menyusun paket wisata Banyumas,” ungkap Tunjung.  “Hal ini juga diharapkan meningkatkan minat sekolah terhadap bidang pemandu wisata sebagai salah satu alternatif ketrampilan yang berpeluang di dunia kerja,” lanjutnya.  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Dosen UNSOED Perkenalkan Kuliner dan Seni Tradisional di Negeri Sakura

[unsoed.ac.id, Rabu, 27/5/15] Perjumpaan kebudayaan adalah sebuah media komunikasi strategis dalam meningkatkan pemahaman antarbangsa. Seringkali kegagalan komunikasi terjadi, bukan dikarenakan substansi permasalahan melainkan karena ketidakcakapan memahami budaya dan kebiasaan mitra bicaranya. Setidaknya hal ini diyakini oleh sejumlah  dosen UNSOED yang tengah melakukan riset di negeri Sakura,  dengan memperkenalkan kuliner dan seni tradisional.  Pekan kemarin, di sela-sela kegiatan penelitian kolaborasi internasional, bertempat di Osaka International University dan Takamatsu University,  adalah Dr. Ely Triasih Rahayu, Yusida Lusiana, M.Si., M.Pd., Hartati, M.Hum (FIB) dan Dr. Wisnu Widjanarko (FISIP) menghadirkan ‘Indonesia’ melalui masakan nasi goreng dan mie goreng serta seni membatik dan tari tradisional.  Selama kegiatan, para dosen juga dibantu oleh dua mahasiswa Sastra Jepang FIB UNSOED, yakni Henggar dan Sigit.  Di kedua kampus tersebut, mereka memasak dan menyajikan makanan khas serta mengajak sivitas akademika di kedua kampus tersebut untuk mencoba membatik dan menari bersama.

Dipandu oleh Dr. Ely, sivitas akademika diajak untuk terlibat aktif, seperti memperkenalkan nama bumbu pada masakan atau bahan dan peralatan hingga mentranslasi  makna gerak tari dalam dwibahasa. Gabungan ketelatenan para dosen serta dan minat peserta, maka  selama kegiatan, suasana berlangsung dengan keceriaan dan diwarnai dengan apresiasi. Melalui performa budaya tersebut, diharapkan masyarakat Jepang, khususnya sivitas akademika di kedua kampus tersebut akan semakin mengenal Indonesia sebagai bangsa yang kaya dengan warisan kebudayaan yang memiliki nilai-nilai kearifan lokal. .  Khusus untuk membatik, Dr. Ely mengungkapkan terima kasihnya atas dukungan Bank Indonesia (BI) Purwokerto yang telah memfasilitasi kegiatan seni batik Banyumas di negeri sakura tersebut.  Maju Terus Pantang Menyerah

 

 

 

 

 

 

 

Fakultas Kedokteran Gelar Serah Terima dan Janji Dokter Muda Periode 34

[unsoed.ac.id, Rab, 27/5/15] Bertempat di RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo Selasa, (26/5) pukul 09.00 berlangsung Acara Serah Terima dan Pengucapan Janji Dokter Muda Periode 34. Kegiatan diikuti sebanyak 26 orang terdiri dari Perempuan 19 orang dan 7 orang laki-laki. Hadir dalam kesempatan tersebut Dekan, Kajur KU, Kabag TU, Direktur RS Margono, Wadir RS Margono, dan para Kasubsi RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo.

dr. Harryadi Ibnu Junaedi, Sp.B selaku Direktur RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para dokter muda dan lancar dalam menempuh profesi. Janji yang akan didengar oleh Allah SWT, ada 8 janji yang penting yaitu menggunakansebaik-baiknya kesempatan melanjutkan profesi, menghormati pasien, menjaga etika sopan  -santun, disiplin dalam proses pembelajaran, tertib, merahasiakan karena disiplin keilmuannya, mengutamakan kesehatan penderita, merawat penderita, merawat semua fasilitas pendidikan.

Direktur RSUD Prof.Dr. Margono Soekarjo menerima dengan tangan terbuka dan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah janji dokter muda.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)

UNSOED Tuan Rumah Pertemuan Ilmiah Regional Patologi Anatomi

[unsoed.ac.id, Sel, 26/5/15] Dihadiri sekitar 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa, Residen dan dokter-dokter spesialis Patologi Anatomi berasal dari Unsoed, Undip, UNS, UGM adakan Pertemuan Ilmiah Regional Patologi Anatomi wilayah Jawa Tengah dan DIY. kegiatan berlangsung pada tanggal 23 Mei 2015 jam 08.00-15.00 WIB, di Auditorium lantai 3 Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.

dr. Hidayat Sulistyo, M.Si.Med., Sp.PA., selaku Ketua Panitia dan Wakil Dekan I dr.Wahyu Siswandari, SP.PK.,M.Si.Med., yang membuka acara tersebut dan acara selanjutanya adalah Seminar ilmiah I tentang Histopathology examination : Medicolegal Aspect (Pembicara : dr. H.M.Mambodiyanto, SH., MMR. Moderator : dr. Dody Novrial, M.Si.Med. Sp.PA). Seminar ilmiah II tentang Soft Tissue Tumor : Clinical Aspect (pembicara : dr. Lopo Triyanto Sp.B (K) Onk FinaCS). Seminar ilmiah III tentang Soft Tissue Tumor : Histopathological Aspect, sebagai pembicara dr. Sjahjenny Mustokoweni, Sp.PA (K). Moderator : dr.Ahmad Gozali, Sp.PA (K). Seminar ilmiah session IV perihal Aspirasi Jarum halus, pembicaranya adalah dr.Sjahjenny Mustokoweni, Sp.PA (K), dengan moderator adalah dr.Indra Wijaya, Sp.PA (K). Kemudian acara ditutup dengan ramah tamah.

Maju Terus Pantang Menyerah1!!(L135)

LP3M UNSOED Gelar Sosialisasi Sertifikasi Dosen 2015

[unsoed.ac.id, Sel, 26/5/15] Lembaga Pengembangan Pembelajaran, Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) menggelar kegiatan sosialisasi Sertifikasi Dosen 2015. Acara yang berlangsung di Gedung Rektorat Lt 1, Senin (25/5),  menghadirkan sejumlah narasumber Ir. Suparwi, MS, Dr. Eming Sudiana, M.Si (Staf Ahli LP3M) dan Ir. Juni Sumarmono, M.Sc, Ph.D (Koordinator Pusat Penjaminan Mutu LP3M) 

Rektor, Dr. Ir. Achmad Iqbal dalam pembukaanya menyampaikan dalam sertifikasi dosen (Serdos) ini merupakan bagian dari penjamin mutu tenaga pendidik yang harus memiliki kompetensi minimal dari para dosen untuk menjadi tenaga pendidik yang profesional dalam mengembangkan atau mentrasfomasikan ilmu pengetahuan melalui pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat. “ Diharapkan pada para dosen yang belum disertifikasi di wajibkan mengikuti sosialisasi ini yang nantinya akan diupload sebagai sarat keluarnya nomor register sertifikasi”, demikian ungkap Rektor.

Pada pembicara pertama Ir. Suparwi, MS memaparkan pembaruaan serdos yang meliputi potensi akademik, Rekam jejek akademik, rekam jejak kompetensi dosen, Skor penilaian deskripsi diri, skor penilaian persepsional kemudian dalam sertifikasi ini memiliki tujuan guna menilai kelayakan dosen dalam melaksanakan tugas, peningkatan proses dan hasil pendidikan dan mewujudkan pendidikan nasional. Selanjutnya Ir. Juni Sumarmono, M.Sc, Ph.D memaparkan penilaian portofolio yang meliputi aspek pedagogik / kompetensi yang harus dikuasai Dosen, Profesional, Sosial, kepribadian serta pendukung yang meliputi Bahasa Inggris dan Prestasi Akademik, Sedangkan dalam komponen nilai meliputi persepsional ( 5 mahasiswa, 3 teman sejawat, 1 atasan langsung serta dosen yang telah disertifikasi), diskripsi diri (kontribusi dalam tri dharma perguruan tinggi) , konsistensi dan Gabungan (Kualifikasi akademik dan jabatan akademik, kemampuan Bahasa Inggris dan potensi akademik).

Kemudian pada pembicara terakhir Dr. Eming Sudiana, M.Si memaparkan panduan dalam sistem Serdos Online melalui laman http://serdos.dikti.go.id selanjutanya dalam tahap serdos meliputi penetapan alokasi dosen yang disertifikasi untuk setiap perguruan tinggi pengusul oleh Dikti, penilaian internal dosen yang disertifikasi oleh penilai persepsional di perguruan tinggi pengusul sedangkan eksternal oleh asesor di perguruan tinggi penilai sertifikasi selanjutnya pelaporan dan yudisium kelulusan oleh perguruan tinggi penilai sertifikasi beserta Dikti dan untuk penerbitan sertifikasi pendidikan oleh perguruan tinggi penilai sertifikasi beserta Dikti.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Jamin Akuntabilitas Akademik LP3M Lahirnya Dokumen SPMI

[unsoed.ac.id, Sel, 26/5/15] Akuntabilitas akademik adalah hal yang substansial bagi institusi pendidikan, Universitas Jenderal Soedirman salah satunya. Sebagai upaya meningkatkan akuntabilitas akademik diperlukan standar yang menjamin mutu akademik.  Penjaminan mutu akademik merupakan bentuk akuntabilitas akademik yang akan menjamin mutu seluruh rangkaian akademik. April 2015 lalu Unsoed memasuki babak baru dalam penjaminan mutu Unsoed. Hal tersebut ditandai dengan disahkannya Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Unsoed oleh Rektor Unsoed. Dokumen ini menjadi barang baru dalam kerangka dasar pembangunan mutu dan budaya mutu di Unsoed.

Ditemui secara terpisah Ketua LP3M Unsoed Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H, M.Sc. menjelaskan bahwa lahirnya dokumen SPMI ini akan menjadi sarana Unsoed dalam mengkomunikasikan kepada stakeholder  tentang mutu yang ingin dicapai Unsoed. “SPMI juga menjadi landasan dan arah dalam menetapkan semua standar mutu, manual mutu dan prosedur dalam SPMI, serta melaksanaan pemenuhan dan peningkatan mutu Unsoed” jelas beliau. Lebih dalam beliau juga mengungkapkan bahwa SPMI dapat menjadi bukti otentik bahwa Unsoed telah memiliki dan melaksanaan SPMI sesuai yang diamanatkan perundang-undangan.

Dokumen SPMI secara garis besar terdiri dari dua buku. Buku pertama menjelaskan kebijakan mutu Unsoed, manual mutu, dan sistem penjaminan mutu internal (SPMI). Dalam buku satu ini telah disususn beberapa manual diantaranya manual peningkatan standar, manual pelaksanaan standar, manual pengendalian standar serta manual penetapan standar.

Buku bagian dua dari dokumen SPMI ini memuat berbagai standar mutu yang ada diberlakukan di Unsoed. Standar tersebut meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar Dosen, standar tenaga kependidikan. Selian itu telah diberlakukan juga standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan pembelajaran, standar pembiayaan, standar kurikulum, standar penelitian, dan standar pengabdian kepada  masyarakat.

Terbitnya dokumen SPMI Unsoed diharapkan mampu mewujudkan pemahaman dan sikap para stakeholders internal di Unsoed tentang kebijakan  mutu internal yang dijalankan oleh Unsoed. Disamping itu momentum ini diharapkan dapat  meningkatnya kinerja semua unit untuk mewujudkan mutu yang telah ditetapkan serta meningkatnya kinerja perencanaan semua unit untuk mewujudkan standar mutu yang telah ditetapkan

Lahirnya dokumen SPMI ini merupakan langkah maju dan bentuk komitmen Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Unsoed untuk secara kontinu melakukan penjaminan mutu khususnya bidang akademik. LP3M akan menjadi unsur pelaksana akademik di bawah Rektor yang melaksanakan tugas dan fungsi Universitas Jenderal Soedirman di bidang pengembangan pembelajaran dan penjaminan mutu pendidikan.

Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

2nd Intensive Bioethic Course (IBC) and 10th International Youth Peace Ambassador (YPA)

[unsoed.ac.id, Sen, 25/5/15] Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan  2nd IBC dan 10th YPA di Purwokerto yang diadakan tanggal 18-24 Mei 2015. Kedua acara ini merupakan prakarsa dari Prof. Darryl Macer yang merupakan ketua Eubious Ethics Institute dan American University of Sovereign Nations.

IBC merupakan kursus singkat mengenai beberapa topik bioetik yang menjadi salah satu bagian dari program Master of Bioethics. Beberapa subtopik yang menjadi pembahasan pada IBC adalah ableism and disability, ability and law, bioethics justice and ability, serta eugenics and genetics in disabilty. IBC mengundang berbagai pemateri dari skala internasional, seperti Prof. Darryl Macer, Prof. Gregor Wolbring, dr. Miko Ferine, dr. Amalia Muhaimin, M.Sc, Prof. Angelica Baylon, Diyah Woro, S.P.Si., M.A. , dan Yeremias Jena, S.S., M.Hum, M.Sc. Sebanyak kurang lebih 20 peserta multinasional dan multikultural yang mengikuti IBC.

Acara IBC dilaksanakan pada tanggal 18-20 Mei 2015 di Hotel Dominic dan Fakultas Kedokteran UNSOED, Purwokerto. IBC berlangsung secara formal namun menarik dan memiliki atmosfer yang bersahabat, berkat kerja keras panitia lokal yang diketuai oleh Diyah Woro S.P.Si., M.A.

Sementara itu, acara selanjutnya yang bertajuk 10th International Youth Peace Ambassador  (YPA) dilaksanakan tanggal 20-24 Mei 2015. YPA merupakan sebuah program bagi kawula muda yang bertujuan meningkatkan kepedulian akan perdamaian dunia sekaligus meningkatkan kemampuan untuk menciptakan Action Plan yang dapat diimplementasikan oleh peserta di lingkungan masyarakat masing-masing. Acara ini di ikuti oleh 40 peserta dari Indonesia dan negara lain seperti India, Bangladesh, Nepal, Filipina, Amerika Serikat, dan Liberia turut berpartisipasi dalam acara ini. Sebelumnya, YPA telah dilaksanakan sebanyak 9 kali di beberapa negara yang berbeda. Dalam acara YPA tahun ini, FK UNSOED sebagai tuan rumah mengajak peserta YPA untuk berkunjung ke Pancuran Tujuh Baturraden serta berkunjung ke salah satu program karya mahasiswa kedokteran, yaitu Sekolah Karakter yang bertempat di SDN Karanggintung.

“Semoga dengan diadakannya IBC dan YPA di FK UNSOED, nama UNSOED makin berkibar di kancah internasional sebagai universitas yang memanfaatkan kearifan lokal dengan wawasan global. Harapan kami, peserta IBC dan YPA pada tahun ini dapat mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dan menikmati segala rangkaian acara di kota Purwokerto,” ujar Diyah Woro.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)

1000 Website Desa akan diterjemahkan oleh SEF

[unsoed.ac.id, 25/5/15] – Desa adalah sebuah tempat yang  sangat potensial dengan sumber daya alamnya dan kekayaan yang lain. Namun, Desa juga merupakan sebuah tempat yang jarang diketahui oleh masyarakat luar. Untuk membantu mengarusutamakan isu desa dan memperluas jangkauan pembaca konten website desa, SEF UNSOED bekerjasama secara sukarela dengan Gedhe Foundation.

Pada hari senin, 18/05/2015 , Translator Team SEF UNSOED melakukan koordinasi secara teknis editing konten pada website desa dan memulai project ini dengan penuh semangat didampingi oleh Mas Syu’aib tim ICT Support Gedhe Foundation . Selama tiga bulan pertama, tim SEF Unsoed akan bekerjasama intensif dengan tim Gedhe Foundation menerjemahkan sekitar 1000 konten dari 10 desa yang selama ini telah aktif mengisi websitenya, seperti diantaranya Desa Melung, Desa Dermaji, Desa Ajibarang Wetan, Desa Darmakradenan, Desa Kalibagor, Desa Mandirancan, dan Desa Karangnangka.

 “Project ini mudah – mudahan sangat berdampak pada perkembangan desa. Kami senang menjadi volunteer untuk ikut serta dalam memajukan desa di Indonesia” Ujar Safira , salah satu voluntir dan organizer  Student English Forum.

Dengan adanya Project Translation (Billingual) pada website desa ini diharapkan masyarakat luas  akan lebih mengenal potensi – potensi yang ada di desa di Indonesia. Terlebih, masyarakat luar Indonesia pun dapat membaca dan mengenal potensial yang ada di desa.  Maju Terus Pantang Menyerah ! (Baynuri)

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA