Test RSS

Helm Limbah Kertas Tahan Benturan

[unsoed.ac.id, Sen, 26/1/15] Helm merupakan salah satu bagian keselamatan dalam berkendaraan roda dua.  Pada saat kecelakaan terjadi ada kalanya sungkup helm atau bagian terluar helm pecah dan membuat lapisan peredam kejutnya juga ikut pecah karena tidak mampu menahan energi benturan yang cukup tinggi.  Drs Agus Yanto M Si melihat masalah itu dan mencoba menemukan bahan alternatif dari olahan limbah kertas.   Agus Yanto bersama dua koleganya, Wihantoro dan Toto Sugito membuat sebuah prototype helm tahan benturan tinggi dari limbah kertas.  “Pilihan terhadap limbah kertas karena secara meterial memungkinkan dan limbahnya sangat banyak, sehingga harus dimanfaatkan,” ungkap Agus.

Agus mengungkapkan bahwa untuk membuat prototype ini, ia bersama tim melakukan penelitian selama sepuluh bulan di laboratorium Fisika Eksperimen Fakultas MIPA Unsoed.  “Awalnya dengan membuat bubur kertas secara bertahap selama satu minggu, setelah itu mencampur bubur kertas dengan lem fox sebagai perekatnya,” jelasnya.  Setelah itu lapisan peredam kejut dari stereofom dibaluri dengan adukan bubur kertas membentuk sungkup helm dengan ketebalan 1 cm.  “Tahap selanjutnya adalah menjemur prototype helm basah tersebut dan setelah kering dihaluskan sampai ketebalan 3mm,” jelasnya.

Setelah jadi, Prototype helm ini oleh Agus dan tim diuji di Laboratorium Testing Helm Balai Besar Bahan dan Barang Teknik di Bandung September lalu.  “Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui ketangguhan sungkup helm ini,” ungkapnya.  Pengujian dilakukan dengan menggunakan monorail.  “Helm yang akan diuji dimasukkan ke dalam bandul logam yang ukurannya sama dengan rongga helm dan helm diangkat sampai ketinggian 5 meter,” jelas Agus.  Setelah itu helm dijatuhkan pada suatu landasan logam berbentuk bulat dan dilakukan terus menerus sampai helm tersebut retak atau pecah.  “Kami mengamati hasilnya pada layar monitor komputer untuk melihat berapa besar energi yang diserap helm,” ungkapnya.  NSI mensyaratkan bahwa gaya yang diteruskan oleh helm tidak boleh melebihi 300G.  “Setelah kami lakukan pengujian nilai puncak maksimum energi benturan yang diteruskan helm ini bervariasi yaitu 218,3G dan 314,9G,” ungkapnya.  Hal ini mengindikasikan bahwa prototype helm dari olahan limbah kertas ini secara umum berhasil hanya saja perlu diatur ketebalannya agar bisa sempurna.  “Sungkup helm setelah kami uji hanya retak dan keretakan tersebut tidak merusak lapisan peredam kejut,” jelasnya.  Agus membuat lapisan peredam kejut yang salah satu bahannya dari olahan bubur kertas.  “Olahan ini bertujuan untuk memberikan kekuatan sekaligus menyerap energi benturan agar saat sungkup helm pecah kepala pengendara tetap terlindungi dan energi benturan yang sampai di kepala menjadi berkurang,” katanya.

Dengan keberhasilan pembuatan prototype ini, Agus dan tim berharap dapat terus melakukan pengembangan hingga sempurna.  Untuk memperoleh nilai energi benturan di atas standar NSI, Agus akan mengatur ketebalan sungkup helm lebih rinci.  “Perlu mengatur ketebalan, namun tidak mengganggu keindahan bentuk helm,” jelasnya.  Kertas adalah salah satu bahan yang proses produksinya cukup mahal, sehingga sayang sekali jika setelah tak terpakai dibuang begitu saja.  Pemanfaatan olahan limbah kertas menjadi sungkup helm diharapkan membantu menjawab masalah ini.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Angkat Sumpah Dokter Periode XXVIII Tahun 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 26/01/15] Bertempat di Dekanat Lantai III Fakultas Kedokteran UNSOED, Sabtu (24/1) telah dilakukan pengambilan sumpah dokter periode XXVIII. Prosesi pengambilan sumpah yang dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Fitranto Arjadi, M.Kes. Tercatat 39 orang dokter baru yang diambil sumpahnya terdiri dari 33 perempuan dan 6 laki-laki. Lulusan terbaik diraih oleh dr. Muhammad Nur Hanief. Sampai dengan Angkat Sumpah Dokter yang ke-28 ini, tercatat 652 Dokter lulusan UNSOED yang telah diambil sumpahnya.

Dalam sambutan Rektor yang dibacakan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Drs. Sigit Wibowo DN, MM, menekankan kepada para dokter baru untuk senantiasa meningkatkan profesionalisme dengan pembelajaran berkelanjutkan. Selain menaati sumpah yang telah diucapkan. Dokter harus mengedepankan nilai kemanusiaan dalam mengabdi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

UNSOED Adakan Sosialisasi PMK Nomor 53 tahun 2014

[unsoed.ac.id, Sen, 26/01/15] Bertempat di Gedung Rektorat Lantai I Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, Jum’at (23/1) berlangsung Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 53/PMK.02/2014 tentang Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2015 UNSOED. Kegiatan sosialisasi diikuti oleh para Dekan dan Ketua Lembaga, para Wakil Dekan Bidang umum dan keuangan, sekertaris lembaga dan para Kepala Biro, Pejabat dan pengelola keuangan setiap unit kerja dilingkungan UNSOED.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Sistem Informasi dan Humas/WR IV, Drs. Sigit Wibowo DN, MM. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kita dalam rangka meningkatkan pengabdian kepada institusi. “Peraturan Menteri keuangan Nomor 53/2014 ini sangat penting untuk kita, apalagi kita baru mengaplikasikan Permen Nomor 21/2014 tentang SOTK yang baru sehingga masih banyak hal yang perlu diketahui bersama dalam rangka mengelola keuangan sistem BLU”, demikian ungkap WR IV.

Hadir narasumber tim dari Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU yaitu Bapak Bayu Adi Prasetya (Kepala Subdit Tarif Remunerasi dan informasi BLU) dan Bapak Heran Subagio (Kepala Seksi Pembinaan Pengelolaan Keuangan BLU II). Dalam paparannya para narasumber menyampaikan tentang apa itu BLU dan bagaimana pengelolaan BLU secara profesional dan akuntabel serta berbagai aspek berkaitan tentang penarifan dan remunerasi. Disampaikan bahwa Badan Layanan Umum (BLU) adalah instansi dilingkungan Pemerintah yang dibentuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa  penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan BLU adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Kunjungan Ilmiah UP 3 Fakultas Peternakan UNSOED Ke Cianjur-Bandung

[unsoed.ac.id, Kam, 22/01/15] UP3 Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, mengadakan serangakaian kegiatan ke Jawa barat. Kunjungan ini  merupakan salah satu kegiatan kunjungan belajar, khususnya di wilayah Indonesia yang memiliki potensi untuk mengembangkan usaha peternakan. Destinasi kami meliputi perusahaan Hasmilk, CV Pusaka Ayam Pelung, PT Ultra Jaya, PT Medion, serta Cihampelas Walk yang berada didaerah Cianjur dan Bandung.

Peserta Kunjungan Ilmiah (KL) 2015 diikuti oleh 95 orang yang terdiri dari 33 panitia dan 62 peserta dari angkatan 2014, 2013, 2012, dan 2011 yang terbagi kedalam dua bus. Sebelum pemberangkatan, acara dibuka oleh PD III Fakultas Peternakan UNSOED, DR. Drh. H. Moh. Samsi, M. P. di ruang 140. Rombongan UP3 berangkat pada Rabu (11/1) pukul 16.30 WIB. Perjalanan menuju kota Sukabumi dengan tujuan PT Hasmilk. Setibanya di PT Hasmilk rombongan disambut hangat oleh Ibu Neneng selaku pemilik PT Hasmilk.

Sesi diskusi berkaitan tentang seluk-beluk perusahaan Hasmilk oleh ibu Neneng. Beberapa peserta KI aktif bertanya mengenai hal-hal yang masih berkaitan dengan materi yang disampaikan. Peserta kunjungan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama mengunjungi bagian produksi peternakan, sedangkan kelompok kedua mengunjungi peternakan sapi perah.

Setelah kunjungan di PT Hasmilk selesai, perjalanan dilanjutkan menuju CV Pusaka Ayam Pelung, Cianjur. Rombongan UP3 berangkat menuju CV Pusaka pada pukul 08.30 WIB. Perjalanan berlangsung selama kurang lebih setengah jam dan tiba di CV Pusaka Ayam Pelung pukul 09.00 WIB. Setibanya di CV Pusaka Ayam Pelung, rombongan disambut baik oleh pemilik. Selanjutnya peserta diberi penjelasan mengenai Ayam Pelung oleh Bapak Budi selaku pemilik peternakan. Seusai berdiskusi dengan pemilik, peserta diajak berkeliling mengelilingi peternakan yang luasnya sekitar 55 meter persegi. Kunjungan berakhir pada pukul 10.00 WIB untuk dilanjutkan ke PT Ultra Jaya untuk rombongan bus 1 dan PT Medion di kota Bandung untuk rombongan bus 2.          

Kunjungan berikutnya, Bus 1 mengunjungi salah satu pabrik susu terbesar di Indonesia yaitu PT. Ultra Jaya. Rombongan tiba disana pukul 13.00 WIB. Kami di sambut dengan baik oleh direktur PT Ultra Jaya dan kami dipersilahkan masuk keruang training. Di ruang ini, direktur mempersilahkan rombongan kami untuk mencoba produk Ultra Jaya, yaitu susu rasa coklat dan teh kotak rasa leci. Selanjutnya, setelah sambutan – sambutan dan penjelasan tentang aturan di pabrik tersebut, kami di bagi menjadi 2 kloter, dalam perjalanan mengelilingi pabrik dan di beri penjelasan secara rinci tentang proses dari pengolahan susu hingga siap untuk di pasarkan.

Rombongan Bus 2 tiba di PT Medion pada pukul 13.30 WIB, dan disambut oleh Ibu Aliya selaku staf HRD. Selanjutnya rombongan menuju bagian produksi Poultry Equipment untuk mengetahui proses pembuatan berbagaiperalatanpeternakanunggas. Setelah itu, rombongan diajak mengunjungi gedung Pharmateucal Product. Gedung ini merupakan gedung baru di PT Medion cabang Bandung ini, dengan berfokus pada produksi obat-obatan unggas.

Maju Terus Pantang Menyerah! (Adi S/PSI )

Pelantikan Pengurus SEF Periode 2015

[unsoed.ac.id, Kam, 22/01/15] Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Student English Forum (SEF), Rabu (21/1) menggelar serah terima jabatan pengurus SEF dari pengurus 2014 kepada pengurus baru 2015. Prosesi yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai I UNSOED dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ir. V. Prihananto, M.Si, Pembina SEF Ir. Suprayogi, M.Sc., Ph.D, Pengurus SEF 2014 & 2015 dan perwakilan UKM dilingkungan UNSOED.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (WR III) Dr. Ir. V. Prihananto, M.Si dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada pengurus SEF terpilih untuk periode 2015 dan mengucapkan terima kasih kepada pengurus 2014 yang telah menyelesaikan masa tugasnya.  WR III berharap kepada kepengurusan yang baru agar bekerja keras sehingga akan menghasilkan lebih banyak manfaat bagi UKM dan institusi. “program-program yang telah dijalankan periode sebelumnya dapat menjadi titik untuk mengevaluasi dalam menyusun program-program yang akan dilakukan”, ungkap WR III.

Pada serah terima ini dari Sarin Sinaga (Fakultas Peternakan) selaku president SEF 2014 kepada Baharudin Harya Pamungkas (Fakultas Ekonomi & Bisnis) sebagai president SEF 2015. 

Maju Terus Pantang Menyerah!

Farmasi UNSOED Naik Peringkat

[unsoed.ac.id, 22/01/15] Kegigihan dan kerja keras antarkan Jurusan Farmasi UNSOED naik peringkat akreditasi.  Berdasarkan SK BAN-PT tertanggal 7 Desember 2014, Farmasi UNSOED memiliki nilai akreditasi B.  Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Jurusan Farmasi, Dhadhang Wahyu Kurniawan, M.Si.,Apt.  “Perbaikan nilai akreditasi ini berhasil dicapai berkat kerja keras dan kerja bersama seluruh sivitas akademika farmasi baik dosen, karyawan, dan mahasiswa,” ungkapnya.  Dengan kenaikan peringkat akreditasi ini, Farmasi UNSOED juga segera mematangkan rencana membuat Program Studi Pendidikan Apoteker (PSPA).  “Rencana kami berikutnya adalah Program Pendidikan Profesi Apoteker yang sudah dinantikan oleh segenap mahasiswa dan lulusan farmasi UNSOED,” jelasnya.

Selain mempersiapkan Program Studi Pendidikan Apoteker, jajaran Farmasi UNSOED saat ini juga terus melakukan perbaikan berkesinambungan dalam pelaksanaan misi suci Tri Dharma Perguruan Tinggi.  “Kami sedang terus melakukan continual improvement untuk mewujudkan target pada akreditasi berikutnya untuk meraih nilai A,” ungkap Dhadhang.  Hal ini sejalan dengan target yang dicanangkan UNSOED bahwa di tahun 2018 nanti, seluruh Program Studi di UNSOED terakreditasi A.  “Hal ini kami lakukan juga dalam rangka mewujudkan visi kami untuk menjadi penyelenggara pendidikan farmasi yang terbaik di Jawa Tengah, berbicara di tingkat nasional, dan dikenal di kalangan internasional,” jelasnya.

Mahasiswa Farmasi UNSOED turut senang dengan kenaikan peringkat akreditasi ini.  Dewi salah satunya, mahasiswi farmasi UNSOED ini sangat berharap dengan akreditasi B maka Program Studi Pendidikan Apoteker akan menyusul dibuka kemudian.  “Kami bangga dengan capaian ini, dan jadi tambah semangat,” ungkapnya.  Maju Terus Pantang Menyerah ! 

 

Pengurus Racana Soedirman 2015 Dikukuhkan.

(Unsoed.ac.id, 21/01/2015). Racana Soedirman gelar Serah terima jabatan dan pengukuhan pengurus baru di Gedung Soemardjito pada 16 Januari 2015 pukul 14.00 WIB.  Sertijab Racana Soedirman ini dilaksanakan dengan penyerahan Pusaka Adat Racana Soedirman oleh Ketua Dewan periode 2014, Alfian Nur Dafiq Abdillah (FIKES, 2011) dan Hastia Sahadian Nurrochmah (FABIO, 2011), kepada Ketua Dewan Racana Soedirman periode 2015, yaitu Mustofa Fajar Nugraha (FT, 2011) dan Dwi Intan Puji Astuti (FAPERTA, 2012).  Sertijab ini disaksikan oleh anggota dan pengurus Racana Soedirman, tamu undangan yang meliputi UKM-UKM di UNSOED, Ka Mabigus sekolah binaan Racana Soedirman, anggota Racana di Banyumas, ketua DKC Banyumas, Purnawarga Racana Soedirman, Pembina Racana Soedirman Gugus Depan Banyumas 26–1953 Kak Panuwun Joko Nurcahyo, M.Pd., dan Pembina Racana Soedirman Gugus Depan Banyumas 26–1954 Kak Dyah Susanti, S.P, M.P.  Pengurus baru ini dikukuhkan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr.Ir.V.Prihananto, M.Si., selaku Ka Mabigus Harian Racana Soedirman.

“Serah Terima Jabatan dan Pengukuhan Pengurus Racana Soedirman Masa Bakti 2015 ini berjalan dengan sangat hikmat, mudah-mudahan kekhikmatan ini dapat pula menggetarkan UNSOED dan masyarakat sekitar bahwa UNSOED memiliki Racana Soedirman sebagai wadah pembinaan karakter ” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir.V.Prihananto, M.Si., selaku Ka Mabigus Harian Racana Soedirman yang disampaikan ketika sambutan Ka Mabigus.

“Harapan saya, semoga seiring dengan dikukuhkannya Pengurus Baru Racana Soedirman Periode 2015 ini, dapat membawa Racana Soedirman menjadi lebih baik, lebih maju, dan mudah-mudahan pula bisa membawa nama Racana Soedirman hingga go internasional “ ujar Hidan, salah satu anggota Racana Soedirman.

Ketua Dewan Racana Soedirman periode 2015, yaitu Mustofa Fajar Nugraha dan Dwi Intan Puji Astuti, memiliki visi yang akan dijadikan dasar dalam kepemimpinannya selama satu tahun ke depan. Yaitu ‘Mewujudkan Racana Soedirman Sebagai Wadah Pengembangan Diri Generasi Yang Berkarakter Tri Satya dan Dasadarma dengan Berlandaskan Tri Bina Gerakan Pramuka dan Tri Darma Perguruan Tinggi’. 

Rasa hangat kekeluargaan anggota dan pengurus Racana Soedirman terasa bertambah begitu hangat ketika pengurus periode 2014 menyerahkan Tali Komando kepada pengurus Racana Soedirman periode 2015. Tidak kalah penting pula, setelah terlaksananya Sertijab tersebut, pengurus Racana Soedirman Periode 2015 melanjutkan agendanya yaitu Forum Anggota yang di laksanakan di Sanggar Bakti Pramuka Racana Soedirman. (Rac/ed)

Bangkitkan Minat Profesi, Mahasiswa D-III PSDPK Fakultas Biologi Gelar Kunjungan Ilmiah

[unsoed.ac.id, Sel, 20/01/15] Pengenalan mahasiswa terhadap lingkungan profesi diperlukan agar mahasiswa mempunyai gambaran bagaimana lingkungan kerjanya  kelak. Kunjungan ilmiah merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan lingkungan kerja kepada mahasiswa. Dengan kunjungan ilmiah ini, mahasiswa dituntut untuk dapat menggali berbagai informasi agar memperoleh wawasan yang memadai sebelum terjun ke lingkungan kerja. Sebanyak 78 Mahasiswa D-III PSDPK Fakultas Biologi menggelar Kunjungan Ilmiah ke Bali dengan didampingi oleh 2 dosen, Drs. Sugiharto, M.Si dan Dr.rer.nat. Erwin Riyanto Ardli, S.Si., M.Sc pada 13-16 Januari lalu. Kunjungan Ilmiah ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan ilmiah dan mengetahui aplikasi ilmu terkait pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan dalam lingkungan kerja. Selain itu, pada kunjungan kali ini diharapkan ada kerjasama yang berkelanjutan dari instansi yang di kunjungi, dengan Universitas Jenderal Soedirman khususnya program studi D-III PSDPK Fakultas Biologi.

Berbagai rangkaian kegiatan dimulai dari pengenalan tentang instansi-instansi yang dikunjungi, seminar singkat, tanya jawab tentang berbagai ilmu yang terkait, dan terjun langsung mengenal berbagai fasilitas pasa instansi-instansi tersebut, dll. Lokasi kunjungan antara lain Balai Penelitian dan Observasi Laut (BPOL), Bali Sea Turtle Society (BSTS), Kantor Karantina Ikan Kelas 1, Mangrove Information Centre, Balai Besar Riset Budidaya Laut. Mahasiswa terlihat sangat antusias tercermin dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan pada saat mengunjungi instansi-instansi tersebut. Dosen pendamping  Dr.rer.nat. Erwin Riyanto Ardli, S.Si., M.Sc sangat mendukung kegiatan kunjungan ilmiah ini. “Setelah melihat dunia kerja secara langsung, diharapkan mahasiswa untuk lebih semangat dalam belajar untuk dapat mencapai kesuksesan dalam karier sesuai dengan ilmu yang telah diperoleh,”kata Pak Erwin.

Prestasi, relasi, dan kontribusi menjadi tiga kunci utama yang ingin dicapai seluruh mahasiswa PSDPK untuk membangun Indonesia pada umumnya melalui karya-karya yang dihasilkan. Semoga apa yang telah didapatkan selama kunjungan ilmiah bisa diterapkan untuk kemajuan serta menjadi pemacu untuk semakin berprestasi dan mengharumkan nama Fakultas Biologi Unsoed.

Maju Terus Pantang Menyerah! (AUS/APR)

UNSOED Lepas 1097 Mahasiswa KKN Mengabdi di Desa

[unsoed.ac.id, Sel, 20/01/15] Perdesaan selalu lekat dengan UNSOED.  Dalam melaksanakan tugas suci Tri Dharma Perguruan Tinggi, UNSOED tak mau jauh dari komitmennya dalam pengembangan sumber daya pedesaan berkelanjutan.  Kali ini, Senin (19/1) bertempat di Auditorium Graha Widyatama, UNSOED melepas 1097 mahasiswanya untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN).  Pelepasan ditandai dengan pemakaian Jaket Almamater oleh Rektor yang dalam hal ini diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. V Prihananto, M.Si dan pemakaian Topi oleh Komandan Korem 071 Wijayakusuma.  Para mahasiswa juga mendapatkan Kuliah Umum dari Komandam Korem 071 Wijaya Kusuma, Kol (Inf) Edison, SE.,MM mengenai wawasan kebangsaan.

Selama tiga puluh lima hari melaksanakan KKN, Mahasiswa UNSOED tersebar di Kabupaten Purbalingga, Pemalang, Kebumen, Banjarnegara, dan Banyumas.  Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua LPPM UNSOED, Prof. Totok Agung Dwi Haryanto, MP.,Ph.D.  “Sedangkan jenis KKN yang dilaksanakan yaitu KKN Posdaya, KKN PPM, KKN Tematik Desa Internet, dan KKN Mandiri,” jelasnya.  “KKN Posdaya  bertujuan memberdayakan masyarakat berbasis keluarga, KKN PPM bertujuan untuk meningkatkan kemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk unggulan, KKN Tematik Desa Internet dilaksanakan dengan fokus kegiatan pada bidang internet Desa, sedangkan KKN Mandiri dilaksanakan secara mendiri dari perekrutan, penentuan lokasi, program, serta pelaksanaan dan pembiayaannya,” lanjutnya.

Mewakili Rektor, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. V Prihananto mengungkapkan bahwa KKN sepenuhnya diyakini sebagai strategi yang terukur dalam membangun suasana kebatinan insan akademik untuk menyadari bahwa hakikat ilmu pengetahuan baru bermakna saat diabdikan sebesar-besarnya bagi masyarakat.  “Program KKN adalah sebuah ikhtiar untuk berbagi apa yang dipelajari di kampus sekaligus menjadi kesempatan untuk memutakhirkan pengetahuan, yang nantinya akan diaplikasikan pada masyarakat secara tepat guna dan hasil guna,” jelasnya.  Lebih lanjut disampaikan juga kepada para mahasiswa KKN bahwa keikutsertaan dalam program KKN adalah kesempatan untuk mengasah kepekaan dalam memahami denyut nadi nafas kehidupan masyarakat.  “Jadilah pribadi pembelajar yang menempatkan masyarakat sebagai guru serta lakukan yang terbaik sejauh yang anda mampu berikan kepada masyarakat melalui program-program yang memberdayakan dan menginspirasi,” ungkapnya.

Setelah dilepas kemaren, para mahasiswa hari ini dijadwalkan akan berangkat ke lokasi KKN masing-masing.  Maju Terus Pantang Menyerah ! 

 

Kemah Anggota Racana Soedirman

[unsoed.ac.id, Sen, 19/01/2015] Mengawali masa bakti tahun 2015, Racana Soedirman melalui kelompok kerja Seni dan Alam Terbuka melaksanakan kegiatan Kemah Anggota pada tanggal 17-18 Januari 2015 di daerah bukit Cendana, dusun Kalipagu, desa Ketenger, Baturaden. Kegiatan ini diikuti oleh 19 anggota Racana Soedirman, terdiri dari 9 putra dan 10 putri.

Kegiatan Kemah Anggota yang bertemakan “Soedirman Camping Out of the Box” menyajikan kegiatan kemah yang berbeda dari biasanya. Kegiatan Kemah Anggota dikemas dalam dua kegiatan inti, yaitu malam keakraban dan permainan pada pagi harinya. Permainannya yaitu menjelajah hutan dengan menyusuri  jejak menggunakan kode sandi dan tanda medan. Perintah-perintah yang dilaksanakan tidak terlepas dari materi yang disampaikan melalui diskusi pada malam keakraban yaitu survival, PPGD, sandi, turun tebing, dan seni.

 

Permainan diawali dengan pembagian peserta menjadi 3 kelompok, masing-masing kelompok terdapat 5 anggota. Permainan dimulai dengan memecahkan kode sandi, kelompok mana yang lebih dulu berhasil maka akan berjalan menjelajah hutan terlebih dulu. Sandi–sandi yang digunakan selama permainan ada sandi kompas, sandi kotak, sandi ular, sandi koordinat, sandi angka, sandi napoleon, sandi katak, dan sandi AN. Sedangkan perintah–perintah yang harus dilaksanakan yaitu mengambil slayer dengan menuruni tebing sebagai identitas dari masing-masing kelompok, mencari tumbuhan yang dapat dimakan, membuat karya seni, dan melakukan pertolongan pertama. Meskipun sempat diguyur hujan, kegiatan Kemah Anggota berjalan dengan lancar. Diharapkan ilmu-ilmu yang didapat selama kegiatan dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Maju Terus Pantang Menyerah ! (Racana)

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA