Berita UNSOED

Dialog Kebangsaan, Ketua MPR RI Sampaikan Tiga Modal Keberhasilan Indonesia Masa Depan

[unsoed.ac.id, Kam,3/9/15] Ketua MPR RI Dr. Zulkifli Hasan, SE.,MM sampaikan tiga hal yang menjadi modal keberhasilan Indonesia masa depan dihadapan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kamis(3/9).  Dalam acara Dialog Kebangsaan : ‘Menatap Indonesia Masa Depan’ di gedung Roedhiro Unsoed, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa ketatanegaraan, sumber daya manusia, dan pembangunan karakter adalah tiga modal penting yang akan menentukan keberhasilan Indonesia Masa Depan.  Ketua MPR RI disambut Rektor Unsoed, Dr.Ir Achmad Iqbal, M.Si beserta pimpinan Unsoed, Presiden BEM Unsoed, Muhammad Ali Husein, dan Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein.  Ketua MPR hadir bersama anggota DPR RI Yayuk Basuki, Amalia Fatma, dan Lucky Hakim.

Indonesia sebagai negara yang sangat kaya dengan beranekaragam suku bangsa, pulau, dan kekayaan alam memiliki Pancasila sebagai pemersatu dengan landasan Bhineka Tunggal Ika.  “Sila ke empat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan hari ini sekedar ditafsirkan dengan suara terbanyak,” ungkapnya.  Padahal demokrasi Indonesia adalah permusyawaratan perwakilan yang berbeda dengan barat.  “Banyak hal baik, namun ada banyak hal juga yang harus diperbaiki dalam sistem ketatanegaraan kita,” lanjutnya.  Salah satunya yang menjadi perhatian Ketua MPR adalah tentang proses pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati, maupun para wakil rakyat.  “Dalam pemilihan langsung seperti sekarang yang maju dalam kompetisi adalah yang punya modal, kalaupun tidak maka ada investornya, jika sudah jadi maka bukan lagi mengabdi pada kepentingan publik namun kepentingan pemodal karena merasa berhutang budi,” jelasnya.

Diungkapkan pula olehnya bahwa kekayaan alam bukanlah penentu keberhasilan sebuah bangsa.  “Ternyata sejarah membuktikan pada kita bahwa Kekayaan alam tidak menjamin keberhasilan masa depan sebuah bangsa, banyak contoh negara-negara di dunia yang tidak punya kekayaan alam namun justru maju dan sejahtera,” jelasnya.  “Oleh karena itu yang harus dibangun justru tidak bisa tidak adalah sumber daya manusianya melalui pendidikan,” ungkapnya.  Melalui pendidikan, Zulkifli Hasan yakin masa depan Indonesia akan cerah. 

Ketatanegaraan yang baik dan sumber daya manusia yang berkualitas belum cukup untuk membangun Indonesia masa depan.  Ketua MPR yang juga Mantan Menteri Kehutanan era Presiden SBY ini mensyaratkan modal satu lagi yaitu karakter bangsa.  “Roh kebangsaan seperti yang dimiliki Jenderal Soedirman, kejujuran, ketulusan, dan semangat pantang menyerah adalah juga hal yang harus dimiliki bangsa ini untuk merebut masa depan,” ungkapnya. 

Hal senada diungkapkan Rektor Unsoed, Dr.Ir Achmad Iqbal saat membuka acara bahwa Indonesia masa depan tidak bisa lepas dari perjuangan dan pengorbanan.  “karakter para pemimpin bangsa kita, perjuangan dan pengorbanannya telah mengantarkan bangsa ini merdeka,” ungkapnya.  Benang merah antara masa silam dan masa kini untuk modal menatap masa depan menurut Iqbal adalah generasi muda terdidik yang berkarakter.  “Dengan anak-anak muda terdidik dan berkarakter, bangsa kita memiliki kesempatan untuk berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Acara dialog berlangsung hangat dengan banyaknya mahasiswa yang berpartisipasi.  Beberapa catatan dari mahasiswa diantaranya adalah mengenai moral partai politik, tontonan di media masa yang kurang mendukung pembangunan karakter, dan tuntutan agar pembangunan lebih substantif menyentuh masyarakat bawah.

KKN Mandiri Unsoed 2015, Optimisme Membangun Desa Rintis UMKM Berbasis Pertanian

[unsoed.ac.id, Kam, 3/9/15] Mahasiswa KKN Mandiri Unsoed rintis UMKM Berbasis Pertanian.  Setelah 35 Hari melaksanakan pengabdian di Desa Gerduren, para mahasiswa KKN Mandiri Unsoed menutupnya dengan gelaran Expo yang dihadiri Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein.  Expo yang dilaksanakan di Balai Desa Gerduren, Minggu, 30 Agustus 2015 ini dipadati ratusan, perwakilan Camat Purwojati, para kepala desa di lingkungan kecamatan Purwojati, perwakilan Koramil Purwojati, dan Dosen Pembimbing Lapangan sebagai perwakilan dari Unsoed.

Expo ini juga menyajikan berbagai olahan produk dari singkong dan pisang yang dibuat oleh pelaku usaha setelah didampingi oleh mahasiswa KKN, dan lomba inovasi produk olahan singkong dan pisang antar RT di Desa Gerduren.  Disampaikan oleh Kormades Mahasiswa KKN mandiri bahwa Lomba ini ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi seluruh warga Gerduren dalam hal pengolahan produk hasil pertanian. Dari beberapa kriteria yang dilombakan yakni cita rasa, kreativitas dan tampilan produk, lomba ini dimenangkan oleh RT 01 RW 07 sebagai Juara 1, Juara 2 RT 01 RW 03 dan Juara 3 RT 04 RW 03. “Antusias warga bertambah ketika Bapak Ahmad Husen selaku Bupati Banyumas meninjau serta ikut mencicipi produk yang disajikan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Kormades KKN mandiri Unsoed menyampaikan latar belakang pemilihan tema “Perintisan UMKM Berbasis Pertanian Desa Gerduren”. Menurutnya, dengan berbagai potensi alam, baik lahan pertanian, aliran sungai Tajum, dan perhutanan mampu menjadi modal besar untuk membangun desa ini jika diikuti kepedulian masyarakat, sense of belonging akan desanya dan pembangunan yang berkelanjutan. Beberapa program disampaikan selama menjalani KKN, dari mulai inisiasi untuk membangun kelompok UMKM, demo pengolahan pupuk organik, sosialisasi ekonomi Islam, pelatihan keterampilan dan kesenian, pengolahan sampah rumah tangga hingga pembangunan 1 unit jamban umum di salah satu dusun.

Beberapa pihak yang memberi sambutan mengapresiasi apa yang dilakukan Unsoed, lebih khusus kepada mahasiswa KKN mandiri. Bapak Bambang Suharsono, selaku Kepala Desa Gerduren, menyampaikan bahwa langkah yang ditempuh oleh mahasiswa dinilai bersinergi dan ikut membantu dalam mendorong misi pemerintah desa, yaitu di bidang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, beliau menyampaikan potensi desa Gerduren hingga kendala serta harapan agar terjalin komunikasi yang intens antara pemerintah desa, universitas, dan pemerintah kabupaten sehingga dapat membantu pembangunan desa Gerduren.

Bupati Banyumas juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat. Melalui momen ini, diharapkan bisa menjadi salah satu penunjang dari upaya peningkatan kesejahteraan. Beliau juga menyampaikan konsep pembangunan infrastruktur di wilayah desa Gerduren. Selain itu, apresiasi juga disampaikan secara implisit kepada budayawan Gerduren yang masih berusaha melestarikan kesenian kenthongan dan calung dengan membina anak usia sekolah dasar. Acara expo ditutup dengan performance mahasiswa KKN mandiri Unsoed dan penyerahan kenang-kenangan berupa peta desa untuk desa Gerduren.

Acara expo semakin meriah ketika para hadirin mulai disuguhkan dengan berbagai hiburan dari para pengisi acara, seperti diantaranya siswa SDN 3 Gerduren yang menampilkan kenthongan, siswa SDN 1 Gerduren menampilkan tarian tradisional Gegala, Hadroh dan Calung, serta International Phonetic Alphabet oleh anak-anak SDN 2 Gerduren. Selain siswa-siswi sekolah dasar, ada juga penampilan Asmaul Husna dari anak-anak TPQ Roudotul Quran serta tari tradisional Lenggok dari siswi SMP Jatilawang.

Beasiswa PT. New Hope Liuhe Untuk Mahasiswa Fakultas Peternakan UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam, 03/9/15] Perusahaan ternak dari Tiongkok, yaitu PT New Hope Liuhe yang bergerak dalam bidang pakan ternak ayam, bersama Fakultas Peternakan Unsoed menyelenggarakan program beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi. Proses seleksi sendiri diadakan di Fakultas Peternakan ruang 306, berlangsung dari tanggal 1 s/d 3 September 2015 PT New Hope Liuhe mengelar proses seleksi. 
Perusahaan yang berbasis pada agribisnis pertanian, peternakan dan produk olahan peternakan ini  mengembangkan sayap bisnis pakan ternak, farm, produk daging, investasi keuangan, dan lain-lain.
Bisnis New Hope Liuhe berkembang meliputi seluruh wilayah Tiongkok dan dengan lebih dari 30 cabang didirikan di Vietnam, Filipina, Bangladesh, Indonesia, Sri Lanka, Kamboja, Singapura, Mesir, dll. perusahaan yang mengendalikan lebih dari 500 anak perusahaan dan cabang di berbagai negara, kerja sama dibidang pendidikan ini sangatlah membantu mahasiswa mengenal dunia kerja sedini mungkin, sehingga nantinya saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya mereka sudah menjadi tenaga yang siap pakai dan bisa berkarya menjadi SDM yang handal.


Kali ini bukan hanya merekrut mahasiswa yang berprestasi akan tetapi perwakilan dari PT New Hope Liuhe juga berkesempatan membuka kesempatan kerja kepada para mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed yang telah menyelesaikan masa studinya. Semoga kerjasama yang sudah terjalin dengan baik ini diharapkan kedepan bisa terus dilanjutkan, karena secara langsung memberikan peluang yang positif bagi para mahasiswa Fakultas Peternakan.
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

Class Program di Hari Kedua UNSOED Intercultural Summer Camp 2015

[unsoed.ac.id, Rab, 02/9/15] UNSOED 2nd Intercultural Summer Camp memasuki hari yang kedua. Kegiatan hari ini akan difokuskan dalam beberapa Class Program yaitu Mangrove, Palm Sugar, Paddy dan Banyumas Culture dengan pengenalan cara membuat wayang. Dimulai dengan materi Budidaya Mangrove oleh Dr.rer.nat. Erwin R. Ardli, M.Sc. Mangrove atau lebih dikenal dengan bakau ini adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Tak hanya definisi mengenai mangrove, fungsi, persebaran dan kondisi mangrove Indonesia terkini juga dipaparkan. 

Sesi kedua diisi oleh Dr. Karseno yang memaparkan materi tentang gula aren (Palm Sugar). Palm Sugar sendiri adalah gula yang dibuat dari berbagai getah manis kelapa, nipah, arenga dan borassus. Adapun dalam materi kali ini dibahas secara detail cara pembuatan gula aren dari kelapa (coconut sugar). Berlanjut ke sesi ketiga yang diisi oleh Suprayogi, Ph.D. Beras sebagai makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia, telah lama komoditas penting. Indonesia sebagian besar masyarakatnya tergantung hidupnya pada sektor pertanian. Beliau juga memaparkan berapa fakta mengenai beras di Indonesia. Diantaranya adalah nilai strategis beras yang ikut menentukan stabilitas nasional, nilai gizi dari bulir beras, mitos beras dan padi yang merupakan bagian dari budaya Indonesia, juga nilai ekonomis dari beras karena lebih dari 40 juta orang mengandalkan hidup mereka pada aktivitas berkaitan dengan produksi beras. 
Sesi terakhir adalah Banyumas Culture yang pematerinya adalah pengrajin sekaligus dalang, Joko Purwocarito. Selain menjelaskan soal nilai historis wayang, beliau juga secara langsung mengajari cara pembuatan wayang. Dari menggambar sketsa, proses pemotongan sampai pengecatan. Peserta sangat antusias mengikuti semua prosesnya dan mencoba prosesnya secara langsung.
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

September, Kerja sama UNSOED PPPPTK IPA Bandung Lahirkan 13 Laboran

[unsoed.ac.id, Rab, 02/9/15] Lagi, kerjasama Unsoed dan PPPPTK IPA Bandung membuahkan hasil. Kali ini kerjasama yang diwujudkan dengan penyelenggaraan Program Studi D II Akademik Komunitas PPPPTK Bandung Universitas Jenderal Soedirman ini meluluskan 13 Ahli Muda (A.Ma.). Hal tersebut terbukti dalam gelaran Yudisium dan Pelepasan calon wisudawan untuk periode Wisuda Bulan September 2015 pada program tersebut. Alumni baru ini resmi dikukuhkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed pada 28 Agustus di PPPPTK IPA Bandung. Turut hadir dalam acara ini jajaran pimpinan PPPPTK, pengelola program, staf pengajar, perwakilan orang tua dan 13 lulusan teranyar program ini. Gelaran ini merupakan rangkaian akhir proses akademik yang harus ditempuh mahasiswa. Selaian itu kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melepas alumni baru program D II Aakademik Komuniktas PPPPTK Bandung Unsoed periode ini.
Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Dr. Mas Yedi Sumaryadi menjelaskan bahwa kerjasama dalam penyelenggaraan program ini merupakan komitmen Unsoed untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu sektor lapangan kerja yang strategis adalah penyediaan laboran bagi sekolah tingkat dasar dan menengah. Keberadaan laboran  diyakini akan meningkatkan kualitas pembelajaran di level pendidikan dasar dan menengah. “Diperlukan sinergi yang kuat antara Kemendikbud, Kemenristekdikti serta Kemenpan RB untuk mengawal kebijakan  dalam pemenuhan kebutuhan laboran di sekolah tingkat dasar dan menengah” Jelas beliau. Lebih dalam beliau berpesan kepada 13 alumni Unsoed yang baru untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai karakter kejuangan Jenderal Soedirman. ”Semua alumni Unsoed harus berpegang teguh pada nilai kejujuran, kepedulian dan pantang menyerah.” Imbuh Prof. Yedi.

Keberadaan program D II Akademik Komunitas ini nampaknya mulai mendapat hati di kalangan masyarakat pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah di Jawa Barat. Seperti diungkapkan oleh Kepala Bagian Umum PPPPTK IPA Bandung Drs. Dedi Herawadi, M.Si. “Hingga saat ini permintaan alumnus program D II ini terus meningkat, hal ini dibuktikan alumni angkatan pertama seluruhnya sudah bekerja, bahkan saat ini beberapa sekolah di sekitar Bandung resmi mengajukan permohonan untuk merekrut alumni baru ini.” Jelas beliau. Kedepan beliau berharap bahwa kerjasama dengan Unsoed akan terus terjalin dan kontinyu bahwkan dikembangkan dengan program-program yang lain.
Pada wisuda periode Septemer 2015 ini Program D II Akademik Komunitas PPPPTK IPA Bandung Unsoed telah melulusakan 13 alumni baru yang terdiri dari 5 dari program Laboratorium Biologi, 5 dari program Laboratorium Fisika dan 3 orang dari program Laboratorium Kimia. Capaian prestasi alumni pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Tercatat 53 % lulusan periode ini mendapat predikat kelulusan “Dengan Pujian”.  Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

Lulusan Fakultas Peternakan UNSOED Kian Dilirik Perusahaan

[unsoed.ac.id, Rab, 02/9/15] Perusahaan yang bergerak di bidang peternakan kembali melakukan rekruitmen pegawai di Fakultas Peternakan Unsoed. Kali ini PT. Peternakan Ayam Nusantara (PAN) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri budidaya broiler dan kemitraan, mengadakan rekruitment bagi lulusan Fakultas Peternakan Unsoed, Selasa (01/9). 
Pada rekruitmen yang kelima kalinya di Fakultas peternakan Unsoed ini, PT.PAN membuka kesempatan kerja untuk mengisi jabatan sebagai Technical Service (TS) yang bertugas membina plasma/peternakan rakyat dengan kapasitas yang sudah ditentukan. Rekruitmen diikuti oleh 42 peserta, diawali dengan tes tertulis. Apabila lolos tes tertulis, peserta akan mengikuti tahap wawancara pada Rabu (02/9). 
Peserta yang nantinya lulus test akan diberikan pendidikan dan latihan kerja selama 2 bulan dalam hal teknik dan budidaya ayam, kesehatan ayam, manajemen produksi, manajemen perusahaan, pembinaan moral, akhlak, perilaku praktek lapangan hingga menjadi tenaga yang professional. Dengan berbagai fasilitas perusahaan yang disediakan asrama, makan dan uang saku selama menjalani Training Center Farm.
Maju Terus Pantang Menyerah! 
 

UNSOED 2nd Intercultural Summer Camp dimulai Hari Ini

[unsoed.ac.id,Sel,1/9/15] UNSOED dengan visi besar World Class Civic University membuka pintu bagi mahasiswa Negara lain untuk belajar dan memahadi budaya Banyumas dan Indonesia. UNSOED Intercultural Summer Camp (UISC) yang telah sukses diadakan tahun 2014 kembali digelar. 18 Mahasiswa dari tujuh Negara yaitu Jepang, China, Malaysia, Thailand, Burundi, Papua Nugini dan Kep. Solomon akan mengikuti UISC dari 1-7 September 2015. Ketua IRO UNSOED, Suprayogi, Ph.D., menyampaikan bahwa dengan bertambahnya jumlah peserta UISC dari tahun kemarin, semoga dapat memberikan semangat untuk terus meningkatkan kualitas program UISC di tahun-tahun mendatang. Sehingga UISC bisa menjadi salah satu pintu masuk perkenalan antar bangsa yang baik.

Acara Summer Camp dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, Ph.D. Dalam sambutannya beliau mengungkapkan apresiasi atas kegiatan summer camp ini. Menyambut hangat para peserta yang hadir, Pak Nurul mengungkapkan manfaat dari kegiatan ini. Selain untuk meningkatkan kreatifitas, ajang ini merupakan pintu perkenalan budaya antar bangsa yang baik. “Indonesia kaya akan budaya, begitu juga dengan Banyumas. Semoga kegiatan yang ini juga bisa menjadi ajang promosi budaya yang baik kepada dunia internasional,”ungkapnya. Cerempnial pembukaan UISC juga dimeriahkan dengan adanya Pentas Begalan. Pentas dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNSOED ini cukup unik. Pentas Begalan yang biasanya dimainkan menggunakan bahasa Banyumas, kali ini disampaikan dalam bahasa Inggris agar memudahkan penyampaian maknanya.

Para mahasiswa dari berbagai negara tersebut nantinya tak hanya akan dibawa untuk mengenal kampus UNSOED dan kota Purwokerto. Tetapi mereka juga akan belajar dalam program budaya seperti mengenal gamelan, cara pembuatan wayang kulit, belajar budidaya mangrove dan menjelajahi Nusakambangan serta objek yang lain. Sebelum Campus Tour, kegiatan hari ini diisi dengan presentasi pengenalan kampus UNSOED oleh Condro Wibowo, Ph.D.

Peresmian BI Corner dan Penandatanganan Kerjasama dengan Perpusda

[unsoed.ac.id, Sel, 1/09/2015] Universitas Jenderal Soedirman tandatangani perjanjian kerjasama dengan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto sekaligus meresmikan BI Corner di UPT Perpustakaan Unsoed (Unsoed Central Library), Senin 1 September 2015 di Ruang Rapat Senat Gedung Rektorat Lantai 3 Unsoed.  Peresmian BI Corner ini semakin meningkatkan peran Unsoed khususnya melalui UPT Perpustakaan untuk semakin memberikan manfaat dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi.  UPT Perpustakaan Unsoed pada kesempatan yang sama juga menandatangani perjanjian kerjasama dengan Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Banyumas. 

Sebagai lembaga yang bertugas mengendalikan stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia tidak bisa bekerja sendirian.  Hal ini diungkapkan Kepala Perwakilan BI Purwokerto yang diwakili oleh Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto, Fadhil Nugroho dalam sambutannya.  “BI butuh menggandeng banyak pihak untuk menjalankan tugasnya, sebab jika sendirian senjata BI hanya satu yaitu suku bunga, padahal ada masalah pasar yang oligopoli, daya beli masyarakat dan sebagainya,” jelasnya.  Meski saat ini sering bekerjasama dengan berbagai pihak membuat berbagai program namun dalam jangka panjang BI berharap akan mendorong tersedianya berbagai kebutuhan Indonesia di dalam negeri.

 

Rektor Unsoed,Dr.Ir. Achmad Iqbal, M.Si menyambut hangat kerjasama dengan BI dengan diwujudkannya BI Corner ini.  “Hal-hal seperti kebijakan moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan menjadi sangat signifikan dalam kaitannya dengan tatakelola sistem perekonomian yang responsif dan antisipatif terhadap problematika yang ada,” jelasnya.  Pemahaman tentang hal tersebut menjadi penting diketahui masyarakat khususnya sivitas perguruan tinggi, salah satunya diwujudkan dengan BI Corner ini.  Di sisi lain, kerjasama dengan Kantor Perpustakaan Daerah akan semakin  memperluas akses sumber informasi baik bagi masyarakat maupun mahasiswa Unsoed pada khususnya.  “Demikian juga jika Perpustakaan Kabupaten membutuhkan referensi ilmiah yang diterbitkan Unsoed maka insyaAllah akan kami fasilitasi,” jelasnya.

Setelah melakukan pemotongan tumpeng tanda diresmikannya BI Corner, Deputi Kepala Perwakilan BI Purwokerto bersama Rektor Unsoed, Kepala Perpusda dan Arsip Kabupaten Banyumas, serta para pejabat di lingkungan Unsoed melakukan kunjungan ke BI Corner di UPT Perpusakaan Unsoed.  Rektor berharap BI Corner dapat dimanfaatkan dengan baik.

 

FEB UNSOED Terima Visitasi AIPT

[unsoed.ac.id, Sel, 01/9/15] Fakultas Ekonomi dan Binsi (FEB) UNSOED, khususnya Program Studi Manajemen menerima visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Tim Asesor BAN-PT tersebut terdiri dari Prof. Dr. Bambang Swasto, MEdan Dr. Idayanti, SE, M.Si. Rabu (26/8). 
Visitasi merupakan salah satu proses akreditasi menuju pengakuan formal yang diberikan oleh badan akreditasi terhadap kompetensi suatu lembaga dalam melakukan kegiatan penilaian.
Tim asesor BAN-PT disambut langsung oleh Dekan FEB Dr. Pramono Hari Adi, MS dan para pimpinan Program Studi Manajemen di ruang Dekan. Dalam presentasi borang akreditasi yang dihadiri segenap pimpinan jurusan dan sivitas akademika dipaparkannya berbagai perkembangan Program Studi Manajemen hingga saat ini. Diwaktu yang sama diskusi mengenai borang akreditasi institusi dan dokumen kelengkapannya juga tidak luput untuk didiskusikan.

Pertemuan silahturahmi yang dilaksanakan di lantai 2 gedung Roedhiro antara tim asesor, pimpinan fakultas, para mitra , mahasiswa dan alumni yang telah menjadi stakeholder di berbagai instansi baik pemerintah maupun swasta juga menjadi agenda dalam kegiatan ini.
Dengan adanya visitasi ini, para asesor akan menilai setiap hal yang berkaitan dengan fakultas maupun prodi manajemen itu sendiri, apakah sudah sesuai dengan standar mutu dan juga akan memberikan evaluasi atas apa yang menjadi kekurangannya. 

Maju Terus Pantang Menyerah!(ipunk)

Ikatan Dokter Alumni Unsoed Adakan Bakti Sosial di Desa Kalisalak, Kec. Kebasen, Banyumas

[unsoed.ac.id, Sel, 01/9/15] Bertempat di Desa Kalisalak, Kec. Kebasen, Kab. Banyumas, Sabtu (29/8) jam 08.00 s/d 12.30 WIB, diadakan Bakti Sosial KKN Unsoed 2015 bekerja sama dengan  Ikatan Dokter Alumni Unsoed (IDAU). Pelaksanaan pengobatan gratis bertempat di rumah Bapak Riyatno Kadus II (dua), dengan dihadiri 72 pasien  yang mayoritas orang lanjut usia. Visinya membangun masyarakat Desa Kalisalak yang sehat dan mandiri, demikian kata Ihsanti Dwi Rahayu (GIF012028).

Peserta KKN di desa Kalisalak kecamatan Kebasen terdiri dari Fakultas Pertanian, Biologi, Fikes dengan total 19 orang mahasiswa KKN. dr. Rendi Retisu, dr. Fauziah Rizki Ismaulidiya, dr. Aneu Mulyani, adalah dokter alumni Unsoed yang melayani kesehatan pengobatan gratis kepada warga masyarakat desa Kalisalak. 


  
Dan sekecil apapun wujud pengabdian kita terhadap lingkungan sekitarnya semoga dapat berarti dan bermanfaat bagi orang lain, khususnya masyarakat sekitar desa Kalisalak kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas, yang telah merasakan dan menikmati fasilitas kesehatan dari Tim Medis Fakultas Kedokteran Unsoed Purwokerto.  Maju Terus Pantang Menyerah!(L135)

Halaman

Subscribe to Berita UNSOED

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA