Berita UNSOED

Kuliah Umum Mahasiswa Fakultas Peternakan Bersama PT. PAN Indonesia

[unsoed.ac.id, Jum, 04/9/15] Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Jenderal Soedirman menyelenggarakan Kuliah Umum bersama dengan PT. Peternakan Ayam Nusantara (PAN), Kamis (3/9).  Dihadiri oleh  Wakil Dekan III Fapet dan dari PT PAN diantaranya Mr. Paulus Setiabudi, Untung Budiyono, Sriharyanto, Prambodo, Michael danar, Florentina Bety IL, dan kawan-kawan. Turut hadir juga para Alumni peternakan yang telah sukses mengembangkan dunia usahanya, dan mahasiswa Fapet.
Sebagai pemateri yaitu Mr. Paulus Setiabudi (Direktur PT. PAN) yang memberikan materi kuliah tentang pentingnya dunia pendidikan dan tujuan utama mahasiswa kuliah di peternakan, agar nantinya bisa mengembangkan dunia ternak dan mampu bekerja menjadi sumber daya manusia yang handal di dunia kerja. Hal ini selaras dengan visi dan misi perusahaan yang mampu mengembangkan dunia pendidikan dan mencetak tenaga ahli dalam bidang perunggasan (Professional in poultry industry). Mengawali kuliah umumnya, Mr. Paulus Setiabudi memaparkan sekilas profil dari PT. Peternakan Ayam Nusantara, yang merupakan salah satu perusahaan peternakan yang bersifat Close House saat ini sedang berkembang di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat, untuk perkembangannya di tahun 2015 ini  PT. PAN ( Peternakan Ayam Nusantara ) berencana akan memperluas wilayahnya hingga ke Jawa Timur. PT. PAN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri budidaya broiler dan kemitraan, Didirikan oleh para Pengusaha dan Praktisi Perunggasan yang sudah berpengalaman puluhan tahun, Manajemen yang solid dan profesional di Farming & Kemitraan, Mitra kerja : PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Grup dan perusahaan - perusahaan besar yang sudah terkenal.

Selama ini Fakultas Peternakan dan PT. PAN sudah menjalin hubungan kemitraan yang sangat bagus hal ini terbukti bahwa hampir setiap tahunnya PT. PAN sering mengadakan proses rekruitmen dan kerjasama di bidang pendidikan yang baik dengan Fapet Unsoed, hal ini merupakan realisasi yang positif Fapet dan PT. PAN terutama sekali bagi para mahasiswa kedepannya. Semoga hal seperti ini bisa terus terjalin.
Maju Terus Pantang Menyerah!
    

Tim Thalassaemia Unsoed Berperan Dalam JUMBARA PMR XXII di Banyumas

[unsoed.ac.id, Jum, 04/9/15] “Kesadaran tidak hanya sebatas pada penghilangan stigma negatif kepada pasien Thalassaemia tetapi juga membangun kesadaran diri untuk memeriksakan diri dan keluarga ke fasilitas kesehatan untuk menilai apakah di dalam tubuhnya memiliki gen penyebab Thalassaemia”. Demikian salah satu butir materi yang disampaikan oleh dr. Lantip Rujito, Msi.Med salah satu tim ahli Unsoed dalam pembekalan kepada para kader muda Palang Merah Remaja (PMR), SMP dan SMA se Banyumas, salam acara JUMBARA PMR ke 22 di Tambak, Banyumas 28-31 Agustus 2015. 
Pada kesempatan tersebut Unsoed menugaskan tiga orang narasumber termasuk dr. Joko Setyono MSc yang secara khusus memberikan pelatihan teknik sosialisasi Thalassaemia untuk kelompok ibu-ibu. Pada kesempatan lain Dosen Kesehatan Masyarakat atas nama Siti Musfiah, SKM, MKes juga memberikan pembekalan kepada para kader muda tentang pentingnya membangun hubungan komunikasi kepada para audiens sesuai umur dan tingkat pendidikan, sehingga tercapai sasaran penyuluhan yang dicanangkan. Dua hari berturut turut para remaja tersebut kemudian menjalani aneka lomba dengan Juri dari berbagai kalangan termasuk nara sumber dari Unsoed.
Thalassaemia adalah salah satu penyakit genetik darah merah yang endemik di daerah Banyumas, dengan angka pembawa sifat mencapai 8 %. Kegiatan sosialisasi, penyuluhan, serta pelatihan pada kader suluh diharapkan memberikan efek signifikan dalam kerangka pencegahan Thalassaemia yang jumlah pasiennya semakin meningkat setiap tahunnya. Kesadaran massal tentang arti pentingnya pemeriksaan diri sendiri, perencanaan pernikahan, dan konseling reproduksi yang terprogram diharapkan mampu menekan laju jumlah pasien thalassaemia di masa mendatang. Unsoed bersama pemerintah daerah, dan juga kelompok masyarkat lainnya termasuk PMI, Yayasan Thalassaemia Indonesia, Rumas Sakit Umum Banyumas dan LSM lainnya akan terus bersinergi untuk menanggulangi masalah Thalassaemia di Banyumas. 
Maju Terus Pantang Menyerah!(dr.lantip)
 

Mangrove and Coastal Excursion di Hari Ketiga UNSOED Intercultural Summer Camp 2015

[unsoed.ac.id, Kam,4/9/15] UNSOED Intercultural Summer Camp 2015 memasuki hari ketiga pelaksanaan. Kali ini peserta dibawa ke Segara Anakan Cilacap dan Pulau Nusakambangan untuk belajar langsung mengenai budidaya mangrove. Pada hari sebelumnya, peserta telah mendapatkan materi dari Class Program tentang mangrove. Hari ini peserta akan diajak untuk memetik dan memilih benih mangrove yang tersebar di hutan mangrove disekitar Segara Anakan. Adapun benih-benih yang telah dipetik tadi kemudian dapat ditanam secara langsung disekitar tanah di pesisir pantai.

Peserta menyeberang dari Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap menuju kompleks hutan mangrove di sebelah barat Segara Anakan. Dr.rer.nat. Erwin R. Ardli, yang memimpin kegiatan kali ini menjelaskan banyak hal terkait mangrove. Salah satunya tentang beberapa varietas benih mangrove yang memerlukan penanganan berbeda untuk tiap jenisnya. “Sebenarnya secara alamiah, benih yang sudah matang apabila jatuh ke tanah akan dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru. Tetapi dengan kita memetik dan menanamnya, kita akan mempermudah persebaran wilayahnya,” jelasnya.

Setelah menyelesaikan kegiatan dengan mangrove ini, peserta diajak untuk refreshing ke Pantai Permisan yang letaknya di sisi selatan Pulau Nusa Kambangan.

 

Kerjasama Unsoed dan Griffith University Australia

[unsoed.ac.id, Kam,3/9/15] Kerjasama Unsoed dengan Universitas luar negeri akan segera bertambah.  Kali ini melalui UPT Layanan Internasional (International Relation Office/IRO), Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Ilmu Kesehatan, Unsoed menerima kunjungan perwakilan Griffith University Australia, Prof. Cordiachu dan Elena.  Keduanya disambut Kepala UPT Layanan Internasional (IRO) Dr. Suprayogi, pimpinan Fakultas Kedokteran dan Pimpinan Fakultas Ilmu Kesehatan di Ruang Rapat Rektor Unsoed Gedung Rektorat Lantai III, Kamis 3 September 2015.  Kehadiran Prof. Cordiachu adalah dalam rangka persiapan realisasi kerjasama diantara Unsoed dan Griffith University.

Dalam pertemuan ini Unsoed dan Griffith University saling memaparkan tentang kampus masing-masing, kompetensi khusus yang dimiliki, serta kerjasama yang telah dilakukan.  Dr. Suprayogi menyampaikan pemaparannya tentang Unsoed secara umum yang memiliki kompetensi dalam pengembangan sumber daya pedesaan dan kearifan lokal berkelanjutan.  “Kami juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai institusi di luar negeri maupun dalam negeri dalam berbagai bidang,” jelasnya.  Pemaparan Suprayogi dilanjutkan dengan pemaparan profil Fakultas Kedokteran oleh dr. Diyah Krisnansari, M.Si dan Fakultas Ilmu Kesehatan oleh Dr. Budi Aji.

 

Prof. Cordiachu memuji kekompakan Unsoed Baik Universitasnya secara umum maupun fakultasnya.  “Kami bertemu sekaligus baik Universitas maupun fakultasnya, ini luar biasa,” ungkapnya.  Prof. Cordiachu memaparkan tentang Griffith University dan peluang kerjasama keduabelah pihak.  “Unsoed dan Griffith sangat potensial untuk melakukan kerjasama dan semoga ini bisa segera kita realisasikan,” jelasnya.

Pertemuan ini bukan yang pertamakali bagi Unsoed dan Griffith University karena sebelumnya keduanya pernah bertemu dan melakukan pembicaraan kerjasama.  Bahkan draft Nota Kesepahaman telah dibuat dan sedang dipelajari untuk direalisasikan.

Dialog Kebangsaan, Ketua MPR RI Sampaikan Tiga Modal Keberhasilan Indonesia Masa Depan

[unsoed.ac.id, Kam,3/9/15] Ketua MPR RI Dr. Zulkifli Hasan, SE.,MM sampaikan tiga hal yang menjadi modal keberhasilan Indonesia masa depan dihadapan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Kamis(3/9).  Dalam acara Dialog Kebangsaan : ‘Menatap Indonesia Masa Depan’ di gedung Roedhiro Unsoed, Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa ketatanegaraan, sumber daya manusia, dan pembangunan karakter adalah tiga modal penting yang akan menentukan keberhasilan Indonesia Masa Depan.  Ketua MPR RI disambut Rektor Unsoed, Dr.Ir Achmad Iqbal, M.Si beserta pimpinan Unsoed, Presiden BEM Unsoed, Muhammad Ali Husein, dan Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein.  Ketua MPR hadir bersama anggota DPR RI Yayuk Basuki, Amalia Fatma, dan Lucky Hakim.

Indonesia sebagai negara yang sangat kaya dengan beranekaragam suku bangsa, pulau, dan kekayaan alam memiliki Pancasila sebagai pemersatu dengan landasan Bhineka Tunggal Ika.  “Sila ke empat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan hari ini sekedar ditafsirkan dengan suara terbanyak,” ungkapnya.  Padahal demokrasi Indonesia adalah permusyawaratan perwakilan yang berbeda dengan barat.  “Banyak hal baik, namun ada banyak hal juga yang harus diperbaiki dalam sistem ketatanegaraan kita,” lanjutnya.  Salah satunya yang menjadi perhatian Ketua MPR adalah tentang proses pemilihan Presiden, Gubernur, Bupati, maupun para wakil rakyat.  “Dalam pemilihan langsung seperti sekarang yang maju dalam kompetisi adalah yang punya modal, kalaupun tidak maka ada investornya, jika sudah jadi maka bukan lagi mengabdi pada kepentingan publik namun kepentingan pemodal karena merasa berhutang budi,” jelasnya.

Diungkapkan pula olehnya bahwa kekayaan alam bukanlah penentu keberhasilan sebuah bangsa.  “Ternyata sejarah membuktikan pada kita bahwa Kekayaan alam tidak menjamin keberhasilan masa depan sebuah bangsa, banyak contoh negara-negara di dunia yang tidak punya kekayaan alam namun justru maju dan sejahtera,” jelasnya.  “Oleh karena itu yang harus dibangun justru tidak bisa tidak adalah sumber daya manusianya melalui pendidikan,” ungkapnya.  Melalui pendidikan, Zulkifli Hasan yakin masa depan Indonesia akan cerah. 

Ketatanegaraan yang baik dan sumber daya manusia yang berkualitas belum cukup untuk membangun Indonesia masa depan.  Ketua MPR yang juga Mantan Menteri Kehutanan era Presiden SBY ini mensyaratkan modal satu lagi yaitu karakter bangsa.  “Roh kebangsaan seperti yang dimiliki Jenderal Soedirman, kejujuran, ketulusan, dan semangat pantang menyerah adalah juga hal yang harus dimiliki bangsa ini untuk merebut masa depan,” ungkapnya. 

Hal senada diungkapkan Rektor Unsoed, Dr.Ir Achmad Iqbal saat membuka acara bahwa Indonesia masa depan tidak bisa lepas dari perjuangan dan pengorbanan.  “karakter para pemimpin bangsa kita, perjuangan dan pengorbanannya telah mengantarkan bangsa ini merdeka,” ungkapnya.  Benang merah antara masa silam dan masa kini untuk modal menatap masa depan menurut Iqbal adalah generasi muda terdidik yang berkarakter.  “Dengan anak-anak muda terdidik dan berkarakter, bangsa kita memiliki kesempatan untuk berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya.

Acara dialog berlangsung hangat dengan banyaknya mahasiswa yang berpartisipasi.  Beberapa catatan dari mahasiswa diantaranya adalah mengenai moral partai politik, tontonan di media masa yang kurang mendukung pembangunan karakter, dan tuntutan agar pembangunan lebih substantif menyentuh masyarakat bawah.

KKN Mandiri Unsoed 2015, Optimisme Membangun Desa Rintis UMKM Berbasis Pertanian

[unsoed.ac.id, Kam, 3/9/15] Mahasiswa KKN Mandiri Unsoed rintis UMKM Berbasis Pertanian.  Setelah 35 Hari melaksanakan pengabdian di Desa Gerduren, para mahasiswa KKN Mandiri Unsoed menutupnya dengan gelaran Expo yang dihadiri Bupati Banyumas Ir. Achmad Husein.  Expo yang dilaksanakan di Balai Desa Gerduren, Minggu, 30 Agustus 2015 ini dipadati ratusan, perwakilan Camat Purwojati, para kepala desa di lingkungan kecamatan Purwojati, perwakilan Koramil Purwojati, dan Dosen Pembimbing Lapangan sebagai perwakilan dari Unsoed.

Expo ini juga menyajikan berbagai olahan produk dari singkong dan pisang yang dibuat oleh pelaku usaha setelah didampingi oleh mahasiswa KKN, dan lomba inovasi produk olahan singkong dan pisang antar RT di Desa Gerduren.  Disampaikan oleh Kormades Mahasiswa KKN mandiri bahwa Lomba ini ditujukan untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi seluruh warga Gerduren dalam hal pengolahan produk hasil pertanian. Dari beberapa kriteria yang dilombakan yakni cita rasa, kreativitas dan tampilan produk, lomba ini dimenangkan oleh RT 01 RW 07 sebagai Juara 1, Juara 2 RT 01 RW 03 dan Juara 3 RT 04 RW 03. “Antusias warga bertambah ketika Bapak Ahmad Husen selaku Bupati Banyumas meninjau serta ikut mencicipi produk yang disajikan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Kormades KKN mandiri Unsoed menyampaikan latar belakang pemilihan tema “Perintisan UMKM Berbasis Pertanian Desa Gerduren”. Menurutnya, dengan berbagai potensi alam, baik lahan pertanian, aliran sungai Tajum, dan perhutanan mampu menjadi modal besar untuk membangun desa ini jika diikuti kepedulian masyarakat, sense of belonging akan desanya dan pembangunan yang berkelanjutan. Beberapa program disampaikan selama menjalani KKN, dari mulai inisiasi untuk membangun kelompok UMKM, demo pengolahan pupuk organik, sosialisasi ekonomi Islam, pelatihan keterampilan dan kesenian, pengolahan sampah rumah tangga hingga pembangunan 1 unit jamban umum di salah satu dusun.

Beberapa pihak yang memberi sambutan mengapresiasi apa yang dilakukan Unsoed, lebih khusus kepada mahasiswa KKN mandiri. Bapak Bambang Suharsono, selaku Kepala Desa Gerduren, menyampaikan bahwa langkah yang ditempuh oleh mahasiswa dinilai bersinergi dan ikut membantu dalam mendorong misi pemerintah desa, yaitu di bidang peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut, beliau menyampaikan potensi desa Gerduren hingga kendala serta harapan agar terjalin komunikasi yang intens antara pemerintah desa, universitas, dan pemerintah kabupaten sehingga dapat membantu pembangunan desa Gerduren.

Bupati Banyumas juga menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dan masyarakat. Melalui momen ini, diharapkan bisa menjadi salah satu penunjang dari upaya peningkatan kesejahteraan. Beliau juga menyampaikan konsep pembangunan infrastruktur di wilayah desa Gerduren. Selain itu, apresiasi juga disampaikan secara implisit kepada budayawan Gerduren yang masih berusaha melestarikan kesenian kenthongan dan calung dengan membina anak usia sekolah dasar. Acara expo ditutup dengan performance mahasiswa KKN mandiri Unsoed dan penyerahan kenang-kenangan berupa peta desa untuk desa Gerduren.

Acara expo semakin meriah ketika para hadirin mulai disuguhkan dengan berbagai hiburan dari para pengisi acara, seperti diantaranya siswa SDN 3 Gerduren yang menampilkan kenthongan, siswa SDN 1 Gerduren menampilkan tarian tradisional Gegala, Hadroh dan Calung, serta International Phonetic Alphabet oleh anak-anak SDN 2 Gerduren. Selain siswa-siswi sekolah dasar, ada juga penampilan Asmaul Husna dari anak-anak TPQ Roudotul Quran serta tari tradisional Lenggok dari siswi SMP Jatilawang.

Beasiswa PT. New Hope Liuhe Untuk Mahasiswa Fakultas Peternakan UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam, 03/9/15] Perusahaan ternak dari Tiongkok, yaitu PT New Hope Liuhe yang bergerak dalam bidang pakan ternak ayam, bersama Fakultas Peternakan Unsoed menyelenggarakan program beasiswa bagi para mahasiswa berprestasi. Proses seleksi sendiri diadakan di Fakultas Peternakan ruang 306, berlangsung dari tanggal 1 s/d 3 September 2015 PT New Hope Liuhe mengelar proses seleksi. 
Perusahaan yang berbasis pada agribisnis pertanian, peternakan dan produk olahan peternakan ini  mengembangkan sayap bisnis pakan ternak, farm, produk daging, investasi keuangan, dan lain-lain.
Bisnis New Hope Liuhe berkembang meliputi seluruh wilayah Tiongkok dan dengan lebih dari 30 cabang didirikan di Vietnam, Filipina, Bangladesh, Indonesia, Sri Lanka, Kamboja, Singapura, Mesir, dll. perusahaan yang mengendalikan lebih dari 500 anak perusahaan dan cabang di berbagai negara, kerja sama dibidang pendidikan ini sangatlah membantu mahasiswa mengenal dunia kerja sedini mungkin, sehingga nantinya saat memasuki dunia kerja yang sesungguhnya mereka sudah menjadi tenaga yang siap pakai dan bisa berkarya menjadi SDM yang handal.


Kali ini bukan hanya merekrut mahasiswa yang berprestasi akan tetapi perwakilan dari PT New Hope Liuhe juga berkesempatan membuka kesempatan kerja kepada para mahasiswa Fakultas Peternakan Unsoed yang telah menyelesaikan masa studinya. Semoga kerjasama yang sudah terjalin dengan baik ini diharapkan kedepan bisa terus dilanjutkan, karena secara langsung memberikan peluang yang positif bagi para mahasiswa Fakultas Peternakan.
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

Class Program di Hari Kedua UNSOED Intercultural Summer Camp 2015

[unsoed.ac.id, Rab, 02/9/15] UNSOED 2nd Intercultural Summer Camp memasuki hari yang kedua. Kegiatan hari ini akan difokuskan dalam beberapa Class Program yaitu Mangrove, Palm Sugar, Paddy dan Banyumas Culture dengan pengenalan cara membuat wayang. Dimulai dengan materi Budidaya Mangrove oleh Dr.rer.nat. Erwin R. Ardli, M.Sc. Mangrove atau lebih dikenal dengan bakau ini adalah salah satu tumbuhan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Tak hanya definisi mengenai mangrove, fungsi, persebaran dan kondisi mangrove Indonesia terkini juga dipaparkan. 

Sesi kedua diisi oleh Dr. Karseno yang memaparkan materi tentang gula aren (Palm Sugar). Palm Sugar sendiri adalah gula yang dibuat dari berbagai getah manis kelapa, nipah, arenga dan borassus. Adapun dalam materi kali ini dibahas secara detail cara pembuatan gula aren dari kelapa (coconut sugar). Berlanjut ke sesi ketiga yang diisi oleh Suprayogi, Ph.D. Beras sebagai makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia, telah lama komoditas penting. Indonesia sebagian besar masyarakatnya tergantung hidupnya pada sektor pertanian. Beliau juga memaparkan berapa fakta mengenai beras di Indonesia. Diantaranya adalah nilai strategis beras yang ikut menentukan stabilitas nasional, nilai gizi dari bulir beras, mitos beras dan padi yang merupakan bagian dari budaya Indonesia, juga nilai ekonomis dari beras karena lebih dari 40 juta orang mengandalkan hidup mereka pada aktivitas berkaitan dengan produksi beras. 
Sesi terakhir adalah Banyumas Culture yang pematerinya adalah pengrajin sekaligus dalang, Joko Purwocarito. Selain menjelaskan soal nilai historis wayang, beliau juga secara langsung mengajari cara pembuatan wayang. Dari menggambar sketsa, proses pemotongan sampai pengecatan. Peserta sangat antusias mengikuti semua prosesnya dan mencoba prosesnya secara langsung.
Maju Terus Pantang Menyerah!
 

September, Kerja sama UNSOED PPPPTK IPA Bandung Lahirkan 13 Laboran

[unsoed.ac.id, Rab, 02/9/15] Lagi, kerjasama Unsoed dan PPPPTK IPA Bandung membuahkan hasil. Kali ini kerjasama yang diwujudkan dengan penyelenggaraan Program Studi D II Akademik Komunitas PPPPTK Bandung Universitas Jenderal Soedirman ini meluluskan 13 Ahli Muda (A.Ma.). Hal tersebut terbukti dalam gelaran Yudisium dan Pelepasan calon wisudawan untuk periode Wisuda Bulan September 2015 pada program tersebut. Alumni baru ini resmi dikukuhkan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed pada 28 Agustus di PPPPTK IPA Bandung. Turut hadir dalam acara ini jajaran pimpinan PPPPTK, pengelola program, staf pengajar, perwakilan orang tua dan 13 lulusan teranyar program ini. Gelaran ini merupakan rangkaian akhir proses akademik yang harus ditempuh mahasiswa. Selaian itu kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melepas alumni baru program D II Aakademik Komuniktas PPPPTK Bandung Unsoed periode ini.
Dalam sambutannya Wakil Rektor Bidang Akademik Unsoed Prof. Dr. Mas Yedi Sumaryadi menjelaskan bahwa kerjasama dalam penyelenggaraan program ini merupakan komitmen Unsoed untuk terus berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satu sektor lapangan kerja yang strategis adalah penyediaan laboran bagi sekolah tingkat dasar dan menengah. Keberadaan laboran  diyakini akan meningkatkan kualitas pembelajaran di level pendidikan dasar dan menengah. “Diperlukan sinergi yang kuat antara Kemendikbud, Kemenristekdikti serta Kemenpan RB untuk mengawal kebijakan  dalam pemenuhan kebutuhan laboran di sekolah tingkat dasar dan menengah” Jelas beliau. Lebih dalam beliau berpesan kepada 13 alumni Unsoed yang baru untuk terus berpegang teguh pada nilai-nilai karakter kejuangan Jenderal Soedirman. ”Semua alumni Unsoed harus berpegang teguh pada nilai kejujuran, kepedulian dan pantang menyerah.” Imbuh Prof. Yedi.

Keberadaan program D II Akademik Komunitas ini nampaknya mulai mendapat hati di kalangan masyarakat pendidikan, khususnya pendidikan dasar dan menengah di Jawa Barat. Seperti diungkapkan oleh Kepala Bagian Umum PPPPTK IPA Bandung Drs. Dedi Herawadi, M.Si. “Hingga saat ini permintaan alumnus program D II ini terus meningkat, hal ini dibuktikan alumni angkatan pertama seluruhnya sudah bekerja, bahkan saat ini beberapa sekolah di sekitar Bandung resmi mengajukan permohonan untuk merekrut alumni baru ini.” Jelas beliau. Kedepan beliau berharap bahwa kerjasama dengan Unsoed akan terus terjalin dan kontinyu bahwkan dikembangkan dengan program-program yang lain.
Pada wisuda periode Septemer 2015 ini Program D II Akademik Komunitas PPPPTK IPA Bandung Unsoed telah melulusakan 13 alumni baru yang terdiri dari 5 dari program Laboratorium Biologi, 5 dari program Laboratorium Fisika dan 3 orang dari program Laboratorium Kimia. Capaian prestasi alumni pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Tercatat 53 % lulusan periode ini mendapat predikat kelulusan “Dengan Pujian”.  Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

Lulusan Fakultas Peternakan UNSOED Kian Dilirik Perusahaan

[unsoed.ac.id, Rab, 02/9/15] Perusahaan yang bergerak di bidang peternakan kembali melakukan rekruitmen pegawai di Fakultas Peternakan Unsoed. Kali ini PT. Peternakan Ayam Nusantara (PAN) yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri budidaya broiler dan kemitraan, mengadakan rekruitment bagi lulusan Fakultas Peternakan Unsoed, Selasa (01/9). 
Pada rekruitmen yang kelima kalinya di Fakultas peternakan Unsoed ini, PT.PAN membuka kesempatan kerja untuk mengisi jabatan sebagai Technical Service (TS) yang bertugas membina plasma/peternakan rakyat dengan kapasitas yang sudah ditentukan. Rekruitmen diikuti oleh 42 peserta, diawali dengan tes tertulis. Apabila lolos tes tertulis, peserta akan mengikuti tahap wawancara pada Rabu (02/9). 
Peserta yang nantinya lulus test akan diberikan pendidikan dan latihan kerja selama 2 bulan dalam hal teknik dan budidaya ayam, kesehatan ayam, manajemen produksi, manajemen perusahaan, pembinaan moral, akhlak, perilaku praktek lapangan hingga menjadi tenaga yang professional. Dengan berbagai fasilitas perusahaan yang disediakan asrama, makan dan uang saku selama menjalani Training Center Farm.
Maju Terus Pantang Menyerah! 
 

Halaman

Subscribe to Berita UNSOED

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA