Test RSS

Tingkatan Kajian Ketahanan Pangan Fakultas Biologi Datangkan Ahli Mutasi Genetika

[unsoed.ac.id, Sen, 23/11/14] Kecepatan laju pertumbuhan penduduk tidak diikuti dengan kecepatan pertambambahan bahan pangan. Fenomena inilah yang menjadi ancaman serius terhadap ketahanan pangan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatan ketahan pangan , salah satu yang ditawarkan oleh biolog adalah mutasi genetik.  Hal tersebut dipaparkan oleh Prof. Dr. Ir. Estri Laras Arumingtyas, M.Sc. dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Biologi Unsoed. Gelaran yang bertajuk kuliah umum ini dilaksanakan pada 22 November 2014. Hadir dalam acara ini dekan dan jajaran pimpinan, staf dosen dan ratusan mahasiswa kampus biru. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengupdate perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Selain itu kehadiran guru besar Universitas Brawijaya ini diharapkan mampu meningkatkan iklim akademis Fakultas Biologi.

Dekan Fakultas Biologi Unsoed Dra. Yulia Sistina, M.Sc.Stud., Ph.D. dalam sambutan awalnya mengemukakan bahwa kuliah umum adalah salah satu komitmen fakultas untuk memberikan nuansa berbeda dalam penambahan wawasan keilmuan mahasiswa. “Kehadiran para peneliti dan praktisi dalam kegiatan ini akan memperpendek gap keilmuan dengan dunia luar.” Jelas beliau. Lebih dalam beliau berharap bahwa kehadiran guru besar bidang genetika ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengkaji dan mentransfer ilmunya kepada mahasiswa biologi.

Dalam paparan yang berjudul Mutasi gen salah satu cara mencapai food secure Bu Esti begitu biasa disapa mengemukakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir peningkatan bahan pangan tidak lebih dari 10.000 ton sedangkan pertambahan penduduk hampir mencapai 50 juta. “Data world food programe (WFP) tahun 2011 menunjukkan bahwa angka kelaparan di negara kita adalah 10-19 %. Hal ini berarti bahwa dari hampir 250 juta penduduk diantaranya 19 persen masih kelaparan” kata beliau. Angka ini akan terus meningkat jika kita tidak melakukan langkah-langkah strategis untuk menuju ketahanan pangan. “Salah satu teknologi yang dapat kita tawarkan untuk meningkatkan produksi pangan adalah mutasi genetik” imbuhnya.

Penggunaaan rekayasa gentika ini selaras dengan kebijakan pembangunan pangan oleh pemerintah yang dicantumkan dalam kegiatan operasional kunci yang dilakukan untuk menjamin dan meningkatkan ketersediaan pangan. “ salah satunya adalah peningkatan produksi dan produktivitas melalui perbaikan genetik & teknologi budidaya” kata doktor yang pernah mengenyam pendidikan di Australia ini. Namun demikian penggunaan metode ini masih menuai pro kontra. Beberapa pendapat negatif dalam teknologi ini adalah produk tanaman dari teknologi ini dapat menghasilkan allergens dan toxins pada makanan, penyerbukan silang tanpa sengaja, ketahanan terhadap antibiotik dan terbentuk gulma "super"  dan ancaman lingkungan lain. “Sisi positif teknologi ini adalah peningkatan ketahanan hama dan penyakit, penumbuhan bahan makanan pada iklim yang ‘keras’, peningkatan suplai makanan, peningkatan nilai nutrisi dan berguna dalam pembuatan obat” jelasnya.

Isu ketersediaan pangan masa depan memang menjadi topik hangat disetiap pertemuan kepala negara. Ketahanan pangan menjadi salah satu kajian oleh banyak peneliti, Fakultas Biologi salah satunya. Komitmen untuk terus mengembangkan potensi spesies indigenues tertuang jelas dalam visi kampus biru ini. Hal ini diharapkan menjadi suntikan semangat bagi civitas akademika Fakultas Biologi untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat khususnya penyediaan bahan pangan yang berkualitas.

Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

 

Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Peringati Hari Ikan Nasional 2014

[unsoed.ac.id, Sen, 23/11/14] Dalam rangka memperingati hari ikan Nasional yang jatuh pada tanggal 21 November 2014 Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan menggelar talkshow mengoptimalkan penanganan produk perikanan, Sabtu (22/11). Tema yang diangkat yaitu Cerdas Rakyatku, Jaya Perikananku”, dengan narasumber  Dr. Rifda Naufalin, SP, MP selaku Dosen Pertanian UNSOED dan Sytrisno Selaku Kasubag Perikanan Kabupaten Banyumas. Pada acara acara talkshow ini dihadiri oleh para Dosen serta para mahasiswa.

Dr. Ir Isdy Sulistyo, DEA selaku Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang dalam pembukaanya menyampaikan bahwa dengan acara talkshow ini diharapkan menumbuhkan peran serta terhadap prokuksi perikanan dan meningkatkan tingkat konsumsi ikan yang cukup rendah di kabupaten Banyumas serta sebagai penunjang konsumsi kandungan protein – protein dan omega 3 yang terdapat di daging ikan.

Pada talkshow narasumber menyampaikan tentang mengoptimalkan penanganan produk perikanan dengan mempromosikan produksi lokal dalam mewujudkan kedaulatan, kemandirian dan ketahanan pangan nasional serta mendorong peningkatan konsumsi ikan melalui peningkatan kesadaran nilai gizi yang terkandung pada ikan kemudian untuk peran strategis dari gema Ikan (Gerakan Makan Ikan) meliputi sebagai peningkatan produksi perikanan akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi pada masyarakat pembudidaya dan sebagai pendorong kualitas sumber daya manusia melalui nilai gizi yang terkandung pada ikan.  

Peringatan hari ikan nasional ini juga diisi dengan perlombaan – perlombaan yang meliputi lomba olahan ikan yang diikuti oleh peserta Persatuan Dharma Wanita / Ibu PKK, lomba mewarnai dan menggambar bagi siswa Taman Kanak – Kanak.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

BEM UNSOED Menggelar Soedirman Career and Education Fair (SOCEF)

SOCEF unsoed

[unsoed.ac.id, Sen, 23/11/14] Bertempat di Gedung Soemardjito UNSOED, sabtu (22/11) diadakan acara Soedirman Career and Education Fair (SOCEF). Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) UNSOED bekerjasama dengan Ikatan Allumni Pasca Sarjana UNSOED. Acara ini digelar dalam rangka memfasilitasi mahasiswa, alumni dan fresh graduate terkait perihal pekerjaan, beasiswa dan studi lanjut. Acara ini juga diharapkan dapay membantu lembaga atau perusahan untuk mendapat branding yang lebih baik dalam promosinya. Sehingga nantinya akan memberi kemudahan dalam rekrutmen tenaga kerja.

Ketua Alumni Pasca Sarjana UNSOED, Drs. Slamet Risyanto M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini merupakan bukti pemanfaatan UNSOED. Sebagai perguruan tinggi, harus dapat berguna bagi masyarakat. Baik civitas akademika, masyarakat pengguna ataupun masyarakat di sekitar UNSOED. Lebih lanjut lagi beliau menegaskan bahwa dengan acara ini artinya UNSOED tidak hanya menyiapkan calon lulusan yang berkualitas, tapi juga memberikan gambaran terhadap dunia kerja.

Dalam kegiatan kali ini diadakan juga Talk Show yang bertema “Kiprah Alumni UNSOED dalam Bidang Pekerjaan dan Pendidikan. Adapun yang bertindak sebagai pembicara adalah Prof. Bambang Agus Pramuka (Presiden Direktur I Pasca Sarjana UNSOED), Dr.rer.nat. Erwin Riyanto Ardli (Assisten Direktur International Relation Office) dan Maruto Umar Basuki, SE., M.Si. (Alumni Unsoed).

Maju Terus Pantang Menyerah!

Menwa UNSOED Isi Program di Banyumas TV

[unsoed.ac.id, Sen, 23/11/14] Kemitraan Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED dengan Banyumas Televisi/BMS TV terus terjalin, kali ini UKM Resimen Mahasiswa/Menwa UNSOED mengisi program acara Dialog Interaktif BMS TV, Juma’t (21/11). Acara dengan durasi 1 jam, dimulai pukul 19.00-20.00 WIB. Sebagai narasumber Jabbar Bayuna, S.Sos (Komandan Batalyon 904/Kalayudha), Dimas Bayunegara (Kasi V /Humas dan Teritorial) dan Iin Lusi Vitasari (Wakil Kepala Kesekretariatan).

Mengawali dialog Jabbar Bayuna, S.Sos (Komandan Batalyon 904/Kalayudha), disampaikan tentang sejarah awal berdirinya Menwa Mahadipa Batalyon 904/Kalayuda yang terletak diwilayah Korem 071/Wijayakusuma pada awalnya mempunyai nama Resimen Mahapura yang dibentuk oleh Pangdam IV Diponegoro. Lebih lanjut diuraikan tentang tujuan, tugas pokok dan fungsi Menwa Indonesia. Mengakhiri dialog disampaikan syarat menjadi anggota Menwa UNSOED, program kegiatan Menwa UNSOED yang antara lain Program Pelatihan Berjenjang dan Pendidikan Khusus serta kegiatan lain(seperti pengaman wisuda, petugas Upacara, Paskibra, latihan menembak, pelayaran kebangsaan dan lain-lain).

Maju Terus Pantang Menyerah!

Prodi Matematika Gelar Seminar Nasional Ulas Tentang Matematika dan Aplikasinya

[unsoed.ac.id, Sen, 23/11/14] “Seeing the World with Mathematics and Statistics”, merupakan tema dalam Seminar Nasional Matematika dan Aplikasinya yang dilaksanakan oleh Program Studi Matematika Fakultas MIPA Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, Sabtu (22/11). Kegiatan ini merupakan upaya dari program studi matematika dalam menyebarluaskan informasi ilmiah yang dihasilkan dari disiplin ilmu matematika murni, matematika terapan, matematika pendidikan dan statistika. Diharapkan melalui seminar ini agar hasil-hasil riset dapat dimanfaatkan secara optimal baik oleh kalangan akademisi maupun masyarakat luas. Hal ini disampaikan oleh  Ir. Budi Pratikno, M.Stat.Sci.,Ph.D dalam laporannya.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas MIPA Drs. Sunardi M.Si. Dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya seminar dan berharap kedepan dapat diselanggarakan secara rutin.

Kegiatan seminar utama bertempat di Auditorium Fakultas Pertanian UNSOED, dengan narasumber Dr. Abdel Salhi (Head of Departement Mathematics Science Essex University UK), Dr. Norma Alias (Applied Of Mathematics UTM Malaysia), Drs. Kresnayana Yahya, M.Sc (Statistika Terapan ITS Surabaya) dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Banyumas. Sedangkan untuk seminar pararel bertempat di Jurusan MIPA UNSOED yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu Matematika Murni&Aljabar, Matematika Terapan, Pendidikan Matematika dan Statistika.

Kegiatan diikuti oleh 139 peserta yang terdiri dari 28 pemakalah dan 111 non pemakalah. Pemakalah yang hadir dari UNSOED, UGM, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, UPI Bandung, Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang, Universitas Jambi, UMP Purwokerto, UAD Yogyakarta dan SMAN 5 Purwokerto.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Ribuan Orang Bersholawat di UNSOED

[unsoed.ac.id, Sab,22/11/14] Ribuan orang memadati Lapangan Kantor Pusat UNSOED Sejak Jum’at sore (21/11) hingga malam.  Selain datang dari sekitar UNSOED dan Banyumas, mereka juga hadir dari berbagai kota.  Sebagian besar berpakaian putih dan sebagian lagi membawa atribut syeikhermania.  Para peserta duduk berbaris rapi dan melantunkan sholawat bersama untuk kebaikan bersama dan kebaikan , keselamatan, serta kemajuan UNSOED.  UNSOED Bersholawat memang menjadi penutup rangkaian Dies Natalis ke-51 UNSOED.  Habib Syeikh bin Abdul Qadir Assegaf, ulama yang teduh dan kharismatis hadir ke UNSOED dan memimpin acara UNSOED Bersholawat ini bersama ribuan jamaahnya.  Selain pejabat UNSOED, hadir pula Komandan Korem 071 Wijayakusuma, Bupati Banyumas, Dandim Purwokerto, Kapolres Purwokerto dan para Kiyai dari berbagai tempat. 

Di usianya yang ke-51 ini, UNSOED berharap dapat terus meneguhkan perannya di masyarakat.  Hal ini sebagaimana disampaikan Rektor, Dr.Ir.H Achmad Iqbal, M.Si dalam sambutannya.  “Kami berharap dan mohon do’a kepada hadirin sekalian, khususnya kepada Habib Seyikh bin Abdul Qadir Assegaf untuk memimpin do’a ini agar UNSOED dapat meningkat terus perannya di masyarakat,” ungkapnya.  Bupati Banyumas pada kesempatan ini juga mendapat kesempatan berbicara langsung kepada masyarakatnya, begitu juga Danrem, Dandim, dan Kapolres.  Semuanya mengajak bersama-sama membangun bangsa dalam kebersamaan yang kokoh.

Sebelum memimpin acara sholawat Habib Syeikh bin Abdul Qadir Assegaf menyampaikan kepada hadirin sebagai warga negara yang baik untuk berdo’a demi kesejahteraan bangsa.  “Kita sebagai seorang muslim memiliki do’a yangdapat kita panjatkand emi kebaikan bersama,” jelasnya.  Sebelumnya Habib juga diterima Rektor dan Para Wakil Rektor di Rektorat dan memimpin do’a bersama di Rumah Dinas Rektor.

Meskipun diikuti ribuan orang, acara UNSOED Bersholawat berjalan lancar dan khidmat hinggai usai.  Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini begitu juga para Pejabat UNSOED yang pagi harinya baru saja dilantik mengikuti kegiatan ini hingga Usai.  Semoga keberkahan selalu menaungi UNSOED.  Maju Terus Pantang Menyerah !

FEB Gelar Seminar Nasional Call for Paper Sustainable Competitive Advantage 4

[unsoed.ac.id, Jum, 21/11/14] Dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA 2015), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNSOED mengadakan Seminar Nasional Call for Paper Sustainable Competitive Advantage 4 dengan tema “Strategi UMKM dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”. Rabu (19/11) di Gedung Roedhiro. Pada seminar ini menghadirkan pembicara Dr Hendra Lesmana, MM, M.Si selaku Ketua Kehormatan Himpunan Kawasan Industri Indonesia / Direktur Bekasi Fajar Industrial Estate dan Prof. Christantinus Dwiatmadja, ME, Ph.D selaku Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana, serta pada acara seminar ini dihadiri oleh Pembantu Dekan 1 FEB, Para Dosen dan Mahasiswa FEB.

Dr. Wiwiek Rabiatul Adawiyah, BA.MS.c, Ph.D selaku Pembantu Dekan 1 FEB yang dalam pembukaanya menyampaikan dalam seminar nasional ini bertujuan untuk mempersiapkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja serta menghadapi masyarakat ekonomi asean 2015. Kemudian dalam MEA 2015 ini diharapkan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan meliputi kawasan asean dapat menjadi tempat investasi dan  penciptakan skill, kawasan asean diharapkan memiliki skill secara global serta menjadikan usaha kecil dan menengah memiliki daya saing baik kompetisi maupun kreatifitas.

Pada pembicara yang pertama Dr Hendra Lesmana, MM, M.Si memaparkan Strategi UMKM dalam menghadapi MEA 2015 dengan mendukung program globalisasi usaha kecil menengah dengan mencari pasar baru diluar negeri, meningkatkan promosi perdagangan, mendorong spesialisasi dalam memperluas pasar luar negeri, mendukung pencapaian standar international dan mendukung pengembangan Global Brand. Selanjutnya Prof. Christantinus Dwiatmadja, ME, Ph.D memaparkan masyarakat ekonomi Asean sebagai kekuatan ekonomi integratif untuk menjadikan kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi yang berfokus pada pada sektor barang, jasa, investasi, tenaga ahli dan modal. Selanjutnya pada strategi peningkatan daya saing UMKM indonesia dari segi kapasitas, proses identifikasi usaha kecil menengah yang berpotensial dan penajaman terhadap produk unggulan berorentasi ekspor.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Komitmen Desa Berdikari, UNSOED Gelar Seminar Nasional

[unsoed.ac.id, Jum, 21/11/14] Tegak berdiri selama 51 Tahun dan tetap berkomitmen terhadap PIPnya untuk mengembangkan sumber daya pedesaan berkelanjutan, UNSOED terus mengabdi dan teguh pada komitmennya itu.  Sebagai salah satu wujud dari upayanya mewujudkan visi, UNSOED melalui LPPM menggelar Seminar nasional Percepatan Desa Berdikari melalui Cummunity Development dan Inovasi teknologi Bekerjasama dengan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia Pusat.  Seminar ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab UNSOED sebagai lembaga pendidikan tinggi untuk mendeseminasikan karya-karya penelitian dalam rangka pengembangan sumber daya pedesaan yang berkelanjutan.  Acara yang dibuka pada Hari Kamis, 21 Nopember 2014 ini diikuti oleh 500 peserta.  Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Panitia Dr. Dwi Nugroho Wibowo, M.S.  Mewakili Rektor Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, Ph.D membuka acara ini.  Hadir pula dalam sesi panel seminar ini Danrem 071 Wijayakusuma, Wakapolres Purwokerto, Para Pejabat di lingkungan UNSOED, Provinsi Jateng, dan Kabupaten Banyumas dan sekitarnya.

Tiga orang Keynote Speaker dihadirkan dalam kegiatan ini yaitu Staf Khusus Gubernur Bidang Infrastruktur dan Kedaulatan Pangan Prof.Ir Sunaryo, MURP, Ph.D, ketua LPPM UNSOED, Prof. Totok Agung DH, Ph.D dan Ketua PERHEPPI Dr. Bayu Krisnamurti yang diwakili oleh sekretarisnya.  Mengusung tema kebijakan pemberdayaan masyarakat pedesaan melalui inovasi teknologi, PERHEPPI memuali paparannya dengan masalah kesempatan kerja dan kesenjangan ekonomi di Indonesia.  Mengutip Jokowi JK, Dr. bayu mengungkapkan bahwa masalah ketimpangan masyarakat disebabkan oleh tiga hal yaitu sumber daya manusia, regulasi yang ada, dan rendahnya kualitas infrastruktur di berbagai bidang.  Salah satu cara mengatasinya adalah menguasai teknologi.  “Terkait teknologi terutama teknologi pertaniansebenarnya lembaga penelitian baik negeri maupun swasta telah banyak menghasilkan invensi yang siap digunakan petani,” ungkapnya.  “Ada ratusan varietas padi, jagung, kedele dan tanaman hortikultura setiap tahunnya, demikian juga produk pestisida, alat dan mesin pertanian dan lainnya”, jelasnya.  Masalah pokoknya adalah menyampaikannya kepada petani.

 

Prof. Sunaryo pada kesempatan ini menyampaikan konsep Desa Berdikari yaitu mandiri dalam pemenuhan kebutuhan dasar, mampu menyelesaikan persoalan atas dasar kemampuan sendiri dan penyediaan infrastruktur, menciptakan relasi sosial yang aman, tidak diskriminatif, berdasarkan musyawarah mufakat, mampu bekerjasama dengan pihak lain, dan gotong royong dalam satu kawasan.  “Desa berdikari adalah desa berdikari di bidang ekonomi, politik, dan berkeprobadian di bidang kebudayaan,” ungkapnya.

Sementara itu Prof. Totok Agung fokus pada masalah percepatan kedaulatan kedelai di jawa Tengah.  “Saya sengaja memotret jawa tengah karena jawa tengah adalah Desanya Indonesia,” jelasnya.  Ada beberapa solusi strategi percepatan yang ditawarkan Prof. Totok meliputi Political Will Pemerintah, Peningkatan peran serta petani, Optimalisasi potensi lahan, Perbaikan teknik budidaya, Penyediaan benih bermutu, dan perbaikan proses produksi.

Hingga berita ini diturunkan, masih berlangsung sesi paralel dari seminar nasional ini yang meliputi 7 bidang yaitu biodeiversivitas tropis dan bioprospeksi, pengelolaan wilayah kelautan, pesisir, dan pedalaman, bidang pangan, gizi, dan kesehatan, bidang energi baru dan terbarukan, bidang kewirausahaan,koperasi, dan ukm, bidang reksos dan pengembangan pedesaan, serta bidang ilmu murni/penunjang.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Rektor Lantik 119 Pejabat UNSOED

[unsoed.ac.id, 21/11/14] Semakin tingginya harapan masyarakat terhadap UNSOED membuat pelayanan juga harus semakin ditingkatkan.  Salah satunya melalui peningkatan kapasitas kelembagaan agar masyarakat semakin terlayani dengan baik.  Terbitnya Permendikbud No 21 Tahun 2014 tentang Organisasi dan tata Kerja UNSOED yang baru menggantikan Permendiknas 25 Tahun 2009 melahirkan konsekuensi adanya pengembangan dan penataan organisasi berikut sumber daya manusia yang ada.  Bertempat di Gedung Soemardjito, Rektor Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si melantik 119 Pejabat UNSOED yang terdiri dari Dekan dan Para Wakil Dekan Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Kesehatan, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Ilmu Budaya serta Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan.  Dilantik pula oleh Rektor Para Kepala UPT, Sekretaris Badan Pengelola Usaha, serta sekretaris Satuan pengawasan Internal.  Sementara itu pejabat Struktural Eselon III dan IV yang total berjumlah 90 orang juga dilantik di kesempatan yang sama.

Rektor berharap para pejabat yang dilantik dapat melaksanakan tugas secara efektif, efisien, dan akuntabel.  “Bekerjalah dengan cermat, teliti, terencana, dan memberikan nilai tambah serta kemanfaatan bagi pengembangan institusi,” jelasnya.  Selain itu Rektor juga berpesan agar dalam bekerja semuanya harus mengedepankan jiwa dan semangat melayani.  “Kesuksesan kita salah satunya ditandai dengan kepuasan stakeholders yang kita layani,” ungkapnya.

Kepada para pimpinan Fakultas yang baru rektor berpesan agar segera menyusun program pengembangan fakultas berbasis evaluasi diri yang sesuai dengan visi, misi, tujuan dan sasaran UNSOED dengan menggunakan indikator yang jelas.  “Fakultas yang baru juga mesti mengembangkan tata pamong yang baik dengan aturan dan prosedur operasional baku yang jelas,”, lanjutnya.  Selain itu, kepada Fakultas baru Rektor juga berpesan agar meningkatkan kompetensi dan daya saing lulusan melalui penguatan softskill dan di satu sisi juga mengembangkan kompetensi dan kinerja dosen dan tenaga kependidikan.  “Kembangkan pula kurikulum berbasis KKNI dan tingkatkanlah kualitas penelitian dan publikasi,” jelasnya.

Berikut ini nama-nama pejabat yang dilantik dan jabatannya : KLIK DI SINI (PDF)

 

Akademisi Sosiologi Fisip Paparkan Fenomena Film Islam sebagai Solusi Islami di Simposium Internasional Equator

[unsoed.ac.id, Jum, 21/11/14] Munculnya film-film Islam di Indonesia untuk mengatasi isu-isu praktis dan masalah kehidupan sehari-hari yang dihadapi oleh generasi muda Islam Indonesia, penafsirannya belum menjadi cara untuk membangun identitas mereka. Itulah pokok pikiran yang disampaikan Dr. Hariyadi dalam Simposium Internasional Equator beberapa waktu yang lalu. Simposium Equator adalah salah satu program utama Yogyakarta Biennale Foundation. Simposium ini berskala internasional, yang melibatkan spesialis dan praktisi dari berbagai negara yang ada di sekitar garis khatulistiwa. Simposium Equator yang bersifat lintas-disiplin, meskipun fokus perhatian adalah seni kontemporer. Simposium yang diselenggarakan di Gedung Lengkung Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada pada tanggal 17 – 18 November 2014 ini mengambil tema The One and The Many : Ethic and Aesthetic Practises in Our 21 Century Democracy.

Simposium Equator juga berfungsi sebagai upaya untuk mengembangkan jaringan antara individu dan lembaga yang dapat mengaktifkan peran pakar dan praktisi seni rupa kontemporer Indonesia di skala internasional. Simposium Equator 2014 ini mencoba untuk mengungkapkan ekosistem asosiasi dari banyak narasumber seperti kelompok seniman, kelompok berbasis hobi masyarakat atau asosiasi otoritas di lingkungan sekitarnya.  

Dalam paparannya disampaikan bahwa film Islam dibuat untuk menawarkan solusi gaya Islam  dan menjadi sarana bagi penyebaran nilai-nilai Islam. Beberapa film Islam mematuhi prinsip-prinsip Islam yang konservatif, sedangkan film Islam lainnya cenderung untuk beresonansi dengan pemikiran Islam yang lebih liberal. Namun demikian, menurut Dr. Hariyadi, “Generasi muda Islam tidak berniat untuk melakukan hal-hal yang dilihat dalam film, meskipun mereka tidak keberatan dengan nilai-nilai yang film Islami pengasuhan hal ini berarti tujuan pembuatan film Islam untuk mendidik pemuda Muslim menjadi Muslim yang baik sesuai dengan semangat Islamisasi mungkin tidak diterjemahkan ke dalam praktek yang cukup karena tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Maju Terus Pantang Menyerah!(AT).

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA