Test RSS

Lolakarya Jurusan Sosiologi Mantapkan Tugas Akhir Mahasiswa

[unsoed.ac.id, Kam, 30/4/15] Bertempat di Lab Sosiologi, Rabu 29 April 2015 diselenggarakan Lokakarya Percepatan Penyelesaian Tugas Akhir Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed. Kegiatan ini dihadiri oleh sebagian besar Dosen Sosiologi bahkan Dr. Masrukin (Wakil Dekan I) yang sedang bertugas di luar kota, menyempatkan waktu untuk menghadiri acara penting ini. Ketua Jurusan Sosiologi Tri Rini Widiyastuti, M.Si berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan yang berlangsung hingga sore nanti. 

Ibu Rini memberikan apresiasi atas kesediaan para dosen mengikuti lokakarya ini demi kemajuan dan  peningkatan kualitas pembelajaran. Beliau memaparkan bahwa selama tiga tahun terakhir, lama studi lulusan Jurusan Sosiologi rata-rata 4 tahun 10 bulan. Hal ini memang telah sesuai dengan standar perguruan tinggi yang harus meluluskan mahasiswa paling cepat 4 tahun atau paling lama 5 tahun masa studi. Nemun demikian hasil evaluasi menunjukkan terdapat beberapa hal yang dapat dioptimalkan agar mahasiswa lulus lebih cepat diantaranya masa pembuatan skripsi. 

Menurut Ibu Rini, selama ini mahasiswa jurusan Sosiologi menyelesaikan skripsi dalam waktu 12 hingga 15 bulan. Tentu merupakan waktu yang sangat lama. Sebenarnya apabila pengerjaan skripsi diefektifkan, hanya membutuhkan waktu 6 hingga 9 bulan saja, kata Bu Kajur Sosiologi meyakinkan. Lama pembuatan skripsi ini dihitung sejak mahasiswa mendaftar kepada Komisi Tugas Akhir (KTA) Jurusan Sosiologi. Sebagian besar mahasiswa mendaftar setelah mengikuti mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif II atau Metode Penelitian Kuantitatif II pada semester 7. Output perkuliahan berupa proposal penelitian inilah yang didaftarkan sebagai persiapan skripsi. Kelemahan selanjutnya adalah mahasiswa tidak fokus dalam menyelesaikan skripsi karena masih ada mata kuliah pilihan atau mengulang mata kuliah yang nilainya kurang bagus. Evaluasi ini, menurut Ibu Kajur, akan diurai dalam lokakarya ini. Semoga mendapatkan solusi yang tepat bagi kemajuan pembelajaran Sosiologi, tutup Ibu Rini.

Selanjutnya Ketua Panitia Drs. Dalhar Shodiq, M.Si membagi forum menjadi dua kelompok yaitu, kelompok prosedur pengajuan proposal tugas akhir dan kelompok proses bimbingan tugas akhir. Masing-masing merumuskan mekanisme yang tepat bagi optimalisasi masa penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa. Draft penyelesaian tugas akhir yang telah disusun panitia memberikan gambaran bahwa tugas akhir dapat diselesaikan dalam tempo 6 bulan, kata Pak Dalhar. Dua bulan pertama dipergunakan untuk proses penyusunan dan bimbingan proposal. Bulan ketiga pelaksanaan seminar proposal dan revisinya. Selanjutnya 2,5 bulan untuk pengumpulan data, analisis serta penyusunan draft hingga ujian tugas akhir. Selama tiga minggu terakhir digunakan untuk revisi tugas akhir dan pembuatan artikel ilmiah, kata ketua panitia. Terakhir forum lokakarya akan melakukan sidang pleno untuk menentukan mekanisme yang paling tepat bagi penyelesaian tugas akhir mahasiswa.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Upgrading dan Refreshment Perpajakan di Tax Center UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam, 30/4/15] Tax Center Universitas Jenderal Soedirman / UNSOED bersama Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Upgrading dan Refreshment Staf Pengajar Perguruan Tinggi di Karesidenan Banyumas dan Sekitarnya”. Kegiatan bertempat di Gedung F. 107 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, Rabu (29/4). Hadir Drs. Yoyok Satyotomo MA (Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II) beserta para jajarannya, Wakil Ketua Tax center Unsoed Drs. Rasyid Mei Mustafa, MM., Ak CA, dan para Dosen/Staf Pengajar Perguruan Tinggi Se-Karesidenan Banyumas dan Sekitarnya.

Ketua panitia Drs. Rasyid Mei Mustafa, MM., Ak CA dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan dan kali ini kegiatan yang kedua kalinya. Upgrading yang diberikan kepada Dosen pengajar perpajakan diwilayah EksKaresidenan Banyumas yaitu dari Unsoed, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Unwiku, STIE Satria dan termasuk dari UGM. “kegiatan bertujuan untuk kita sesama staf pengajar mendapatkan Upgrading materi yang terbaru serta untuk merefresh kembali agar materi-materi yang harus disampaikan kepada anak didik menjadi update, mengingat peraturan perpajakan yang terus ada seiring kondisi perekonomian”, ungkap beliau.

Kegiatan dibuka oleh Drs. Yoyok Satyotomo MA. Sebagai narasumber yaitu Didit Suryoadi dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II yang menyampaikan materi tentang Ketentuan umum perpajakan, Drs. Rasyid Mei Mustafa, MM., Ak CA dari Tax Center Unsoed menyampaikan materi tentang PPh 21, 22 & 23. Pemateri juga dari KPP Pratama Purbalingga yaitu Mikhael Subur Sarosa dengan materi PPH 24, 25 & 26. Sedangkan dari KKP Pratama Purwokerto yaitu Ali Mochammad Sofi dengan materi tentang Pemeriksaan pajak dan Gijzeling.

Disampaikan bahwa pada tahun 2015 tema dan konsep dari Direktorat Jenderal Pajak adalah “Tahun Pembinaan Wajib Pajak”. Konsep yang diberikan berupa Optimalisasi pemanfaatan data berbasis IT, Wajib Pajak (WP) diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan pembetulan SPT (5 tahun kebelakang) dengan pengurangan atau penghapusan sanksi Administrasi, dan penegakan hukum secara selektif  untuk memberikan efek jera kepada WP (Blokir rekening, pencegahan keluar negeri, penyanderaan/Gijzeling, dan penyidikan). Sasaran kebijakan Tahun Pembinaan 2015 yaitu WP yang belum terdaftar, WP yang terdaftar tetapi belum menyampaikan SPT, dan WP terdaftar&telah menyempaikan SPT.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Social Work Warnai Rakorwil Mahasiswa HI se-Jateng DIY

Pada tanggal 18 April 2015, Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional Indonesia (FKMHII) Wilayah IV yang mencakup Jawa Tengah dan Yogyakarta mengadakan acara rutin, yaitu Rapat Koordinasi Wilayah IV yang mengundang perwakilan dari Himpunan Mahasiswa HI dari seluruh  Universitas di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang memiliki jurusan Hubungan Internasional. Pada rapat kali ini, Korps Mahasiswa HI Universitas Jenderal Soedirman mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Bertempat di Aula Fisip Unsoed, rapat ini dibuka oleh Rindu Fitri dari Universitas Respati Yogya selaku Presidium Nasional KORWIL IV dan dihadiri oleh perwakilan HI dari UNDIP, UGM, UNRIYO, UNS, UMY, UKSW, dan UNWAHAS.

Rakorwil ini dimaksudkan untuk penguatan jaringan mahasiswa HI wilayah IV sekaligus persiapan pertemuan mahasiswa HI se-Indonesia. Forum menghendaki adanya revitalisasi website, sebagai sarana penyampaian informasi serta dinamika mahasiswa HI di wilayah IV. Penggunaan teknologi komunikasi juga perlu dioptimalkan agar atmosfer organisasi FKMHII dapat dirasakan semua unit organisasi.

Rakorwil KOMAHI diselingi dengan kegiatan Social Work di SDN 05 Sokanegara. Acara ini merupakan salah satu Proker dari Divisi Pengabdian Masyarakat FKMHII Wilayah IV dan HI Unsoed dipercaya menjadi penyelenggara Social Work tahun ini. KOMAHI Unsoed membawa Social Work dengan tema ‘World Class Civic University’ berbasis pedesaan. Dari visi tersebut, konsep acara Social Work adalah Revitalisasi Budaya, dan lebih memfokuskan pada budaya permainan tradisional yang mulai ditinggalkan oleh masyarakat. Tujuan dari Social Work ini adalah untuk mengenalkan dan menggiatkan kembali permainan-permainan tradisional yang mulai tergeser dengan adanya permainan dengan teknologi canggih.


Bertempat di SDN 05 Sokanegara, KOMAHI Unsoed beserta perwakilan HI dari Universitas lain di Korwil IV memperkenalkan permainan-permainan traditional kepada murid-murid SDN 05 Sokanegara. Anak-anak sangat antusias dan bersemangat dalam acara tersebut. Tidak ada yang special dalam acara tersebut para mahasiswa hanya melakukan permainan seperti lompat karet, gobak sodor, batu 7, dll. Tidak memperlukan banyak dana untuk melakukan permainan-permainan tersebut.

Kepala Sekolah dan Guru dari SDN 05 Sokanegara sangat mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap dapat dilaksanakan tidak hanya di satu sekolah saja. Beliau menyatakan bahwa  kegiatan ini membawa dampak positif yang besar bagi anak-anak. Acara ini mengingatkan kita untuk turut berperan memberikan masa kanak-kanak yang indah untuk anak-anak masa kini dan menyadarkan anak-anak bahwa dunia mereka lebih luas dari layar gadget. (Komahi).

Maju Terus Pantang Menyerah !

Sosialisasi IRO di Fakultas Kedokteran

[unsoed.ac.id, Rab, 29/4/15] Senin, 27 April 2015 pukul 10.00 bertempat di Gedung Serbaguna Lantai 2 Fak. Kedokteran Unsoed mendapat kunjungan tim UPT Layanan Internasional (International Relation Office/IRO).  Hadir dalam kesempatan itu Tim dari UPT Layanan Internasional sebanyak 6 orang dan dari Fakultas Kedokteran Unsoed adalah Dekan, Para Wakil Dekan, Para Ketua Jurusan, Para Sekretaris Jurusan, Kepala Bagian Tata Usaha, Para Kasubag dan Tim Humas dan Kerjasama.

Ir. Suprayogi, Ph.D selaku Kepala UPT Layanan Internasional mengatakan sejak Tahun IRO 2014 menjadi UPT layanan Internasional mempunyai mandat : 1. Promotif ( mempromosikan Unsoed ) di tingkat Internasional minimal di tingkat ASEAN; 2. Fasilitasi (apapun bentuk fasilitas Fakultas akan di suport); 3. Student and staf : membantu mahasiswa dan dosen yang mau pertukaran mahasiswa / staf pengajar; 4. International Colaboration : termasuk riset, melaksanakan urusan fasilitas kerjasama internasional, pelayanan mahasiswa, tenaga pendidik dan kependidikan asing serta promosi internasional.

Tujuan kunjungan dan sosialisasi UPT Layanan Internasional Unsoed adalah mengajak Fak. Kedokteran untuk segera Go Internasional.  Suprayogi menyampaikan bahwa Untuk mendukung visi Unsoed maka kita harus Academic World Class yaitu : 1. Terus menerus berusaha membangun komunitas internasional; 2. Memiliki program studi dan kurikulum internasional; 3. Memiliki berbagai program pertukaran mahasiswa / dosen; 4. Memiliki sejumlah mahasiswa internasional; 5. Membangun Sumber Daya Manusia berkualitas internasional; 6. Memiliki berbagai hubungan kerjasama internasional untuk menciptakan program program berkelas dunia; 7. Merekrut dosen / guru besar / profesor dari berbagai negara (minimal 5 %), dan membuka pendaftaran dari berbagai negara.

Acara dilanjutkan dengan diskusi, sehingga Fakultas Kedokteran dapat memperoleh informasi yang banyak dan kemudahan kemudahan untuk segera Go Internasional.  Maju terus pantang menyerah ! (EnDg)

Pemilihan Senat Universitas Wakil FISIP

[unsoed.ac.id, 28/4/15] Aula Fisip, Senin 27 April 2015 pukul 13.00 wib suasana cukup ramai berkaitan dengan penghitungan suara Pemilihan Anggota Senat Universitas perwakilan Dosen Fisip periode 2015-2019. Ketua Panitia Dr. Toto Sugito menerangkan bahwa proses pemilihan telah usai sejak pukul 12.00 wib. Setelah istirahat dilanjutkan dengan penghitungan suara. Dosen yang menggunakan hak suaranya sebanyak 75 persen, 83 orang dari total 110 orang pemilik hak suara. Pak Toto memberikan apresiasi kepada para dosen yang telah berkenan memberikan hak suaranya.

Penghitungan suara berjalan lancar bahkan terdengar riuh suara para pendukung calon anggota senat bersahut-sahutan. Apabila ‘jagonya’ disebutkan memperoleh suara, para pendukung bersorak sorai. Menurut Adhi Iman, Dosen Ilmu Politik hal ini guna meramaikan suasana saja. Yang penting, siapapun yang jadi anggota senat harus dapat membawa aspirasi warga Fisip di tingkat universitas, tuturnya. Turut sebagai saksi penghitungan adalah Waluyo Handoko, M.Sc (wakil Dekan II Fisip), Dr. Sofa Marwa (Kajur Ilmu Politik) dan Muhamad Yamin, M.Si (Kaprodi HI).

Ketua Panitia melaporkan bahwa hasil penghitungan suara menempatkan Jarot Santoso, M.Si sebagai pemilik suara terbanyak sejumlah 30 suara, kedua adalah Dr. Slamet Rosyadi memperoleh sejumlah 23 suara. Urutan ketiga diperoleh Abdul Rohman, M.Ag dengan sejumlah 18 suara dan Dr. Bekti Istiyanto memperoleh suara sebanyak 9 suara. Pak Toto menyatakan bahwa panitia akan menyerahkan daftar nama calon berdasarkan hasil pemungutan suara kepada Senat FISIP. Suara terbanyak satu dan dua akan mendapatkan pertimbangan utama. Selanjutnya dikirim kepada Rektor guna penetapan sebagai Anggota Senat Universitas. Semoga semua proses berjalan lancar tanpa halangan apapun, harap Ketua Panitia.

FISIP UNSOED, Maju Terus Pantang Menyerah ! 
 

Marching Band Unsoed Meriahkan Parade Banyumas Etravaganza

[unsoed.ac.id, Sel, 28/4/15] Ajang Banyumas Extravaganza 2015 yang dilaksanakan pada minggu, 19 april 2015 menjadi puncak rangkaian acara peringatan Hari Jadi Ke-433 Banyumas Tahun 2015. Acara ini merupakan pawai yang dimulai dari depan bioskop rajawali dan diakhiri di alun-alun purwokerto. Mengusung kreasi payung dan batik Banyumasan. Konsep ini diharapkan menjadi terobosan baru pariwisata Banyumas. Marching Band Bahana Putra Soedirman turut memeriahkan acara ini dengan menyumbangkan lagu “When the Saint Go Marching In” yang dimainkan mengiringi peserta pawai. Di akhir parade MBBPS memainkan lagu berjudul “ Negeriku” di depan alun-alun disaksikan oleh seluruh masyarakat banyumas yang hadir. Rangkaian acara memperingingati hari jadi Banyumas dimulai dengan kegiatan kirab pusaka pada 4-5 April. Selanjutnya, selama sepekan Dinporabudpar mengusulkan program sepekan memutar musik Calung Banyumasan.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Interview Leadership Camp MSU Thailand

[unsoed.ac.id, Sel, 28/4/15] Unsoed sebagai salah satu Universitas partner Mahasarakham University (MSU) Thailand diundang untuk mengirimkan perwakilan mahasiswanya mengikuti Leadership Camp MSU di Thailand.  Untuk memenuhi undangan tersebut, melalui International Relation Office (IRO) dilakukan seleksi para mahasiswa yang berminat untuk mengikuti even ini.  Kegiatan seleksi dengan metode interview ini dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai 1, Senin, 27 April 2015 hingga Hari Selasa, 28 April 2015.  Meski dengan waktu pengumuman yang singkat, kegiatan ini diminati banyak mahasiswa yang tentu saja memiliki kemampuan bahasa inggris dan siap untuk berproses bersama para mahasiswa dari berbagai negara.   Tercatat tak kurang dari 37 mahasiswa mendaftar untuk mengikuti interview ini

Tim pewawancara dari IRO yaitu Dr.rer.nat Erwin R. Ardli, Dr. Condro Wibowo, dan Bu Tunjung Linggarwati, M.Si.  Banyak aspek menjadi pertimbangan dalam penilaian ini.  Selain kemampuan berbahasa inggris, hal-hal non teknis seperti kedisiplinan dan kepribadian juga menjadi pertimbangan.  Hasil dari interview ini rencananya akan diumumkan di website www.iro.unsoed.ac.id pekan depan.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Catur Ditya Ramadhany, Mapres Unsoed 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 27/4/15] Ekstrak teh hijau sebagai alternatif media penyimpanan gigi avulsi antarkan Catur Ditya Ramadhany sebagai Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015.  Gigi lepas bisa terjadi pada siapa saja.  Biasanya, kebanyakan orang langsung pasrah apabila hal ini terjadi dan berakhir dengan gigi yang menjadi ompong atau memakai gigi palsu.  Padahal gigi utuh yang terlepas bisa dipasang kembali.  Istilah medis lepasnya gigi utuh ini disebut avulsi.  Avulsi atau lepasnya  gigi dari soket alveolar akibat adanya cedera gigi semestinya masih bisa dipasang lagi dengan penanganan yang tepat.  Namun, pada kondisi tidak tersedianya klinik gigi terdekat dapat menyebabkan keterlambatan penanaman kembali gigi yang lepas tersebut.  Untuk menjaga vitalitas sel ligamen periodontal agar gigi dapat ditanam lagi maka dibutuhkan media penyimpanan.  Mahasiswa Kedokteran Gigi Unsoed, Catur Ditya Ramadhany memiliki ide solutif atas masalah penyimpanan tersebut yaitu pemanfaatan ekstrak teh hijau.  “Selama ini media penyimpan yang kita kenal adalah HBSS (Hank’s balanced salt solution) yang tidak semua orang mudah mendapatkannya,” jelasnya.  Catur menganalisis Epigallocatechin Gallate Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Sebagai Alternatif Media Penyimpanan Gigi Avulsi.  “Selain harganya terjangkau, saya kira teh hijau mudah didapat di Indonesia,” jelasnya.  Ide yang dituangkan dalam karya ilmiah ini akhirnya mengantarkan Catur menjadi Juara 1 dalam pemilihan Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015 dan akan berkompetisi di Tingkat Nasional.

Catur yang juga Juara 1 Kompetisi Riset Tingkat Nasional Tahun 2013 dan 2014 ini mengungkapkan bahwa jangka waktu standar lepasnya gigi utuh hingga tetap dapat dipasang lagi adalah sekitar dua jam, tapi idealnya 15-20 menit.  Lebih dari itu, maka gigi utuh harus disimpan dan mendapat perlakuan yang tepat.  “Dengan penggunaan teh hijau maka potensi vialibilitas sel dapat dipertahankan sebesar 97,2 % hingga 24 jam,” ungkapnya.  Hal ini berarti potensi teh hijau mengungguli HBSS yag hanya sebesar 93,3%.  “Tampaknya hal ini dikarenakan teh hijau memiliki sifat antioksidan yang kuat, antiinflamasi, antikarsinogen, antiobesitas, antibakteri, antiviral, antienzymatic effects, termogenik, dan probiotik pada manusia, hewan, maupun studi in vitro” ungkapnya.   Ekstraksi teh hijau dapat dilakukan dengan metode perkolasi.  “Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi,” ungkapnya. 

Dengan adanya alternatif ini Catur berharap gigi utuh lepas yang bisa menimpa siapapun ini dapat tetap dipasang lagi.  “Jangan membuang gigi anda jika terlepas utuh, jangan sentuh akar giginya, segera ke dokter, dan jika jaraknya jauh maka simpanlah di media penyimpanan yang paling mudah anda dapatkan salah satunya ekstrak teh hijau,” jelasnya.  Dengan demikian pengembangan EGCG ekstrak teh hijau di Indonesia dapat dilakukan melalui diversifikasi usaha produk olahan teh hijau di bidang kesehatan. “Diversifikasi ini dapat bekerja sama dengan berbagai pihak  untuk memproduksi secara mandiri ekstrak teh hijau sebagai media penyimpanan gigi avulsi yang murah dan mudah didapat,” ungkapnya.

Catur berhasil menjadi Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Unsoed 2015 setelah mengungguli dua pesaing terdekatnya yaitu Dian Ayu Palupi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis di tempat ke dua, dan Yuli Astuti dari Fakultas Pertanian di tempat ke tiga dengan selisih nilai yang sangat tipis.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Resimen Mahasiswa Batalyon 904/Kalayudha Peringati HUT ke-38

[unsoed.ac.id, Sen, 27/4/15] Resimen Mahasiswa Mahadipa Batalyon 904/Kalayudha Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED, melaksanakan Apel peringatan HUT yang ke 38, Sabtu (25/4). Upacara bertempat di Lapangan halaman Kantor Pusat Administrasi UNSOED yang diikuti oleh anggota dan Alumni Menwa, perwakilan dari TNI dan Polri.

Dr. Ir. V Prihananto, M.Si (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III) selaku Pembina Apel mewakili dan membacakan sambutan Rektor Unsoed. Sejarah telah membuktikan daya tahan bangsa dalam menghadapi segala problematika dan dinamika yang dihadapi bertumpu kepada kemauan, kesediaan dan keikhlasan generasi muda untuk mengedepankan kepentingan masyarakat dan juga negara diatas kepentingan pribadi maupun golongan. Kesadaran akan bela negara adalah  menjadi sebuah kebutuhan dalam mempertahankan tegaknya, utuhnya negeri yang diproklamasikan dengan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Meletakkan ideologi Pancasila sebagai pandangan hidup dan ketaatan terhadap konstitusi UUD 1945 sebagai norma kehidupan adalah panduan sekaligus cara untuk merawat kebhinekaan demi tercapainya tujuan bersama yang kita cita-citakan. “Tentunya Unsoed merasa sangat bangga memiliki Resimen Mahasiswa yang menjadi bagian dari nyata dalam rangka mencintai negeri ini dengan menyatukan kapasitas intelektual dengan kesemaptaan raga dalam bingkai mengawal dan menjaga republik ini. Unsoed merasa terhormat memiliki Resimen Mahasiswa yang dilandasi oleh nilai-nilai kejuangan sebagai landasan dalam bersikap dan bertingkah laku. Unsoed juga merasa Bersyukur karena memiliki Resimen Mahasiswa yang jatidirinya adalah Merah Putih dan Indonesia Raya”, demikian ungkap Rektor. Rektor berharap momen ini akan semakin meningkatkan kedisiplinan dan tanggungjawab jajaran Resimen mahasiswa untuk selalu melayani negeri ini dengan kesemaptaan raga, kepekaan rasa serta ketajaman logika.

Kegiatan perayaan HUT Menwa ke 38 ini dilanjutkan dengan latihan menembak di Lapangan Tembak SPN Purwokerto dan ramah tamah dengan jajaran pimpinan Unsoed di Rektorat Lantai I Unsoed. Pada hari kedua, Minggu (26/4) diisi dengan kegiatan jalan sehat, donor darah dan perpanjangan SIM A&C yang tidak hanya diikuti oleh anggota dan Alumni Menwa saja tetapi juga warga sekitar.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Yudisium Fakultas Kedokteran

[unsoed.ac.id, Sen, 27/4/15] Bertempat di Gedung Dekanat Lantai 2 Fakultas Kedokteran Unsoed, berlangsung Acara Yudisium Strata Satu / Sarjana Kedokteran Periode Wisuda Sarjana Ke 117 Juni 2015, Jum’at, (24/4). Sebanyak 17 orang akan di Yudisium oleh Dekan fak. Kedokteran Unsoed dr. Fitranto Aryadi, M.Kes, terdiri dari 15 orang Sarjana Kedokteran Umum dan 2  orang Sarjana Kedokteran Gigi.

Predikat Kelulusan : Dengan Pujian 11 orang ( 9 orang S.Ked dan 2 org. S.KG ), Sangat Memuaskan 6 orang ( S.Ked). Jenis Kelamin : 4 orang laki laki dan 13 orang perempuan. Rata rata lama studi : 4 tahun 8 bulan, rata rata Indeks Prestasi Komulatif : 3, 66.

IPK tertinggi diraih oleh Fikrianisa Safrina, S.Ked dengan IPK 3.92. Fakultas Kedokteran telah meluluskan Sarjana Kedokteran hingga sekarang ini sebanyak 1.000 orang dan Sarjana Kedokteran Gigi sebanyak 91 orang. Untuk mencapai gelar dokter mereka harus kuliah lagi yaitu dengan mengambil pendidikan profesi selama 4 semester, UKDI ( 3 – 4 bulan ), internship ( 1 tahun ).

Maju Terus Pantang Menyerah!(eNdg)

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA