Skip to main content

INPAGO UNSOED-1 : Sumbangsih Unsoed Untuk Kokohkan Ketahanan Pangan Nasional

Menjelang Dies Natalisnya yang ke-48, Unsoed berhasil menyumbangkan salah satu karya terbaiknya untuk kokohkan ketahanan pangan nasional.  Tepatnya tanggal 4 Juli 2011 lalu, Menteri Pertanian RI resmi melepas padi gogo unggul varietas baru yang diberi nama INPAGO UNSOED-1 yang memiliki tingkat produksi tinggi dan aromatik berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor : 3165/Kpts/SR.120/7/2011 tanggal 4 Juli 2011 tentang Pelepasan Galur Padi Gogo Unsoed G10 Sebagai Varitas Unggul Dengan Nama INPAGO UNSOED 1.  Atas keberhasilan ini 2 (dua) orang pemulia dari Unsoed yaitu Dr. Ir. Suwarto, MS. dan Prof. Ir. Totok Agung, Ph.D. dari Fakultas Pertanian mendapatkan anugerah dari Menteri Pertanian Republik Indonesia pada hari Senin 25 Juli 2011 di Balai Besar Penelitian Padi Sukamandi pada saat acara Workshop Konsorsium Padi Nasional yang disampaikan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian.

Ketika ditemui unsoed.ac.id Dr. Ir. Suwarto, MS. mengungkapkan bahwa penelitian ini dilakukan sejak tahun 2002.  Penelitian ini dilatarbelakangi karena masalah pangan dihadapkan pada masalah  lahan pertanian yang relatif berkurang sedangkan pertumbuhan penduduk semakin cepat.  Diperkirakan sejak tahun 2005, dibutuhkan kenaikan produksi pangan sebesar 50%.  Menurut Departemen Pertanian Amerika (USDA)  tahun 2002 Indonesia menjadi pengimpor beras  terbesar di dunia 2,5 juta ton dan gejala kekurangan beras terlihat sejak tahun 1990. Pertumbuhan produksi beras yang semakin menyusut tidak seimbang dengan pertumbuhan penduduk yang semakin pesat. Untuk mencukupi kebutuhan pangan, petani mencoba menanam padi selain padi sawah yaitu padi gogo. Akan tetapi Padi Gogo memiliki kelemahan yaitu hasilnya sangat rendah, non aromatik dan tekstur nasi pera, sehingga petani dan konsumen kurang menyukainya.  Oleh karena itulah Dr. Suwarto dan Prof. Totok tertarik untuk menemukan padi gogo yang aromatik dan tekstur nasi pulen.

Dr. Ir. Suwarto, MS. dan Prof. Ir. Totok Agung, Ph.D. mencoba mengembangkan padi Gogo yang disukai konsumen dan mudah ditanam oleh petani.  Setelah melakukan berbagai tahap penelitian ditemukanlah varietas padi Gogo Inpago Unsoed 1 (hasil perkawinan padi poso/ibu dan Mentik Wangi/Bapak).  Selain aromatik dan teksturnya pulen padi ini memiliki keunggulan yaitu ditanam pada lahan kering dataran rendah sampai sedang < 700 m dpl, dengan umur tanaman 110 hari ( 3 bulan 20 hari),  tinggi tanaman 107 cm, rata rata hasil 4,9 ton/ha GKG bahkan punya potensi hasil bisa mencapai 7,2 ton/ha GKG.  Padi ini juga tahan terhadap wereng batang coklat biotipe 1.

Sekali lagi Unsoed memberikan sumbangsih penting untuk negara.  Maju terus pantang menyerah!