Test RSS

Bedah Buku Pengembangan Masyarakat Berbasis Sumberdaya Lokal

[unsoed.ac.id, kam, 02/4/15] Bertempat di Gedung LPPM UNSOED, Rabu (1/4) Jurusan Sosiologi Fakultas Sosial & Ilmu Politik melaksanakan Bedah Buku yang berjudul “Pengembangan Masyarakat Berbasis Sumberdaya Lokal”. Buku karya dari Prof. Dr. Imam Santoso, M.Si yang merupakan Tenaga Pendidik di FISIP UNSOED. Hadir pembicara Prof. Dr. Imam Santoso, M.Si dan Pembedah Buku Bangkit Ari Sasongko, S.H.I selaku Direktur Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Lingkungan Hidup Purwokerto (LPPSLH) dan dihadiri oleh Ketua LPPM, Para Dosen dan Para Mahasiswa.

Dalam acara bedah buku Prof. Dr. Ir Suwarto, MS selaku Ketua LPPM dalam pembukaanya menyampaikan bahwa buku sebagai  jendela dunia yang terdapat berbagai ilmu pengetahuan serta akan membawa para pembaca lebih mengetahui nilai-nilai informasi yang ada pada buku serta akan menambah wawasan yang lebih luas. Selanjutnya dalam bedah buku ini akan mengkritisi dari kalangan penulis sebagai Eksistensi dalam menuangkan segala pemikiran dalam bentuk tulisan.

Prof. Dr. Imam Santoso, M.Si dalam karya penulisannya menyampaikan permasalahan yang kronis dan akut dalam masyarakat seperti kemiskinan yang belum terpecahkan secara tuntas dalam berbagai program yang dicanangkan selanjutnya langkah awal dalam pengembangan masyarakat membutuhkan salah satunya dengan mind set serta dalam penyampaian visi dan pandangan untuk pengendalian kemiskinan pada masyarakat dan peningkatan sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan secara strategis dalam rangka mendukung pengembangan masyarakat dengan keunggulan tepat tujuan, membumi, reduksi ketergantungan, teruji dan tepat guna serta sasaran.

Bangkit Ari Sasongko, S.H.I dalam membedah buku menyampaikan untuk pengembangan masyarakat dengan berbasis sumberdaya lokal untuk secara realistis pun cukup sulit dikarenakan dibutuhkan pendekatan-pendekatan masyarakat secara khusus dan tidak hanya mengunakan teori-teori saja. Bangkit pun mengungkapkan “Seperti halnya dari banyumas, jawa tengah yang merupakan produsen gula jawa terbesar didunia akan tetapi bagi masyarakat penderes (Pengrajin gula Jawa) merupakan masyarakat miskin / kelas bawah”.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Menuju 29 tahun Teater Sianak FISIP UNSOED

[unsoed.ac.id, kam, 02/4/15] Fisip unsoed,  dalam rangka menuju ulang tahun teater sianak yang ke 29, segenap anggota melakukan berbagai kegiatan, di mulai dari acara makrab dan workshop yang menjadi dasar pengetahuan calon anggota teater sianak angkatan 2015, acara yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 maret 2015 bertempat di Bumi Perkemahan Kendalisada Banyumas. Acara yang di isi oleh para alumni teater sianak selain sebagai ajang perkenalan tentang bagian-bagian dari seni ketaeateran, juga menjadi ajang reuni bagai para alumni sekaligus perkenalan bagi anak 2014 yang belum pernah bertemu alumni dari angkatan pertama teater sianak. Selain alumni dari teater sianak sendiri, acara ini juga mengundang Megumi Agata, pemateri dari institute seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, “ saya senang bisa diundang oleh teman-teman dari teater sianak, selain saya bisa berbagi apa yang saya dapatkan di kampus, saya juga bisa berkenalan dan menambah teman baru” ungkap mahasiswa jurusan seni teater ini.

Acara yang di tutup dengan pementasan dari calon anggota dan para alumni ini menandakan malam puncak dari kegiatan makrab dan worshop sianak yang bertemakan ‘MASAK SAMBEL PETE, MAkrab SianAK, SAMbil BELajar PEntas TEater, dan di tutup dengan berbagi pengalaman dan Tanya jawab antara peserta dan alumni serta para panitia, sebelum esoknya mengakhiri acara ini.

Selain workshop, para anggota teater sianak yang selalu membawa isu sosial politik dalam setiap pementasannya, juga akan melakukan pementasan peringatan penembakan 12 petani kebumen beberapa tahun silam, acara yang akan di laksanakan pada tanggal 16 april ini akan menjadi rangkaian terakhir sebelum malam puncak pada tanggal 17 april nanti. Acara akan di isi oleh komunitas teater kampus se-purwokerto dan komunitas teater dari luar kota, serta para seniman yang berasal dari berbagai penjuru Kota Satria dan tentu saja para alumni teater sianak dari angkatan pertama.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Zy)

Pelatihan Pemadaman Kebakaran (Fire Fighting) di Fakultas Kedokteran

[unsoed.ac.id, Rab, 01/4/15] Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED menyelenggarakan pelatihan pemadaman Kebakaran (Fire Fighting), Rabu (1/4). Kegiatan bertempat di Gedung Dekanat Lantai 3 Fakultas Kedokteran. Endang Istanti, SH, MM, selaku ketua panitia, dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama antara Fakultas Kedokteran dengan PT. Pertamina RU IV Cilacap. Diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari tenaga pendidik, tenaga kependidikan, satpam, penjaga, sopir, cleaning service dari Fakultas Kedokteran, satpam Unsoed, satpam Rumah Sakit Margono Sukaryo, dan juga mengundang perwakilan masyarakat sekitar kampus.

Manager Health, Safety, and Environment (HSE) PT. Pertamina RU IV Cilacap Bapak Leodan Haadin dalam sambutannya menyampaikan bahwa baru kali ini dari pihak eksternal meminta kepada PT. Pertamina untuk melakukan pelatihan. “sehingga ini surprise, biasanya setiap tahunnya kita yang mengundang, hal ini menunjukan merubahnya mindset yang artinya aspek keselamatan kerja sudah menjadi kebutuhan disini”, ungkapnya.

Dekan Fakultas Kedokteran dr. Fitranto Arjadi, M.Kes dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Tim dari PT. Pertamina dan berharap kepada Tim PT. Pertamina untuk keliling melihat apakah Gedung/ruangan beresiko kebakaran terutama Laboratorium sehingga Gedung dan fasilitasnya aman dari resiko kebakaran.

Pelatihan dilakukan melalui dua tahap yaitu teori dan diskusi di dalam gedung kemudian, praktek lapangan. Di awal pemaparannya, Bapak Hadi Prayitno (Tim dari PT. Pertamina) menyampaikan bahwa memadamkan kebakaran tidaklah mudah, karena disamping keberanian dan ketenangan juga diperlukan taktik dan strategi serta sarana/media pemadam yang memadai. Awal terbentuknya api yaitu mengandung tiga unsur berupa bahan bakar, panas dan oxigen. “Teknik dan strategi pemadaman yang dapat dilakukan jika terjadi kebakaran yaitu Cooling (pendinginan), Smothering (Penyelimutan), Starvition (menghilangkan bahan bakar), dan Break Chain Reaction (memutus rantai reaksi kimia)”, jelas beliau. Dijelaskan juga tentang Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berbentuk tabung, ringan, berisi media pemadam,mempunyai tenaga dorong yang mudah dioperasikan oleh satu orang untuk memadamkan api kecil pada awal mula terjadi kebakaran. APAR harus ditempatkan di tempat yang mudah terlihat, mudah terjangkau, tersebar-tidak terkumpul, tidak terkunci, dan sesuai situasi & kondisi. Berkaitan dengan pengamanan kompor gas LPG bila terjadi kebocoran yang perlu dilakukan antara lain melepaskan regulator dari tabung gas, tidak menyalakan api, tidak menghidupkan listrik, keluarkan tabung gas dari ruangan dapur ketempat udara terbuka.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Pelantikan Himpunan Mahasiwa Ilmu Kelautan Periode V 2015

[unsoed.ac.id, Rab, 01/4/15] Pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himakel) Periode 2015 telah dilantik oleh Dr. Amron, M.Si selaku Pembina Himakel. Pelantikan dilaksanakan pada hari Sabtu, (28/3) bertempat  di ruang Actinia, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED.

Acara dimulai pukul 9.30 yang dihadiri oleh Wakil Dekan III FPIK, pembina HIMAKEL, perwakilan dari dosen dan tamu undangan dari HIMA dan UKM FPIK serta anggota HIMAKEL. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indoneisa Raya dan Mars Himitekindo. Selanjutnya, acara sambutan pertama disampaikan oleh Ridho Zulfakhri selaku Ketua Umum Himakel periode 2014 dan dilanjutkan oleh Dr. Amron, M.Si selaku Pembina HIMAKEL. Beliau berharap kedepan fokusan HIMAKEL lebih baik lagi dan berharap HIMAKEL mampu bersaing bukan hanya di lingkup nasional akan tetapi mampu bersaing ke luar dengan peningkatan SDM secara bertahap. Hal ini di dukung juga oleh Drs. Marhaendro Santoso, M.Si selaku Pembantu Dekan III  yang tersirat dalam sambutan yang beliau sampaikan .

Puncak dari acara pelantikan yaitu  serangkaian pengukuhan kepengurusan dengan dibacakannya SK oleh Drs. Marhaendro Santoso, M.Si selaku Pembantu Dekan III. Pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan (Himakel) periode 2015 berjumlah 38 orang yang terdiri dari ketua umum, wakil ketua umum, sekretaris, dan beberapa divisi. Divisi – divisi tersebut meliputi divisi hubungan masyarakat, divisi riset dan penalaran, divisi penelitian dan pengembangan, dan divisi keuangan. Pengukuhan pengurus dengan mengucapkan sumpah kepengurusan dan penyematan PDL HIMAKEL pun dilaksanakan dengan khidmat.

Sebelum acara ditutup dengan do’a yang dipandu oleh Arif Nur Fauzi, Ketua Umum HIMAKEL yaitu Tito Sulistiantoro pun menyampaikan harapannya pada kepengurusan periode V ini supaya bekerja totalitas untuk pengembangan SDM yang lebih baik, karena di tahun ini HIMAKEL akan berfokus pada pengembangan sumberdaya manusia supaya mampu bersaing ke luar. JALES VEVA JAYA MAHE!!

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Kuliah Umum Industri Perkebunan Sawit dan Open Recruitment

[unsoed.ac.id, Rab,01/04/15] Bertempat di Auditorium Fakultas Pertanian, Selasa, 31 Maret 2014 dilaksanakan Kuliah Umum tentang Industri perkebunan kelapa Sawit dilanjutkan Open Recruitment dari PT. Provident Agro Tbk.  Ir. Anang Supriyanto dari PT Providen Agro menjadi pembicara dalam kuliah umum ini.  Kelapa Sawit sebagai komoditas ekspor terbesar Indonesia merupakan hal yang penting dipelajari oleh Mahasiswa Fakultas Pertanian.  Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Dr. Anisur Rosyad, MS dalam sambutannya saat membuka acara.  “Kehadiran praktisi bisnis perkebunan kelapa sawit untuk memberikan kuliah umum di sini sangat penting mengingat lokasi di sekitar kita di Purwokerto tidak ada perkebunan sawit,” jelasnya.  Setelah acara kuliah umum PT Provident Agro juga sekaligus melakukan open recruitment di acara yang dihadiri oleh Fresh Garduate serta Mahasiswa Semester akhir Fakultas Pertanian, Fakultas Ekonomi, dan Fakultas Teknik ini.

Indonesia saat ini menduduki ranking pertama sebagai negara pengekspor CPO (Crude Palm oil) atau minyak sawit.  “Indonesia mengalahkan Malaysia karena lahan Malaysia sudah penuh sedangkan Indonesia masih memungkinkan terus berkembang,” ungkap Anang mengawali Kuliah Umumnya.  Kelapa sawit menjadi primadona ekspor negara tropis seperti Indonesia karena sangat dibutuhkan oleh semua negara.  “Minyak sawit digunakan sebagai bahan baku minyak goreng, margarin, sabun, kosmetika, industri baja, kawat, radio, kulit dan bahkan industri farmasi,” jelasnya.  Anang juga mengungkapkan bahwa Minyak sawit dapat digunakan untuk begitu beragam peruntukannya karena keunggulan sifat yang dimilikinya yaitu tahan oksidasi dengan tekanan tinggi, mampu melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh bahan pelarut lainnya, mempunyai daya melapis yang tinggi dan tidak menimbulkan iritasi pada tubuh dalam bidang kosmetik.  “Bagian yang paling populer untuk diolah dari kelapa sawit adalah buah. Bagian daging buah menghasilkan minyak kelapa sawit mentah yang diolah menjadi bahan baku minyak goreng dan berbagai jenis turunannya. Kelebihan minyak nabati dari sawit adalah harga yang murah, rendah kolesterol, dan memiliki kandungan karoten tinggi,” jelasnya.  Disampaikan oleh Anang bahwa Kelapa Sawit adalah tumbuhan yang mulanya berasal dari Afrika.  “Pusat penelitian sawit saat ini ada di Perancis karena dulu Afrika adalah jajahan Perancis,” lanjutnya.

Acara kuliah umum berjalan interaktif hingga usai.  Para mahasiswa antusias untuk bertanya berbagai hal tentang industri sawit dan bekerja di Perusahaan Perkebunan Sawit.  Setelah kuliah umum usai acara dilanjutkan dengan Psikotest yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari hingga hari ini.  Setelah itu akan dilaksanakan interview di hari Jum’at, 3 April 2015.  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Pengakuan Eksistensi Akademisi FISIP dalam Konferensi Internasional di Bangkok

[unsoed.ac.id, Sel, 31/3/15] FISIP ikut berbangga hati mengirimkan dua dutanya yaitu Dr. Tyas Retno Wulan, M.Si (Dosen Sosiologi, FISIP yang juga merupakan Kepala PPGAPM) dan  Sri Wijayanti, S.IP, M.Si (Dosen Hubungan Internasional, FISIP yang juga merupakan Sekreteris PPGAPM dalam  the RWI conference on Gender Equality and Human Right of Women in Southeast Asia, Bangkok, Thailand 23-25 Maret 2015. Selain mereka berdua, duta dari Unsoed adalah  Eri Wahyuningsih, S.Ked., M.Kes (Staff PPGAPM/Dosen Kesehatan Masyarakat, FIKes). Ketiga dosen ini lolos seleksi dan diundang kembali untuk mengikuti regional conference yang dihadiri oleh negara-negara di Asia Tenggara, Timor Leste, Afghanistan dan Jepang. Kegiatan ini sepenuhnya didanai dan difasilitasi oleh Swedish Development Cooperation.

Kegiatan yang dipresentasikan dalam forum ini merupakan aktifitas yang telah dilakukan dalam  bulan Juli 2015 sampai dengan Februari 2015 dan roadmap kegiatan yang akan dilakukan berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat) yang berkaitan dengan isu kesetaraan gender dan penegakan HAM. Berbagai kegiatan tersebut mendapat respon yang positif dari peserta, Helena Olson dan Prof. Miriam Estrada dari Raoul Wallenberg Institute dan Prof. Aurora Javate de Dios dari ASEAN  Human Right Commission.

“This engaged and dynamic trio of woman’s right promoter has taken important steps, based on an already strong programme for Indonesian migrant worker and their families…The studies the teams shared in the course revealed a staggering lack of protection and violation in the wake of labour migration from Indonesia. Prevention, economic alternatives and support to direct and indirect victims of of this situation is crucial for the future development of affected societies. We wish the centerand the communities they work with all the best for the future” (Raoul Wallenberg Institute).

The RWI conference on Gender Equality and Human Right of Women in Southeast Asia, Bangkok, Thailand 23-25 Maret 2015 merupakan konferensi yang dihadiri oleh 42 peserta yang terdiri dari akademisi dan anggota komisi hak asasi negara-negara di Asia Tenggara, Timor Leste, Afghanistan dan Jepang. Konferensi ini merupakan ajang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pelaksanaan hak asasi di masing-masing negara. Akademisi yang hadir dalam konferensi ini antara lain Pannasastra University Cambodia, Vietnam National University Hanoi, Hue National University Vietnam, Ho Chi Minh City University of Law Vietnam, Ateneo University Philippines, Universitas Padjadjaran, IAIN Gunung Jati Cirebon, Universitas Jenderal Soedirman, National University of Laos,  Mahidol University Thailand.Dalam konferensi ini menghasilkan kesepakatan untuk lebih meningkatkan networking dan memperkuat kerjasama regional.
Pada hari terakhir, tim Unsoed juga berkesempatan silaturahmi dikantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok dengan  Minister Consellor bidang ekonomi, Arif Suyoko. Sebuah kebanggaan  karena beliau adalah alumni FISIP alumni Jurusan Administrasi Negara angkatan pertama (1985). Pada acara tersebut dibahas tentang berbagai macam kemungkinan peluang kerjasama yang bisa dilakukan dalam pemberdayaan buruh migrant dan keluarganya.

Maju Terus Pantang Menyerah !

English is Fun and Easy SEF UNSOED di Ajibarang

[unsoed.ac.id, Rab, 01/4/15] Jum’at lalu (20/3/15) , Student English Forum Universitas Jenderal Soedirman (SEF UNSOED) menggelar kegiatan seminar tentang wawasan belajar Bahasa Inggris. Kegiatan seminar ini memiliki tema “ English is fun and easy!”. Tema tersebut memberi cerminan bahwa belajar Bahasa Inggris tidaklah sesulit yang dibayangkan.

Seminar “English is fun and easy!” dilaksanakan di SMA N Ajibarang. Lebih dari 50 siswa dari kelas X sampai dengan kelas XII menghadiri seminar ini.  “Antusiasme mereka sangat besar untuk belajar dan memahami cara belajar Bahasa Inggris dengan cara yang tidak membosankan,” ungkap Baynuri Ikhya dari SEF UNSOED. Sebagai pembicara Epri Nainggolan, Yogi Adi Putera, dan diasisteni oleh Safira Maulidina dan Ita Apriliani yang merupakan organizer SEF UNSOED memahami betul masalah yang dirasa siswa – siswi SMA  N Ajibarang dalam belajar Bahasa Inggris. Para pembicara menyuguhi metode belajar yang asyik , dan tidak membosankan dalam belajar Bahasa Inggris dalam seminar tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan game yang seru dan suguhan tips – tips cepat dalam belajar Bahasa Inggris.

Dengan adanya seminar ini diharapkan siswa – siswi dapat tertarik belajar dan memahami betul jika Bahasa Inggris itu tidaklah sulit. Karena di era global ini, Bahasa Inggris merupakan Bahasa Internasional yang memang sangat penting untuk dipelajari. Seseorang mengatakan “ jika ingin mengenal dunia maka belajarlah Bahasa Inggris” . Seminar ini ditutup dengan berjabat tangan dan berfoto bersama dengan penuh kebersamaan. (Baynuri)

BEM Gelar Stadium General MEA Setelah Pelantikan Pengurus

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Badan Eksekutif Mahasiswa Unsoed mengawali awal kepengurusannya dengan Stadium General tentang Masyarakat Ekonomi Asean.  Kegiatan yang dirangkai sekaligus dengan Pelantikan Pengurus BEM UNSOED Kabinet Harmoni Perubahan ini dilaksanakan di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Lantai 3, Sabtu, 28 Maret 2015.  Pemberlakuan MEA yang sudah di depan mata membuat BEM menghadirkan Djoko Tuku Wibowo, Asisten Deputi Perdagangan dan Kepariwisataan Kemenko Bidang Perekonomian Republik Indonesia.  Sebagai pembanding, hadir pula Lutfi Mukhasin, S.IP.,MA., Ph.D. 

Pemberlakukan MEA di akhir tahun 2015 nanti membuat seluruh negara ASEAN memberlakukan liberalisasi perdagangan barang dan jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil secara bebas.  Salah satu hal yang mesti diperhatikan Indonesia dalam menyambut MEA adalah kesiapan daya saing.  “Berdasarkan WF daya saing Indonesia menduduki peringkat ke-lima dari sepuluh negara ASEAN,” jelas Djoko.  DI satu sisi secara ekonomi GDP Indonesia adala yang terbesar dibanding negara ASEAn lainnya.  “Hanya saja jika sudah dihitung perkapita maka tentu saja Indonesia menjadi berada dibawah Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand,” jelasnya.

Generasi muda, dalam hal ini mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadapi MEA.  “Disamping daya saing individu yang harus ditingkatkan karena akan bersaing dengan semua orang se-ASEAN, generasi muda diharapkan memiliki ide-ide segar dan inovatif untuk Indonesia di Era MEA,” ungkap Djoko.  Secara umum MEA dibentuk bukan untuk saling melemahkan diantara negara asean, namun justru ingin agar ASEAn menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang diperhitungkan dunia.  “Negara-negara ASEAn dalam hal ini akan bekerjasama untuk menjadi masyarakat ekonomi yang terintegrasi secara masif,” jelasnya.  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

 

UNSOED Gelar Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Universitas 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Bertempat di Rektorat Lantai 1 UNSOED, berlangsung acara Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2015. Kompetisi yang berlangsung 28-29 Maret 2015 ini diadakan dalam rangka mempersiapkan mempersiapkan tim untuk mengikuti kompetisi nasional. Grand final dari acara ini mempertemukan tim A dan B Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), tim A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Tim A Fakultas Kedokteran (FK). Adapun motion dalam puncak acara tersebut adalah  “Assuming you found 100% Evidence that God doesn’t exist, THW not publish it.”

Setelah melalui adu argumentasi yang cukup panjang, akhirnya kompetisi kali ini dimenangkan oleh Tim A Fakultas Kedokteran. Tim B FEB harus puas di posisi runner up kemudian diikuti oleh Tim A FISIP dan Tim A FEB. Dalam acara ini juga diberikan penghargaan untuk Best Speaker yang diraih oleh Ira Aprilianti dari Tim A FEB.

Penyerahan Juara pertama diserahkan langsung oleh  Hari Prasetyo, ST., MT., selaku Ketua Panitia. Dalam sambutannya pada closing ceremony, beliau mengungkapkan kebanggaan dan apresiasi tinggi terhadap para peserta kompetisi. Beliau yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik UNSOED tersebut tak lupa menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus berlangsung dan memupuk generasi-generasi berprestasi dalam iklim kompetisi akademis yang sehat.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Talkshow Ulas Penggerakkan UMKM Perternakan Dalam Menghadapi MEA

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Dalam rangkaian Dies Natalis Fakultas Perternakan UNSOED yang ke-49, Fakultas Perternakan melaksanakan Talkshow dengan tema "Peran Pemuda dalam menggerakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) peternakan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)", di Gedung Roedhiro, Sabtu (28/3). Pada Talkshow ini menghadirkan narasumber Ir. Bambang Suharno (Direktur Utama Infovet), Istiqomah, SE. M.Sc. Ph.D (Akademisi Unsoed), Ir. syukur Iwantoro, Ms. MBA (Dirjen Peternakan RI) dan Ir. Bambang Rijanto (Ketua Ikatan Alumni Unsoed Barlinggamascakeb) serta dihadiri oleh Dekan Fakultas Peternakan beserta Para Pembantu Dekan, Para Dosen beserta Mahasiswa dan Siswa SMK Peternakan Kalibagor.

Dr. Ir Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr selaku Dekan Fakultas Peternakan dalam sambutanya menyampaikan tentang peningkatan sistem produksi peternakan terkait dalam menghadapi MEA yang diperlukan daya saing dalam perdagangan international. Sedangkan dalam daya saing ini diperlukan UMKM yang dapat tanggap terhadap persaingan, memahami pangsa pasar dan peningkatan kualitas produk.

Para narasumber dalam pemaparannya menyampaikan pilar-pilar dalam MEA yang menjadikan Asean menjadi pasar tunggal berbasis produksi, memiliki kawasan ekonomi yang tinggi, asean menjadikan pertumbuhan ekonomi yang merata dan terintergrasi pada perekonomian global. Sedangkan komponen-komponen yang diperlukan dalam menghadapi MEA meliputi komponen pelaku usaha bukan hanya menjadi konsumen saja, komponen dalam peningkatan infrastruktur dan membutuhkan regulasi/peraturan dalam persaingan komoditif.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA