Test RSS

1000 Website Desa akan diterjemahkan oleh SEF

[unsoed.ac.id, 25/5/15] – Desa adalah sebuah tempat yang  sangat potensial dengan sumber daya alamnya dan kekayaan yang lain. Namun, Desa juga merupakan sebuah tempat yang jarang diketahui oleh masyarakat luar. Untuk membantu mengarusutamakan isu desa dan memperluas jangkauan pembaca konten website desa, SEF UNSOED bekerjasama secara sukarela dengan Gedhe Foundation.

Pada hari senin, 18/05/2015 , Translator Team SEF UNSOED melakukan koordinasi secara teknis editing konten pada website desa dan memulai project ini dengan penuh semangat didampingi oleh Mas Syu’aib tim ICT Support Gedhe Foundation . Selama tiga bulan pertama, tim SEF Unsoed akan bekerjasama intensif dengan tim Gedhe Foundation menerjemahkan sekitar 1000 konten dari 10 desa yang selama ini telah aktif mengisi websitenya, seperti diantaranya Desa Melung, Desa Dermaji, Desa Ajibarang Wetan, Desa Darmakradenan, Desa Kalibagor, Desa Mandirancan, dan Desa Karangnangka.

 “Project ini mudah – mudahan sangat berdampak pada perkembangan desa. Kami senang menjadi volunteer untuk ikut serta dalam memajukan desa di Indonesia” Ujar Safira , salah satu voluntir dan organizer  Student English Forum.

Dengan adanya Project Translation (Billingual) pada website desa ini diharapkan masyarakat luas  akan lebih mengenal potensi – potensi yang ada di desa di Indonesia. Terlebih, masyarakat luar Indonesia pun dapat membaca dan mengenal potensial yang ada di desa.  Maju Terus Pantang Menyerah ! (Baynuri)

UPT Bahasa gelar Workshop Teknik Pengajaran Bahasa

[unsoed.ac.id, 25/5/15] Dalam rangka meningkatkan kualitas pengajar di lingkungan UPT Bahasa Unsoed, pada Sabtu 23 Mei 2015 UPT Bahasa Unsoed menggelar kegiatan Workshop Teknik Pengajaran Bahasa dengan menghadirkan pembicara Ibu Indah Puspawati, S.Pd, M.A. yang merupakan dosen dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Kegiatan workshop ini merupakan salah satu agenda tahunan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan UPT Bahasa Unsoed dan pelaksanaannya juga telah disesuaikan dengan amanat RAB 2015. Tujuan dari kegiatan ini adalah guna merefresh kembali materi dan teknik pengajaran bahasa sehingga para peserta workshop, yang sebagian besar ialah para partner pengajar di UPT Bahasa Unsoed, mendapatkan penyegaran kembali dalam teknik pengajaran bahasa yang fun dan creative.

Kegiatan workshop yang berlangsung mulai pukul 08:00 hingga pukul 15:00 WIB ini menghadirkan materi seputar bagaimana pengajaran bahasa yang fun dan creative dan dilanjutkan dengan sesi microteaching. Para peserta terlihat antusias dan mendapatkan pengalaman yang positif dari rangkaian kegiatan worksop ini. Selain mengundang para partner pengajar di lingkungan UPT Bahasa Unsoed, kegiatan ini juga mengundang mahasiswa dan beberapa guru bahasa Inggris di lingkungan Kabupaten Banyumas. Dengan mengundang mahasiswa, kedepannya UPT Bahasa Unsoed tentunya akan banyak menjalin kerjasama dengan beberapa sekolah menengah guna menyelenggarakan kegiatan pelatihan bahasa asing, dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini merupakan mereka yang dipersiapkan untuk mengajar di lingkungan sekolah menengah tersebut. Sedangkan peserta dari guru bahasa Inggris dilibatkan guna menjalin kerja sama dengan UPT Bahasa Unsoed serta UPT Bahasa Unsoed berkomitmen untuk terus membangun kualitas pengajaran bahasa yang kondusif di lingkungan sekolah. Menurut Kepala UPT Bahasa Unsoed, Agus Sapto Nugroho, M.Ed TESOL, kegiatan semacam ini dengan mengundang beberapa pihak yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan UPT Bahasa Unsoed merupakan kegiatan pengembangan sumber daya manusia di bidang pengajaran dan pendidikan yang akan berdampak positif bagi UPT Bahasa Unsoed.

Dengan suksesnya acara workshop ini, kini UPT Bahasa Unsoed juga kembali mempersiapkan diri guna menyelenggarakan workshop berikutnya yang bertema Workshop on IELTS yang rencananya akan diselenggarakan pada bulan Juni 2015. Rangkaian dari kegiatan workshop ini ialah UPT Bahasa Unsoed akan menyelenggarakan pelatihan IELTS bagi dosen di lingkungan UPT Bahasa Unsoed. (Ririn UPT Bahasa)

 

Intensive Bioethic Course (IBC) and 10th International Youth Peace Ambassador (YPA)

[unsoed.ac.id, 21/5/15] Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman berhasil terpilih menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan IBC dan 10th YPA di Purwokerto yang diadakan tanggal 18-24 Mei 2015. Kedua acara ini merupakan prakarsa dari Prof. Darryl Macer yang merupakan ketua Eubious Ethics Institute dan American University of Sovereign Nations. 
Anak-anak muda dan beberapa Profesor dari berbagai negara berkumpul di Universitas Jenderal Soedirman membicarakan perdamaian sekaligus membuat action plannya. Mereka dipertemukan dalam even 10th International Youth Peace Ambassador yang rencananya akan berlangsung hingga Tanggal 24 Mei 2015. Sebelum menjalankan kegiatan lebih lanjut para peserta mengikuti acara pembukaan di Lantai 1 Rektorat Unsoed pada tanggal 20 Mei 2015. Rektor Universitas Jenderal Soedirman menyambut para delegasi diwakili oleh Wakil Rektor Bidang umum dan keuangan, Drs. Nurul Anwar, MS.,Ph.D. Dalam sambutannya Pak Nurul menyambut baik kegiatan ini dan mendukung penuh kegiatan-kegiatan yang serupa. “Kegiatan seperti ini dapat menguatkan persahabatan yang erat,” jelasnya. Pak Nurul juga mengungkapkan agar International Relationship Office (IRO) membantu memfasilitasi berbagai hal yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. “Semoga semakin terjalin dialog antar bangsa dan budaya sehingga kedamaian yang kita impikan semakin terwujud,” jelasnya. 
Dalam pembukaan YPA ini para peserta dari Amerika Serikat, Singapura, Filipina, Thailand, Australia, dan Indonesia yang terdiri dari Mahasiswa Unsoed, Universitas Brawijaya, dan Universitas Muhammadiyah Malang saling memperkenalkan diri. Demikian juga tuan Rumah dari Fakultas Kedokteran, dr. VM. Wahyu Siswandari,Sp.K., M.Si.Med, dr. Diah Krisnansari, M.Si, dr. Amalia Muhaimin, M.Si, Sekretaris IRO Dr. Condro Wibowo, Staf IRO Evi, Uki, dan dari Fakultas Ekonomi dan bisnis Prasetyo. Acara pembukaan berlangsung akrab dan ditutup dengan foto session.
Sebelumnya Fakultas Kedokteran juga sukses dalam menggelar Intensive Bioethic Course (IBC). IBC merupakan kursus singkat mengenai beberapa topik bioetik yang menjadi salah satu bagian dari program Master of Bioethics. Beberapa subtopik yang menjadi pembahasan pada IBC adalah ableism and disability, ability and law, bioethics justice and ability, serta eugenics and genetics in disabilty. IBC mengundang berbagai pemateri dari skala internasional, seperti Prof. Darryl Macer, Prof. Gregor Wolbring, dr. Miko Ferine, dr. Amalia Muhaimin, M.Sc, Prof. Angelica Baylon, Diyah Woro, S.P.Si., M.A. , dan Yeremias Jena, S.S., M.Hum, M.Sc. Sebanyak kurang lebih 20 peserta multinasional dan multikultural kegiatan ini.
Acara IBC dilaksanakan pada tanggal 18-20 Mei 2015 di Hotel Dominic dan Fakultas Kedokteran UNSOED, Purwokerto. IBC berlangsung secara formal namun menarik dan memiliki atmosfer yang bersahabat, demikian sebagaimana diungkapkan Ketua Panitia Lokal, Diyah Woro S.P.Si., M.A.  Maju Terus Pantang menyerah !

Ilmu Komunikasi Pertahankan Akreditasi A

[unsoed.ac.id, 21/5/2015] Ilmu Komunikasi UNSOED sukses pertahankan akreditasi A. Berdasarkan Keputusan BAN-PT Nomor 139/SK/BAN-PT/Akred/S/IV/2015 Tanggal 6 April 2015 Ilmu Komunikasi UNSOED terakreditasi A dengan nilai tinggi yaitu 374. Hal ini sebagaimana diungkapkan Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Dr. Toto Sugito, M.Si saat ditemui di ruangannya, Rabu 20 Mei 2015. Raihan akreditasi di satu sisi cukup membanggakan namun juga berarti harus dibuktikan dalam kenyataan. “Akreditasi A juga bukan akhir dari semuanya tapi justru sebagai awal untuk kita buktikan dalam aktivitas,” jelasnya. Dr. Toto Sugito sangat mengapresiasi kerja keras para Dosen Ilmu Komunikasi yang telah merelakan waktunya sehingga akreditasi ini mendapat nilai maksimal. 

Raihan akreditasi A menurutnya juga merupakan motivasi bagi institusi untuk terus menerus berusaha lebih baik. Berkaitan proses akreditasi Dr Toto juga memberikan beberapa catatan agar menjadi perbaikan dalam akreditasi lima tahun ke depan. “Data-data yang selalu dibutuhkan dalam akreditasi semestinya diupayakan tersedia dan terdokumentasi dengan baik agar dalam proses selanjutnya semakin optimal,” ungkapnya. Hal ini diperlukan karena semakin ke depan proses akreditasi pasti juga semakin ketat. “Kita harus terus berusaha lebih baik dari waktu ke waktu, terutama untuk akreditasi adalah berkaitan dengan tata kelola dan pengadministrasian,” ungkapnya. Maju Terus Pantang Menyerah !

Berdayakan Pemilih Pilkada Kebumen, Jangan Pernah Menunggu ‘Wangsit’

[unsoed.ac.id, Jum, 22/5/15] Salah satu ciri pemilih yang berkualitas adalah tidak akan mengkompromikan pilihannya dalam pemilu dengan tawaran-tawaran yang bersifat material. Sehingga salah satu hal yang perlu disosialisasikan kepada pemilih adalah jangan pernah menunggu ‘wangsit’. Demikian salah satu poin hasil diskusi Forum Diskusi Politik “Menuju Pilkada Kebumen 2015 Yang Berkualitas” yang diselenggarakan di KPRI “HOLOPIS” Kebumen pada Kamis (7/5). ‘Wangsit’ adalah idiom yang tumbuh di masyarakat dalam membahasakan praktek politik uang. Bukan dalam artian ilham atau inspirasi, akan tetapi kepanjangan dari “uwang ndisit” (uang dahulu- red). Maksudnya  pemilih menunggu adanya pihak yang memberi uang dahulu sebelum mereka menuju ke bilik pemilihan.

Lebih tegas, Ahmad Sabiq, dosen FISIP UNSOED yang menjadi salah satu narasumber pada acara tersebut meminta agar para tokoh masyarakat tidak lagi mengedukasi masyarakat dengan himbauan-himbauan yang masih menoleransi kehadiran politik uang seperti “Terima uangnya, jangan pilih orangnya”.  Kata-kata ini harus diganti dengan redaksional perlawanan yang lebih keras terhadap politik uang: “Jangan terima uangnya dan jangan pilih orangnya”. Masyarakat perlu disadarkan bahwa politik uang bukanlah hal yang biasa. Ia adalah kejahatan yang ujung-ujungnya hanya akan menyuburkan praktek  korupsi para politisi.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kantor Kesbangpol Kabupaten Kebumen ini juga mengundang narasumber dari KPU dan Disdikpora dan  dihadiri oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama dan kepala desa di tiga kecamatan ( Rowokele, Ayah dan Gombong).

Maju Terus Pantang Menyerah !

Kedokteran UNSOED Adakan Pelatihan PTBMMKI

[unsoed.ac.id, Jum, 22/5/15] Bertempat di Gedung A Lantai 2 Fakultas Kedokteran Unsoed, Jum’at, 15 Mei 2015 berlangsung Pelatihan Gabungan PTBMMKI (Perhimpunan Tim Bantuan Medis Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Wilayah III. Acara yang diselenggarakan oleh UKM OSIPITAL FK Unsoed diikuti sebanyak 37 Peserta Berasal dari 9 Fakultas Kedokteran Universitas yang ada di Indonesia seperti FK UGM, FK UII, FK UMS, FK UNS, FK UNDIP, FK UNISULA, FK UNY UNIMUS dan FK UNSOED.

Kegiatan ini dihadiri KTU, Kasubbag Akademik dan Kemahasiswaan FK Unsoed dan Koordinator PTBMMKI Wilayah III. Hadir sebagai pembicara dr.Siswo Putranto Santoso,SpF, MH, Kes dari Universitas Kristen Indonesia Jakarta.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara KTU Endang Istanti SH, MM. menyampaikan bahwa pelatihan ini adalah bagaimana menyelamatkan diri/bertahan hidup dan sehat jika tersesat dihutan. Namun tersesat tidak saja dihutan bisa di daerah terpencil,pedesaan, di gunung atau tempat lain. “Maka ikutilah pelatihan ini sampai selesai dan dengan tekun, karena ilmu yang kalian peroleh akan bermanfaat dan diaplikasikan kepada masyarakat luas”, ungkapnya.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Roni)

Pacu Kreativitas Mahasiswa, UNSOED Sosialisasikan PKM

[unsoed.ac.id, Jum, 22/5/15] Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang merupakan program Dikti yang diselenggarakan setiap tahun dan merupakan program Dikti yang sangat bergengsi. Bertempat di Gedung Rektorat Lantai I UNSOED, berlangsung kegiatan sosialisasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2015. Kegiatan berlangsung selama 3 hari yaitu 21-23 Mei 2015. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah peserta/proposal PKM mahasiswa, meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, mengembangkan budaya menulis. Hal ini disampaikan oleh Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Dra. Krisnhoe  Maya Woelandari, MM dalam laporannya. Beliau juga berharap dari tahun ketahun peningkatan jumlah mahasiswa penerima hibah PKM yang lolos selalu meningkat.

Kegiatan dibuka oleh Dr. Ir. V Prihananto, M.Si (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III). Dalam sambutannya menyampaikan optimis bahwa generasi muda alumni Unsoed adalah orang-orang yang nantinya siap memimpin bangsa ini karena memiliki mental dan kemampuan akademik yang mumpuni. Didalam lembaga pendidikan tinggi, salah satu outputnya adalah lulusan yang harus memiliki 4 hal yaitu kemampuan dibidang akademik, ketrampilan didalam berpikir, kemampuan dibidang manajemen, dan kemampuan dalam komunikasi. “Dalam PKM akan membangun cara berpikir yang logis karena berbasis data yang objektif dan dalam PKM dituntut rasa kemandirian dan rasa tanggungjawab untuk menyelesaikan apa yang sudah direncanakan serta dituntut adanya komunikasi didalam tim”, ungkap WR III.

Sosialisai PKM ini diikuti oleh kurang lebih 578 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari masing-masing Fakultas. Hadir sebagai narasumber pada hari pertama yaitu Nayla Alawiya SH, M.Hum (Dosen Fakultas Hukum), Ir. Mustafik, MP (Dosen Fakultas Pertanian), dan Dr. Saryono M.Kes, M.Kep (Dosen Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan). Dalam sosialisasi ini dipaparkan materi tentang “PKM 5 Bidang” yaitu PKM Penelitian (PKM-P), PKM Kewirausahaan (PKM-K), PKM Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M), PKM Penerapan Teknologi (PKM-T), dan PKM Karsa Cipta (PKM-KC).  Pada hari kedua Ir. Mustafik, MP (Dosen Fakultas Pertanian) menyampaikan materi tentang “Cara cerdas mendapatkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)”, yaitu motivasi dan niat untuk berkarya, kuasai informasi, pahami pedoman PKM, konsultasi dengan dosen pendamping, bentuk tim work yang solid,  cari ide dan gagasan judul/tema dengan teknik ATM(Amati, Tiru, dan Modifikasi), dan buat proposal yang unik, menarik dan sistematis.  

Maju Terus Pantang Menyerah!

Desa Tenganan Bali Ajang Destinasi KKL Mahasiswa Sosiologi Fisip

[unsoed.ac.id, Kam, 21/5/15] Tenganan adalah desa yang mempunyai keunikan tersendiri di Bali, desa yang terletak cukup terpencil dan terletak di Kabupaten Karangasem. Desa ini sangatlah tradisional karena dapat bertahan dari arus perubahan jaman, gempuran budaya global dan derasnya pengaruh teknologi komunikasi. Walaupun sarana dan prasarana seperti listrik dll masuk ke Desa Tenganan ini, tetapi rumah dan adat tetap dipertahankan seperti aslinya yang tetap eksotik. Tiga balai desanya yang kusam dan rumah adat yang berderet yang sama persis satu dengan lainnya. Hal ini dikarenakan masyarakat Tenganan mempunyai peraturan adat desa yang sangat kuat, yang mereka sebut dengan awig-awig yang sudah mereka tulis sejak abad 11.

KKL (Kuliah Kerja Lapangan) Jurusan Sosiologi diikuti oleh sejumlah 80 mahasiswa angkatan 2012. Rombongan menggunakan 2 bus diberangkatkan Minggu 10 Mei 2015 dan direncanakan kembali ke Purwokerto sabtu 16 Mei 2015. Dosen pendamping sejumlah 4 orang yaitu, Dr. Joko Santoso, Soetji Lestari, M.Si, Dr. RiliWindiasih dan Dr. Hariyadi. Menurut Ketua rombongan Dr. Joko Santoso mahasiswa diajak untuk mengkaji sisi sosial masyarakat Tenganan. Apakah sistem adat yang sudah berusia  berabad-abad masih dapat bertahan ditengah dinamika modernisasi dan globalisasi. Kondisi sosial apa saja yang mampu memfilter hingga hukum adatnya masih tetap terjaga.

Laelatul Jannah mahasiswa sosiologi merasakan suasana desa yang aman dan damai, para penduduk desanya yang sangat ramah dan bersahabat. Kita dapat berkeliling areal desa tersebut dan menyaksikan aktivitas mereka sehari hari. Struktur bangunan ini saya dapat merasakan kebersamaan yang sangat kuat diantara penduduk didalamnya. Bayangkan dijaman seperti sekarang ini mereka masih memiliki kamar mandi umum yang berfungsi dengan sangat baik sampai saat ini. Diceritakan bahwa system jual beli barter juga masih sangat umum terjadi dan yang cukup mengesankan adalah peraturan untuk menikahkan anggota keluarga hanya dengan sesama penduduk Desa Tenganan itu sendiri. Dan pada saat ini kita dapat menyaksikan dan melihat tingkah laku dan adat budaya tradisional mereka yang amat kental. Maka pantaslah jika mereka disebut dengan sebutan Bali Aga (Asli).

Terus Pantang Menyerah !

UNSOED Rintis Kerjasama dengan PT. New Hope

[unsoed.ac.id, Rab, 20/5/15] Komitmen UNSOED untuk mengembangkan kemitraan berskala internasional terus meningkat. Bertempat di Ruang Rapat Senat UNSOED (Selasa, 19/5) berlangsung penandatanganan Memorandum of Agreement (MoU) antara UNSOED dengan PT. New Hope. Perlu diketahui bahwa PT. New Hope adalah perusahaan asing yang berpusat di China yang bergerak dalam bidang pakan ternak ayam. Mereka adalah perusahaan pakan ternak ayam yang menduduki urutan nomor tiga di dunia dan merek pertama pertanian China.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Rektor UNSOED, Drs. Achmad Iqbal, M.Si., Dekan Fakultas Peternakan Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr., dengan Direktur PT New Hope, Yao Yong Jian. Perjanjian kerja sama ini meliputi pemberian beasiswa dan pemberian kesempatan magang kepada mahasiswa Fakultas Peternakan.

Dalam kesempatan yang sama Rektor UNSOED dalam sambutannya mengapresiasi kemitraan antara UNSOED dan PT New Hope. Beliau menyampaikan bahwa kerjasama ini akan sangat membantu mahasiswa untuk mengenal dunia kerja sedini mungkin, sehingga pada saatnya lulus nanti mereka akan menjadi pribadi yang siap bekerja, siap untuk berkarya dan siap untuk memajukan bangsa. “Kami berharap, kemitraan ini akan semakin meningkatkan peran dan partisipasi kedua belah pihak dalam berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus meningkatkan daya saing bangsa, khususnya melalui industri berkemajuan bebasis sumberdaya yang mumpuni dan berkarakter tangguh,” tambah beliau.

Maju terus pantang menyerah!

Study Tour SMK Pakis Aji Jepara Ke Fakultas Peternakan dan Ex Farm UNSOED

[unsoed.ac.id, Sel, 19/5/15] Bertempat di ruang seminar I lantai 3 Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Sudirman Rabu (13/5),  kedatangan tamu dari siswa SMK Pakis Aji Jepara beserta staf dan guru pembimbing SMK Pakis Haji diantaranya yaitu Bpk . Naroso Kajur SMK,Ibu Leni S Kejuruan,Bpk. Sujai Guru Mapel Agama, Ibu Sri Nuryanti, Ibu Sulistyaningsih,dkk berjumlah 7 orang pendamping, disambut langsung oleh Dekan Fakultas Peternakan Unsoed Prof. Dr. Ir. Akhmad Sodiq M.Agr Sc beserta Wakil Dekan I bidang Akademik dan Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan dan kerjasama, Kepala jurusan, dan Ketua Ex-Farm fapet.

Dalam sambutannya Prof .Dr. Ir Akhmad Sodiq M.Agr,Sc selaku Dekan Fakultas Peternakan Unsoed, menyatakan bahwa fakultas peternakan mengucapkan banyak terimakasih atas kesempatan dan kunjungan ini dengan harapan bahwa kedepannya ini bisa berjalan terus, selian itu juga dekan menyampaikan bahwa dunia peternakan sekarang ini di Indonesia sudah ada 72 Fakultas dengan program studi peternakan yang berstatus negeri sedangkan swasta ada 74 fakultas. Hal utamanya adalah mengenai Akreditasi yang bergelar A di Indonesia Baru mencapai 25 persen. Fakultas Peternakan sendiri sekarang ini sudah menempati akreditasi A, dengan implikasi yang demikian maka untuk masuk ke jenjang perguruan tinggi akan semakin sulit bagi para siswa dikarenakan jumlah peserta yang mengikuti test masuk perguruan tinggi sekarang ini semakin banyak. Fapet Unsoed sendiri mengalami perkembangan yang drastis karena tahun sebelumnya jumlah mahasiswa baru yang akan masuk ke fakultas peternakan sudah mencapai lebih dari 1800 peminat sehingga melebihi kuota yang tersedia.

Selain itu persolan utama bagi mahasiswa baru sekarang ini ada beberapa hal yang masih menjadi kendalanya diantaranya, Pembiayaan Kuliah sendiri akan tetapi hal tersebut tidak perlu menjadi kegelisahan yang mendasar dikarenakan banyak nya bantuan pendidikan yang sekarang ditawarkan. Permasalah yang lain adalah biaya hidup selama menjadi mahasiswa ini juga bisa disiasati dengan semangat unutk berprestasi, sekarang sudah ada beasiswa bagi para mahasiswa yang berprestasi dengan prestasi mahasiswa bisa memperingan beban biaya, setidaknya demikian yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Peternakan Unsoed.

Selain sambutan dari Dekan Fapet, Wakil Dekan I Ir. Endro Yuwono, MP juga memberikan masukan mengenai visi dan misi Fakultas Peternakan yang mengarahkan pada dunia pendidikan yang berteknologi maju sehingga mampu bersaing nantinya dan menghasilkan SDM yang Handal.sedangkan Wakil Dekan III bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr.Drh Muhamad Samsi, MP memberikan gambaran mengenai tujuan Fakultas Peternakan dalam mendidik dan mengarahkan pribadi mahasiswa melalui berbagi jenis kegiatan yang bersifat akademik.

Rencananya dari rangakaian agenda acara ini para SMK Pakis Aji juga berencana untuk mengunjungi BPTU Baturaden dan setelahnya meraka berencana untuk membina 11 Siswanya agar tetap tinggal di Fapet Unsoed untuk diberikan bimbingan dan pengenalan lebih lanjut mengenai berbagai dunia peternakan yang rencananya akan diselenggarakan tanggal 14 Mei 2015 di Ex- Farm Fapet unsoed.

Maju Terus Pantang Menyerah!(psifapet)

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA