Test RSS

Rektor : Pejabat UNSOED Harus Unjuk Kinerja, Berjiwa Melayani dan Komunikatif

[unsoed.ac.id, Jum, 3/7/15] Tunjukkan kinerja  yang disertai dengan komitmen,  kedepankan jiwa melayani daripada dilayani serta bangun kualitas komunikasi dengan semua pihak.  Ketiga pesan ini menjadi inti dari amanat Rektor UNSOED, Dr.  Achmad Iqbal saat melantik sejumlah pejabat akademik dan struktural administrasi Jumat (3/7) di Gedung Pertemuan Soemardjito UNSOED. Rektor menegaskan, para pejabat hendaknya melaksanakan setiap tugas dengan sungguh-sungguh disertai komitmen untuk terus mengevaluasi diri  seraya bersikap rendah hati.  “ Hindarkanlah diri dari sikap, ucapan dan tindakan yang menciderai orang lain.  Hal ini penting, sehingga dalam menjalankan tugas, kita mendapatkan dukungan dan dipahami secara positif oleh semua pihak, “ tegas Rektor.

Masih dalam kesempatan yang sama, Rektor menjelaskan bahwa pelantikan para pejabat ini merupakan bagian dari komitmen UNSOED untuk memberikan dan meningkatkan pelayanan terbaiknya kepada stakeholders, baik internal maupun eksternal. “ Maju mundurnya serta berhasil tidaknya tujuan tersebut dapat dicapai, akan sangat ditentukan oleh sejauhmana sumberdaya manusia yang ada mampu menunaikan amanah dengan sungguh-sungguh dan bertanggungjawab, “ jelas Rektor. Ditambahkannya, oleh karenanya sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi organisasi untuk mendudukkan mereka pada peranan yang tepat, sehingga, diharapkan mampu mengantarkan lembaga tersebut untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Adapun  pejabat akademik yang dilantik kali ini adalah Kepala dan Sekretaris Badan Pengelola Usaha (BPU) yakni Dr. Kuat Pudji Prayitno, S.H.,M.Hum dan Drs. Rakhmat Priyono, S.E., Sekretaris Lembaga Pengembangan Teknologi & Sistem Informasi (LPTSI) Drs. Edi Basuki, Ph.D dan wakil-wakil dekan di lingkungan Fakultas, yakni Dr. Joko Santoso, Dr. Muslih Fauzan, Ahmad Sabiq, MA (FISIP), Dr. Hendro Pramono, Dr.rer.nat Husein Sastranegara, Dr. Agus Nuryanto (Fakultas Biologi), Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko. M.P, Ir. Joko Maryanto, M.Si dan Dr.Ir. Siswantoro, M.P. (Fakultas Pertanian), Ir. Nunung Noor Hidayat, M.P (Wakil Dekan Umum dan Keuangan Fakultas Peternakan masa jabatan antar waktu), dan Dr. Isplancius, S.H.,M.Hum (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Hukum masa jabatan antar waktu).  Selain itu juga diangkat Rizky Februansyah, MA sebagai Wakil Dekan Akademik di FIB,  menggantikan (Alm) Dr. Syaifurrochman

Sedangkan pejabat administrasi/struktural yang dilantik adalah Mukhid Harsono, S.Kom (Kasubbag Program, Data, dan Informasi LP3M), Didin Samsudin, S.E. (Kasubbag Registrasi dan Statistik), Eko Sumanto, S.Pt (Kasubbag Akademik dan Evaluasi), Umar, SIP (Kasubbag Umum dan BMN Fakultas Kedokteran), Nuh Agung Budiman, S.H.,M.Si (Kasubbag Hukum dan Tata Laksana pada Bagian Hukum dan Kepegawaian ), Erwin SUnaryo, S.Kom (Kasubbag Pendidik pada Bagian Hukum dan Kepegawaian), Yuniasih Septi Wardani, S.H. (Kasubbag Promosi pada Bagian Humas), Sunardi, SIP (Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian pada Fakultas Teknik), Atik Kurniati, S.Sos (Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Betha Swandani, S.Sos (Kasubbag Humas dan Protokoler pada Bagian Humas), Muldiatmi, S.IP (Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian Fakultas ISIP), dan Triani Agustina Prastyanti, S.Sos (Kasubbag Keuangan dan Kepegawaian Fakultas Kedokteran).   Maju Terus Pantang Menyerah ! (Wis)

 

Dosen Teknik Pertanian UNSOED Lulus Terbaik di Negeri Sakura

[unsoed.ac.id, Jum, 3/7/15] Dosen Unsoed kembali membuktikan memiliki kualifikasi yang teruji.  Kali ini Dosen Prodi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Unsoed, Purwoko Hari Kuncoro, Ph.D berhasil menyelesaikan studi S-3nya di Iwate University, Jepang dengan predikat outstanding performance and excellence in research.  Mengawali Program S-2 di Kampus yang sama tahun 2010 lalu, Purwoko kemudian melanjutkan S-3 dan menuntaskannya Maret 2015 lalu.  Tentang penghargaan terbaik, Purwoko mengungkapkan tak pernah memimpikannya, merencanakan atau menargetkannya.  “Saya hanya sekedar berusaha untuk terus belajar dan berkarya sejauh yang saya mampu dan berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu,” ungkapnya.  “Sekiranya karya sederhana yang saya hasilkan selama menempuh program doktor ini dianggap memiliki nilai lebih dan kemudian diberikan kepadanya suatu penghargaan, tentu saja saya akan sangat merasa senang dan berterima kasih. Hal tersebut tak lepas dari support dan arahan yang luar biasa yang diberikan oleh academic supervisor saya disana, dan juga berkat doa serta dukungan dari berbagai pihak,” jelasnya.  Namun demikian Dosen TEP asal Wonogiri ini mengungkapkan bahwa masih banyak hal yang bisa lebih ditingkatkan dan dikembangkan dari karya tersebut untuk pengembangan secara keilmuannya kedepan.  Selama menempuh studi di Negeri Sakura, Purwoko berhasil menghasilkan tiga publikasi ilmiah yaitu satu publikasi saat menempuh S-2 dan dua publikasi saat menempuh S-3 (semua terindex scopus).

Menjadi lulusan terbaik di Negeri yang terkenal dengan kedisiplinan dan kerja kerasnya tentu tidak mudah.  Purwoko mengawali langkahnya dengan mendapat beasiswa dari pemerintah Jepang (MEXT-scholarship).  “April 2009 saya berangkat ke Jepang dan satu tahun pertama saya tempuh untuk mengikuti program Research Student (masih dengan beasiswa yang sama MEXT– scholarship) guna persiapan bahasa, persiapan research, dan persiapan ujian masuk program master. Program master saya tempuh sejak April 2010 hingga maret 2012 dengan 1 buah publikasi ilmiah yang saya hasilkan. Pencapaian akademik selama program master ini dianggap memenuhi syarat dan kemudian membawa saya mendapatkan perpanjangan beasiswa hingga program doktor (S3). Program doktor ini saya tempuh dari April 2012 hingga Maret 2015 dengan 2 buah publikasi ilmiah (terindex Scopus) yang saya hasilkan,” jelasnya.  Saat ditanya tentang tipsnya meraih semua itu, Dosen Teknik Pertanian ini mengungkapkan bahwa            setiap orang harus selalu punya mimpi dan jadikan mimpi itu sebagai motivasi abadi.  “Selain itu disiplin dan konsisten dengan strategi yang dibangun untuk menggapai mimpi itu, tekun dan jangan sekali-kali menunda pekerjaan, serta just be yourself and confidence,” ungkapnya.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Program Doktor Biologi UNSOED, Destinasi Studi Biosains Spesies Tropis

[unsoed.ac.id, Jum, /7/15] Indonesia telah dinisbatkan sebagai negeri dengan sumberdaya keanekaragaman hayati terkemuka di dunia. Untuk itu, dibutuhkan suatu pendekatan saintifik yang holistik sehingga dapat mengembangkan potensi yang ada untuk sebesar-besarnya kemaslahatan.   Melihat hal tersebut,  maka menjadi sebuah keniscayaan bagi UNSOED untuk turut serta berkiprah dan berkontribusi.  Adalah Program Studi S3 Biologi UNSOED yang memiliki kekhasan dalam pengembangan biosains spesies tropis, termasuk di dalamnya  penyelenggaraan riset sekaligus pengembangan pemberdayaan masyarakat melalui diseminasi  dan alih ilmu serta teknologi hasil penelitian terkait.

Program doktoral ini didesain untuk mencetak lulusan dengan kompetensi unggul, mandiri, konsisten, dan berkomitmen sebagai peneliti dan dosen serta profesi lain yang terkait biologi, khususnya bidang kajian spesies tropis. Tidak hanya itu, kurikulum pun didesain agar lulusan memiliki kemampuan analisis sintesis, memecahkan persoalan terkait pemanfaatan sumber daya hayati khususnya spesies tropis, serta menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan dalam seminar dan jurnal nasional terakreditasi dan internasional. Sebagai destinasi kajian ilmu hayati terkemuka, maka Program Studi S3 Biologi UNSOED berusaha untuk memberikan ruang kepada para mahasiswanya untuk mengembangkan sub disiplin ilmu hayati tersebut, seperti biodiversitas, biomolekuler, genetika, ekologi, ekosistem mangrove dan fisiologi baik tumbuhan, hewan maupun mikroorganisme.

Saat ini, Program Studi S3 Biologi UNSOED diketuai oleh Prof. Agus Irianto, Ph.D, Guru Besar Mikrobiologi. Alumni Heriot-Watt University, Edinburg-Skotlandia ini dikenal sebagai pendidik dan peneliti kenamaan di bidang akuakultur dan mikrobiologi. Sebagaimana dikutip dari laman bio.unsoed.ac.id, satu dari sekian karyanya yang solutif adalah adalah pemanfaatan probiotik dalam mengontol penyakit Aeromonas salmonicida pada ikan di samping pemanfaatan probiotik untuk rekayasa nutrisi dan imunomodulasi perifiton pakan alami ikan tilapia. Tercatat pula sejumlah buku seperti   Mikrobiologi Lingkungan, Probiotik Akuakultur, dan Patologi Ikan Teleostei dihasilkan oleh sosok yang dikenal sebagai mitra bestari pada sejumlah jurnal ilmiah terkemuka di negeri ini.

Maju Terus Pantang Menyerah ! (Wis)

FK UNSOED Miliki Doktor Baru

[unsoed.ac.id, Jum, 03/7/15] Bertempat di Auditorium Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta, Kamis, 2 Juli 2015 pukul 10.00 WIB berlangsung Ujian Terbuka untuk memperoleh Derajat Doktor dalam bidang ilmu Kedokteran dan Kesehatan atas nama dr. Wahyu Siswandari, Sp.PK.,M.Si.Med. Acara  dihadiri 150 orang  terdiri dari Dekan, Para wakil Dekan, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, tenaga pendidik, tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Unsoed, mahasiswa S3 Fak. Kedokteran UGM dan teman sejawat.

Ibu satu anak dari Nurpratama Budi Nugroho istri dari dr.H. Nugroho Harbani, Sp.S.Msc dan Wahyu Siswandari juga menjabat Wakil Dekan Bidang Akademik Fak. Kedokteran Unsoed dihadapan 9 penguji disertasinya diketuai oleh Dekan Fak. Kedokteran UGM Prof.Dr. Teguh Aryandono, Sp.B(K).Onk, Tim Pembimbing : Promotor : Prof. dr. Siti Nurjanah, Sp.PD-KGEH, M.Kes, Ko Promotor : dr. Totok Utoro, D.Med.Sc, Sp.PA(K), Ko Promotor : Prof.dr. Budi Mulyono, MM, Sp.PK(K) menyampaikan disertasinya yang berjudul Uji Diagnostik Biomarker Trombopoietin, TGF-B1, Angitensin II Untuk Penentuan Derajat Fibbrosis pada Hepatitik Kronik pada tikus Rattus norvegius strain Sprague-Dawley. Ditengah kesibukannya sebagai wakil dekan juga sebagai pengajar dia mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan baik dan benar hingga memperoleh nilai dengan Sangat Memuaskan. Setelah acara uji disertasi selesai kemudian langsung di wisuda oleh Dekan FK UGM atas nama Rektor dan merupakan doktor ke 2266 di UGM.

dr. Fitranto Aryadi, M.Kes Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed mengatakan ucapan selamat dan sukses atas prestasi yang diraihnya merupakan doktor yang ke: 4 di Fakultas Kedokteran otomatis meningkatkan SDM bagi staf pengajar dan meningkatkan pula kualitas alumninya.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)

 

Perhelatan World Refugee Day di Hubungan Internasional UNSOED

[unsoed.ac.id, Kam, 02/7/15] World Refugee Day merupakan hari yang diperingati secara global untuk mengingat kembali permasalahan pengungsi, baik itu pengungsi internal maupun pengungsi lintas batas, menggalang dukungan masyarakat dunia dan pada akhirnya mendorong Negara-negara di dunia untuk lebih serius mencari solusi untuk permasalahan mereka. Sebagai bentuk partisipasi aktifnya, pada Jumat 26 Juni 2015 lalu, Prodi Hubungan Internasional UNSOED bekerjasama dengan Institute of International Studies, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan movie screening dan diskusi bertemakan Developing Countries and the Challenge of Global Refugee Crisis yang dilanjutkan perumusan pernyataan bersama mengenai dukungan pengungsi dunia.

Kegiatan dipandu oleh dosen HI UNSOED, Nurul Zayzda, dan diskusi difasilitasi oleh peneliti Institute of International Studies UGM, Diah Tricesaria. Tema yang diambil dalam diskusi adalah Peran Negara Berkembang dalam Menangani Masalah Pengungsi Lintas Batas. Film yang diputar adalah film dokumenter yang menceritakan kisah pengungsi yang terdampar di berbagai titik di Indonesia dan sementara ditempatkan di rumah detensi imigrasi dan rumah perlindungan masyarakat. Setelah menonton film bersama, dilakukan diskusi mengenai permasalahan pengungsi yang tergambar di dalam film, termasuk alasan mengenai mengapa mereka mengungsi, mengapa mereka sering dianggap imigran gelap dan mengapa mereka perlu dilindungi oleh masyarakat dunia.

Selanjutnya, diskusi diarahkan oleh Diah Tricesaria ke tema yang lebih spesifik, yakni apa yang dapat dilakukan Negara berkembang dalam menangan masalah pengungsi global. Situasi yang ada selama ini adalah, delapan puluh persen pengungsi global ditampung oleh Negara-negara berkembang, dan terpusat di Negara-negara Afrika dan Timur Tengah yang secara ekonomi juga sangat lemah. Negara-negara industry maju sementara itu sangat sedikit menerima pengungsi dan cenderung bersifat membatasi masuknya pengungsi. Maka, apa yang dapat dilakukan Negara berkembang lain seperti Indonesia yang tidak memiliki kebijakan perlindungan? Di Indonesia khususnya, yang terjadi adalah ribuan pengungsi ditempatkan di rumah detensi imigrasi yang layaknya seperti penjara.

Pertanyaan ini dijawab bersama-sama oleh peserta diskusi. Diskusi berlangsung dengan sangat dinamis, dimana terjadi perdebatan mengenai apa yang sebaiknya dilakukan. Beberapa rekomendasi kebijakan yang masuk antara lain adalah:
1.    Pembentukan joint forces yang terdiri atas negara-negara berkembang untuk mendorong Negara maju agar meningkatkan perannya dalam perlindungan pengungsi, baik itu dengan mendanai perlindungan di negara berkembang (bukan hanya tempat penampungan sementara) maupun perlindungan lebih aktif di dalam negerinya
2.    Pembentukan joint forces bersama negara-negara maju untuk membantu penyelesaian konflik di Negara asal pengungsi
3.    Mendorong penerapan konsep “sovereignty as responsibility” dimana Negara asal pengungsi bertanggungjawab terhadap warga negaranya sendiri
4.    Di wilayah Asia Tenggara; pertama, mendorong ASEAN untuk kampanye bersama tentang pengungsi, untuk merubaha paradigma mengenai refugee dan negara ASEAN, sekaligus untuk mengatasi masalah di Myanmar; kedua, mendorong ASEAN membuat suatu badan supranasional untuk mengatur penempatan pengungsi
5.    Negara seperti Indonesia memperbaiki instrumen hukumnya agar lebih efektif dalam melindungi pengungsi.
Untuk keberlanjutan program ini, maka disepakati bahwa akan dibentuk Student Forum for Refugees Indonesia, sebuah forum yang secara khusus membahas isu-isu pengungsi. Peserta diskusi otomatis menjadi anggota pertama SFR.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Mahasiswa Sosiologi Jadi Demang Baru Teater SiAnak

[unsoed.ac.id, Kam, 02/7/15] Teater SiAnak sebagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FISIP UNSOED yang bergerak sebagai wadah kreatifitas dibidang seni mengadakan regenerasi kepengurusan. Bertempatan  di Purbalingga, JL.Veteran, No. 12, RT/RW.08/02, Kecamatan Wirasana, Kelurahan Purbalingga, pada tanggal 20 – 23 Juni 2015 proses berjalan lancar. Kegiatan diawali dengan pelantikan anggota baru yang diikuti oleh 19 orang calon anggota. Setelah itu, diadakan musyawarah anggota sebagai dengan agenda pertanggungjawaban pengurus lama, penataan organisasi sekaligus pembentukan pengurus baru. Hal ini menandakan berakhirnya kepengurusan periode 2014 – 2015 yang dipimpin oleh Oky Mustofa.

Musyawarah anggota ini dihadiri oleh seluruh anggota Teater SiAnak dan tamu undangan seperti alumnus Teater SiAnak maupun dari UKM lain seperti REMOEF, LPM Solid dan KMPA. Pertanggungjawaban pengurus lama diterima oleh forum Musyawarah anggota. Evaluasi dan kritik anggota cukup membangun dinamisasi organisasi SiAnak. Selanjutnya dilakukan pemilihan
pemimpin kepengurusan baru periode 2015 – 2016. Musyawarah anggota mengamanahkan Dwi Kurnia mahasiswa sosiologi 2012 sebagai Demang (Ketua) SiAnak yang baru. Oky Demang Sianak yang lama, langsung memberikan ucapan selamat, teruslah berkarya dan jangan biarkan suatu karya mati didalam ruangan, teriak Oky bersemangat.

SiAnak Fisip SemangART, salam seni untuk keberpihakan!

Maju Terus Pantang Menyerah!(Pw)

Blue Diving Club Fabio Juara di Ajang Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2015

[unsoed.ac.id, Rab, 1/7/15] Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Kemenko Maritim bersama K/L dan Institusi lainnya yang mengeliling pulau-pulau terluar Indonesia untuk meningkatkan konektivitas di pulau-pulau terdepan, terpencil dan wilayah perbatasan, melalui peningkatan akses terhadap kebutuhan bahan pokok sehari-hari, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana, serta percepatan pembangunan di wilayah pulau-pulau dan perbatasan. Kegiatan ENJ dilakukan pada bulan Juni–Juli 2015, melibatkan 86 kapal perintis dan 1 KRI, menyinggahi 540 pelabuhan di 22 propinsi, total pelayaran sebanyak 234.000 km dengan lebih dari 6000 peserta. Tri Nurani dan Firman Nur Fahmi merupakan salah satu peserta dari Blue Diving Club.

Kapal KRI Banda Aceh 593 membawa Tri Nurani menjelajahi Nusantara bagian timur. Pelayaran pertama sampailah di Makasar dengan melaksanakan kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Samalona dengan menurunkan 4 meja transplan, Bersih-bersih Pantai Losari, Pemberian bantuan ke Pulau Kodingareng berupa: Solar cell dari bank BI, 2 Tanki air, penukaran uang tidak layak edar, dan pemberian televisi 60". Selanjutnya pelayaran dilanjutkan ke kota Sorong, Papua dan mengunjungi  Pulau Buaya (Krokodae Island) biasa disebut Pulau Ram tidak jauh dari kota Sorong yang memiliki pantai pasir putih yang jernih dan tenang dan gradasi yang tercipta oleh lamun-lamun begitu mempesona dan memikat. Kapal kembali berlayar ke Saumlaki, Maluku Tenggara Barat dengan disambut Tarian Tnabar Vanewa. Kegiatan disana berupa penyampaian bantuan, kegiatan pasar murah, bersih pantai, dan kampanye kesehatan ke SD, SMP dan SMA. Kemudian malamnya makan malam bersama Bupati di gedung kesenian. Berbagai tarian dari Saumlaki dihadirkan untuk menghibur. Pelayaran dilanjutkan ke Kupang, NTT. Sekitar pukul 11.00 WITA sampai di Pelabuhan Kupang dan disambut pemda setempat dan Mentri Koordinator Bidang Kemaritiman Bapak Indroyono Soesilo beserta istri dan perwakilan dari FAO Indonesia. Selanjutnya memberikan bantuan buku-buku dan mengajar ke Paud dan SD di daerah Silu perjalanan sekitar 2 jam dari pelabuhan. Selanjutnya ada sosialisasi dari Dewan Konservasi Kupang tentang konservasi laut dan pelayaran pun berakhir di Tanjung Priuk, Jakarta. Dalam kegiatan ekspedisi menggunakan KRI Banda Aceh 593, Asosiasi Pemuda Maritim Indonesia (APMI) menyelenggarakan Kompetisi Pemikiran Kritis Pemuda Maritim (KPKPM) yang berlangsung dari tanggal 22-25 Juni 2015.  Tujuan dari penyelenggaraan ini ialah untuk menggali potensi wawasan kebangsaan dan maritim, sikap, serta tanggung jawab pemuda dalam pembangunan Indonesia sebagai Negara Maritim. “Mengembalikan Teluk Penyu sebagai Icon Wisata Cilacap” adalah judul dari karya ilmiah Tri Nurani dan dianggap dapat menginspirasi para peserta ENJ 2015 terutama dalam hal konservasi lingkungan.  Pemberian hadiah juara 1 diberikan oleh Komandan KRI Banda Aceh-593 Letkol Laut (P) Edi Haryanto pada malam penutupan pelayaran ENJ 2015 di Perairan Laut Jawa,  pada Kamis, 25 Juni 2015. Menurut “ Tri Nurani Janganlah pesimis sebelum kamu mencoba, optimislah sampai kamu mencoba “. Dan dia telah membuktikan bahwa dengan semangat yang dia miliki dia mampu menjadi juara di ajang ENJ tahun ini.

Kapal Perintis membawa Firman Nur Fahmi ke Karimun Jawa yang membaginya ke dalam divisi-divisi, seperti divisi lingkungan, divisi pendidikan, divisi ekonomi, dan divisi kesehatan. Firman masuk dalam divisi lingkungan dengan kegiatan coastal clean up di pantai Batu Topeng, pemasangan apartment fish di pantai Pancuran, dan bersih-bersih pelabuhan karimun jawa. Adapun divisi yang pendidikan bertugas mengajar ke SD 1 Karimun, Smp Karimun, dan SMK Karimun. Divisi kesehatan bertugas sosialisasi tentang akan diadakannya cek kanker serviks ke masyarakat, deteksi Kanker Serviks di Puskesmas Karimun, sosialisasi cek kesehatan umum gratis, dan mengajarkan PHBS ke anak2 SD Negeri Kemujan. Divisi Ekonomi bertugas demo masak kepada masyarakat, sosialisasi sarapan sehat ke anak-anak di Sd 1 Karimun. Menurut Firman “Indonesia itu indah, mulai dari bawah lautnya sampai puncak gunungnya, namun jangan hanya menikmati keindahannya saja, kitaj uga harus ikut menjaganya supaya kelak anak cucu kita dapat pula menikmati indahnya indonesia”. Maju terus pantang menyera (BDC).

Menguasai Pariwisata Banyumas Melalui Monopoli Banyumasan

[unsoed.ac.id, Sel, 30/6/15] Kreatifitas akan menghasilkan metode pembelajaran yang berbeda dan memudahkan dalam memahami mkaupun menguasai sesuatu hal. Inilah yang dilakukan oleh tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Riset yang diketuai oleh Tundjung Linggarwati, S.IP,M.Si dalam memberikan pengalaman baru bagi siswa SMK Negeri 3 Purwokerto terutama Jurusan Pariwisata dan Perhotelan dalam mempelajari Pariwisata Banyumas.

Pengabdian masyarakat ini didasarkan pada hasil riset yang pernah dilakukan oleh tim yang menunjukkan rendahnya pengetahuan masyarakat Banyumas sendiri terhadap potensi pariwisata Banyumas sehingga hal ini menjadi hambatan tersendiri bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Banyumas. Terlebih lagi bagi para siswa yang mengambil keahlian pariwisata sudah seharusnya mampu menjadi agen-agen yang mampu mempopulerkan dan memperkenalkan sekaligus menawarkan paket wisata Banyumas.

Monopoli Banyumasan merupakan solusi yang dibuat oleh tim yang beranggotakan Sri Wijayanti,S.IP,M.Si dan Renny Miryanti,S.IP,M.Si ini mendasarkan pada pertimbangan bahwa metode permainan ini sangat memudahkan bagi para siswa dan sangat menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran ini juga dilakukan secara berkelompok dalam suasana yang menyenangkan sehingga tidak membebani siswa dengan berbagai tugas dan materi pembelajaran yang menyulitkan.

Keunggulan lain metode yang di launching pada 26 Mei 2015 adalah memberikan direktori dalam bentuk modul dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) yang berisi segala hal yang berhubungan dengan pariwisata Banyumas mulai dari informasi tentang tujuan wisata (yg dikategorikan dalam berbagai jenis seperti edutourism,religious tourism,desa wisata dan cagar budaya, event penting, wisata alam dan buatan),transportasi,akomodasi, money changer dll.

Dalam proses pembelajaran ini juga dilakukan pendampingan dengan melibatkan para mahasiswa yang lebih dahulu mendapatkan pembekalan. Hal ini dilakukan agara interaksi dalam permainan monopoli menjadi efektif termasuk pembiasaan mendeskripsikan berbagai hal tentang pariwisata Banyumas dalam Bahasa Inggris. Kegiatan yang dilakukan pada bulan Ramadhan ini sekaligus mengisi kegiatan liburan siswa dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah dan dijalani dengan antusias oleh para siswa. Kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan paket wisata Banyumas bagi para siswa SMK Negeri 3 Purwokerto, dimana tim bekerjasama dengan biro perjalanan wisata dengan tujuan membekali siswa dengan kemampuan membuat paket wisata Banyumas untuk mendukung pengembangan pariwisata Banyumas.

Maju Terus Pantang Menyerah!(TjHI)

Fakultas Kedokteran Gelar Stadium General Gebyar Ramadhan

[unsoed.ac.id, Sel, 30/6/15] Bertempat di Aula lantai 3 Gedung C Fakultas Kedokteran Unsoed, Jumat (26/6) mulai pukul 14,00 WIB digelar Stadium General dalam rangka Gebyar Ramadhan dengan tema “Being Healthy and Awsome with Quran”. Diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed sebanyak 300 orang.

Stadium General gebyar Ramadhan dibuka oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed dr. Fitranto Arjadi, M.Kes, dalam sambutanya mengharapkan mahasiswa agar lebih aktif lagi dalam majelis ilmu dibulan Ramadhan ini, untuk menambah pengetahuan. Adapun sebagai pembicara hadir Dr. dr. Tauhid Nur Azhar, M.Si.Med yang merupakan Dosen Universitas Islam Bandung dan Ust Bhayu Subrata.

Dalam ceramahnya Dr. dr. Tauhid Nur Azhar, M.Si.Med menerangkan bulan Ramadhan adalah diturunkannya Alquran sebagai sumber ilmu, hubungan alquran dengan ilmu kedokteran sangat erat sekali.  Isinya  ada perintah iqro yaitu membaca, dengan membaca Alquran dapat memberikan efek untuk mengaktifkan dan menonaktifkan gen-gen tertentu, untuk mengenal Allah sebagai pencipta manusia.

Dalam ceramahnya Ust Bhayu Subrata one day one juz, ada dua kunci yaitu Azzam yang kuat( tekat, semangat) dan Lokasi (setelah solat). Setiap hari membaca satu juz setelah sholat.

Maju Terus Pantang Menyerah! (Rny&Dmwn )

 

Sosialisasi Masyarakat ASEAN melalui Ular Tangga Jadi Tema Pengabdian Masyarakat

[unsoed.ac.id, Sen, 29/6/15] Sebagai program studi yang selalu mengutamakan pelaksanaan Tri Darma perguruan tinggi, para staf pengajarnya tidak hanya aktif dalam pengajaran dan penelitian tapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat. Kali ini Prodi Hi melakukan pengabdian masyarakat dengan tema Peace Education for Students dan Ular Tangga Masyarakat ASEAN yang dilakukan di SMA Negeri 4 Purwokerto. Pengabdian masyarakat yang melibatkan seluruh staf pengajar Prodi HI ini mendapatkan dukungan penuh dari pihak sekolah, mengingat pelaksanaannya dilakukan setelah siswa selesai menjalani Ujian Kenaikan Kelas (UKK).

Peace education for students merupakan sebuah upaya untuk membangun karakter siswa dan anak-anak muda agar memiliki karakter yang baik dan paham akan nilai-nilai perdamaian, anti konflik dan mampu mengelola konflik dengan baik sehingga diharapkan siswa mampu menjadi pribadi yang lebih mengedepankan nilai-nilai perdamaian dan selanjutnya dapat menjadi agen-agen perdamaian bagi masyarakat di sekitarnya. Hal ini didasarkan pada karakter anak-anak muda yang masih labil sehingga sangat rawan konflik. Metode yang disampaikan sangat sesuai dengan usia siswa yaitu dengan berbagai permainan yang bermuatan penanaman nilai-nilai perdamaian dan merangsang siswa untuk dapat membangun interaksi yang baik dengan sesama peserta dalam berbagai role play dalam kelompok.

Sementara itu di kelas lain dilakukan sosialisasi ASEAN Community dalam bentuk permainan ular tangga.  Permainan yang memuat pengetahuan tentang ASEAN Community ini merupakan sebuah upaya membuat siswa memahami, sadar dan peduli akan berlakunya Masyarakat ASEAN yang diharapkan pengetahuan yang didapat melalui permainan ular tangga ini dapat membuat siswa secara antusias menyiapkan diri meningkatkan kualitasnya untuk mempersiapkan dirinya dalam menghadapi ASEAN Community. Ular tangga yang diberinama Ular Tangga Masean ini untuk selanjutnya dapat dimainkan oleh siswa di waktu luang mereka.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA