Test RSS

BEM Gelar Stadium General MEA Setelah Pelantikan Pengurus

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Badan Eksekutif Mahasiswa Unsoed mengawali awal kepengurusannya dengan Stadium General tentang Masyarakat Ekonomi Asean.  Kegiatan yang dirangkai sekaligus dengan Pelantikan Pengurus BEM UNSOED Kabinet Harmoni Perubahan ini dilaksanakan di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Lantai 3, Sabtu, 28 Maret 2015.  Pemberlakuan MEA yang sudah di depan mata membuat BEM menghadirkan Djoko Tuku Wibowo, Asisten Deputi Perdagangan dan Kepariwisataan Kemenko Bidang Perekonomian Republik Indonesia.  Sebagai pembanding, hadir pula Lutfi Mukhasin, S.IP.,MA., Ph.D. 

Pemberlakukan MEA di akhir tahun 2015 nanti membuat seluruh negara ASEAN memberlakukan liberalisasi perdagangan barang dan jasa, investasi, dan tenaga kerja terampil secara bebas.¬† Salah satu hal yang mesti diperhatikan Indonesia dalam menyambut MEA adalah kesiapan daya saing.¬† ‚ÄúBerdasarkan WF daya saing Indonesia menduduki peringkat ke-lima dari sepuluh negara ASEAN,‚ÄĚ jelas Djoko.¬† DI satu sisi secara ekonomi GDP Indonesia adala yang terbesar dibanding negara ASEAn lainnya.¬† ‚ÄúHanya saja jika sudah dihitung perkapita maka tentu saja Indonesia menjadi berada dibawah Singapura, Malaysia, Brunei, dan Thailand,‚ÄĚ jelasnya.

Generasi muda, dalam hal ini mahasiswa memiliki peran strategis dalam menghadapi MEA.¬† ‚ÄúDisamping daya saing individu yang harus ditingkatkan karena akan bersaing dengan semua orang se-ASEAN, generasi muda diharapkan memiliki ide-ide segar dan inovatif untuk Indonesia di Era MEA,‚ÄĚ ungkap Djoko.¬† Secara umum MEA dibentuk bukan untuk saling melemahkan diantara negara asean, namun justru ingin agar ASEAn menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang diperhitungkan dunia.¬† ‚ÄúNegara-negara ASEAn dalam hal ini akan bekerjasama untuk menjadi masyarakat ekonomi yang terintegrasi secara masif,‚ÄĚ jelasnya.¬† Maju Terus Pantang Menyerah !

 

 

UNSOED Gelar Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Universitas 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Bertempat di Rektorat Lantai 1 UNSOED, berlangsung acara Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Universitas Jenderal Soedirman Tahun 2015. Kompetisi yang berlangsung 28-29 Maret 2015 ini diadakan dalam rangka mempersiapkan mempersiapkan tim untuk mengikuti kompetisi nasional. Grand final dari acara ini mempertemukan tim A dan B Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), tim A Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), serta Tim A Fakultas Kedokteran (FK). Adapun motion dalam puncak acara tersebut adalah¬† ‚ÄúAssuming you found 100% Evidence that God doesn‚Äôt exist, THW not publish it.‚ÄĚ

Setelah melalui adu argumentasi yang cukup panjang, akhirnya kompetisi kali ini dimenangkan oleh Tim A Fakultas Kedokteran. Tim B FEB harus puas di posisi runner up kemudian diikuti oleh Tim A FISIP dan Tim A FEB. Dalam acara ini juga diberikan penghargaan untuk Best Speaker yang diraih oleh Ira Aprilianti dari Tim A FEB.

Penyerahan Juara pertama diserahkan langsung oleh  Hari Prasetyo, ST., MT., selaku Ketua Panitia. Dalam sambutannya pada closing ceremony, beliau mengungkapkan kebanggaan dan apresiasi tinggi terhadap para peserta kompetisi. Beliau yang juga merupakan Wakil Dekan Bidang kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Teknik UNSOED tersebut tak lupa menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat terus berlangsung dan memupuk generasi-generasi berprestasi dalam iklim kompetisi akademis yang sehat.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Talkshow Ulas Penggerakkan UMKM Perternakan Dalam Menghadapi MEA

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Dalam rangkaian Dies Natalis Fakultas Perternakan UNSOED yang ke-49, Fakultas Perternakan melaksanakan Talkshow dengan tema "Peran Pemuda dalam menggerakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) peternakan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)", di Gedung Roedhiro, Sabtu (28/3). Pada Talkshow ini menghadirkan narasumber Ir. Bambang Suharno (Direktur Utama Infovet), Istiqomah, SE. M.Sc. Ph.D (Akademisi Unsoed), Ir. syukur Iwantoro, Ms. MBA (Dirjen Peternakan RI) dan Ir. Bambang Rijanto (Ketua Ikatan Alumni Unsoed Barlinggamascakeb) serta dihadiri oleh Dekan Fakultas Peternakan beserta Para Pembantu Dekan, Para Dosen beserta Mahasiswa dan Siswa SMK Peternakan Kalibagor.

Dr. Ir Akhmad Sodiq, M.Sc.Agr selaku Dekan Fakultas Peternakan dalam sambutanya menyampaikan tentang peningkatan sistem produksi peternakan terkait dalam menghadapi MEA yang diperlukan daya saing dalam perdagangan international. Sedangkan dalam daya saing ini diperlukan UMKM yang dapat tanggap terhadap persaingan, memahami pangsa pasar dan peningkatan kualitas produk.

Para narasumber dalam pemaparannya menyampaikan pilar-pilar dalam MEA yang menjadikan Asean menjadi pasar tunggal berbasis produksi, memiliki kawasan ekonomi yang tinggi, asean menjadikan pertumbuhan ekonomi yang merata dan terintergrasi pada perekonomian global. Sedangkan komponen-komponen yang diperlukan dalam menghadapi MEA meliputi komponen pelaku usaha bukan hanya menjadi konsumen saja, komponen dalam peningkatan infrastruktur dan membutuhkan regulasi/peraturan dalam persaingan komoditif.

Maju Terus Pantang Menyerah!

HIMAKUA Sukses Kontes Ikan Cupang Nasional

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Betta Contes Fair 2015 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNSOED sukses terselenggara, Minggu (29/3). Kegiatan yang bertempat di Pusat Kegitan Mahasiswa (PKM) UNSOED ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka memperingati hari jadi HIMAKUA yang ke 5 yang jatuh pada tanggal 17 Maret. Tema yang diusung dalam kontes ikan Cupang hias nasional ini adalah ‚ÄúCompetition of Betta and Art (COMBAT)‚ÄĚ.

Menurut ketua panitia bahwa kagiatan ini merupakan kegiatan tahunan dan tahun ini penyelenggaraan yang ke-3. ‚Äúevent bertujuan untuk merangkul para komunitas-komunitas yang ada diseluruh Indonesia dan juga mempererat ikatan antara mahasiswa Akuakultur dan¬† komunitas‚ÄĚ, ungkapnya. Event Nasional ini diikuti oleh peserta dari Purwokerto, Cirebon, Semarang, Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Balikpapan, Bali, Yogyakarta dan kota-kota lainnya dengan total ikan peserta kontes 600 ikan.¬†

Bapak Sutrisno selaku Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Banyumas, dalam kesempatan tersebut membacakan sambutan Bupati Banyumas. Bupati memberikan apresiasi terhadap terselnggaranya kegiatan Betta Contes Fair 2015 ini. ‚ÄúBidang perikanan mempunyai peranan yang sangt penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mengingat pembangunan perikanan mempunyai dampak langsung terhadap peningkatan dan pada sisi lain mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat‚ÄĚ, demikian ungkap Bupati. Lebih lanjut dikatakan bahwa kegiatan ini sangat strategis untuk memperkuat silaturahmi dan kebersamaan antara pembudidaya, penghobi, pedagang, dan pemerintah yang akan meningkatkan¬† ketertarikan dalam budidaya ikan hias yang pada akhirnya bermuara suksesnya pembangunan perikanan di Kabupaten Banyumas.

Wakil Dekan III Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Drs. Marhaendro Santoso, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa era sekarang ikan hias akan digalakkan, dimana potensi sumberdaya alam Indonesia dengan iklim tropisnya memungkinkan untuk kesana karena kita bisa memijahkan ikan sepanjang tahun.

Kategori yang dilombakan antara lain yaitu Serit (5cm UP), Halfmoon (5cm UP), Plakat (4cm UP), Giant, Baby, Betina Open(3,5cm UP). Dewan juri dalam event ini berasal dari juri nasional yaitu dari Medan, Jakarta, dan Yogyakarta serta dibantu oleh juri lokal.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pemotongan Tumpeng yang dilakukan oleh Ketua HIMAKUA Periode 2014-2015 Abdul Wahid dan diserahkan kepada pembina HIMAKUA Agung Cahyo Setiawan Spi. M.Si.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

Kedokteran UNSOED Sambung Rasa Dengan Camat dan Lurah Purwokerto Selatan dan Timur

[unsoed.ac.id, Sen, 30/3/15] Bertempat di Ruang Serbaguna Dekanat lantai 2 Fakultas Kedokteran Unsoed Jumat, (27/3) pukul 09.00 WIB berlangsung acara Sambung rasa antara Pimpinan Fakultas Kedokteran Unsoed dengan Camat Purwokerto Selatan, camat Purwokerto Timur, Lurah Berkoh dan Lurah Mersi. Hadir dalam kesempatan itu sebanyak 25 orang. Acara yang sangat diapresiasi oleh Perangkat / Pejabat Kecamatan dan Kelurahan  karena adanya tali silahturahmi dengan  perangkat sekitar kampus, tentunya kedepan tali silahturahmi  harus terus terjalin.

Diawali dengan perkenalan dari pimpinan Fakultas dan perangkat kemudian permintaan pendapat dan masukan letak / alamat Fakultas Kedokteran Unsoed. Lokasi Fakultas Kedokteran berada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Purwokerto Selatan Kelurahan Berkoh dan Kecamatan Purwokerto Timur Kelurahan Mersi. Kesepakatan bersama karena pintu gerbang masuk Fakultas Kedokteran berada di Jalan Gumbreg adalah wilayah Kelurahan Mersi maka diputuskan bersama bahwa Fakultas Kedokteran Unsoed beralamat di Jalan Gumbreg Nomor 1 Kelurahan Mersi Kecamatan Purwokerto Timur dengan kode pos 53112. Dengan demikian untuk memudahkan administrasi surat menyurat maka alamat Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman Jalan Gumbreg Nomor 1 Mersi Purwokerto 53112. Acara diakhiri dengan saling berjabat tangan.

Maju Terus Pantang Menyerah!(eNdg)

 

ALSA adakan Workshop Teknik Pengurusan Kepailitan

[unsoed.ac.id, Min,29/3/15] Bertempat di Aula Justicia Fakultas Hukum UNSOED (28/3), berlangsung workshop dengan tema Teknik Pengurusan dan Pembebasan Harta Pailit Perusahaan oleh Kurator dalam Pengawasan Hakim Pengawas. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asian Law Students Association (ALSA) Local Chapter UNSOED. Perlu diketahui bahwa ALSA adalah asosiasi non-profit non-politik yang menyambut keragaman budaya dan kemajuan profesionalisme serta etika bekerja keras yang merupakan karakteristik orang Asia. Selain itu merupakan asosiasi utama yang menyediakan tempat bagi mahasiswa hukum untuk mengembangkan potensi menjadi pemimpin masa depan dan pemain utama di Asia.

Kegiatan yang kali ini dibuka oleh perwakilan Badan Ekskutif Mahasiswa Fakultas Hukum ini merupakan salah satu dari kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh ALSA. Adapun pembicara dalam kegiatan kali ini adalah Dr. Siti Anisah, S.H., M.Hum., Dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia; Ali Nuryahya, S.H., M.H., Panitera Muda Perdata Pengadilan Negeri Semarang; dan Agus Winoto, S.H., M.Kn., kurator Balai Harta Peninggalan.

Acara yang dibuka dengan pertunjukan Tari Saman ini kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi dan diskusi yang dibagi menjadi tiga sesi dengan masing-masing pembicara pada tiap sesinya. Materi yang disampaikan antara lain mengenai Hukum Kepailitan, Pengaturan Kepailitan di Indonesia serta UU No. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Membayar Utang.

Maju terus pantang menyerah!

Ketua Asosiasi SRI Jepang Berkunjung ke UNSOED

[unsoed.ac.id, Min,29/3/14] Hari Senin lalu (15 Februari 2015) Ketua Asosiasi SRI Jepang (J-SRI) Profesor Eiji Yamaji, berkunjung ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Jawa Tengah untuk berbincang-bincang mengenai SRI di Purwokerto.  Profesor Yamaji yang juga Profesor di Laboratory of Agro-Environmental Engineering/AEE (University of Tokyo, Department of Frontier Science) ingin melihat penerapan SRI di sekitar Purwokerto dan mencari informasi tentang penelitian SRI yang ada di Purwokerto dan sekitarnya.  Ditemui Dr.Ardiansyah,S.TP,M.Si. (Dosen Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed) dan Krissandi Wijaya,Ph.D. (Kepala Laboratorium Teknik Pengendalian dan Pengelolaan Bio-Lingkungan/TPPBL Fakultas Pertanian Unsoed), Profesor Yamaji berbincang-bincang mengenai petani SRI dan peran pemerintah.  Dr.Ardiansyah,S.TP,M.Si. beberapa tahun terakhir meneliti SRI dari sisi penggunaan air, iklim, dan teknologi informasi.  Poppy Arsil,Ph.D. (Dosen Program Studi Teknik Pertanian Fakultas Pertanian Unsoed) yang baru pulang dari Australia juga mulai menekuni SRI dari sudut pandang motivasi petani dengan pendekatan ilmu marketing (Means-End Chain/MEC) untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

SRI (System of Rice Intensification) adalah metode penanaman padi yang berbeda dengan yang umum diterapkan saat ini.  Prinsip utama SRI adalah pengairan dan pengeringan berselang-seling di masa awal tanam.  Prinsip SRI lainnya adalah tanam bibit muda, dan diutamakan organik.  Metode SRI berasal dari Madagaskar dan menuai ketertarikan untuk diterapkan di banyak negara.  Jepang, Indonesia, dan beberapa negara Asia Tenggara mempunyai komunitas peneliti atau praktisi yang menekuni SRI.  Di Indonesia SRI tergabung dalam mailing list Ina-SRI, sedangkan di Jepang SRI tergabung dalam mailing list J-SRI.  Beberapa anggota peneliti SRI Indonesia dan Jepang saling mengenal, terutama yang menekuni bidang sumberdaya tanah, air dan irigasi.

Profesor Yamaji kemudian diajak untuk meninjau lokasi penanaman SRI di Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas Jawa Tengah dan melakukan wawancara dengan kelompok tani disana.  Profesor Yamaji juga menemui Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (SDABM) Kabupaten Banyumas, Dr.Irawadi untuk mengetahui perkembangan SRI dan program pemerintah yang mendukungnya.  Kepada Dr.Irawadi, Profesor Yamaji bertanya mengenai program pemerintah dan keberlanjutannya.  Profesor Yamaji juga menjelaskan tentang aktivitas J-SRI dan pendekatan yang digunakan untuk merangkul petani menerapkan SRI, antara lain dengan membebaskan petani dalam penerapan prinsip-prinsip SRI, kecuali dalam hal irigasi berselang-seling.

Krissandi Wijaya,Ph.D, sebagai Kepala Laboratorium TPPBL berharap kegiatan ini sebagai perintis untuk kerjasama dimasa mendatang.  Mengingat daerah Banyumas dan sekitarnya punya banyak objek dan permasalahan yang harus dicari solusinya melalui penelitian.  Maju Terus Pantang Menyerah ! (Alief Einstein)

TOEFL Preparation Class April 2015 Kembali digelar UPT Bahasa UNSOED

[unsoed.ac.id, Ming,29/3/15] UPT Bahasa Unsoed yang memiliki fungsi sebagai pusat pelatihan bahasa di lingkungan Unsoed kembali membuka pendaftaran kelas TOEFL Preparation Class periode kedua pada April 2015. Program ini diselenggarakan sebagai usaha UPT Bahasa Unsoed untuk turut membantu kesuksesan semua pihak yang membutuhkan pemahaman mengenai TOEFL seperti para mahasiswa, dosen, guru maupun masyarakat lainnya secara umum. Dengan mengikuti pelatihan TOEFL Preparation Class ini, peserta akan mendapatkan pelatihan test TOEFL serta pelaksanaan test TOEFL dalam bentuk pretest dan posttest. Kelas TOEFL Preparation Class terdiri dari materi Listening, Structure and Written Expression, dan Reading yang merupakan materi test format dari TOEFL. Kelas ini dirancang untuk menampung minimal 20 peserta pelatihan. Kelas pelatihan ini menawarkan pertemuan sebanyak 22 kali tatap muka dengan waktu 90 menit tiap tatap muka dan ditambah 2 kali test yakni Pretest dan Postest berupa test TOEFL . Kelas pelatihan tersebut akan diselenggarakan mulai Senin, 27 April 2015 dengan jadwal Senin-Rabu-Jumat (15.30 s/d 17.00) dan jadwal pretest Kamis, 23 April 2015. Dengan biaya yang relatif terjangkau sebesar Rp. 300.000,- (termasuk biaya pendaftaran dan biaya modul), UPT Bahasa juga melengkapi fasilitas pelatihan berupa sertifikat pelatihan bagi para peserta. Pendaftaran telah dibuka untuk umum dan akan ditutup apabila telah memenuhi kuota kelas paling lambat 22 Maret 2015. Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran bisa menghubungi Kantor Upt Bahasa di (0281) 626322 atau dengan menghubungi Contact Person Cindy di 085726201422. Apabila diperlukan, UPT Bahasa Unsoed juga menerima pendaftaran dalam bentuk kolektif sebanyak minimal 20 peserta dan bagi pendaftaran kolektif tersebut bisa menentukan jadwal sesuai permintaan calon peserta. Maju Terus Pantang Menyerah !(Ririn)

Fakultas Kedokteran Selenggarakan Pelepasan Purna Bhakti

[unsoed.ac.id, Jum, 27/3/15] Bertempat di Gedung Dekanat Lantai 3 Fakultas Kedokteran UNSOED, selasa (24/3) Pukul 09.00  - 11.00 WIB telah diselenggarakan Pelepasan Purna Bhakti Dr.dr.I.Gede Arinton , Sp.PD., KGEH., M.Kom., MMR dan drg. Rosani Wiyogo, M.Si. Acara dihadiri oleh para pimpinan fakultas, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Unsoed dan tamu undangan dari Rumah Sakit Margono Soekarjo.

Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed (dr. Fitranto Arjadi, M.Kes) mewakili  keluarga besar FK Unsoed menyampaikan ucapan selamat kepada Bpk. Dr.dr.I.Gede Arinton , Sp.PD., KGEH., M.Kom., MMR dan drg. Rosani Wiyogo, M.Si yang telah memasuki masa purna tugas atau masa pensiun semoga masa pensiun ini dapat dinikmati dengan penuh rasa kebahagiaan dan sukacita.

Dalam sambutannya Dekan juga mengucapkan penghargaan yang setinggi tingginya dan terima kasih yang sebanyak banyaknya atas pengabdian dan loyalitas yang telah diberikan selama ini, terutama selama menjalankan tugas akademik sekaligus pelayanan ke mahasiswa dan pasien, terutama jasa besarnya ikut mendirikan Kedokteran dan KG di FK Unsoed. Banyak hal yang telah dr. Arinton dan drg. Rosani berikan bagi keluarga besar FK Unsoed ini sehingga rasanya ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas apa yang telah diterima keluarga besar FK Unsoed.

Dr. Arinton dan drg. Rosani merupakan pegawai terbaik dengan mengakhiri pengabdiannya di Unsoed selama berpuluh tahun dengan predikat khusnul khotimah, artinya mengakhiri tugas pengabdian dengan baik tanpa cacat, pada dunia akademik cumlaude/dengan pujian bagi seorang pegawai negeri sipil(PNS) bias mendapatkan gelar pensiun, merupakan capaian yang sangat tinggi dilingkungan birokrasi.

Dr.dr.I.Gede Arinton , Sp.PD., KGEH., M.Kom., MMR dan drg. Rosani Wiyogo, M.Si, dalam memberikan sambutannya juga mengucapkan terima kasih dengan segala kerendahan hati mohon maaf yang sebesar besarnya, dengan harapan FK Unsoed untuk mempunyai visi-misi kedepan khususnya untuk pendidikan spesialis.

Sambutan tersebut telah memberikan suasana hangat dan gempita dalam acara yang bukan hanya pelepasan tetapi silahturahmi. Acara diakhiri dengan pemberian cenderamata oleh dekan FK Unsoed dan foto bersama.

Maju Terus Pantang Menyerah.!!!(L135)

Kuliah Umum : Negara Hadir dalam Perlindungan WNI di Luar Negeri

[unsoed.ac.id, Kam, 26/3/15] Bertempat di Aula Fisip Unsoed, Selasa (24/3) berlangsung Kuliah Umum tentang Kehadiran Negara dalam Perlindungan WNI di Luar Negeri, Bersama Duta Besar Dr. Sujatmiko M.A.  Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman, Wakil Dekan I Dr. Masrukin, para Ketua Jurusan/Prodi nampak hadir dalam kuliah umum beserta 300 mahasiswa yang memadati ruangan. Mereka semua sangat antusias, mahasiswa tertarik dengan dunia diplomasi  sekaligus materi perlindungan WNI yang berkaitan dengan para buruh migran di luar negeri.

Dekan Fisip berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka acara ini. Beliau menyampaikan rasa terimakasih serta apresiasi atas kesediaan Duta Besar memberikan kuliah umum. Kehadiran mahasiswa hingga melebihi kapasitas ruangan menunjukkan ketertarikan mereka terhadap tema yang disajikan. Dunia diplomasi sangat berhubungan dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh mahasiswa Prodi Hubungan Internasional. Perlu diketahui pula bahwa sebagian Mahasiswa dan Dosen Fisip merupakan pemerhati serta aktifis pemberdaya buruh migran. Banyumas merupakan salah satu wilayah pengirim tenaga kerja wanita ke luar negeri.

Dr. Sujatmiko membenarkan bahwa Banyumas merupakan basis wilayah TKI. Data menunjukkan bahwa tercatat sejumlah 208 orang menjadi TKI resmi diberbagai negara. Jumlah total WNI yang bekerja di luar negeri adalah 2.767.155 orang. Namun  diperkirakan jumlah sebenarnya mencapai 3 atau 4 kali lipat dari data resmi, itulah yang disebut tenaga kerja illegal. Hal inilah yang mengakibatkan keruwetan sekaligus tantangan tersendiri bagi para diplomat untuk menyelesaikannya.

Dubes Sujatmiko menekankan adanya empat prinsip utama fungsi diplomasi luar negeri, yaitu fungsi Representasi, Negosiasi, Proteksi dan Pelaporan. Fungsi representasi ini terkait dengan promosi adat budaya Indonesia pada masyarakat dunia. Tenaga kerja Indonesia (TKI) juga cukup banyak di berbagai negara, maka dedikasi dan disiplin yang tinggi dari para pekerja bisa membawa harum nama Bangsa Indonesia. Fungsi negosiasi berkaitan hubungan dengan pihak pemerintah, pihak swasta, parlemen, dan organisasi internasional, fungsi proteksi untuk melindungi segenap hak-hak warga, dan fungsi pelaporan kepada pusat hal ini secara khusus akan dijalankan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada.

Fungsi representasi menjadikan WNI berbagi tugas dengan dubes. Ia menjadi diplomat bagi negerinya dan memberikan pencitraan kepada negara-negara yang ada di dunia. Kasus hukum pancung Satinah menjadi contoh bagi kehadiran negara dalam melindungi WNI di luar negeri.  Tebusan Diyat sejumlah 7 juta real atau sebanding dengan 21 milyar rupiah merupakan ihtiar pemerintah dalam menyelamatkan keberartian satu jiwa warga negara Indonesia. Kemudian lanjut Dubes Sujatmiko, uang diyat sudah diterimakan, Cuma belum ada ketok palu atas vonis kasus hukumnya. Pengorbanan materi yang tidak sedikit itu, ternyata masih belum menemukan hasil yang diharapkan. Namun yang pasti adalah negara tetap berada disamping WNI kapanpun dan dimanapun keberadaannya.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA