Berita UNSOED

Selamat Datang Mahasiswa Baru 2015 dari Jalur Seleksi SBMPTN

[unsoed.ac.id, Sen, 3/8/15] Hari ini para Mahasiswa Baru Universitas Jenderal Soedirman yang diterima melalui jalur seleksi SBMPTN melakukan registrasi fisik di Auditorium Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman.  Setelah 979 Mahasiswa melakukan registrasi online, hari ini Senin, 3 Agustus 2015 hingga Selasa, 4 Agustus 2015 para mahasiswa akan registrasi fisik untuk diverifikasi datanya, mendapat KTM, dan Jas Almamter.  Para mahasiswa yang diterima melalui jalur SBMPTN ini akan tersebar di semua fakultas yang ada di Unsoed.  Untuk Hari ini (3/8) mahasiswa yang melakukan registrasi fisik adalah dari kelompok Eksakta dan dilanjutkan besok (4/8) untuk kelompok Sosial.  Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Dra. Krisnhoe Maya Wulandari, MM memantau langsung proses registrasi ini.

Dari seluruh peserta yang lolos seleksi SBMPTN ada juga mahasiswa bidikmisi.  Salah satunya Anisa, mahasiswa baru Unsoed penerima beasiswa bidikmisi.  Gadis asal Magelang, Jawa Tengah ini sangat senang bisa diterima di Jurusan Farmasi melalui SBMPTN.  "Saya senang sekali, dan berharap dapat berbuat yang terbaik sebagai mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi," ungkapnya.  Anisa lulusan SMA N 1 Magelang ini bertekad akan belajar gigih agar kelak dapat melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.   

 

Proses registrasi fisik sendiri berjalan lancar.  Alur yang dijalani para mahasiswa dalam proses registrasi fisik adalah mulai masuk gedung, kemudian dipanggi, verifikasi berkas di meja verifikasi, cetak KTM, dan mendapatkan jas Almamater.  Setelah itu proses registrasi fisik sudah selesai dan para peserta sudah disambut para mahasiswa kakak angkatannya untuk mendapat berbagai informasi.

Seleksi Mandiri UNSOED diikuti 16.696 Peserta Dilaksanakan di 11 Kota

[unsoed.ac.id, Mingg, 2/08/15] Hari ini para pendaftar Unsoed mengikuti SPMB Mandiri masuk Universitas Jenderal Soedirman, Minggu, 2 Agustus 2015.  Melonjaknya jumlah peserta yang mencapai 16.696 peserta membuat kualitas lulusan yang diterima semakin bagus.  Hal ini sebagaimana disampaikan koordinator Humas SPMB Unsoed, Dr Wisnu Widjanarko.  Selain jumlah peserta yang melonjak, lokasi ujian seleksi Mandiri Unsoed juga bertambah yaitu dilaksanakan di 11 Kota berbeda.  “Selain Purwokerto, Seleksi Mandiri juga dilaksanakan di Tegal, Cirebon, Bekasi, Tangerang Selatan, Bogor, Tasikmalaya, Kertosono, Sidoarjo, Bojonegoro, dan Bontang,” jelasnya.  Hal ini dilakukan untuk memfasilitasi peminat seleksi Unsoed yang berasal dari berbagai provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

Dengan tersebarnya lokasi ujian di banyak tempat, membuat akses peserta juga semakin mudah.  Selain Purwokerto dan Bekasi, Bogor adalah salah satu lokasi yang peminatnya cukup banyak.  “Peserta ujian di Bogor bahkan bukan hanya dari Jabodetabek tapi ada beberapa peserta dari luar Jawa seperti Lampung, Batam, dan Palembang,” jelasnya.  Dengan semakin luasnya lokasi ujian, Unsoed juga menyiapkan monitoring dan evaluasi yang terukur.  “Bahkan untuk Kertosono, Jawa Timur Rektor Unsoed, Dr.Ir. Achmad Iqbal langsung melakukan tinjauan ke lokasi,” jelasnya.  Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir Mas Yedi Sumaryadi, MS melakukan tinjauan ke lokasi ujian di Bontang, Kalimantan

Seleksi mandiri ini adalah jalur seleksi terakhir untuk masuk Unsoed tahun ini.  “Jumlah mahasiswa yang akan diterima dari jalur ini sekitar 20% dari total mahasiswa baru tahun ini,” ungkapnya.  Namun tak menutup kemungkinan jumlah itu akan bertambah jika ada peserta yang lulus jalur SNMPTN ataupun SBMPTN tidak melakukan registrasi atau mengundurkan diri.  Hasil seleksi mandiri akan diumumkan Tanggal 12 Agustus 2015.  “Bagi peserta yang lulus ujian, registrasi online akan dilakukan Tanggal 18-19 Agustus 2015 dilanjutkan registrasi fisik,” jelasnya. 

‘Gendu Rasa’ Pimpinan dan Tenaga Kependidikan Fisip Unsoed

[unsoed.ac.id, Sen, 03/8/15] Bertempat di Aula, Rabu 29 Juli 2015 diselenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan Fakultas dengan Tenaga Kependidikan Fisip Unsoed. Dekan, para Wakil Dekan, Kepala TU, para Kasubag serta seluruh Tenaga Kependidikan (karyawan) menghadiri pertemuan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai pukul 09.30 WIB. Pertemuan ini merupakan koordinasi sekaligus arahan program para Wakil Dekan yang baru.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman  menyampaikan bahwa pertemuan semacam ini akan dilaksanakan rutin setiap bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk menyatukan langkah dalam mendukung Visi Fakultas yaitu ‘Unggul dalam penguasaan Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan peduli terhadap pengembangan sumber daya berbasis kearifan lokal’. Visi tersebut akan semakin cepat tercapai apabila sinergi optimal antara civitas akademika tak terkecuali tenaga kependidikan.

Bahkan untuk menghadapi globalisasi, dunia pendidikan (Fisip Unsoed) mendapat tantangan adanya akreditasi internasional, tutur Dekan. Sementara ini akreditasi nasional untuk empat program studi mendapat nilai A dan satu program studi mendapat nilai B. Beliau optimis bahwa akreditasi tahap selanjutnya, Fisip Unsoed memperoleh nilai A semua. Sehingga sudah sepantasnya, ada inisiasi untuk melakukan akreditasi internasional.

Berkaitan dengan hal itu, para Wakil Dekan menekankan adanya peningkatan kemampuan kerja kepada tenaga kependidikan. Kerjasama antar subbagian juga menjadi perhatian pimpinan. Kumpulan data-data subbagian merupakan input penting bagi pimpinan. Olah data antar subbagian akan menjadi dasar untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

Pertemuan rutin ini akan dikemas serius namun santai, dalam bentuk ‘Gendu-gendu Rasa’. Komunikasi dua arah antara Pimpinan Fakultas dengan tenaga kependidikan diharapkan dapat mengikis kesalahpahaman dan isu-isu yang tidak produktif, bahkan diharapkan muncul masukan yang tepat bagi pengembangan sumber daya tenaga kependidikan Fisip Unsoed.

Maju Terus Pantang Menyerah !

15 Mahasiwa Fakultas Kedokteran Ikuti Yudisium Periode Bulan Juli 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 03/8/15] Bertempat diruang Serbaguna lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed Jalan Gumbreg Nomor 1 Mersi Purwokerto, Jumat (31/7) pukul 08.30 WIB berlangsung acara Yudisium FK periode bulan Juli,  Wisuda Tingkat Sarjana ke 118 bulan September 2015. Yudisium diikuti sebanyak 15 orang terdiri dari 12 sarjana Kedokteran Umum (KU)  dan 3 sarjana Kedokteran Gigi (KG), dengan predikat kelulusan DP 8 orang (53 persen), sangat memuaskan 7 orang (47 persen) jenis kelamin laki-laki 4 orang (27 persen)  perempuan 11 orang (73 persen), lama studi 3 tahun 11 bulan dan rata-rata IPK 3,53.
Pada yudisium ini tercatat 2 mahasiswa dengan IPK tertinggi yaitu Friska Pratiika Widyawibowo, S.Ked dan Rizak Tiara Yusan, S.Ked dengan IPK 3,73. 

Sambutan wakil sarjana kedokteran diwakili oleh Luluk Karisma Suryani, S.Ked mengatakan ucapan terima kasih kepada para guru serta staf pendidik yang telah membimbing dan membantu hingga meraih gelar sarjana kedokteran. Dekan FK dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para sarjana kedokteran baru dan mengucapkan selamat menempuh profesi. Dekan juga berpesan agar selalu mengedepankan pasien dengan memberi kasih sayang dan keselamatan untuk pasien, lebih disiplin, berpakaian sopan, rapih dan baik sama siapapun. Segera berubah untuk lebih baik tidak perlu menunggu sesuatu, namun mulai sekarang, anda harus merasa beruntung karena telah mengalahkan orang-orang yang mendaftar menjadi mahasiswa kedokteran saat menjadi mahasiswa karena telah menyisihkan  250 orang perbandingannya dengan perbandingan 1 : 250 orang. “saat ini Fakultas Kedokteran telah menjadi favorit dengan peminat paling banyak. Oleh sebab itu tekun belajar, untuk meraih gelar dokter nantinya sesuai dengan cita cita kalian dan orang tua. Selamat Berjuang”, demikian ungkap Dekan.
Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)

Silaturahmi Dharma Wanita Persatuan UNSOED dan Penyerahan Bantuan

[unsoed.ac.id, Minggu, Bertempat di GedungRektoratLantai 1 UNSOED (31/7), Dharma Wanita Persatuan Pusat Administrasi UNSOED,mengadakan acara silaturahmi. Kegiatan yang dilaksanakan masih dalam bulan syawal ini sekaligus merupakan acara pertemuan rutin.  Dibuka dengan tausiyah yang disampaikan oleh Wahyudin, S.Ag.,M.Si., kegiatan yang dihadiri oleh pengurus dan segenap anggota ini akan dilanjutkan dengan pemberian bantuan beasiswa Orang TuaAsuh (OTA) Dharma Wanita dan Arisanputaran I.

Bantuan OTA tersebut diberikan kepada putra-putri pegawai honorer terutama cleaningservice dan penjaga malam.Adapun penerimanya adalah sebagai berikut untuksekolahdasar; Najwa Hilda Zafira, putrid Bapak Akhmad Wahyanto; Lintang Nasywa Sal Sabila, putri dari Bapak Singgih Biyantoro; Ika Juniarti, putrid Bapak Sujarwo; Bagas Panggayuh, putra Bapak Pamuji; Naila Saputri, putri Bapak Lukman; dan Zaskia Nur Safitri, putrid Bapak Noto. Untuk sekolah menengah pertama; Agung Ady Pratama, putra Bapak Karsito; Nur Afifah, putrid Bapak Sodeli; dan Wajar Fibriyanti, putri Bapak Sugiyono. Seusai penyerahan beasiswa, acara dilanjutkan dengan berjabat tangan saling memaafkan

Kafilah MTQ Mahasiswa Nasional UNSOED Siap Berjuang di UI

[Unsoed.ac.id, Kam, 30/7/15] Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an mahasiswa Tingkat nasional UNSOED hari ini menegaskan kesiapannya untuk memberikan yang terbaik di ajang MTQ Tingkat Nasional di UI 30 Juli hingga 8 Agustus mendatang.  Dilepas oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr.V Prihanato, M.Si, kafilah UNSOED yang terdiri dari 12 Mahasiswa dan tiga pendamping mendapat motivasi di Halaman Gedung Rektorat Lantai 1 UNSOED.  Ke-dua belas orang ini merupakan para juara MTQ tingkat Universitas yang telah bersaing dengan ratusan peserta.  Kali ini mereka mendapat amanah untuk membawa nama UNSOED di ajang MTQMN XIV Tahun 2015 di Universitas Indonesia.

Ketua Tim yang juga Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas MIPA, Dadan Hermawan, M.Si.,Ph.D memiliki harapan yang cukup tinggi terhadap kafilah UNSOED.  Bersama Ulul Huda, S.PD.I.,M.Si dan Drs. Akhmad Suheli, MM, Pak Dadan memimpin tim UNSOED yang terdiri dari berbagai fakultas.  Di Cabang tilawatil Qur’an, Imam Mukhlisin dari Fakultas Pertanian dan Patima Fitri dari Fakultas Teknik akan berjuang memberikan yang terbaik.  Di Cabang Tartili Qur’an, UNSOED mempercayakan pada kemampuan Tartil Muh. Ulil Fiqi (FIB) dan Ade Rosi Siti Rosidah (FEB).  Sementara itu di bidang hafalan (Hifzhil Qur’an) Aziz Mukhsin dan Aisyah Al Mujahidah (Keduanya dari F.PIK) akan membawa nama baik UNSOED dengan kekuatan hafalan mereka.  Di bidang khaththil Qur’an atau yang sering dikenal dengan kaligrafi, UNSOED mengirimkan Liya Sintiawati (FiKES) dan Mokhammad Ikhsan (Pertanian).  Untuk cabang lomba Karya Tulis, UNSOED mempercayakan kepada Nurul Lativah dan Rokhmawati Tri (dua-duanya dari FikES).  Sedangkan untuk debat bahasa inggris kandungan dalam al-qur’an dipercayakan kepada Dendi Liya dan Irwan Sarifudin (dua-duanya dari FISIP).  Selamat Berjuang 

 

Dua Dosen UNSOED Memenangkan Hibah Penulisan Buku Ajar DIKTI Tahun 2015

[unsoed.ac.id, Kam, 30/7/15] Akademisi UNSOED kembali mendapat pengakuan nasional. Kali ini dalam bidang akademik, dua dosen UNSOED memenangkan hibah penulisan buku ajar DIKTI tahun 2015.  Adalah Agung Prabowo, S.Si,M.Si Dosen Jurusan Matematika Fakultas MIPA dan Dr. Ismoyowati dari Fakultas Peternakan yang berhasil bersaing dengan dosen dari seluruh Indonesia dan terpilih bersama 175 Dosen lainnya.  Buku ber-ISBN milik keduanya ditetapkan memenangkan hibah pada Tanggal 9 Juli 2015 lalu.

Salah satu pemenang hibah, Agung Prabowo, S.Si,M.Si mengungkapkan bahwa hibah kali menjadi lebih berarti karena buku ajarnya merupakan buku yang diterbitkan penerbit UNSOED.  “Hal ini mengindikasikan bahwa Penerbit Universitas Jenderal Soedirman mampu berdiri sejajar dengan penerbit-penerbit besar lainnya. Seleksi untuk dapat menerbitkan buku di Penerbit Universitas Jenderal Soedirman tergolong tidak mudah, perlu melewati beberapa tahap seperti review isi dari pakar pada bidangnya dan review bahasa dari pakar bahasa UNSOED,” jelasnya.

Agung Prabowo memenangkan insentif tersebut dengan mengangkat buku ajar berjudul Permulaan Matematika dalam Peradaban Bangsa-Bangsa: Kontribusi Budaya Jawa dalam Matematika, ditulis bersama dengan staf pengajar UT Jakarta, Drs. Pramono Sidi, M,Si. Buku tersebut terbit pada tahun 2013 dengan ISBN 978-979-9204-95-0 dan jumlah halaman xii + 423. Reviewer isi buku tersebut adalah Prof. Dr. H. Wahyudin, pakar sejarah matematika dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Perhatian para pakar pada Matematika Jawa terbilang sangat langka. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kajian pada bidang matematika yang telah dianggap usang, ternyata mendapat apresiasi yang tinggi dari bangsanya sendiri. Sebentuk kearifan lokal yang membuat bangsa ini pantas bangga dengan pencapaian para leluhurnya.  Salah satu motivasi penulisan buku ini adalah sebuah maksud agar buku-buku teks yang membahas Sejarah dan Filsafat Matematika memasukkan pencapaian Matematika Jawa dan Matematika Nusantara dalam bab-babnya. "Untuk itu, saat ini sedang dilakukan pengerjaan penerjemahan terhadap buku tersebut agar dapat dibaca oleh para pakar sejarah matematika di seluruh dunia. Satu perempat dari bagian buku telah selesai diterjemahkan dalam bahasa Inggris," ungkapnya.

Buku tersebut dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama mengusung dua bab dan delapan bab mengisi bagian kedua. Bagian pertama membahas mengenai pencapaian matematika bangsa-bangsa beradab di seluruh dunia: Mesir Kuno, Sumeria, Babilonia, Yunani, Romawi, Maya India, Cina dan perkembangan serta pencapaian matematika di Eropa dan dunia hingga saat ini. Bagian kedua memuat delapan bab pengetahuan matematika yang telah dikembangkan dan digunakan oleh masyarakat Jawa dan Nusantara. Eksistensi matematika menjadi bukti bahwa banga-bangsa yang telah mengembangkannya adalah bangsa-bangsa yang beradab. Selamat kepada Bapak Agung Prabowo dan Ibu Ismoyowati.  (Agung P)

65 Mahasiswa Baru Jalur SBMPTN Fakultas Kedokteran Ikuti Tes Kesehatan dan Psikotes

[unsoed.ac.id, Kam, 30/07/15] Sebanyak 65 orang yang terdiri dari 45 Mahasiswa Kedokteran Umum dan 20 Mahasiswa Kedokteran Gigi mengikuti psikotes dan tes kesehatan, Rabu (29/7) pukul 07.30-12.00 WIB.  Mereka yang mengikuti tahapan tes ini adalah yang diterima melalui jalur  ujian tulis SBMPTN 2015. 
Untuk Psikotes pada pukul 08.00-09.30 WIB bertempat di Aula lantai III Dekanat FK Unsoed, sedangkan untuk Tes kesehatan pukul 09.30-12.00 WIB diruang skill lab lantai III Dekanat FK Unsoed.

Psikotes ini bertujuan untuk mengetahui psikologis mahasiswa secara keseluruhan dengan memiliki data base tentang psikologis mahasiswa, akan mudah untuk melakukan bimbingan dalam menempuh akademik dikemudian hari. 
Maju Terus Pantang Menyerah!(Ei)

Mahasiswa HI Unsoed Kaji Amerika dan Eropa di Kemenlu

[unsoed.ac.id, 29/7/15] Setelah melalui proses pendaftaran program magang di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Seika Marlina Kesuma Dewi, mahasiswi Prodi Hubungan Internasional FISIP Unsoed angkatan 2011 mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan magang di Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Amerika dan Eropa, Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri yang berlokasi di Jl. Pejambon No.6 Jakarta Pusat selama tiga bulan. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh mahasiswi asal Bogor yang sering disapa Seika ini, apalagi dirinya sudah memasuki tahap penulisan tugas akhir sehingga tidak lagi menjalani perkuliahan di kelas.  “Kebetulan saya memiliki ketertarikan pada kawasan Amerika dan Eropa sehingga senang sekali mendapat tempat untuk menimba ilmu tentang hubungan Indonesia dengan berbagai negara di kawasan tersebut,” ungkapnya.  Selama magang Seika ternyata tak hanya sendiri, karena kesempatan magang ini juga dimanfaatkan oleh mahasiswa HI dari universitas lain yang berjumlah 8 orang. Semakin bersemangat karena mendapatkan teman baru dan teman diskusi yang sebidang sehingga magang menjadi lebih dari sekedar latihan kerja.

Direktorat Kerja Sama Intrakawasan Amerika dan Eropa (KSI Amerop) merupakan bagian dari Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa yang memiliki tugas melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa di bidang hubungan dan politik luar negeri RI dalam hal kerja sama intrakawasan Eropa, Asia, Amerika dan kerja sama intrakawasan Amerika dan RI, Uni Eropa dan RI. Dalam menjalankan tugas, KSI AMEROP menyelenggarakan berbagai fungsi diantaranya penyiapan perumusan kebijakan dan standarisasi, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan dan standardisasi, perundingan dalam rangka hubungan bilateral RI dalam hal kerja sama intrakawasan Eropa-Amerika.

Mahasiswa magang ditempatkan dalam empat sub direktorat (subdit), Seika di tempatkan di subdit IV. Selama magang Seika ditugaskan untuk membantu mengerjakan beberapa tugas diantaranya membuat artikel mengenai Konflik Ukraina serta membuat artikel mengenai peranan OSCE dalam konflik Rusia – Krimea - Ukraina, menganalisa isu – isu internasional yang sedang hangat diperbincangkan, membuat laporan dan mengarsip surat – surat dari KBRI maupun dari organisasi dan forum – forum internasional guna kebutuhan rapat, membuat Nota Dinas dan Memo Dinas, serta update data – data mengenai jumlah wisatawan, investasi, presentasi ekspor dan impor, produk notifikasi dari negara anggota ASEAN ke negara – negara Uni Eropa, GNP (Gross National Product) negara – negara anggota organisasi dan forum – forum internasional seperti FEALAC, ASEM, Uni Eropa dan meng-update mengenai laporan kegiatan penanaman modal di Indonesia dari berbagai negara.  “Saya juga mendapat kesempatan menghadiri seminar MIKTA, yakni sebuah forum yang beranggotakan 5 negara yakni Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turkey, dan Australia yang membahas mengenai perekonomian serta merupakan negara yang memiliki peran dalam kawasannya, yang dihadiri oleh para duta besar dari 4 negara Meksko, Korea Selatan, Turkey, dan Australia untuk Indonesia, serta Bapak Hasan Kleib selaku Direktur Jenderal Multilateral Kemenlu serta Ibu Dewi Fortuna Anwar selaku perwakilan dari Deputi Sekertaris Wakil Presiden Bidang Politik,” jelasnya.

Seika juga berkesempatan menghadiri diskusi terbatas bersama Kasubdit mengenai implementasi kebijakan luar negeri di kawasan Amerop dalam visi dan misi pemerintahan Presiden Jokowi dengan salah satu pembicara yakni Bapak Ikrar Nusa Bhakti, serta menghadiri rapat di Sekretariat Dewan Energi Nasional (DEN) guna menghadiri pertemuan antara Kelompok Kerja Cost and Benefits Analysis partisipasi Indonesia pada Energy Charter (EC) dengan dihadiri wakil dari Sekretariat Energy Charter, yakni Mr. Steivan Defilla dan Mr. Kingsley Leung.

Seika juga mendapatkan pengalaman menghadiri rapat di Kementerian Pertanian dan Kehutanan guna membahas mengenai kerja sama dalam bidang minyak kelapa sawit serta pasar Amerika yang dihadiri pula oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika. Dalam setiap pelaksanaan tugas, Seika dibimbing oleh Bapak Candra Negara selaku Kepala Sub-Direktorat IV KSI Amerop. Bimbingan yang didapatkan sangat membantunya menjalani tugas-tugas magang sekaligus menambah pengetahuannya.

Dalam kesempatan magang di Kemlu Seika merasakan banyak sekali pengalaman berharga yang didapatkannya, sebagai mahasiswi Hubungan Internasional (HI) dirinya dapat melihat lebih luas lagi mengenai hubungan internasional dalam bentuk nyata di Kemenlu ini, serta melihat bagaimana kerja para diplomat dan staf kemenlu dalam bentuk nyata bukan sekedar mendengarkan cerita namun melihat secara langsung apa, dan bagaimana yang dilakukan oleh para diplomat dalam menjalankan tugas sebagai perwakilan negara serta berkontribusi langsung dalam pembuatan kebijakan negara. Dengan magang di Kemlu ini benar – benar memberikan wawasan tentang hubungan luar negeri sekaligus bidang kerja mahasiswa HI ketika lulus nanti.

Mahasiswa Unsoed Sukses Wujudkan KRPL Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

[unsoed.ac.id, 29/07/15] Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan program pemerintah yang memiliki berbagai manfaat.  Hanya saja untuk mewujudkannya membutuhkan komitmen, pengetahuan, dan juga pendampingan.  Mahasiswa Unsoed mencoba mewujudkan mimpi warga Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas yang ingin mengembangkan pertanian dengan Kawasan Rumah Pangan Lestarai.  Tim Mahasiswa yang terdiri dari Gani Husni Mubarok, Umi Salamah, Sundhus Chafidah, Yeni jayanti, dan Izzudin Robbani menggagas Program Pembangunan Screen House sebagai tempat pembibitan tanaman sayuran dan tempat pelatihan pembuatan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) berbasis pemberdayaan masyarakat.  Ketua Tim, Gani Husni Mubarok mengungkapkan bahwa di Desa Tamansari pernah ada program KRPL tapi tidak berjalan dengan baik.  “Masyarakat merasa kesulitan dalam merawat dan memelihara tanaman sayuran yang dibagikan oleh pemerintah sebab terbiasa menanam padi, kacang tanah, dan singkong disawah sehingga kurang mengerti mengenai pemeliharaan tanaman sayuran, sehingga dibutuhkan pelatihan dan pendampingan,” jelasnya.

Langkah kerja yang dilakukan dalam menjalankan program di Desa Tamansari ini yaitu membangun screen house sebagai tempat pembibitan dilahan pekarangan rumah mitra kerja; membuat lahan percontohan kawasan rumah pangan lestari dilahan kelompok masyarakat mitra; membagikan bibit tanaman sayuran kepada kelompok masyarakat mitra; membagikan alat dan bahan pemeliharaan tanaman sayuran seperti polibag, mulsa, pupuk, dan pestisida; dan pembuatan KRPL oleh kelompok masyarakat mitra dilahan masing-masing. “Sebelum itu kami mengawali dengan menjalin mitra kerja program sebagai tokoh kunci yaitu Bapak Warsito yang juga merupakan Ketua RW setempat dan seorang petani holtikultura,” ungkapnya.

Dengan melibatkan masyarakat sejak memulai Program Tanggal 20 Maret 2015 lalu, Tim mahasiswa Unsoed akhirnya berhasil membangun Screen House sebagai rumah bibit.  “Screen House sendiri pada dasrnya merupakan struktur lingkungan yang tertutup oleh bahan transparan tembus cahaya dengan memanfaatkan radiasi surya untuk pertumbuhan tanaman berfungsi untuk memanipulasi kondisi lingkungan agar tanaman di dalamnya dapat berkembang optimal,” ungkapnya.  Screen House ini sukses menjadi rumah bibit tanaman diantaranya tomat, bunga kubis, cabai, dan pak choi.  “Setelah benih menjadi bibit yang baik, bibit-bibit ini kami bagikan kepada masyarakat yang telah mendapat penyuluhan dan pendampingan dalam menyiapkan media tanam hingga cara bertanam yang benar,” jelasnya.  Dengan pendampingan yang optimal, sebagian besar masyarakat yang mendapat bibit berhasil panen di awal Juli 2015 lalu.  “Sebagian yang menanam Pak Choi sudah panen, dan tanaman yang lainpun tumbuh dengan baik,” jelas Gani.  Bapak Warsito, sebagai mitra dan tokoh masyarakat sekaligus salah satu orang yang punya mimpi agar Tamansari sukses kembangkan KRPL sangat bahagia dengan hasil ini.  “Kami sangat senang dapat mewujudkan ini semua, semoga dapat terus bermanfaat,” jelasnya.

Halaman

Subscribe to Berita UNSOED

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA