Test RSS

Orientasi dan Kuliah Umum Mahasiswa Baru Pascasarjana Tahun 2014/2015

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman/UNSOED melaksanakan Orientasi Mahasiswa Baru Semester Genap TA 2014/2015 dan Kuliah Umum di Gedung Pascasarjana, Sabtu (18/4). Mengangkat tema “Potret Ekonomi Politik Indonesia”, dengan Narasumber Dr.(Cand). H. Wisnu Suhardono, SE, M.Si selaku Dosen Luar Biasa Program Pascasarjana UNDIP. Kegiatan diikuti oleh 80 Mahasiswa Baru yang meliputi 39 Magister Managemen dan 41 Magister Akuntansi. Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor, Dekan Fakultas Ekonomi&Bisnis, Direktur Pascasarjana beserta Wakil Direktur Pascasarjana II dan Kaprodi Magister Managemen Pascasarjana beserta Kaprodi Akutansi.

Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si selaku Rektor Unsoed dalam pembukaannya menyampaikan harapan terhadap Program Pascasarjana untuk memberikan bimbingan dengan terbaik mungkin untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya bagi mahasiswa baru S2 dan bagi para mahasiswa baru. Rektor juga berharap agar selalu meningkatkan kualitas diri untuk menunjuang perkembangan suatu bangsa di karenakan perkembangan bangsa yang pesat/tidaknya tergantung dari kualitas dari Sumber Daya Manusia.

Dalam pemaparannya Dr.(Cand). H. Wisnu Suhardono, SE, M.Si memaparkan tentang tinjauan Praktis Ilmu Sosial dalam Potret Ekonomi Politik Indonesia yang memiliki penjelasan konseptual Politik ekonomi yang mempelajari aspek-aspek produksi, perdaganan dan sebagainya, konsep ekonomi yang meliputi keuangan, kebijakan dibidang moneter, fiskal maupun komersial serta konteks politik pada pengambilan kebijakan dalam bidang ekonomi yang luas seperti kebijakan Publik.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis Penerimaan Mahasiswa baru Pascasarjana oleh Prof. Ir. Totok Agung Dwi Haryanto, MP.,Ph.D selaku Direktur Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman.

Maju Terus Pantang Menyerah!

 

 

 

 

Diskusi bersama Pakar HI : 'The Rising Tiongkok as a New Hegemony'

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] Program studi ilmu hubungan internasional mengadakan diskusi bertemakan “ the rising Tiongkok as a new hegemony”, Rabu (15/4) bertempat di ruang rapat Dekanat FISIP Unsoed. Adapun audiens dari diskusi ini adalah para mahasiswa bubungan internasional, dan juga beberapa dari pihak dosen. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk memperkenalkan wacana hegemony baru Negara Tiongkok serta posisinya dalam percaturan politik internasional baik didalam regional ASEAN, maupun didalam lingkup yang lebih luas, yaitu dunia. Diskusi ini sangat menarik dikarenakan terdapat beberapa mahasiswa yang skeptik terhadap pertumbuhan ekonomi tiongkok, dikarenakan pertumbuhan ekonomi china ini dibarengi dengan bertambahnya agresifitas china di dalam konflik laut tiongkok selatan. Tetapi terlepas dari skeptisme mahasiswa dan dosen hubungan internasional pada saat itu, diskusi berjalan dinamis dan produktif. Diskusi ini dimoderatori oleh Azzy D’vyastia Kesuma, mahasiswa hubungan internasional angkatan 2012. “saya memandang bahwa forum-forum kritis ini bagus, dan harus diperbanyak, demi menciptakan budaya diskusi yang massif di UNSOED ini”, ujarnya.

Sebagai narasumbernya Dr. Nur Rahmat Yuliantoro,MA, pakar politik Tiongkok dari Jurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah mada Yogyakarta. Beliau mengatakan bahwa kecenderungan agresifitas Tiongkok bisa dilihat dari keinginannya menjadi “The Great Power” dan aktifitasnya mengklaim beberapa pulau di wilayah Laut China Selatan. Kondisi ekonomi yang sangat mapan memacu kepercayaan diri Tiongkok untuk mengembangkan kekuatan militernya untuk mendukung agresifitasnya. Hal tersebut juga didukung atas anggapan tentang negaranya sebagai negara pusat (Chung Kuo) di kawasan Asia sehingga menjadikan ambisi Tiongkok untuk menguasai Asia semakin besar.

Didalam diskusi ini, banyak sekali pertanyaan yang muncul, dimulai dari para dosen hubungan internasional yang mempertanyakan one china policy serta kontradiksi wacana peaceful rising, lalu ada juga yang mempertanyakan terkait dengan penjualan senjata ke Taiwan. Pasalnya memang tiongkok sampai saat ini tidak pernah mengakui Negara Taiwan berkat one china policy-nya. Dan ada juga pertanyaan-pertanyaan yang datang dari mahasiswa terkait dengan konflik laut tiongkok selatan, penerapan zona larangan terbang di atas laut tiongkok, dll. memang tidak bisa dipungkiri bahwa konflik di laut tiongkok selatan ini sangatlah berimplikasi kepada renggangnya hubungan bilateral tiongkok dengan Negara-negara di asia tenggara. Lalu sebagai pertanyaan pamungkas, pembicara memaparkan prospek hubungan tiongkok dengan Negara adidaya seperti amerika serikat serta beberapa Negara lainya baik di eropa maupun timur tengah. Hasil dari diskusi ini sangatlah membantu untuk meningkatkan kapasitas wacana segala civitas akademika program studi hubungan internasional.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Zy HI).

Kuliah Umum PT Chevron Pasific Indonesia (CPI)

[unsoed.ac.id, Sen, 20/4/15] UNSOED bekerjasama dengan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menggelar kegiatan Kuliah Umum dengan Tema” Persiapan Jurusan Teknik Geologi Untuk Berperan serta dalam Industri minyak dan Gas Bumi”, di Gedung Rektorat Lantai 1, Jumat (17/4). Pada kuliah umum ini menghadirkan Narasumber Albert Simanjuntak, yang di hadiri oleh Rektor beserta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Hubungan Masyarakat (WR IV), President Director CPI, Kepala Biro Perencanaan, Kerjasama Informasi, dan Hubungan Masyarakat (BPKIH), Dekan Fakultas Teknik beserta Wakil Dekan, Para Dosen Fakutas Teknik dan Para Mahasiswa.

Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si selaku Rektor Unsoed dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menentukan kualitas/mutu suatu universitas, Unsoed diharapkan menjadi pusat berkumpulnya insan-insan yang cerdas serta diandalkan yang bermuara pada kelak lulusannya memiliki peran dalam dinamika kehidupan dan perkembangan masyarakat. “Perguruan tinggi membutuhkan sinergi/ kerjasama antara Kampus dengan berbagai pihak seperti halnya kalangan industri yang berpotensi untuk perkembangan ilmu pengetahuan dan menyiapkan Sumber Manusia yang siap dalam perkembangan laju industri”, ungkap Rektor.

Dalam pemaparan Albert Simanjuntak selaku President Director CPI menyampaikan profil singkat PT Chevron Pasific Indonesia kemudian dilanjutkan tentang pengembangan sumber daya manusia di industri energi serta PT Chevron Pasific Indonesia di bangun atas dasar integritas, kepercayaan, Keragaman, kecerdikan, patnership, ikut serta dalam melindungi masyarakat beserta lingkungan dan berprestasi tinggi.

Maju Terus Pantang Menyerah!

DJKN Goes to Campus

[unsoed.ac.id, Jum, 17/4/15] Bertempat di Ruang Rapat Rektorat UNSOED (16/4), berlangsung acara DJKN Goes to Campus. Dalam acara yang merupakan kerjasama UNSOED dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) tersebut akan berlangsung dua kegiatan. Yaitu diskusi dengan tema Peran Strategis Pengelolaan Kekayaan Negara dalam Perekonomian Indonesia dan simulasi lelang oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan LElang (KPKNL). Acara yang diikuti oleh mahasiswa dan segenap civitas akademika UNSOED tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Drs. Nurul Anwar, M.S., Ph.D., dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini adalah memperkenalkan tugas pokok dan fungsi DJKN. Hal yang sama disampaikan juga oleh Taufik selaku Kepala Kanwil DJKN Jateng dan DIY “Kegiatan ini adalah ajakan untuk bersama-sama mengoptimalkan manfaat barang milik negara sehingga penggunaannya sesuai dengan pelaksanakaan tugas pokok dan fungsi.”

 

Dalam kegiatan ini sebagai pembicara  adalah Direktur Hukum dan Humas DJKN Tavianto Nugroho, S.H.,MH dan Asisten BMN III Idris Aswin. Diskusi diikuti dengan sesi tanya jawab interaktif. Setelah sesi diskusi dan tanya jawab selesai, dilanjutkan dengan simulasi lelang oleh KPKNL. Adapun barang yang dilelang adalah dua buah tas ransel, jam tangan dan handphone.

Maju terus pantang menyerah !

KOMAHI FISIP Gelar ‘Creative Youth’ Bertema Pelatihan Kewirausahaan

[unsoed.ac.id, Jum, 17/4/15] Bertempat di Aula Fisip, Selasa 14 April 2015 Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) menyelenggarakan acara ‘creative youth’ bertemakan Pelatihan Penyusunan Proposal Kewirausahaan bagi mahasiswa. Sejumlah 60 mahasiswa HI nampak antusias mengikuti kegiatan dengan pembicara tunggal Taufik Budhi Pramono, M.Si Dosen Kewirausahaan sekaligus reviewer PKM (program kreatifitas mahasiswa) Unsoed.

Ketua Panitia Pelatihan, Lusi Ludia menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan program kerja divisi kewirausahaan KOMAHI. Pelatihan ini dimaksudkan agar mahasiswa HI Fisip terampil menyusun proposal kewirausahaan yang terdiri dari PKM-P, PKM-M, PKM-K, PKM-T, PKM-KC, PKM-AI dan PKM-GT. Mahasiswa HI angkatan 2013 ini meyakini bahwa kewirausahaan merupakan salah satu soft skill yang harus dikembangkan, bahkan menjanjikan bagi masa depan.

Taufik Budhi Pramono, M.Si memaparkan bahwa pemerintah mendorong penciptaan wirausaha baru. Mahasiswa sebagai sosok muda, kreatif dan berfikiran terbuka sangat tepat bagi pengembangan wirausaha, tutur Mas Taufik panggilan akrab beliau. Pembinaan wirausaha mahasiswa ini menjadi perhatian penuh dari setiap perguruan tinggi, karena merupakan perpaduan academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. PKM diharapkan mampu meningkatkan mutu peserta didik (mahasiswa) di Perguruan Tinggi agar kelak dapat menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademis serta professional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan meyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Paparan tersebut membuka wawasan mahasiswa dalam menempatkan kewirausahaan bersanding dengan aktifitas perkuliahan. Selnjutnya Dosen Kewirausahaan ini menjelaskan secara teknis program kreatifitas mahasiswa yang terdiri dari PKM penelitian, kewirausahaan, pengabdian, teknologi, karsacipta, artikel ilmiah dan gagasan tertulis. Tujuh macam PKM tersebut disampaikan dengan dengan lugas, memudahkan pemahaman mahasiswa. Diskusi mahasiswa dengan pembicara juga semakin menarik, diakhiri dengan tantangan Mas Taufik untuk segera menyusun proposal. Beliau siap untuk membantu dan membimbing mahasiswa, kapan saja dan dimana saja, menunjukkan totalitas beliau dalam mengarahkan PKM bagi mahasiswa.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Selamat Jalan Prof. Nunung

[unsoed.ac.id, Kam,16/4/15] Senja di Purwokerto seolah turut menjadi saksi salah satu Putri Terbaik Universitas Jenderal Soedirman, Prof.Dr.Ir.Hj S.N.O Suwandyastuti, MS dipanggil Tuhan YME di Rumah Sakit Geriatri Margono Soekardjo Pukul 17:35, 15 April 2015.  Prof. Nunung, demikian Almarhumah biasa dipanggil adalah sosok yang berdedikasi tinggi, tauladan yang baik, disiplin, dan pekerja keras.  Jabatan struktural terakhir yang diembannya adalah Pembantu Rektor II UNSOED periode 2006-2010 lalu.  Setelah itu, Guru Besar Fakultas Peternakan ini tetap aktif mengajar, meneliti, dan melakukan pengabdian kepada masyarakat, serta dikenal sangat amanah dalam mengemban tugas sebagai anggota senat UNSOED.

Rektor UNSOED, Dr.Ir. Achmad Iqbal saat memberikan sambutan dalam persemayaman Jenazah Almarhumah di Auditorium Graha Widyatama UNSOED mengungkapkan rasa kehilangan UNSOED.  “Ini  sebuah kehilangan yang luar biasa, karena beliau telah turut mewarnai sejarah tumbuh, besar dan berkembangnya almamater ini, karena pemikiran beliau sebagai seorang akademisi serta pemimpin, telah mengantarkan universitas ini berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.  Rektor mewakili Keluarga Besar UNSOED mengungkapkan bahwa Almarhumah adalah sosok Guru yang patut diteladani.  “Sebagai seorang pendidik, beliau telah banyak mengajarkan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswanya, yang tentunya menjadi landasan berkarya nyata setelah mereka lulus dan berada di tengah-tengah masyarakat.  Sebagai seorang pimpinan – baik di tingkat fakultas maupun di universitas – ketegasan, kewibawaan sekaligus kearifan beliau, telah membawa almamater ini menjadi lembaga yang turut serta secara aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.  Serta, sebagai guru besar dan sivitas akademika universitas, beliau telah memberikan pemikiran dengan penuh pertimbangan dan kebijaksanaan bagi kemajuan almamater ini,” ungkapnya.

Almarhumah menjadi mengabdi di UNSOED sejak Tahun 1971 sebagai CPNS.  Berbagai jabatan pernah diembannya dengan penuh tanggung jawab.  Diantaranya di Tahun 1993 menjabat sebagai PJS Pembantu Dekan II Fakultas Peternakan, Menjadi Dekan Fakultas Peternakan di Tahun 2000, dan Menjabat sebagai pembantu Rektor II di Tahun 2006.  Jejak kebaikan yang ditinggalkan Almarhumah sangatlah banyak.  Karya dan bakti dalam bingkai kedisiplinan dan kerja keras membuatnya selalu patut menjadi teladan bagi para penerusnya.

Selamat jalan Prof. Nunung, semoga diterima seluruh amal baiknya, diampuni segala dosanya, dan dimasukkan ke dalam Syurga.  

Bedah Buku Perempuan dan Politik dalam Budaya Banyumas

[unsoed.ac.id, Kam, 16/4/15] Bertempat di Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed, Selasa (14/4/2015) Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL) FISIP Unsoed dan Laboratorium Ilmu Politik FISIP Unsoed menggelar Bedah Buku “Kontestasi Perempuan dan Politik dalam Budaya Banyumas”. Bedah buku menghadirkan dua orang narasumber yaitu Dr. Sofa Marwah, M.Si. sebagai penulis buku dan Luthfi Makhasin, S.IP., M.A. serta Surya Abadi (Pol’12) sebagai moderator. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah 30 mahasiswa dan dosen dari berbagai jurusan/program studi.

Penulis menuturkan bahwa sebagian besar isi buku bersumber dari disertasi program Doktoral Ilmu Politik Universitas Indonesia. Latar belakang penulisan ini adalah peningkatan isu keterwakilan perempuan berbasis keragaman budaya. Sebagai studi ilmiah pertama yang mengkaji keterwakilan politik perempuan dalam kultur masyarakat Banyumas, studi ini menjelaskan mengenai posisi perempuan dalam perkembangan sosial politik Banyumas.

Banyumas memiliki posisi unik, terletak diantara pusat kekuasaan Jawa dan Sunda, ternyata mempunyai struktur masyarakat yang kurang mengenal pelapisan social. Budaya penginyongan, sebagai istilah untuk menyebut kelas rakyat biasa, dikenal memiliki jiwa egaliter dengan sifat cablaka blakasuta (keterbukaan). Namun bagi perempuan nilai-nilai egaliter hanya simbolis belaka, tidak secara substansial. Tokoh utama dalam babad tetap saja laki-laki, bahkan tidak ada perempuan yang mampu menjadi adipati atau bupati sampai era politik sekarang. Keterwakilan politik perempuan di Banyumas rendah akibat dipengaruhi budaya patriarkhi. Walaupun masih terdapat celah dalam patriarchi Banyumas jika dibandingkan dengan budaya Jawa yang sangat patriarkhi.

Luthfi Makhasin, S.IP., M.A mengkritisi sajian bedah buku ini. Kontestasi  perempuan dalam politik institusional belum terlihat secara masif. Namun apabila melihat politik sebagai urusan publik sebenarnya perempuan telah berperan besar dalam kultur Banyumas. Hal ini setidaknya dapat terlihat dalam karya Ahmad Tohari yang mencoba merefleksikan nasib perempuan yang dituangkan dalam bentuk novel. Seperti Srinthil dalam trilogy Ronggeng Dukuh Paruk (1982) dan Lasi dalam Bekisar Merah (2001). Meskipun karya fiksi, setidaknya pesan yang disampaikan oleh Ahmad Tohari menyiratkan penokohan perempuan Banyumas.

Luthfi, pengajar di Jurusan Ilmu Politik ini juga mencermati political biografi dalam buku ini, belum menempatkan perempuan-perempuan modern terkini. Sejarah telah mencatat ketokohan Siti Soebindjei perempuan  istri Bupati Banyumas Soedjiman M. Gandasoebrata (1933 – 1950), merupakan mahasiswa putri pribumi pertama Indonesia di Rechts Hooge School Jakarta. Selanjutnya berperan dalam pemberdayaan masyarakat Banyumas terlebih saat terjadi krisis malaise (1933) bahkan aktif dalam kegiatan organisasi sejak jaman kolonial Belanda. Namun tokoh perempuan dalam politik institusional terkini belum tercover. Banyak perempuan telah menempati posisi tinggi dalam birokrasi/pemimpin publik tidak banyak diulas. Politikal biografi diharapkan mampu mendorong ketokohan politik perempuan yang semakin kuat dewasa ini.

Maju Terus Pantang Menyerah !

Sosialisasi Pendaftaran Beasiswa Secara Online

[unsoed.ac.id, Kam, 16/4/15] Unversitas Jenderal Soedirman/UNSOED melaksanakan Sosialisasi Pendaftaran Online Beasiswa melalui SIKEMAS (Sistem Informasi Kemahasiswaan UNSOED) di Gedung Rektorat Lantai 1, Rabu (14/4). Pada sosialisasi ini sebagai narasumber Aribawa JIS, SE (Staf Kependidikan UNSOED) dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Para Staf Administrasi dan Perwakilan Mahasiswa.

Dr. Ir V. Prihananto, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni/WR III dalam sambutannya menyampaikan bahwa meningkatkan layanan kesejahteran mahasiswa melalui Beasiswa BBP (Bantuan Biaya Pendidikan) dan PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dengan alokasi 1550 mahasiswa yang meliputi Beasiswa BBP sebanyak 550 mahasiswa, Beasiswa PPA sebanyak 995 mahasiswa dan 5 (lima) mahasiswa untuk UKM Universitas. “dengan beasiswa ini akan betul-betul memberikan makna/manfaat bagi perkembangan kampus khususnya mahasiswa”, ungkap WR III

Aribawa JIS, SE dalam pemaparannya menyampaikan alur pendaftaran Online yang meliputi waktu pendaftaran yang dimulai 16 April – 6 Mei 2015, mengatur kuota penerimaan Beasiswa berdasarkan fakultas, mengatur setting beasiswa meliputi batas semester mahasiswa, Batas IPK serta prosentase penilaian IPK, Prestasi, Organisasi, Ekonomi serta Draft PKM selanjutnya memverifikasi Daftar Mahasiswa yang di ajukan dari Fakultas dan membuat Surat Keputusan Penerimaan Beasiswa. Kemudian untuk mengetahui syarat dan ketentuan beasiswa yang ditawarkan melalui laman http://kemahasiswaan.unsoed.ac.id dan untuk pendaftaran secara online melalui laman http://sikemas.unsoed.ac.id dengan mempersiapkan Scan KHS terakhir, Scan Rekening Bank, Scan surat keterangan penghasilan orang tua, foto (ukuran 200kb) masing-masing dengan format Pdf serta menggunakan ID User dan  password yang sama dengan login SIA (Sistem Informasi Akademik).

Maju Terus Pantang Menyerah!

Baksos Salah Satu Rangkaian Format Ikahimatika Wilayah IV

[unsoed.ac.id, Sel, 14/4/15] Sejuknya udara pagi Sikapat, daerah di atas Curug Ceheng yang masuk dalam Kecamatan Sumbang mampu merenggangkan otot-otot yang penat ditempa kesibukan sehari-hari. Sekitar satu kilometer dari Tempat Wisata Curug Ceheng , dan setelah berkendara melewati beberapa rumah warga,  peserta Forum Matematika (FORMAT) dan Tim LPM Sketsa memasuki suatu wilayah dengan jalan yang cukup sempit. sampailah kami pada sebuah Sekolah Dasar, Sekolah Dasar Negeri Kecil Watujaran.

Sesuai dengan namanya, SD Negeri Kecil Watujaran tak seluas layaknya Sekolah Dasar lain di Purwokerto. Menurut Saptowuri Juliyanto, Kepala SD Kecil Watujaran, sekolah ini dibuat sebagai sarana warga Desa Sikapat memperoleh pendidikan dasar karena Sekolah Dasar yang ada cukup jauh letaknya, lebih dari satu kilometer, yaitu di SD Negeri 4 Gandatapa. Sekolah ini hanya mempunyai 6 pengajar dan dua pengajar yang berasal dari sekolah lain, empat ruang kelasnya bahkan sejatinya hanya dua ruang yang tiap ruangannya diberi sekat sehingga tampak empat ruang kelas. Keterbatasan ruang kelas  ini membuat proses belajar-mengajar kurang kondusif karena jika salah satu kelas gaduh maka kelas di sebelahnya akan terganggu. Jumlah murid yang hanya 77 siswa, diakumulasi dari jumlah siswa di kelas satu hingga kelas enam, membuat Sekolah Dasar ini sedikit menerima dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah.

Melihat kondisi SD Kecil Watujaran, membuat Ikatan Himpunan Mahasiswa Matematika (Ikahimatika) Indonesia Wilayah IV tergerak. Tepatnya Sabtu, 11 April 2015, Ikahimatika Indonesia Wilayah IV datang dan berbaur bersama siswa-siswa disana. “Selain sebagai ajang mempererat silaturahmi antar Himpunan Mahasiswa Matematika Se-Jateng dan DIY kegiatan ini juga sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, harapannya kegiatan ini bisa menunjukkan manfaat kita sekarang dan di masa mendatang”, ujar Ketua Format Himatika Unsoed Rifka Amelia.

Kegiatan bakti sosial ini diikuti oleh 31 mahasiswa dari 13 Himpunan Mahasiswa Matematika di Jawa Tengah dan DIY serta 25 mahasiswa dari HIMATIKA UNSOED sebagai panitia penyelenggara. SD Negeri Kecil Watujaran dipilih sebagai lokasi diadakannya kegiatan baksos ini atas rekomendasi dari Unit Pendidikan Kecamatan Sumbang. Selain letaknya cukup dekat dari lokasi penginapan, sekolah ini memiliki jumlah murid yang sedikit dan fasilitas sekolah yang masih kurang lengkap. ”SD Negeri Kecil Watujaran dipilih selain karena dekat dari penginapan, SD ini memiliki jumlah murid yang sedikit dan fasilitasnya kurang ya engga, tapi dibilang lebih ya belum”, lanjut Rifka.

Dalam bakti sosial dan kunjungannya, mahasiswa delegasi dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama mengajar di dalam kelas, dan kelompok kedua mempersiapkan permainan di luar ruangan. Kebanyakan dari mahasiswa mengajarkan matematika di dalam kelas. Suasana di tiap ruangan berbeda-beda. Ada siswa-siswi yang sangat antusias belajar di dalam kelas, ada juga beberapa siswa yang mogok belajar. Ini merupakan tantangan bagi mahasiswa Ikahimatika.

Dengan fasilitas yang seadanya mahasiswa mencoba menarik perhatian siswa-siswa agar mereka mau belajar matematika. Tak hanya mengajar matematika, mahasiswa juga memberikan motivasi belajar kepada siswa-siswi yang ada di SD Kecil Watujaran. “Jadi karena kita jurusan matematika, kita fokusnya belajar matematika bersama siswa-siswinya dan memberikan motivasi serta memberikan beberapa alat kebersihan kepada sekolahnya”, ujar Fihri (salah satu panitia) ketika ditanya di sela-sela games siang tadi.

Setelah selesai belajar matematika, anak-anak dikumpulkan di lapangan sekolah untuk mengikuti permainan yang telah disiapkan. Anak-anak sangat antusias dan terlihat ceria mengikuti beberapa permainan seru. Ada permainan menemukan pasangan untuk kelas satu dan kelas dua, bukan pasangan buat yang masih “jomblo”, melainkan mencari pasangan yang memegang kertas dengan bentuk bangun dasar dan warna yang sama. Ada juga games balap kelereng untuk kelas satu dan kelas dua. Saking antusiasnya ada beberapa siswa yang meminta kelereng kepada panitia, dengan wajah polosnya mereka mengerumuni salah satu mahasiswa yang memegang kelereng untuk lomba itu. Sementara itu, kelas tiga dan empat mengikuti lomba memasukkan paku yang terikat pada tali rafia yang diikatkan ke pinggangnya ke dalam botol minuman. Awalnya mereka harus berlari ke salah satu sisi dan kembali ke tempat awal mereka dan memasukkan paku. Belum sampai hitungan ketiga beberapa anak sudah berlari untuk memasukkan paku ke dalam botol, dan permainanpun diulang.

Tak kalah dengan adik kelasnya, siswa-siswi kelas enam mengikuti lomba joged balon. Lomba ini terdiri dari dua personil yang memakai sebuah sarung dan balon dihimpitkan kepada kedua wajah mereka. Mereka harus berpindah dari garis start menuju satu sisi, dan kembali lagi ke posisi awal sambil joget ketika suara musik diputar. Ada juga beberapa panitia yang ikut menjadi peserta lomba itu.

Dari semua kegiatan itu, terlihat sekali keceriaan anak-anak dari SD Negeri Kecil Watujaran. Walaupun tidak seberapa, akan tetapi kegiatan yang dimotori Ikahimatika Indonesia Wilayah IV diharapkan mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dan yang pasti mampu melebarkan senyum putra-putri kecil calon penerus bangsa. (LPM Sketsa)

Ajang Pencarian ‘FISIP Idol’ dalam Mahasiswa Berprestasi Fakultas ISIP

[unsoed.ac.id, Sel,14/4/15] Bertempat di Ruang Rapat Dekanat, diselenggarakan pemilihan Mahasiswa Berprestasi tingkat Fakultas. Sehari penuh, Rabu 8 April 2015, panitia Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan nampak sibuk memberikan layanan bagi peserta dan Dewan Juri agar pelaksanaan Mapres Tahun 2015 berjalan lancar dan sukses. Berkenan hadir Dekan Fisip Unsoed, Dr. Ali Rokhman, Para Ketua Jurusan/Program Studi, Dewan Juri, Kepala TU , Kepala Subbag dan peserta yang sangat antusias mengikuti jalannya kegiatan ini.

Dekan Fisip Dr. Ali Rokhman menyambut bangga gelaran kegiatan ini. Beliau mengharapkan terpilihnya mahasiswa yang ideal dan menjadi idola yang dapat menjadi contoh bagi mahasiswa yang lainnya.  ‘Fisip Idol’ berusaha mencari mahasiswa yang cerdas intelektual sekaligus memiliki kompetensi soft skill yang mumpuni. Memiliki IPK yang tinggi sekaligus sebagai aktifis ekstra kurikuler di Kampus. Jadi tidak menafikkan salah satunya. Sudah ketinggalan jaman apabila ada aktifis kampus memiliki IPK rendah dengan masa studi yang lama, tutur Pak Dekan. Keduanya tidak bisa dipertentangkan justru harus disandingkan agar mendapatkan lulusan yang berkualitas, memiliki keunggulan daya saing dibandingkan lulusan dari perguruan tinggi lain.

Peserta Mapres Fisip 2015 sejumlah 11 orang terdiri dari perwakilan mahasiswa Jurusan Sosiologi sejumlah 2 orang, perwakilan mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara sejumlah 3 orang, perwakilan mahasiswa Jurusan Ilmu Politik sejumlah 3 orang, dan perwakilan mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional sejumlah 3 orang. Patut disayangkan bahwa perwakilan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi tidak mengikuti jalannya seleksi Mahasiswa Berprestasi kali ini, papar Dekan Fisip.

Dewan Juri terdiri dari staf pengajar Fisip sesuai dengan kompetensinya. Para Ketua Jurusan/Program Studi memberikan penilaian pada karya tulis dan penyajiannya. Penilaian ekstra kurikuler dilakukan oleh Drs. Bambang Widodo, M.Par, Ahmad Sabiq, M.A dan Luthfi Makasin, M.A. Sedangkan penilaian kemampuan berbahasa inggris dilakukan oleh Dr. Slamet Rosyadi dan Triana Ahdiati, M.Si. Penilaian disesuaikan dengan pedoman pelaksanaan seleksi dari DIKTI. Sejumlah sembilan Juri akan menjamin objekifitas penilaian. Yang lebih penting adalah bagaimana mencari mahasiswa yang mempunyai catatan akademis yang baik, aktif kegiatan ekstra kurikuler, kepribadian yang matang, kemampuan komunikasi yang bagus, serta pemahaman dan implementasi ilmunya, tutur Slamet Rosyadi salah satu Dewan Juri Mapres.

Maju Terus Pantang Menyerah ! 

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA