Test RSS

UNSOED Terima Kunjungan SMA BPS & K 1 Jakarta

[unsoed.ac.id, Rab, 06/5/15] Bertempat di Gedung Auditorium Graha Widyatama, UNSOED menerima kunjungan pelajar dari siswa-siswi kelas XI SMA Badan Pembina Sekolah dan Kursus “Yayasan Pembangunan” (SMA BPS & K 1 Jakarta). Dalam kunjungan ini diterima oleh Kepala Biro Adm. Akademik dan Kemahasiswaan Dra. Krisnhoe Maya Woelandari, M.M., dan Kepala Bagian Akademik Kusja SIP

Drs. Maryanto selaku Kepala Sekolah SMA BPS & K 1 Jakarta mengungkapkan dalam kunjungan ini diikuti oleh sekitar 101 siswa dan kunjungan ini merupakan tujuan utama dari rombongan untuk mengenalkan dunia mahasiswa pada anak didik kami di lingkungan kampus. “Besar harapan  dengan kunjungan ini memberikan motivasi bagi anak didik kami untuk terus meningkatkan prestasi dan sampai melanjutkan ke perguruan tinggi”, Ungkap Drs. Maryanto.

Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Dra. Krisnhoe Maya Woelandari, M.M. dalam sambutannya memaparkan tentang jalur pendaftaran untuk mahasiswa baru di Unsoed melaui jalur nasional maupun mandiri kemudian menyampaikan mengenai trik/cara memilih prodi dari prestasi akademik masing-masing, lihat prodi peminatnya berapa, daya tampungnya berapa, sehingga mengetahui persaingannya. Pada kesempatan yang sama Kepala Bagian Akademik Kusja SIP menjelaskan dengan detail tentang profil UNSOED, gambaran tentang fakultas beserta program studinya, informasi tentang Penerimaan Mahasiswa Baru, program beasiswa, tingkat kepeminatan, prestasi yang telah diraih, Unit Kegiatan Mahasiswa dan fasilitas-fasilitas di lingkungan kampus.

Maju Terus Pantang Menyerah!

Guru SMA dan SMK Se-Karesidenan Banyumas Ikuti Upgrading dan Refreshment Perpajakan di Tax Center UNSOED

[unsoed.ac.id, Rab, 06/5/15] Setelah melaksanakan kegiatan Upgrading dan Refreshment bagi Staf Pengajar Perguruan Tinggi di Karesidenan Banyumas dan Sekitarnya pada akhir bulan April kemarin, Tax center Unsoed kembali melaksanakan kegiatan serupa yang diikuti oleh para Staf Pengajar/ Guru SMA & SMK di Karesidenan Banyumas, Selasa (5/5). Kegiatan yang meruapakan kerjasama antara Tax Center Universitas Jenderal Soedirman / UNSOED bersama Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II, bertempat di Gedung F. 107 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSOED.

Ketua panitia Drs. Rasyid Mei Mustafa, MM., Ak CA dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program tahunan yang bertujuan agar staf pengajar mendapatkan Upgrading materi yang terbaru serta untuk merefresh kembali agar materi-materi yang harus disampaikan kepada anak didik menjadi update, mengingat perkembangan peraturan perpajakan yang terus ada seiring kondisi perekonomian.

Kegiatan dibuka oleh Bapak Isak (Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II). Sebagai narasumber yaitu Bapak Abdul Mudjib dan Isak dari Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah II yang menyampaikan materi tentang Ketentuan umum perpajakan, Drs. Rasyid Mei Mustafa, MM., Ak CA dari Tax Center Unsoed menyampaikan materi tentang PPh 21, 22 & 23. Pemateri juga dari KPP Pratama Purbalingga yaitu Bapak Mikhael Subur Sarosa dengan materi PPH 24, 25 & 26. Sedangkan dari KKP Pratama Purwokerto yaitu Bapak Untung dengan materi tentang Pemeriksaan pajak dan Gijzeling.

Disampaikan bahwa pada tahun 2015 tema dan konsep dari Direktorat Jenderal Pajak adalah “Tahun Pembinaan Wajib Pajak”. Konsep yang diberikan berupa Optimalisasi pemanfaatan data berbasis IT, Wajib Pajak (WP) diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk melakukan pembetulan SPT (5 tahun kebelakang) dengan pengurangan atau penghapusan sanksi Administrasi, dan penegakan hukum secara selektif  untuk memberikan efek jera kepada WP (Blokir rekening, pencegahan keluar negeri, penyanderaan/Gijzeling, dan penyidikan). Sasaran kebijakan Tahun Pembinaan 2015 yaitu WP yang belum terdaftar, WP yang terdaftar tetapi belum menyampaikan SPT, dan WP terdaftar&telah menyempaikan SPT.

Berkaitan penyanderaan/Gijzeling, dijelaskan bahwa penyanderaan diprioritaskan terhadap penanggung pajak yang telah atau sedang dilakukan pencegahan atau perpanjangan pencegahan dan telah dilakukan penyitaan terhadap barang milik Orang Pribadi atau Perusahaan, penanggung Pajak yang telah/sedang dilakukan pencegahan tetapi belum melunasi utang pajaknya. Selain itu juga kepada Penanggung Pajak yang Wajib Pajib Pajaknya telah dinyatakan selesai kepailitannya dan utang pajak belum lunas dari pembagian harta bundel pailit, dan/atau Wajib Pajaknya telah dilakukan pembubaran dan/atau likuidasi dan utang pajak belum lunas, dan Penanggung Pajak telah dilakukan penyitaan terhadap barang milik Orang Pribadi atau Perusahaan tetapi barang tersebut tidak ditemukan atau nilainya tidak cukup untuk melunasi utang pajaknya. Sedangkan untuk kriteria penyanderaan yaitu syarat kuantitatif (mempunyai utang pajak sekurang-kurangnya sebesar Rp. 100.000.000,00), syarat kualitatif (diragukan itikad baiknya dalam melunasi utang pajak), tahapan penagihan (telah lewat jangka waktu 14 hari sejak tanggal Surat Paksa diberitahukan kepada Penanggung Pajak), dan Persetujuan (telah mendapat ijin tertulis dari Menteri Keuangan RI).

Maju Terus Pantang Menyerah!

Kolaborasi Mahasiswa HI dan Sosiologi Harumkan FISIP

[unsoed.ac.id, Rab, 06/5/15] Mahasiswa Fisip kembali meraih piala penghargaan dari Rektor Unsoed. Bersamaan dengan Upacara Hari Pendidikan Nasional Senin 4 Mei 2015, dua mahasiswa Dendi Liya Jurusan Sosiologi dan Irwan Syarifudin Prodi Hubungan Internasinal mendapatkan penghargaan sebagai Juara Pertama Debat Ilmiah Kandungan Al-Quran dalam Bahasa Inggris, pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tanggal 21 April 2015. Piala, sertifikat dan uang pembinaan diserahkan Rektor Unsoed disaksikan seluruh peserta upacara di lapangan Rektorat.

Dendi dan Irwan sangat bangga menerima piala penghargaan langsung dari Rektor.  Hal akan terus memacu semangat belajar, memahami kandungan Al-Qur’an terlebih mengamalkan semaksimal mungkin, tutur Dendi aktifis SEF Unsoed. Mahasiswa dari Ciamis ini merasa ilmunya belum seberapa. Dia hanya berbekal belajar ilmu agama sejak masa anak-anak hingga SMA. Sama halnya dengan Irwan Syarifudin, bahkan keduanya juga tidak aktif menjadi pengurus sewaktu kegiatan Kerohanian Islam di SMA hingga di kampus. Misalkan ikut pesantren paling juga pesantren kilat, tutur Irwan. Mereka hanya aktif secara kutural, apabila ada kajian Islam kampus atau kajian Islam di media turut menyimak dengan kesungguhan.

Sedangkan kemampuan berbahasa inggris, merupakan aktifitas mereka sejak masuk Kampus Fisip Unsoed. Dendi Aktif di SEF (Student English Forum) sebagai Secretary dan Irwan aktif di ESSOF (English Society of Fisip) sebagai Vice President. Disamping itu mereka juga menjadi aktifis di berbagai UKM. Irwan aktif pada Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) serta magang di IRO (Internasional Relations Office) Unsoed. Irwan juga memperoleh juara III debat bahasa inggris se-Unsoed pada bulan Maret lalu. Aktifitas Dendi Liya cukup banyak, aktif di KBMS, Teater Si Anak dan BEM Fisip. Perannya dalam SEF Unsoed mengantarkan Dendi studi banding ke Brunei dan Malaysia bulan April 2014 serta sempat ke Australia paa Agustus 2014. Pengalaman mereka berdua menjadi bekal untuk mengikuti ajang yang sama di tingkat nasional pada Agustus 2015 yang akan datang.

Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Wajah Baru LP3M Unsoed Siapkan Skema Jamin Akuntabilitas Akademik

[unsoed.ac.id, Sel, 5/5/15] Penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran adalah dua hal yang vital bagi pendidikan tinggi, Unsoed salah satunya. Sebagai perwujudan komitmen Unsoed dalam kedua hal tersebut diwujudakan dalam pembentukan Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) dalam struktur organisasi Unsoed. LP3M sekaligus memegang kendali dalam menciptakan akuntabilitas akademik. Dalam menjalankan fungsinya LP3M telah membantuk empat pusat. Keempat pusat tersebut adalah pusat pengembangn pembelajaran, pusat penjaminan mutu, pusat tenaga kependidikan dan pusat pengembangan karakter. Senin, 4 Mei lalu seluruh seluruh pimpinan, koordinator pusat, staf ahli dan seluruh tenaga kependidikan berkumpul untuk mempersiapkan implementasi program tahun 2015. Acara yang bertajuk koordinasi ini dimaksudkan untuk merumuskan langkah-langkah strategis sekaligus tahapan implementasi kegiatan masing-masing pusat. Acara ini di pimpin langsung oleh ketua LP3M Unsoed Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H. M.S.c.

Dalam pengarahan awalnya Ketua LP3M biasa disapa Prof. Ade mengungkapkan bahwa LP3M mempunyai posisi yang strategis dalam pengembangan universitas. “Keunggulan sebuah produk termasuk lulusan sebagai produk pendidikan biasanya diukur dari kualitas mutu, dan LP3M mempunyai kewajiban untuk menjamin mutu lulusan Unsoed melalui penjaminan mutu dan pengembangan pembelajaran” tegas beliau.  Lebih dalam beliau menjelaskan bahwa tantangan kedepan jauh lebih berat, isu globalisasi termasuk masyarakat ekonomi ASEAN menjadi salah satu tantangan terbesar bagi lulusan Unsoed. “Lulusan kita dituntut untuk mampu berkompetisi dalam masyarakat global” imbuhnya.

Tahun ini telah dibentuk empat pusat dibawah LP3M. Sebagai nahkoda keempat pusat tersebut telah dipilih koordinator pusat yang dibantu dua staf ahli pada masing-masing pusat. Jajaran koordinator pusat terdiri dari koordinator pusat pengembangan pembelajaran Dr. Ir. Wiludjeng Triasiwi, MP, koordinator pusat penjaminan mutu Ir. Juni Sumarmono, M.Sc., Ph.D., koordinator pusat pengembangan tenaga kependidikan Dr. Slamet Rosyadi, M.Si., dan koordinator pusat pengembangan karakter Dr.sc.agr. Ir. R Singih Sugeng Santoso, MP.

Koordinasi sekaligus menjadi ajang silaturahmi beberapa wajah baru dalam jajaran LP3M. Seluruh koordinator pusat dan staf ahlinya nampak hadir dan sibuk mempersiapkan agenda kegiatan setahun kedepan. Seluruh koordinator pusat yang baru dianggkat beberapa minggu lalu ini menunjukkan komitmen tinggi terhadap pencapaian visi LP3M yaitu “Terselenggaranya Budaya Mutu Universitas Bertaraf Internasional Berbasis Kearifan Lokal”. Sebagai langkah strategis telah disiapkan berbagai skema kegiatan untuk mencapai visi tersebut. Diantaranya pendampingan akreditasi program studi, sertifikasi dosen, Audit internal sistem penjaminan mutu, penyusuanan bahan ajar berbasis riset, penyusunan bahan ajar e-learning, pengembangan soft skill dan pengembangan karakter melalui mata kuliah wajib Universitas. Tidak kurang 20 kegiatan dipastikan akan memadati agenda kegiatan LP3M selama tahun 2015.

LP3M adalah unsur pelaksana akademik di bawah Rektor yang melaksanakan tugas dan fungsi Universitas Jenderal Soedirman di bidang pengembangan pembelajaran dan penjaminan mutu pendidikan. Tugas LP3M adalah melaksanakan, mengkoordinir, memantau, dan mengevaluasi kegiatan pengembangan pembelajaran dan penjaminan mutu. LP3M akan menjadi lembaga yang menjamin akuntabilitas akademik di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman. Maju Terus Pantang Menyerah ! (ES)

iRoadShow Dorong dan Fasilitasi Internasionalisasi

[unsoed.ac.id, 5/5/15] Visi besar menjadi universitas milik masyarakat yang mendunia di tahun 2020 perlu langkah konkret setiap saat.  UPT Layanan Internasional (International Relation Office/IRO) sebagai Unit yang mendapatkan mandat melaksanakan fasilitasi kerjasama internasional berupaya terus melakukan upaya strategis.  Salah satunya dengan iRoadShow (IRO Roadshow) ke Fakultas dan Unit di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman.  Roadshow ini menjadi sarana bagi IRO untuk berkomunikasi, mendorong, dan menyamakan persepsi tentang internasionalisasi Unsoed.  Hal ini sebagaimana diungkapkan Direktur IRO Suprayogi, Ph.D saat Roadshow di Fakultas Biologi Unsoed, Senin, 4 Mei 2015.  “Fakultas-fakultas adalah unit yang paling memiliki sumber daya untuk mewujudkan visi Unsoed,” jelasnya. 

Dekan Fakultas Biologi, Dra Yulia Sistina, M.Stud.,Sc.,Ph.D menyambut baik apa yang dilakukan IRO.  “Selama ini di Fakultas Biologi sendiri ada relasi yang sudah terjalin dengan universitas di luar negeri, perlu ditindaklanjuti langkah berikutnya,” ungkapnya.  Salah satu peluang yang sangat memungkinkan adalah program pertukaran mahasiswa dengan universitas di luar negeri.  “Hal ini membutuhkan langkah kesepakatan para pihak,” jelasnya.    

   

Menjadi Universitas kelas dunia tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.  Kriteria yang hendak dicapai menuju visi tersebut mestilah terukur dengan jelas. Suprayogi mengungkapkan bahwa IRO berupaya mendukung dan memfasilitasi tiap fakultas agar semakin mengglobal.  Di sisi lain Internasionalisasi juga memerlukan dukungan berbagai hal.  “Diantaranya perlu dukungan untuk riset-riset unggulan, investasi yang cukup bagi unit-unit strategis, dukung sumber daya dan dana untuk lembaga/unit yang memiliki potensi besar mencapai keberhasilan,” jelasnya.

Acara berlangsung hangat hingga usai. Direktur IRO Suprayogi, Ph.D dalam kegiatan ini hadir bersama Dr. Condro Wibowo, Dr.rer.nat Erwin R Ardli dan staf IRO Evi Setyaningrum sedangkan dari Fakultas Biologi, Dra. Yulia Sistina, M.Stud.Sc.,Ph.D didampingi Wakil Dekan 1 dan 3 Fakultas Biologi serta Kabag TU, Drs. Sujarwo, MM bersama Kasubbag dan staf PSI Fakultas Biologi.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Dihadiri Seribu Orang Lebih, Kuliah Umum Dosen Unsoed di Samarinda

[unsoed.ac.id, 4/5/15] Kapasitas Dosen UNSOED semakin diakui.  Adalah Nurul Hidayat, M.Kom, Dosen Teknik Informatika Unsoed menjadi pembicara dalam kuliah Umum di STMIK Widya Cipta Dharma (WICIDA) Samarinda, Kalimantan Timur dihadiri tidak kurang dari 1200 peserta.  Nurul yang dikenal sebagai pembicara andal bidang technopreneur ini juga pengurus pusat APTIKOM.  Ribuan pelajar mahasiswa dan praktisi birokrat KALTIM  tampak memenuhi ruang seminar bertempat di Grand Ball Room Hotel Mesra International Samarinda.

Acara yang dimulai dengan tarian khas penyambutan pencak silat, mahasiswa berprestasi, paduan suara wicida semakin bergemuruh saat memasuki ruang acara. Dihadiri gubernur kaltim, walikota samarinda acara semakin meriah dengan di Launching nya 3 buku karya mahasisawa dan dosen stmik Wicida sekaligus penyerahan buku oleh Ketua P3M H.Nursobah kepada ketua STMIK Wicida dan ibu ketua yayasan wicida.

Nurul selaku pembicara pertama sangat antusias mendorong agar para mahasiswa dan pelajar kaltim untuk dapat menjadi teknopreneur bidang ICT. Sebagai pemilik 138 ternak domain ia berharap semua bisa jadi pengusaha yang mumpuni.  “Siapa yang berusaha insyaAllah akan menemui hasilnya,” ungkapnya. 

Disampaikan oleh Nurul bahwa pelajar dan mahasiswa kaltim sangat potensial menjadi penyumbang SDM berkualitas menghadapi MEA di era sekarang ini. Trainer Badan nasional Standar profesi di Indonesia ini juga mengungkapkan ada tiga hal yang mesti diperhatikan yaitu menjadi pemuda inovatif, pemuda cerdas dan pemuda kreatif.  “Kita yakin Indonesia akan memimpin Asean dalam 3 tahun kedepan dengan semua semangat yang dimiliki,” tutupnya sambil mengakhiri sesi pertama.

Acara seminar WICIDA yang dipenuhi peserta ini seakan menjadi saksi bahwa semangat pemuda, pelajar dan mahasiswa sangat bergelora untuk segera mampu mewujudkan setelah Nurul Hidayat yang juga lulusan Lemhanas menutup acara dengan Launching Website Sekolah Bisnis Online yang beralamat iniCantik.com (Internet ini Canggih Teknologi Informasi dan comunikasi). “Silakan ikutan, rasakan perbedaannya dan jangan kaget jika rekening anda selalu bertambah satu juta tiap harinya,” jelasnya.  Maju Terus Pantang Menyerah !

 

Upacara Hari Pendidikan Nasional 2015

[unsoed.ac.id, Sen, 04/5/15] Universitas Jenderal Soedirman /UNSOED, melaksanakan Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional, Senin (4/5). Upacara bertempat di lapangan Kantor Pusat Administrasi UNSOED ini dihadiri oleh setiap elemen sivitas akademika UNSOED.  Mahasiswa, Tenaga Pendidikan maupun tenaga kependidikan menjadi satu dalam barisan upacara serta tamu undangan yang terdiri dari para pejabat, anggota senat, dan sesepuh UNSOED. Pelaksanaan Upacra memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun ini mengambil tema “Dengan Hari Pendidikan Nasional Kita Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, Riset dan Inovasi untuk Mendukung Daya Saing Bangsa”.

Rektor, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si membacakan sambutan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengungkapkan bahwa tidak akan lama lagi, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akan mulai diberlakukan. Aliran barang, tenaga kerja terampil, dan investasi antar negara ASEAN  menjadi lebih bebas. Di sisi lain tuntutan masyarakat terhadap perguruan tinggi meningkat. “Tiba saatnya Perguruan Tinggi melakukan gerakan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset, dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa”, ungkapnya.

Menristekdikti Prof. Mohamad Nasir menambahkan bahwa telah banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dalam Penyusunan Undang-Undang Pendidikan Tinggi tahun 2012 dan Peraturan Pemerintahan turunannya meliputi, penyusunan dan penetapan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pemberian BOPTN yang setiap tahun semakin meningkat, dan pembentukan Perguruan Tinggi Badan Hukum yang diantaranya adalah  usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Di sisi lain, perguruan tinggi juga sudah banyak melakukan usaha-usaha peningkatan mutu pendidikan tinggi diantaranya melalui pembangunan laboratorium, peningkatan kualifikasi dosen dan tenaga kependidikan, implementasi sistem penjaminan mutu internal, Penerapan remunerasi berbasis kinerja, peningkatan penelitian, publikasi internasional dan HAKI. harapan masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat. Pada saat ini, masyarakat beranggapan tidaklah cukup bagi perguruan tinggi untuk bisa melaksanakan pendidikan tinggi yang bermutu. Masyarakat berharap perguruan tinggi mampu mendukung daya saing bangsa melalui penelitian yang inovatif yang dapat memberikan dampak ekonomi langsung kepada masyarakat.

“Ada dua cara pendidikan tinggi bisa memberikan dukungan terhadap daya saing bangsa. Pertama adalah dengan menghasilkan tenaga terampil yang dibutuhkan oleh lapangan kerja. Kedua adalah menghasilkan inovasi yang bisa memberikan manfaat ekonomis secara langsung bagi masyarakat”, demikian ungkap Menristekdikti.

Dalam upacara ini diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada para juara Mahasiswa Berprestasi, Debat Bahasa Inggris dan Musabaqah Tilawatil Qur'an tingkat Universitas 2015.

Maju Terus Pantang Menyerah!(Mm)

Pelantikan Pengurus BEM, UKM, DPM Fakultas Kedokteran

[unsoed.ac.id, Sen, 04/5/15] Bertempat di Gedung Dekanat Lantai 3 Fakultas Kedokteran Unsoed Kamis (30/4), berlangsung acara Pelantikan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa  (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiwa (DPM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Kedokteran Unsoed.

Terpilih Presiden BEM Periode Tahun 2015 Jurusan Kedokteran Umum R. Faris Mukmin Kalijogo menggantikan Lutfi Maulana,   BEM Periode Tahun 2015  Jurusan Kedokteran Gigi Ghany Ramadhan menggantikan Catur Aditya Ramadhany. Jumlah pengurus BEM KU sebanyak 31 orang dan BEM KG sebanyak 36 orang. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Periode Tahun 2015 Jurusan Kedokteran Umum sebagai Ketua Umum Fikriah Rismi F menggantikan Gagah Baskara Adi N, dan DPM Jurusan Kedokteran Gigi Ketua Nabilah menggantikan Rizki Oktariana D. Jumlah pengurus DPM KU sebanyak 37 orang dan DPM KG sebanyak 16 orang.

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Periode Tahun 2015 dai Jurusan Kedokteran Umum yaitu : UKM PMK, UKM Saman Aneu Manggroe, UKM Teater Suntik, UKM TBM, UKM Visum, UKM Badminton, UKM HSC, UKM Himpunan Mahasiswa Muslim Kedokteran, UKM Midical Basketball, UKM Medical Choir, UKM Medical Student English Club, UKM Medical Torch, UKM M-Urgent, UKM Pencinta Lingkungan, UKM, Rismik, UKM Soedirman Medical Football Club, UKM Preiodental, UKM Orthodensi, UKM Canine, UKM Enimal semua ada 22 UKM.

Dr. Fitrantro Aryadi, M.Kes Dekan Fakultas Kedokteran Unsoed dalam sambutannya mengatakan ucapan selamat kepada pengurus baru periode tahun 2015 dan berharap bekerja dengan baik dan semangat serta pantang menyerah seperti semboyan Panglima Besar Jenderal Soedirman. Mengucapkan terima kasih kepada pengurus lama atas pengabdiannya dan bekerja dengan baik, mohon maaf jika ada hal hal yang kurang berkenan. Kegiatan mahasiswa sangat diperlukan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan organisasi sebagai calon generasi penerus bangsa dan negara. Oleh sebab itu laksanakan dengan baik karena ini nanti akan menjadi bekal kaliyan jika sudah lulus dan terjun ke masyarakat.

Maju Terus Pantang Menyerah!(eNdg)

 

Panlok 41 Purwokerto Gelar FGD Jelang Pendaftaran SBMPTN 2015

[unsoed.ac.id, Min,3/5/15] UNSOED kembali dipercaya sebagai salah satu panitia lokal penyelenggaraan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun ini.  Guna memastikan kegiatan tersebut berjalan dengan baik, Kamis (30/5) berlangsung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Panitia Lokal (Panlok) 41/Purwokerto serta dibuka langsung  oleh Rektor UNSOED, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si, didampingi oleh Ketua Panlok 41/Purwokerto, Prof. Dr. Ir. Mas Yedi Sumaryadi, M.S yang sehari-harinya menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik.  Dalam arahannya,  Rektor Achmad Iqbal menegaskan agar panitia dapat bekerja secara cermat, sehingga masyarakat dan khususnya calon peserta dapat terlayani dengan sebaik-baiknya.

Usai pengarahan rektor, kegiatan FGD langsung dipimpin oleh Wakil Rektor Akademik selaku Ketua Panlok 41 Purwokerto. Secara terperinci, Ketua Panlok menjelaskan tentang tugas-tugas apa yang segera disiapkan dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran panitia inti, mulai dari sosialisasi kehumasan, pendaftaran, pengelolaan naskah dan pelaksanaan ujian, hingga kesiapaan perlengkapan, sarana prasaran dan keamanan, termasuk terkait masalah kesekretariatan.  Setelah paparan, acara dilanjutkan dengan diskusi teknis mengenai apa-apa saja yang perlu segera dipersiapkan guna memastikan penyelenggaraan berjalan sebagaimana yang diharapkan.  

Terkait penyelenggaraan tahun ini, Koordinator Humas Panlok 41 Purwokerto, Dr. Wisnu Widjanarko mengungkapkan, pendaftaran dilaksanakan secara online melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.or.id mulai 11 Mei hingga 29 Mei mendatang. “Namun, tata cara pengisian borang, baik ujian tulis maupun keterampilan sudah bisa diunduh sejak tanggal 5 Mei di laman http://download.sbmptn.or.id  “ ungkap Wisnu. Ditambahkannya, yang berhak mendaftar adalah siswa lulusan 2013, 2014 dan 2015 dan biaya seleksi sebesar 100 ribu rupiah yang dibayarkan melalui Bank Mandiri atau BNI. Selain itu, Wisnu yang sehari-harinya merupakan dosen Manajemen Kehumasan di FISIP UNSOED ini juga menegaskan, bahwa informasi  resmi mengenai SBMPTN dapat diakses melalui laman www.sbmptn.or.id  “Silahkan juga untuk mengakses melalui media sosial, seperti di twitter @SekreSBMPTN, facebook di www.facebook.com/SekreSBMPTN , helpdesk di http://halo.sbmptn.or.id  dan serta call center di 08041456456. Atau khusus untuk Panlok 41 Purwokerto, layanan difasilitasi di Gedung SPMB UNSOED (Selatan Gedung Rektorat UNSOED) di Jl. Prof HR Bunyamin 708 atau bisa melalui telepon di 0281-635292 Ext. 119 dan 217, 0281-636262 dan e-mail di info@unsoed.ac.id   “ pungkasnya.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Lolakarya Jurusan Sosiologi Mantapkan Tugas Akhir Mahasiswa

[unsoed.ac.id, Kam, 30/4/15] Bertempat di Lab Sosiologi, Rabu 29 April 2015 diselenggarakan Lokakarya Percepatan Penyelesaian Tugas Akhir Jurusan Sosiologi Fisip Unsoed. Kegiatan ini dihadiri oleh sebagian besar Dosen Sosiologi bahkan Dr. Masrukin (Wakil Dekan I) yang sedang bertugas di luar kota, menyempatkan waktu untuk menghadiri acara penting ini. Ketua Jurusan Sosiologi Tri Rini Widiyastuti, M.Si berkenan memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan yang berlangsung hingga sore nanti. 

Ibu Rini memberikan apresiasi atas kesediaan para dosen mengikuti lokakarya ini demi kemajuan dan  peningkatan kualitas pembelajaran. Beliau memaparkan bahwa selama tiga tahun terakhir, lama studi lulusan Jurusan Sosiologi rata-rata 4 tahun 10 bulan. Hal ini memang telah sesuai dengan standar perguruan tinggi yang harus meluluskan mahasiswa paling cepat 4 tahun atau paling lama 5 tahun masa studi. Nemun demikian hasil evaluasi menunjukkan terdapat beberapa hal yang dapat dioptimalkan agar mahasiswa lulus lebih cepat diantaranya masa pembuatan skripsi. 

Menurut Ibu Rini, selama ini mahasiswa jurusan Sosiologi menyelesaikan skripsi dalam waktu 12 hingga 15 bulan. Tentu merupakan waktu yang sangat lama. Sebenarnya apabila pengerjaan skripsi diefektifkan, hanya membutuhkan waktu 6 hingga 9 bulan saja, kata Bu Kajur Sosiologi meyakinkan. Lama pembuatan skripsi ini dihitung sejak mahasiswa mendaftar kepada Komisi Tugas Akhir (KTA) Jurusan Sosiologi. Sebagian besar mahasiswa mendaftar setelah mengikuti mata kuliah Metode Penelitian Kualitatif II atau Metode Penelitian Kuantitatif II pada semester 7. Output perkuliahan berupa proposal penelitian inilah yang didaftarkan sebagai persiapan skripsi. Kelemahan selanjutnya adalah mahasiswa tidak fokus dalam menyelesaikan skripsi karena masih ada mata kuliah pilihan atau mengulang mata kuliah yang nilainya kurang bagus. Evaluasi ini, menurut Ibu Kajur, akan diurai dalam lokakarya ini. Semoga mendapatkan solusi yang tepat bagi kemajuan pembelajaran Sosiologi, tutup Ibu Rini.

Selanjutnya Ketua Panitia Drs. Dalhar Shodiq, M.Si membagi forum menjadi dua kelompok yaitu, kelompok prosedur pengajuan proposal tugas akhir dan kelompok proses bimbingan tugas akhir. Masing-masing merumuskan mekanisme yang tepat bagi optimalisasi masa penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa. Draft penyelesaian tugas akhir yang telah disusun panitia memberikan gambaran bahwa tugas akhir dapat diselesaikan dalam tempo 6 bulan, kata Pak Dalhar. Dua bulan pertama dipergunakan untuk proses penyusunan dan bimbingan proposal. Bulan ketiga pelaksanaan seminar proposal dan revisinya. Selanjutnya 2,5 bulan untuk pengumpulan data, analisis serta penyusunan draft hingga ujian tugas akhir. Selama tiga minggu terakhir digunakan untuk revisi tugas akhir dan pembuatan artikel ilmiah, kata ketua panitia. Terakhir forum lokakarya akan melakukan sidang pleno untuk menentukan mekanisme yang paling tepat bagi penyelesaian tugas akhir mahasiswa.  Maju Terus Pantang Menyerah !

Halaman

Subscribe to Test RSS

Buletin

Jangan mau ketinggalan berita yang menarik dan update! Pastikan untuk bergabung dengan kami.

Jl. HR Boenyamin 708 Purwokerto 53122.

EMAIL DAN SOSIAL MEDIA